Ficlet · fluff

Miss Grumpy and Mr. Flirtatious


images (3)

 

Miss Grumpy and Mr. Flirtatious

 

a story by ts_sora

 

Lee Hayi | iKON’s Hanbin

 

Fluff

 

Ficlet

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

Ada hal dimana Hayi sangat membenci dirinya. Bagaimana tidak, jika kebanyakan gadis seumurannya memiliki tubuh ramping bak seorang model. Tinggi semampai dan jangan lupakan pakaian-pakaian indah yang mereka kenakan. Sedangkan dirinya?

 

Lee Hayi harus rela menghabiskan waktunya berjam-ja hanya untuk memilih puluhan dress yang pernah ia beli saat beberapa toko memberikan kesempatan untuk dirinya membeli dress tersebut dengan setengah harga. Dan demi Tuhan, ia sudah membayangkan dirinya yang akan terlihat sempurna dengan dress tersebut. Meski kini ia sadar ia tak lebih dari sebuah kentang saat mengenakan dress tersebut. Jadilah ia harus membuang semua impiannya dan lebih memilih sebuah hoodie lengkap dengan sebuah celana training. Namun tak hanya itu. Masih banyak hal yang begitu ia benci  darinya.

 

“Ada apa?” tanya Hanbin yang lantas membuyarkan lamunan Hayi dalam seketika. Gadis mungil itu mengerucutkan bibirnya, masih menatap gadis-gadia seumurannya yang berlalu lalang. Ia lantas menggelengkan kepalanya.

 

“Katakan padaku jika kau tidak menyukai gadis-gadis itu,” ujarnya asal tuduh. Hanbin mengernyitkan dahinya sebelum ia lantas terbahak.

 

“Sama sekali tidak lucu tuan Kim. Kau tahi mereka mencuri pandang padamu saat kau tak sadar,” ujarnya masih kesal, namun Hanbin tak peduli. Laki-laki itu tetap melangkahkan kakinya meninggalkan gadis tersebut di belakangnya.

 

Bukan rahasia umum jika Hanbin begitu digilai oleh para gadis. Ia bahkan memiliki sejuta pesona yang diakui para gadis. Ia bahkan terlihat begitu berkharisma meski ia tak berusaha untuk menampakannya. Namun hal yang perlu diherankan adalah, mengapa laki-laki seperti Hanbin mlebih memilih gadis seperti Hayi.

 

“Tunggu! Oh. Aku benci kaki-kakiku yang pendek!” rutuk Hayi yang berusaha berlari mengejar laki-laki yang kali ini menghentikan langkahnya demi menatap Hayi yang kini berada di belakangnya.

 

“Kau tau kakiku pendek. Kenapa kau meninggalkanku?”

 

Ini bukan pertama kalinya Hayi menggerutu akan tubuhnya. Kakinya yang pendek, tubuhnya yang tambun, pipinya yang tembam—dan ini-itu. Padahal jelas, Hanbin tidak pernah mempermasalahkannya. Sama sekali.

 

Miss Grumpy. Told you for the nth times, you are beautiful without trying,” ujar Kim Hanbin jujur sebelum ia lantas menyentil dahi gadis itu lumayan keras. Laki-laki itu lalu menyeringai. Namun bukannya Lee Hayi berterima kasih, gadis itu lantas memukul pelan lengan laki-laki di hadapannya, masih dengan kesal. Baginya apapun yang dikatakan Hanbin hanyalah bualan untuk membuatnya merasa lebih baik, namun percayalah semua tak mempan untuknya.

 

“You know what. I don’t care any girls that are staring at me if I have you already,” imbuh laki-laki itu yang kiranya membuat Hayi melunak.

 

“Tapi tetap saja!” protes Hayi masih tak terima.

 

“Aku pendek dan kau cukup tinggi,” imbuhnya yang kali ini setengah menunduk namun Hanbin dapat melihat dengan jelas semburat kemerahan pada kedua pipi gadis tersebut yang berusaha ia sembunyikan darinya.

 

“Lalu?”

 

Lee Hayi memainkan jarinya gugup. Semburat kemerahan pada kedua pipinya terlihat lebih jelas gadis itu kini tak mau memandangnya.

 

“Aku tidak bisa menciummu lebih dulu,” jawabnya lirih namun Hanbin dapat mendengarnya dengan begitu jelas. Jadilah Hanbin menarik tangan gadis tersebut menuju sebuah halte bus dan membuat gadis mungil itu berdiri di atas salah satu bangku halte. Kim Hanbin kini mengembangkan senyumnya.

 

“Sekarang kita seimbang. Ah, kau bahkan lebih tunggu dariku sekarang,” ujar Kim Hanbin menggodanya, membuat wajah gadis di hadapannya merah padam karena malu.

 

“Hanbin, kau—”

 

Terlambat. Hanbin lebih dulu menyatukan bibir keduanya, membuat Hayi lantas menggantung kalimatnya. Harusnya ia tahu, saat Hanbin mulai berkata manis padanya—ia tengah menginginkan sesuatu darinya.

 

.

 

.

 

.

 

“Kau terlalu tinggi. Haruskah aku berjinjit?” tanya Hanbin polos yang membuat Hayi menendang laki-laki di hadapannya hingga terjungkal.

 

“Aku benci kau, Kim Hanbin!”

 

.

 

.

 

.

 

-fin.

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Miss Grumpy and Mr. Flirtatious

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s