Friendship · One Shoot · School Life · Slice of Life · Teen

Prom Night


images

Prom Night

 

by ts_sora

 

SVT’s Boo Seungkwan | OC’s Wish

Slice of Life, Friendship

Oneshoot

.

.

.

 

Wish menghembuskan napasnya sekali lagi menatap sehelai kertas bewarna merah muda lengkap dengan sebuah hiasan kertas hati bewarna merah berukuran cukup besar di sana. Benar, sebuah undangan Prom Night yang akan diadakan sekolah semalam suntuk sudah dekat.

 

Sungguh, ia sangat menunggu masa-masa ini. Dimana ia akan mengenakan sebuah gaun, menjadi begitu cantik, dan jangan lupakan berdansa dengan pasangan semalam suntuk. Sungguh, ia tak pernah mempermasalahkan pakaian apa yang akan ia gunakan. Ia juga tak pernah mempermasalahkan menjadi begitu cantik, karena ibunya selalu mengatakan ia adalah gadis paling cantik. Namun tentang pasangan dansa—

 

Ini adalah tahun ketiga dimana Prom Night akan diselenggarakan dan ia selalu pergi tanpa pasangan dua tahun berturut-turut. Dan untuk tahun ketiga? Tidak, ia tidak ingin dipermalukan hanya karena ia tak memiliki pasangan dansa untuk diajak. Dan ya Tuhan, semua temannya sudah memiliki pasangan. Bagaimana dengan dirinya?

 

“Wishie!”

 

Cepat-cepat Wish memasukkan undangan dan amplop bewarna senada tersebut ke dalam tas miliknya, saat Seungkwan berlari ke arahnya dengan senyum terkembang di wajahnya. Ah, laki-laki itu kiranya tidak pernah memusingkan pasangan Prom Night. Toh, dia selalu datang hanya untuk makan di sana.

 

“Ada apa dengan wajahmu?” tanya Seungkwan yang lantas mendapat erangan Wish karena Seungkwan menarik ujung rambutnya. Seungkwan lantas tertawa.

 

“Ini pertama kalinya aku melihatmu seperti ini, Wishie. Apa karena tidak ada yang mengajakmu menjadi pasangan dansa?” ujarnya yang setengah tertawa. Oh benar, tak ada yang lebih mengganggu daripada Seungkwan yang menertawainya seakan dia memang tak pernah memikirkan hal ini daripada dirinya. Wish hanya menghelan napasnya kesal sebelum ia lantas berlalu meninggalkan Seungkwan di belakang.

 

“Wishie, tunggu aku! Kita akan pulang bersama kan?”

 

Wish menatap malas Seungkwan yang entah sejak kapan kembali berada di sampingnya. Wish menghentikan langkahnya sesaat, menarik napasnya dalam-dalam sebelum ia menatap Seungkwan yang menatapnya.

 

“Wanie, apa kau—”

 

“Ya?” tanya Seungkwan antusias, penasaran dengan apa yang akan dikatakan gadis itu padanya. Wish yang membuka mulutnya lantas kembali mengatupkan bibirnya sebelum ia lantas berlalu sekali lagi.

 

Tak mungkin, batinnya. Mana bisa ia meminta Seungkwan sebagai pasangan dansanya. Toh, ia berani bertaruh Seungkwan akan menertawainya.

 

“Ada apa? Kenapa tidak dilanjutkan? Wishie—”

 

“Tidak. Lupakan.”

 

“Aku kira kau akan mengajakku sebagai pasangan dansamu pada Prom Night besok malam,” ujar Seungkwan asal tebak yang lantas berhasil membuat Wish menghentikan langkahnya saat itu juga.

 

“Jangan katakan bahwa tebakanku benar,” imbuhnya sembari mengulum senyum. Wish yang sudah habis kesabaran lantas menghentakkan kakinya sebelum ia kembali meninggalkan Seungkwan di belakangnya lagi.

 

“Tapi maaf, aku sudah memiliki teman kencan. Kau tahu itu?”

 

Mendengar hal itu, Wish menghentikan langkahnya demi menatap sejenak Seungkwan yang kini tersenyum menunjukkan deretan giginya yang rapi sembari mengangguk mantap. Sempat terlintas di benaknya untuk sekedar mempercayai Seungkwan, namun ayolah seumur hidupnya Seungkwan tak pernah sekedar bersungguh-sungguh dalam mengatakan sesuatu. Jadilah, Wish menghentakkan kakinya sebelum kembali berlalu.

 

“Wishie! Kenapa kau selalu meninggalkanku? Apa kau marah? Atau kau cemburu—”

 

“Bisakah kau sebentar saja diam? Aku tidak marah apalagi cemburu, jadi hentikan itu,” ujar Wish geram. Gadis itu menutup telinganya saat untuk sekian kalinya Seungkwan tidak henti-hentinya merajuk. Toh, meski ia memang butuh seorang pasangan, Seungkwan tidak peduli akan hal itu. Seungkwan memang tak pernah memusingkan hal itu seumur hidupnya.

 

Wish kali ini harus mendapatkan seorang pasangan untuk Prom Night besok malam. Jadilah ia memikirkan semua kemungkinan yang ada saat ini. Ia lantas menghentikan langkahnya tiba-tiba saat sebuah ide kiranya terlintas di kepalanya saat ini. Sebuah nama nyatanya baru saja terpikirkan oleh dirinya.

 

“Ya! Kau mau kemana Wishie!”

 

Wish yang berlari di koridor tak lantas mempedulikan Seungkwan yang berada di belakang, masih memanggil-manggil dirinya. Ya, Jeonghan—tetangga barunya yang baik hati. Ia yakin, laki-laki itu akan mengajaknya sebagai pasangan dansanya besok malam.

 

.

 

.

 

.

 

“Wish—” Seungkwan menghentikan kalimatnya saat Wish menghentikan langkahnya tiba-tiba. Semangat yang terpancar di wajahnya hilang begitu saja. Matanya tertuju pada sosok Jeonghan yang kini memberikan hiasan kertas berbentuk hati yang begitu familiar dan Wish yakin di sana tersemat nama laki-laki itu, pada seorang gadis. Benar, pihak sekolah sengaja memberikan hiasan tersebut pada tiap amplop undangan, yang digunakan sebagai claim atas pasangan dansa mereka.

 

“Wishie—”

 

Wish sekali lagi tak mengindahkan panggilan Seungkwan. Gadis itu hanya tersenyum masam saat  Seungkwan berada di sampingnya, menatapnya cemas.

 

“Wanie, kau pulang sendiri ya? Aku meninggalkan sesuatu di lokerku.”

 

“T-tapi, Wishie—”

 

Wish tersenyum masam sekali lagi sebelum akhirnya ia lantas melangkah pergi meninggalkan Seungkwan untuk kesekian kalinya. Sebenarnya ini bukan salah Seungkwan, hanya saja entahlah. Ia hanya tak ingin diganggu saat ini.

 

Wish menarik napasnya dalam-dalam menatap loker yang kini berada di hadapannya. Wish menghembuskan napasnya menatap amplop bewarna merah muda yang berada di tangannya saat ini. Wish yang hendak meletakkannya ke dalam loker lantas mengurungkan niatnya saat entah sejak kapan amplop sejenis kini berada di dalam lokernya.

 

Cepat-cepat Wish membukanya dan benar saja amplop tersebut juga berisi undangan Prom Night sama seperti miliknya. Sebuah hiasan kertas berbentuk hati juga berada di sana. Wish menutup matanya kali ini. Pikirannya melayang begitu saja. Mungkinkah seseorang mengajaknya sebagai pasangan dansa?

 

Wish menarik napasnya dalam-dalam sebelum ia lantas membuka matanya perlahan demi membaca sebuah nama yang tertulis di sana.

 

.

 

.

 

“Boo Seungkwan’s.”

 

.

 

.

 

Wish menaikkan alisnya terkejut saat ia dapat membaca dengan jelas apa yang tertulis di sana. Teringat dengan jelas apa yang dikatakan Seungkwan beberapa menit yang lalu. Dia memiliki teman kencan, dan itu dirinya?

 

Wish mengulum senyum saat entah sejak kapan suasana hatinya membaik seribu kali dari sebelumnya. Saat hendak mengantongi hiasan kertas berbentuk hari tersebut ke dalam sakunya, Seungkwan yang diam-diam bersembunyi di balik dinding tidak sengaja menendang tong sampah—membuat isinya berserakan karenanya. Entah sejak kapan ia berada di sana, memantau Wish dari kejauhan.

 

Malu karena ketahuan, Seungkwan lantas cepat-cepat berlalu dengan berlari kecil seakan ia tidak tahu-menahu apa yang baru saja ia lakukan. Wish yang melihatnya hanya terkekeh geli sebelum akhirnya ia berlari kecil demi mengejar laki-laki itu yang menjauh darinya.

 

“Wanie, kita pulang bersama ya! Tunggu aku!”

 

.

 

.

 

.

 

—fin.

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Prom Night

  1. is this one kind of scene from harry potter and the goblet of fire? when ronnie asked hermione to go to the party, they mock her but she had the most handsome man with her, ahah
    and here, omo! kenapa mereka malu malu sihhhhhh, kan biasanya juga berdua, mungkin wish sudah mulai bosan TT pake acara ngajakin jeonghan, jangaaan si mas cantik nanti aku kasihh pasangan sendiri ah, mbak wish ga boleh deket deket lagi sama jeonghan, siyan boo (loh?)
    and the ending scene, I loves how wanie got embarrased but wish suddenly back to herself and run onto him
    ahah one nice fic rayaaa, good start for the day! thankyou!

    Like

    1. Lmao I don’t really know about Harry Potter. Because I’ve never watched it and its series :’) it popped up in my mind so write it down lmao.

      Iya nih, Jeonghan ceritanya jadi pengacau hubungan saja :’) kan kasian si boo. Ntar dia gmn wkwkw. Iya, bikin cast gih buat si Jeonghan biar ga jadi org ketiga wkwkwk.

      Hahaha iya, makasi banyak uda mau baca sayang 😉 I hope you’re enjoying the story! And please wait, I’ve scheduled another wan-wish! Psst!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s