FF Project · Ficlet · fluff · Genre · Giveaway Project · Length · Moment · PG -15 · Rating · Sweet

[Love Is Moment] Stay With Me


Author         : seoyou

 Title             : Stay With Me

Moment       : Sweet

Cast              : Choi Seunghyun (T.O.P Bigbang), Ji Hyun Ra (OC), etc

Genre           : Fluff

Lenght         : Ficlet

Rating          : PG-15

Disclaimer  : Ini pertama kalinya Author menulis fanfic, jadi Author meminta maaf jika banyak ditemukan kesalah dari sisi manapun.

Author Note : Fanfic ini dibuat berdasarkan kejadian yang baru-baru ini menimpa T.O.P

*Ting*

Jira melirik ponselnya yang berbunyi menandakan ada pesan masuk. Sekilas yang melihat pesan yang muncul di notifikasi ponselnya tanpa berniat untuk membukanya

“Datanglah ke rumahku setelah kau selesai latihan. Aku menunggumu.”

Melihat pesan yang masuk Jira langsung mematikan ponselnya lalu kembali bergabung dengan obrolan ketiga sahabatnya tentang rencana konsep mereka untuk comeback dalam waktu dekat.

“Eonni, pesan tadi pasti dari Seunghyun Oppa ‘kan?” tanya seorang di hadapan Jira. Ia yang merasa sedang ditanyai pun hanya sedikit menganggukkan kepalanya.

“Kenapa tidak dibalas? Dia pasti menunggumu.” ujar Eunseo –magnae grupnya yang sedang duduk di sebelah kanannya.

“Aku takut mengganggunya.” ujar Jira dengan pelan sambil mengalihkan pandangannya dari anggota-anggota grupnya yang sedang menatapnya.

“Bukan mengganggu namanya jika Oppa duluan yang menghubungimu, Eonni. Itu artinya dia membutuhkanmu saat ini.” Jira semakin merasa bersalah mendengar ucapan Hani yang duduk di sebelah kirinya.

Ia tahu benar jika saat ini Seunghyun membutuhkannya, tapi pikiran logisnya mengalahkan hatinya. Mendengar apa yang dikatakan seluruh awak media akhir-akhir ini membuatnya sedikit ragu akan semua yang telah ia jalani.

Wanita itu -yang bahkan ia seumur hidupnya belum pernah ia ketahui bagaimana rupa dan sifatnya, dan kasus penggunaan obat terlarang pria yang dicintainya bersama ‘wanita’ itu membuat kacau pikirannya. Berulang kali ia bertanya pada dirinya, apakah dia harus bertahan atau tidak.

“Apa kau ragu, Eonni?” bak seorang peramal, Eunseo menanyakan sesuatu yang menjadi pertanyaan berat dalam pikiran Jira belakangan ini.

Cukup lama Jira terdiam tak dapat menjawab pertanyaan Eunseo. Hingga akhirnya ia menjawab dengan deheman kecil.

“Apalagi yang kau ragukan, Eonni? Kalian sama-sama mencintai dan kalian sudah bertahan sampai sejauh ini. Banyak masalah yang sudah kalian lalui bersama dan kau masih ragu?”

“Hanya saja,” Jira menarik nafas dalam lalu menghembuskannya cukup kasar, “dengan masalah seperti ini siapapun itu pasti akan ragu.”

“Kalau begitu,” ujar Hani sambil melirik Eunseo. “Datang kepadanya lalu perjelas semua ini.” sambung Eunseo dengan sedikit senyuman yang menghiasi wajahnya.

 

***

 

Sekarang di sini lah Jira berdiri. Di depan salah satu rumah mewah yang ada di kawasan Yongsan. Cukup lama ia berdiri di sana hingga pada akhirnya pintu besar di hadapannya terbuka dan menampakan seorang pria dengan mata tajam dan rambut yang sedikit acak-acakan.

“Kau sudah sampai dari tadi. Kenapa tidak masuk?” tanya Seunghyun pada Jira yang saat ini lebih memilih mengedarkan pandangannya ke arah lain dibanding menatap mata Seunghyun.

“Aku segan.”

“Kenapa? Bukankah biasanya kau langsung masuk?”

“Ah, itu…” jawab Jira kikuk. Ia teringat biasanya ia langsung masuk karena mengetahui password rumah Seunghyun tapi kali ini berbeda. Dengan adanya masalah ini Jira sedikit segan pada Seunghyun karena takut mengganggu privasinya.

“Masuklah.” Belum sempat Jira menyelesaikan jawaban atas pertanyaan Seunghyun tadi, ia langsung disuruh masuk. Dengan sedikit canggung ia mengekori Seunghyun masuk ke dalam rumah. Sekilas Jira melirik beberapa botol wine yang ada di atas meja ruang santai. Ia berpikir pasti Seunghyun telah menghabiskan beberapa botol  wine sendiri untuk melampiaskan stressnya akibat kejadian yang menimpanya akhir-akhir ini.

Jira mengumpat dirinya sendiri di dalam hati. Di saat seperti ini bukannya dia membantu Seunghyun atau menenangkannya –setidaknya. Tapi ia malah berusaha menghindar dengan alasan takut mengganggu pria yang telah dikencaninya selama tiga tahun itu.’Kau benar-benar sialan, Ji Hyun Ra’ rutuknya pada dirinya sendiri

“Kenapa menghindar? Ingin meninggalkanku seperti yang lain?” Seunghyun tiba-tiba berbalik dan membuat Jira yang sedang tidak fokus menabrak Seunghyun. Ia hampir terjungkal jika Seunghyun tidak langsung memegang tangannya ketika ia akan terjatuh.

“Bukan beg–“ ucapan Jira terpotong karena Seunghyun langsung menariknya untuk duduk di salah satu sofa panjang yang ada di ruangan itu. Jira yang masih bingung dengan apa yang dilakukan Seunghyun langsung saja menurut dan tidak berkata apa-apa lagi.

“Kau tidak akan meninggalkanku, kan?” tanya Seunghyun ketika ia meletakkan kepalanya di atas paha Jira yang sudah duduk di sofa.

Jira mengerinyitkan dahinya mendengar pertanyaan dari mulut Seunghyun. Kerutan di dahinya semakin bertambah ketika Seunghyun menarik tangannya lalu diletakkan di atas kepala Seunghyun –seolah minta dielus kepalanya.

“Melihat sikapmu akhir-akhir ini aku benar-benar takut. Apakah wanita yang kucintai ini akan mencampakkanku setelah semua ini? Atau dia akan bertahan dengan seorang bajingan tak tahu diri ini?” Seunghyun bertanya pada Jira dengan wajah sayu dan mata yang memerah menahan tangis. Ia menatap Jira dalam dengan mata tajamnya. Jira yang tak tahan melihat Seunghyun pun langsung mendongakkan kepalanya menahan tangis akibat tatapan Seunghyun yang saat ini benar-benar –entahlah.

“Aku tidak akan meninggalkanmu. Tenang saja.” Jira mencoba tersenyum di sela-sela ucapannya. Menatap mata Seunghyun tadi membuat ia tersadar dan yakin akan pilihannya. Ia tidak akan meninggalkan pria itu apapun keadaannya.

Ya, ini yang harus dilakukannya. Menenangkan Seunghyun dan menemaninya sampai kapanpun. Banyak masalah yang telah mereka lalu sepanjang tiga tahun hubungan mereka dan ia percaya ia tidak akan menyerah begitu saja.

“Sekalipun karirmu hancur?” tanya Seunghyun pada Jira yang kini menatapnya dengan tatapan teduh.

“Emm,” Jira mengangguk mantap lalu kembali melanjutkan ucapannya, “kita akan membangunnya bersama jika karirmu dan karirku hancur. Bukankah kita sudah berjanji untuk melalui apapun secara bersama-sama?” ujar Jira sambil mengelus rambut tipis Seunghyun.

Mendengar ucapan Jira, Seunghyun langsung bangkit dan duduk menghadap Jira.

“Setelah ini kumohon jangan ragu lagi.” ujar Seunghyun sambil menatap mata Jira. Jira hanya bisa mengangguk dan tak lama Seunghyun langsung menempelkan bibirnya pada bibir merah Jira. Sedikit melumatnya dan menciumnya dengan sedikit penekanan tapi penuh dengan cinta.

Di sela-sela ciuman mereka, Seunghyun tersenyum. Ia menemukan kembali harapannya di antara kelamnya kejadian-kejadian kemarin. Dan ia menemukan orang yang benar-benar tulus mencintainya di antara jutaan orang di luar sana yang masih tetap bertahan untuknya.

 

 

 

Advertisements

One thought on “[Love Is Moment] Stay With Me

  1. Hi seoyou! Maafkeun aku sudah lama bgt baca ini ff tapi baru punya kesempatan sekarang buat komen. Maafkeun :”) jadi ini ff kamu pertama? Wah ga nyangka, sudah cukup bagus nih! Jadi kebayang ff pertamaku yg kacau balau wkwkw. Sedih bgt jrn mas TOP yang kesandung masalah kepemilikannya ganja dg mantan pacaranya (katanya) and you made it! Sangat sangat sangat menghibur di kala permasalahan top yang lagi bikin VIP sedih :’) sabar ya mas top. Can’t wait to read another ff of yours!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s