FF Project · Genre · Giveaway Project · Length · Marry Sue · Moment · One Shoot · PG · Rating · Slice of Life · Tart

[Love Is Moment] I Know


april_2017-06-09-20-17-59-195

Story by Vizkylee

Starring Cast Choi Jin Ri or Sulli

Tart | Marry Sue | Slice of Life

Oneshoot | PG

Disclaimer :

True Story 20% dan Fiction 80 % , Sang tokoh milik tuhan, keluarganya dan juga agencynya.

Author Note :

maaf kalau ceritanya absurd, ini pertama kalinya nulis cast idol cewek. jangan tanya alasan kenapa milih sulli ya, jangan tanya kenapa gak ada nama cowoknya disini dan jangan tanya kenapa harus disensor namanya. Aku tau kalian pasti tau makannya aku sesnsor untuk privasi, dan yang gak tau lebih baik gak tau sama sekali ya hehehe.

 

Aku tau kalian menganggapku apa

Aku tau aku berhak untuk kalian benci

Aku tau apa kesalahnku

Dan aku tau tuhan akan memaafkan makhluknya yang berbuat salah

 

 

Terdengar hembusan berat dari Jin Ri, dia baru saja melihat artikel mengenai dirinya yang semakin hari semakin ditinggalkan oleh para fansnya, ya Jin Ri tau jika apa yang dia dapat adalah akibat dari apa yang dia perbuat. Gadis itu sekali lagi melihat-lihat artikel mengenai dirinya, berita lamanya masih bertahan menjadi berita hot dikalangan netizen, bahkan saat dirinya sudah mempunyai kekasih baru dari kalangan non-celebritis.

Jin Ri segera menjauhkan ponsel miliknya dan tidak lupa juga menutup semua artikel yang baru saja dibacanya, dia tidak mau sampai kekasihnya itu tau jika dia masih sering membaca artikel tentang dirinya.

Carbonara untuk kekasihku yang cantik” Ujar Pria itu sambil memberikan 1 piring carbonara pada Jin Ri.

Gomawo oppa” Balas Jin Ri dengan senyum merekah dibibirnya.

“Apa yang kamu lakukan saat aku sibuk didapur” Tanya sang kekasih disela-sela makan mereka.

“Hmm.. hanya bermain game saja” Ujar Jin Ri tanpa berani menatap sang kekasih.

Jinja? Gotjimal anya?” Sang kekasih tampak tidak percaya pada Jin Ri.

“Ya.. awalnya aku memang bermain game, tetapi aku tidak sengaja meng-klik sebuah artikel dan tidak disangka itu berita tentang diriku” Jelas Jin Ri hati-hati. Dia berhati-hati bukan karena takut kekasihnya itu akan marah, kekasihnya bukan tipe pria yang akan suka marah-marah, tetapi sebaliknya.

Jin Ri sangat senang mendapatkan seorang kekasih yang baik hati dan pengertian, bukan berarti kekasihnya yang dulu-dulu tidak baik hati, tetapi dirinya merasa berbeda dengan kekasih barunya saat ini. Pria itu bisa menjadi sandaran bagi Jin Ri ketika dirinya benar-benar lelah menghadapi kehidupan dunia.

“Nakal ya, bukan aku tidak memperbolehkan, tetapi setidaknya jangan baca artikel-artikel bodoh itu” Ujar sang kekasih yang membuat seulas senyum muncul pada bibir Jin Ri.

“Tetapi aku benar-benar ingin mengetahuinya” Ucap Jin Ri lirih sambil meletakkan garpunya.

“Kamu boleh membacanya asal jangan pernah mengkhawatirkan orang lain akan terancam akan pemberitaan bodoh itu” Jin Ri memasang wajah sedih mendengar ucapan kekasihnya itu.

Pemberitaan tentang dirinya tidak hanya membuat keluarganya sedih, bahkan membuat hubungannya dengan kekasihnya yang dulu kandas, dan dia tidak ingin hal itu akan terulang kembali pada hubungannya sekarang.

“Boleh khawatir tetapi hanya sedikit, oke” Ucap kekasihnya dan membentuk tanda oke dengan tangannya.

“Baiklah” Balas Jin Ri dengan mengganggukan kepalanya mantap.

Jin Ri bersyukur kekasihnya selalu ada disisinya selain keluarganya, semua teman-temannya agak menjauh dari dirinya, bahkan untuk diajak minum kopi saja mereka menolak dengan berbagai alasan. Dan hal itu membuat Jin Ri tau, mereka tidak akan mau keluar bersama dengan seorang perempuan nakal seperti dirinya, ya dia sudah di cap sebagai perempuan nakal. Yang suka berkencan dengan pria yang usianya jauh lebih tua darinya dan juga mengunggah foto-foto sexynya yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.

Jin Ri tau dia sudah sangat berubah, dari image cute girl menjadi wanita dewasa yang membuat semua netizen sangat terkejut, tetapi gadis itu bingung apa yang salah dengan perubahannya. Dia hanya ingin menyesuaikan dengan gaya hidupnya yang sekarang, tetapi lagi-lagi semua netizen menjelek-jelekkannya.

Gadis itu memejamkan matanya sejenak dengan carbonara yang masih dimulutnya, tanpa dia ketahui kekasihnya itu memperhatikannya sejak tadi.

“Apa kamu akan datang sabtu besok ke club?” Jin Ri seketika membuka matanya.

“Aku tidak bisa, maaf” Ucap Jin Ri dengan menyesal

“Tidak apa-apa kamu pasti sedang mempelajari sekenario film baru kamu bukan? Jadi tidak masalah kamu tidak datang, jangan memasang wajah menyesal seperti” Ucap sang kekasih dan tanpa Jin Ri sadari kekasihnya itu mencubit hidungnya.

“Sakit” Ujar Jin Ri. Namun sedetik kemudian gadis itu tertawa.

Hanya keromantisan yang sederhana inilah membuat Jin Ri menerima pria dihadapannya ini untuk menjadi kekasihnya, walaupun berita jelek selalu mengiringi perjalanan hubungan mereka.

##

Jin Ri membungkukkan badannya setelah selesai melakukan syuting, setelah berterima kasih pada para kru dan juga para pemain dia langsung pergi meninggalkan lokasi syuting. Dia memasang senyum lebar saat berpapasan dengan beberapa kru, namun yang dia dapat hanya wajah datar. Gadis itu pun langsung berjalan cepat dengan kepala yang tertunduk sampai-sampai dia di tabrak oleh salah seorang kru, botol air mineral yang dipegangnya jatuh tepat dibawah kaki salah satu kru tersebut, namun tidak ada yang berniat untuk mengambilkan botol air mineral itu. Para kru itu langsung pergi begitu saja, ketika salah satu actor berjalan menuju mereka.

Good Job Sulli” Ucap pria bermarga Sung itu, lalu memberikan botol air mineral tersebut.

“Khamsahamnida Sunbaenim” Ucap Jin Ri sambil membungkukkan badannya.

“Jangan terlalu difikirkan, tetaplah menjadi dirimu sendiri, mereka hanya iri dan tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Bertahanlah demi keluargamu” Ujar pria berumur 50 tahunana itu.

Khamsahamnida Sunbaenim” Jin Ri hanya bisa berterima kasih pada lawan mainnya itu.

“Baiklah, sampai bertemu pada premier nanti” Ucap pria tegas nan lucu itu.

Jin Ri sedikit tenang, dia tau ada sebagian orang yang akan tetap berada disisinya untuk memberi dukungan, ya walaupun perbandingannya begitu jauh berbeda antara orang yang membencinya dan orang yang mendukungnya.

“Kenapa lama sekali? Kita harus cepat-cepat kembali” Ucap manajer Jin Ri.

“Maafkan aku” Ujar gadis berumur 20 tahuanan itu. Tanpa mengganti pakaiannya, Jin Ri segera mengikuti manajernya menuju mobil.

Nafas Jin Ri tersengal-sengal ketika dirinya sudah duduk dengan manis di dalam mobil, memang dirinya tidak berlari tetapi dia mengikuti manajernya yang berjalan dengan cepat, tidak ingin ditinggalkan gadis itu mengikutinya dengan cepat pula. Dia langsung membuka tutup botol itu dan segera meminumnya, namun belum setengah meminum air mineral tersebut tiba-tiba mobil yang dia kendarai berhenti mendada, dan membuatnya tersedak oleh air. Nafas yang masih belum beraturan membuat Jin Ri semakin merasa sesak saat dirinya tersedak oleh air, sang manajer di balik kemudi hanya menatap Jin Ri tanpa mengatakan maaf, gadis itu memilih untuk tidak mempermasalahkan hal yang sempat akan membuatnya mati.

Sesampainya di kantor agency Jin Ri segera saja menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya, dia tau manajernya tidak akan peduli padanya ketika pekerjaannya sudah selesai, satu lagi orang yang membecinya yaitu manajernya sendiri. Dengan cepat gadis itu mengganti pakaiannya dan segera keluar dari kantor agencynya, tidak lupa dengan topi dan juga masker yang akan menutupi identitas dirinya. Dia berjalan menuju halte bus yang tidak terlalu jauh dari kantor agencynya, dan sangat beruntung saat mendapati halte bus dalam keadaan tidak terlalu ramai, namun gadis itu lebih memilih untuk berdiri ketimbang menempati tempat duduk yang tersedia di halte bus tersebut.

Tiba-tiba keringat dingin membanjiri tubuh Jin Ri, dia langsung bertopang pada tiang yang menjadi sandarannya tadi dengan perlahan dia membuka masker yang menutupi sebagian dari wajahnya, berusaha menghilangkan keringat dingin itu dengan mengusap keringat yang membasahi wajahnya. Dia merasakan jika asam lambungnya naik, gadis itu ingin sekali memuntahkan isi perutnya yang kosong itu, dia baru ingat jika sejak semalam dia tidak makan apapun.

Jin Ri mengalihkan pandangannya pada segerombolan anak SMA yang baru saja datang di halte bus itu, dia mendengar dengan sangat jelas apa yang diomongkan oleh segerombolan anak SMA itu.

‘Lihat, bukankah dia sulli?’  ucap salah satu anak SMA itu, seketika teman-temannya menatap seorang perempuan yang sedang berpegangan pada tiang. 

‘Dia terlihat pucat, apa jangan-jangan benar pemberitaan yang mengabarkan jika dia hamil?’ seketika segerombolan itu menjadi ramai, dan memandangi Sulli semakin intens. 

‘Jika benar dia hamil, siapa ayah dari bayinya?. Kalian tau bukan dia berselingkuh dari penyanyi hiphop itu’ 

‘Tsk… perempuan macam apa dia itu putus langsung berpacaran dengan orang lain. Bahkan kekasihnya yang sekarang adalah teman dari mantan kekasihnya dulu’ 

Jin Ri yang merasa semakin pusing langsung saja meninggalkan halte bus tersebut, dia terus berjalan tanpa arah dengan kondisinya yang semakin memburuk, saat menemukan mini market gadis itu langsung saja masuk dan mengambil makanan yang sekiranya bisa membuat keadaannya sedikit membaik. Setelah merasa baik Jin Ri langsung meninggalkan mini market tersebut dan segera menghentikan taksi untuk mengantarnya pulang kerumah.

##

Jin Ri yang hari ini tidak ada jadwal apapun merasa bosan, dia ingin sekali mengajak kekasihnya untuk jalan bersama, tetapi gadis itu tau jika kekasihnya hari ini sedang bersiap-siap untuk perform. Ya kekasihnya adalah seorang direktur dari DJ crew terkenal di daerah kangnam, dan hari ini mereka akan perform dengan penyanyi hiphop terkenal di korea.  Bulan kemarin dia memang menolak ajakan kekasihnya untuk datang ke event tersebut, bukan tidak ingin sebenarnya, tetapi ada seseorang yang tidak ingin dia temui disana.

Jin Ri tau jika event kekasihnya kali ini juga mengundang penyanyi hiphop terkenal itu, namun gadis itu tau dia harus menghadapi kenyataan, toh semua orang sudah membencinya dan dia sudah kebal akan hal itu. Tanpa berfikir untuk kedua kalinya, dia langsung mencari nomor kekasihnya dan segera menelfon nomor tersebut, dalam deringan kedua gadis itu bisa mendengar suara sang kekasih.

“Bagaimana harimu?”

“Baik, dan bagaimana harimu?” Tanya Jin Ri kembali.

“Baik, sangat baik. Semua persiapan berjalan dengan lancar dan para crew tidak ada yang membuatku marah” Cerita sang kekasih, dan gadis itu membalasnya dengan tertawa kecil.

“Sepertinya menyenangka jika aku yang membuat bapak direktur marah” Sang kekasih tertawa mendapat tanggapan seperti itu dari Jin Ri.

“Ada apa kamu menelfonku? Apa ada seseorang yang berkomentar jahat terhadapmu lagi?”

“Tidak bukan itu, kalau itu setiap hari terus terjadi. Aku hanya ingin bertanya apa aku boleh datang ke event oppa?”

“Tentu saja, apa aku pernah melarangnya? Malah sebaliknya kamu tidak ingin datang”

“Maafkan aku” Ujar Jin Ri lirih.

“Tidak, kamu tidak perlu minta maaf. Aku tunggu kehadiranmu, dan pakailah baju senyaman mungkin”

“Baik captain Kim” Ucapan Jin Ri membuat kekasihnya tertawa.

“Jika kamu sudah sampai hubungi aku, oke” Sepertinya kekasihnya khawatir terhadap Jin Ri, dan sebenarnya gadis itu juga sedikit khawatir akan kedatangannya.

Jin Ri menghapus kekhawatirannya itu lalu segera beranjak dari duduknya, menuju kamarnya untuk bersiap-siap. Sesuai dengan saran kekasinya, Jin Ri berpakaian senyaman mungkin, dengan kaos putih lengan panjang dan jeans biru dongker panjang yang melekat pada tubuhnya.

Sebelum berangkat tadi gadis itu sudah mengsugesti dirinya agar tidak cemas dan takut, namun saat kakinya sudah berada di tempat event, tiba-tiba tubuhnya menjadi dingin dan kakinya serasa enggan untuk berjalan. Dia ingat dengan pesan kekasihnya yang menyuruh dirinya untuk menelfon jika sudah sampai, namun sampai saat ini Jin Ri hanya meremas ponsel miliknya tanpa berniat untuk menghubungi kekasihnya.

“Apa yang kamu lakukan disini? Bukannya aku menyuruhmu untuk segera menghubungiku jika sudah sampai” Ujar kekasihnya yang sedari tadi mencari-cari Jin Ri. Gadis itu segera memeluk kekasihnya dengan erat seakan ingin memberitahukan bahwa dirinya sedang ketakutan.

“Kamu kenapa?” Tanya sang kekasih saat dia memegang pipi Jin Ri.

“A..ak…aku takut akan merusak acara kamu” Ucap Jin Ri terbata-bata.

“Astaga, aku kira kamu kehilangan sesuatu. Kamu tidak perlu takut akan merusak acara ini, jangan memikirkan hal yang tidak akan terjadi sayang. Ayo kita masuk!” Jin Ri sedikit enggan, namun dengan dorongan sang kekasih, akhirnya gadis itu mau.

Event yang diadakan berjalan dengan lancar, riuh penonton saat penyanyi hip hop favorit mereka tampil membuat event semakin meriah. Jin Ri ikut menikmatinya dari atas, dia memilih tempat menonton yang sedikit tidak berdesak-desakan.

Sampai saat ini gadis itu merasa cemas dan takut, ya walapun sang kekasih terus menenangkannya dengan ucapan positif, namun tetap saja Jin Ri masih merasa cemas dan takut. Dia tau jika sedari tadi orang-orang melihatnya dengan tatapan mengejek, tidak hanya para penikmat musik hiphop tetapi juga crew yang ada, semuanya memberi senyum saat Jin Ri bersama dengan kekasihnya dan akan memberi tatapan mengejek saat dia sendirian. Dia menyesali sudah datang, dia ingin cepat-cepat pulang, tetapi dia tidak mungkin pulang sekarang karena kekasihnya berjanji akan mengantarnya pulang.

Riuh penikmat musik hiphop semakin meriah saat duo hiphop legendaris tampil, namun lain hal dengan Jin Ri, dia terdiam tampak menikmati tampak tidak menikmati penampilan duo hiphop legendaris itu.

Setelah event selesai Jin Ri segera keluar dari tempat event, dia sudah mengirim pesan pada kekasihnya jika dia akan menunggu di lobby saja. Saat Jin Ri akan melangkah menuju lobby, seseorang memanggil namanya, dan dia sangat tau suara yang memanggil namanya itu.

“Kau datang?” Tanya pria itu.

“Apa kabar?” Tanya pria itu lagi saat gadis dihadapannya tidak menjawab pertanyaannya.

“Aku baik. Bagaimana dengan oppa?” Jin Ri pun membalasnya singkat dengan nada kaku.

“Aku juga baik. Apa kau akan pulang dengan M** J** ? Lebih baik kau menunggu didalam” Ujar pria itu.

“Tidak. Aku tidak ingin mengganggunya” Balas Jin Ri dengan nada kaku.

“Aku harap hubungan kalian berjalan lama, aku yakin dia pria yang baik dan akan melindungimu. Maafkan atas perilaku yang membuatmu menjadi bahan ejekan para netizen” Jin Ri hanya terdiam tanpa memberi respon apapun.

“Maaf membuatmu menunggu lama.Oh C***** , kau belum pulang?” Tanya kekasih Jin Ri pada pria bernama C***** itu.

“Ini aku akan pulang, aku mengobrol sebentar dengan kekasihmu, jangan cemburu ya” Kekasih Jin Ri memberi tinjuan pada bahu C***** dengan pelan.

“Tentu saja tidak. Terima kasih atas penampilan yang super awesome dude” Puji kekasih Jin Ri pada C*****.

Your welcome dude. Baiklah aku akan pulang sekarang, jangan lupa menggundangku lagi”

“Tentu saja”

Setelah berpamitan pria itu segera meninggalkan Jin Ri dan kekasihnya, gadis itu masih diam, dia masih memikirkan atas perkataan mantan kekasihnya itu. Ya pria yang berbicara dengan Jin Ri adalah mantan kekasihnya yang tidak mengakuinya sebagai kekasihnya, padahal sudah tersebar luas foto kemesraan mereka dari ponsel Jin Ri yang hilang.

“Yang habis bertemu dengan mantan kekasihnya, kenapa jadi diam seperti ini?” Goda sang kekasih

“Tidak perlu diungkit” Ujar Jin Ri dengan nada sebal.

“Sepertinya dia mau merebutmu dariku” Seketika Jin Ri memukul bahu sang kekasih.

“Dia hanya minta maaf, dan aku tidak berniat berbicara dengannya tadi” Jelas Jin Ri yang semakin sebal.

“Aku tau. Aku mendengar semuanya, kamu benar-benar terlihat menolak untuk berbicara dengannya”

“Kamu tau kenapa tidak langsung menghampiriku oppa?” Jin Ri kembali memukul bahu kekasihnya dan sekarang lebih kencang.

“Maaf… maaf…. Aku lihat dia ingin berbicara denganmu jadi aku membiarkannya sebentar, agar dia bisa mengutarakan isi hatinya” Jelas kekasihnya.

“Jangan pernah melakukannya lagi! Atau aku tidak akan pernah berbicara lagi dengan oppa

“Baiklah, aku berjanji tidak akan mengulangnya. Aku akan mengikutimu terus agar dia tidak mencari kesempatan untuk bicara berdua saja denganmu” Ujarnya. Jin Ri langsung memeluk lengan kiri kekasihnya.

Dia sebenarnya tidak marah akan apa yang dilakukan kekasihnya itu, tetapi dia ingin jujur jika dia tidak ingin lagi berpapasan dengan mantan kekasihnya itu lagi, walaupun mereka selalu akan dipertemukan.

 

~The End~

Advertisements

One thought on “[Love Is Moment] I Know

  1. Huhu sedih dede sulli :c
    Dia semacem salah gaul di umur umur kritis :c
    Tapi salut banget sebenernya lho, diluar mental dia strong banget, tp kita kan gatau ya gimana dia di dalem, pas di tempat yg ga ada orang tau, sampe wktu itu kabar bunuh diri kan sedih sebenernya :c
    Berharapnyaa ada yg bisa bimbing dia kembali ke jalan yg benar 😢
    Apalagi yg kontroversi sama soohyun sekarang, aaaak kasiyan beut dia dihujat segitunya :c

    Yah, seenggaknya ka Vinka sudah menuliskan ini dg gamblang (kecuali sensoran yg tetep kebaca wkwk) 😂 nice shot kak.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s