Ficlet · Romance

Sent Away


ef41e90381ca65d4111dbb2f4d3cc56f

Sent Away

iKON’s Yunhyeong | Blackpink’s Jisoo

a story by ts_sora

Romance

Ficlet

was published on personal Blog

.

.

.

Yunhyeong menatap gadis yang tengah sibuk dengan tongkat pembersih lantai di sanamembersihkan tiap jengkal tempat tersebut dengan begitu ikhlas. Bahkan Yunhyeong yakin, ia dapat melihat beberapa bulir peluh gadis itu dari kejauhan.

Kim Jisoo namanya. Ya, gadis yang membuat Yunhyeong jatuh cinta setengah mati. Gadis yang membuatnya kagum atas kegigihannya. Gadis yang nyatanya telah ia kencani satu tahun terakhir ini, terkadang membuatnya iri karena memiliki tujuan hidup sedangkan dirinya saja masih bingung akan hal itu.

Yunhyeong mengatur napasnya sebelum ia lantas melangkahkan masuk. Kim Jisoo masih berada di tempatnya, tak meresponseakan ia tak dapat merasakan keberadaan Yunhyeong saat ini. Namun saat Yunhyeong berjalan mendekat, Kim Jisoo akhirnya menghentikan aksinya.

“Kau terlambat 10 menit ” ujarnya singkat sebelum kembali terhanyut dengan tugasnya. Sebuah senyum lantas terulas di wajah Yunhyeong saat ini. Benar saja, semenjak mereka lulus di bangku SMA, Yunhyeong sengaja bekerja di tempat yang sama dengan gadis itu. Meski terdengar konyol, laki-laki seperti Yunhyeong yang telah memiliki segalanya kini memilih bekerja sebagai seorang pelayan pada salah satu cafe yang cukup ternama di Seoul.

“Apa kau merindukanku?” tanyanya terdengar menggelitik, namun percaya pertanyaan itu tulus dari hatinya yang paling dalam. Kim Jisoo mendesis di tempatnya. Pertanyaan yang sama. Pertanyaan yang bahkan selalu Yunhyeong lontarkan saat mereka bertemu.

Apa kau mencintaiku?

Apa kau merindukanku?

Bahkan pertanyaan sejenis pun Kim Jisoo terlalu bosan untuk mendengarnya. Ia tahu Yunhyeong terlalu konyol untuk selalu menanyakan hal tersebut. Namun berbeda dengan gadis itu, Yunhyeong lantas meringis. Nyatanya pertanyaan yang tulus ia pertanyakan, justru tak pernah gadis itu jawab.

Entah sudah berapa kali, ia merasa bahwa hubungan mereka hanya ia yang ingin sedangkan gadis itu tidak. Mereka menghabiskan waktu bersama, memang. Namun Jisoo tak pernah sekedar membalasnya genggaman tangannya ataupun ikut berucap ia mencintai Yunhyeong sebagai mana kalimat tersebut selalu Yunhyeong umbar saat mereka bersama. Entah ia tak pernah bisa menghitung dengan jelas berapa kali Jisoo menghubunginya atau memang Jisoo tak pernah menghubunginya sedikit pun. Jadi, jenis hubungan apa yang mereka jalani saat ini?

“Kenapa kau diam saja? Kau tahu bos akan memarahi kita jika melihat tempatnya kotor,” ujar gadis itu sekali lagi. Ia terlihat membersihkan peluhnyamasih dengan memunggungi Yunhyeong. Seakan gadis itu enggan menatapnya.

“Kita sudah buka sejak 10 menit yang lalu, selama itu pula kita sama sekali tak mendapatkan customer. Tidak seperti biasanya.”

“Aku yang menyewa tempat ini dalam sehari,” ujar laki-laki itu kali ini, membuat Jisoo memutar tubuhnya demi menatap laki-laki itu yang memandangnya dengan pandangan yang tak terbaca. Yunhyeong dapat melihat amarah pada kedua manik gadisnya tersebut. Kim Jisoo sangat membenci saat Yunhyeong mulai mengumbar arogansinya dengan segala sesuatu berhubungan dengan kekayaannya. Hal itulah yang seakan menampar keras Jisoomenyadarkannya akan kesenjangan derajat mereka yang sangat jauh. Meski Yunhyeong juga keluarganya tak pernah mempermasalahkan hal tersebut sedikitpun.

“Apa maksudmu?” tanya Jisoo kali ini penuh dengan penekanan yang Yunhyeong tahu gadis itu tengah menahan amarahnya sedangkan Yunhyeong bungkam. Laki-laki itu lantas mengeluarkan sesuatu dari kantung mantelnya. Ia lantas meringis.

“Aku menyimpan uang selama kita bekerja bersama di tempat ini, di sini. Aku bermaksud menyimpannya agar kau bisa melanjutkan kuliah sesuai dengan apa yang kau impikan selama ini. So would you take care of it for me?” ujarnya yang lantas menyerahkan buku tabungan tersebut pada Jisoo. Gadis itu yang kali ini bungkam. Namun Yunhyeong sadar, kedua maniknya berkaca-kaca saat ini.

“I’ll be sent off for military service today,” lanjutnya kali ini, membuat air mata gadis di hadapannya jatuh begitu saja. Yunhyeong meringis meski hatinya sendiri mencelos saat ini.

“If you want to wait for me, then wait for me even it’s hard for you. But if you want to leave, just leave. Maybe I’m not the right one for you

Yunhyeong menggantung kalimatnya sekedar menarik napasnya kali ini. Dilihatnya gadis itu yang kali ini terisak. Yunhyeong meringis sebelum menarik gadis itu ke dalam dekapannya. Membiarkan gadis itu terisak sepuasnyamenangisi kepergiannya. Yunhyeong menarik napasnya dalam-dalam sebelum ia lantas mengelus lembut punggung gadis itu yang mulai terguncang.

“If you do love me, please take care of your heart for me when I’m gone.”

Jisoo menarik napasnya dalam-dalam berusaha mereda isaknya kali ini. Ia lalu mengeratkan pelukannya kali ini.

“I will. I promise you, I will. I’ll spend every minutes and seconds till you come. Because you sure know my heart belongs to you, no one else,” ujar gadis itu akhirnya penuh dengan ketulusan di dalamnya. Yunhyeong tersenyum lega sebelum ia mengeratkan kembali pelukannya saat ini.

.

.

.

Finally, he knows that girl loves him too.

.

.

.

-fin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s