Comedy · Family · Ficlet · G · Slice of Life

Network-able


network-able-by-limmy-ya

Limmy-ya present

[17’s] Hong Jisoo, [OC’s] Hong Jihyun || G || Comedy, Family, Slice of Life || Ficlet

Jisoo kira si adik sedang bergulat dalam kesedihan.
Nyatanya….
.
.
.


Semburat gradasi jingga dengan abu-abu mulai memudar seiring ditelan kegelapan. Ayam-ayam di pekarangan telah kembali menuju pengangsingan milik mereka. Begitu pula kawanan burung camar yang sedari siang duduk manis di pohon beringin, bergerak guna melabuh pada sarang hangat. Kucing tetangga pun tak lagi mengeong-ngeong manja karena lelah dan memilih kembali ke tuannya.

Namun apa yang diceritakan di atas tak ada korelasinya sama sekali dengan masalah inti kisah ini. Semoga saja kalian tidak berniat untuk membombandir.
Baiklah, mari kita menuju topik utama.
Hong Jisoo baru saja merampungkan acara mandi sorenya. Masih dengan surai basah sehabis dicuci memakai shampoo keluaran terbaru, jemarinya sibuk mengusak lembut kepala dengan handuk agar tetesan airnya tak membasahi kaos oblong putih yang dipakainya. Niatnya hendak menonton acara talk show yang selalu berhasil mengocak perutnya––untung bukan isi perutnya juga––sembari menamatkan game action di smartphone yang tak kunjung menemui akhir semenjak sebulan lampau. Ia bahkan tak kalah canggih dengan smartphone di pasaran, mampu ber-multi tasking di saat waktu tak mencukupi.

Tak kalah lagi, ia ikut meraih setoples kripik kentang yang hampir melambung saking banyaknya. Sementara jemarinya yang lain sibuk menggerakkan mouse laptop––yang entah sejak kapan di samping sofanya. Oh, terkutuklah nanti penglihatan baik––yang selalu digadang-gadang olehnya––selama dua puluh tahun hidup. Kalian bisa abaikan kalimat barusan.

Dan omong-omong soal penglihatan, ia baru menyadari jika si bungsu sedang absen pada sore ini. Jihyun yang biasanya menguasai ruang keluarga dan semena-mena memenuhi sofa dengan berebahan malas, kini tak tampak keberadaan batang hidungnya. Jihyun yang biasanya men-taken televisi paling cepat agar bisa menonton drama picisan kesukaan, kini tak tercium bau ketiaknya. Kalau begini, seharusnya Jisoo patut berselebrasi atas ketidakhadiran bungsu merepotkan––namun terpaksa disayanginya––itu, bukan?
Hanya saja, ia justru merasakan aura negatif yang terjadi. Barangkali ada alasan yang mendasari kosongnya presensi Jihyun.
Jadilah ia bergerak. Menyingkirkan sejenak peralatan elektronik yang masih hidup beserta kripik kentang yang ingin segera menuju dalam perut. Menyebrangi berbagai ruangan di rumah guna tiba di satu tujuan. Pikirannya hanya tertuju pada dua kata : Teras Rumah. Karena ia pikir spot itulah kandang bersantai favorit Jihyun nomor kesekian setelah kamar, ruang keluarga, dan ruang astral lainnya.

“Jihyun-ah?” ia sudah berada di teras dan menemukannya di kursi kayu. Duduk terkulai seraya memandang layar smartphone dengan tatapan kosong. Jihyun masih bergeming kala si sulung mendekat ke arahnya, lantas menangkap derit karena Jisoo menempati ruang kosong di sebelahnya. Dengan pelan, ia menyampirkan lengannya pada bahu gadis itu. Menghela nafas berat seraya jemarinya menepuk-nepuk dengan ritme teratur.

“Jangan begitu dong, adikku tersayang. Kalau sedang bersedih, cerita saja kepadaku, hm?”
Sukses mengalihkan perhatian, kini Jihyun menghentikan aktivitasnya men-scrolling isi layar ponsel.
“Kakak tahu, kamu murung seperti ini pasti karena ada suatu masalah, kan?”
Disusul kemudian tatapan tak mengerti yang ditujukan kepada sang kakak.
“Kamu memang merepotkan, sih. Tapi sekalinya sedih, kakak sungguh tidak tega kepada kamu, Jihyun-ah…”
Kini kerutan di dahi yang menjadi tanggapan.
Aish, kalau sampai Ayah dan Ibu tahu, mereka pasti akan menyidangku habis-habisan nih…”
Dan tak lama setelahnya, Jihyun melontar tawa hingga terpingkal-pingkal. Memunculkan kerutan yang bergantian muncul di dahi Jisoo. Oke, beruntungnya Jihyun karena memiliki seorang kakak perhatian seperti dirinya. Pada saat seperti ini pun, Jihyun justru dianggap tengah dirundung kesedihan.
Hong Jisoo yang terlalu peka atau pekok sih?
Jihyun berani bersumpah, ekspresi sang kakak saat ini sungguh tolol sekali, asal kalian tahu.
Oh my God, my lovely elder brother Hong Jisoo, you really take care me so well, hm?” gadis itu melepas rangkulannya. Lantas menatapnya dengan geli dan terkekeh sejenak.
Oh, apa ini! Jisoo kira si adik sedang bergulat dalam kesedihan. Nyatanya….
“Padahal ‘kan aku cuma mencari sinyal internet yang bagus. Dan di teras sinyalku langsung 4G ‘tuh…”
Jisoo merasa dagunya turun begitu saja.
“Lumayan buat streaming di Youtube, Kak. Oh, oh, dan juga streaming penampilan Coldplay ide yang cemerlang nih.”
Bisakah kali ini Jisoo terjun ke Antartika? Karena ia tak tahu harus menempatkan mukanya di mana.

 

Finish~

Mas jisoo hanyalah seorang kakak idaman kok. Jadi jangan salahin keterlalupekaannya ^^

Advertisements

7 thoughts on “Network-able

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s