Chaptered · Genre · Hurt · Kekerasan · Length · NC -17 · Rating · Romance

I Need U Chapter 5


Part Sebelumnya

“Aku membawakan sandwich kesukaanmu, kau mau memakannya sekarang atau nanti?”tanya Eun Byul dengan nada senang.

“Makan sekarang aku sangat lapar”jawabnya singkat , namun Eun Byul senang walaupun Ji Min singkat dalam memberi jawaban. Eun Byul diam hanya menatap Ji Min yang sedang duduk sambil memakan sandwich yang dia beli tadi.

Chapter 4 

Yoon Ji meletakkan pesanan makanan untuk dirinya dan Yoon Gi di meja tak jauh dari sofa yang sedang menjadi tempat tidur bagi Yoon Gi. Perlahan Yoon Ji mendekati sofa itu memperhatikan seseorang yang sedang tertidur pulas diatasnya.

“Lebih baik kau tidur , terlihat lebih tampan” ucap Yoon Ji lirih , namun masih bisa terdengar oleh Yoon Gi yang sudah bangun sejak makanan itu datang. Dia sengaja tidak membuka matanya karena ingin melihat apa yang akan dilakukan Yoon Ji saat Yoon Gi tidur.

“Hya bangun! Makanan sudah datang , apa kau mau aku habiskan semua makanan ini” teriak Yoon Ji sengaja agar Yoon Gi segera bangun , namun kenyataannya Yoon Gi tidak terusik.

Yoon Ji lebih mendekatkan dirinya pada tubuh Yoon Gi , saat dia akan menepuk pipi Yoon Gi tiba-tiba tubuhnya tertarik kearah tubuh Yoon Gi diatas Sofa. Dan berakhir dengan tubuh Yoon Ji yang terduduk diatas tubuh Yoon Gi dengan tangannya yang tergenggam erat. Detik berikutnya tangan lentik Yoon Ji masuk kedalam mulut Yoon Gi , dia tampak terkejut dengan apa yang di lihatnya. Berikutnya Yoon Gi menjilat bahkan mengemut tangan Yoon Ji seperti memakan lollipop , bukan rasa jijik yang tampak diwajah Yoon Ji tetapi gairah dia merasa sentuhan lidah Yoon Gi pada jarinya membuat syarafnya tegang dan hormon kewanitaannya meningkat.

“Le… pas…” ucapan Yoon Ji terdengar seperti lenguhan , Yoon Gi masih terus menjilat bahkan menghisap dan memasukkan jari-jari tangan Yoon Ji semakin dalam.

Yoon Ji berusaha untuk mencubit perut Yoon Gi dengan tangan kirinya , namun tidak ada reaksi apa-apa . Yoon Ji berharap ada seseorang yang datang dan bisa membebaskannya dari kegiatan Yoon Gi yang mengemut jari-jari tangannya. Biarkan dia malu asalkan hal yang dilakukan Yoon Gi bisa berhenti.

“Eonni Jim… astaga apa yang kalian lakukan?”teriakan Eun Byul membuat Yoon Gi melepaskan tangan Yoon Ji dari cengkramannya.

“Kau menggangu saja anak kecil” ucap Yoon Gi tampak tak berdosa.

Sementara itu Yoon Ji langsung masuk kedalam kamar mandi yang ada didalam ruangannya , membersihkan lendir-lendir yang menempel pada jari-jari tangannya.

“Jangan samakan Yoon Ji eonni dengan kakak jalangnya. Awas saja kau pak tua!”teriak Eun Byul tepat di wajah Yoon Gi , setelah melihat Yoon Ji keluar dari kamar mandi Eun Byul segera mengajaknya keluar dari ruangannya sendiri.

“Jimin sudah bangun , aku mau eonni memeriksanya sekarang” tanpa menjawabnya Yoon Ji sudah diseret oleh Eun Byul menuju kamar pasien. 

Yoon Ji menunggu Ji Min yang sedang menyelesaikan sandwich ketiganya , Eun Byul memang benar-benar mengerti maka dia membawa banyak sekali sandwich. Eun Byul memberikan segelas air mineral pada Ji Min , how lovely couple pikir Yoon Ji.

“Bagaimana perasaanmu sekarang? Merasa lebih baik atau semakin buruk” tanya Yoon Ji pada Ji Min.

“Aku merasa lebih baik , tetapi aku tidak gila kenapa aku harus berakhir disini? Jika aku hanya demam saja” Yoon Ji tersenyum masam , teringat kata-katanya yang dia ucapkan waktu itu. Dan pasiennya ini mengetahui jika dia hanya demam bukannya mempunyai penyakit kejiwaannya.

“Kamu boleh pulang siang ini jika kamu mengeluhkan sesuatu yang aneh , kamu boleh kembali” ucap Yoon Ji datar , bukannya dia tidak ingin memeriksa keadaan Ji Min. Namun dia tidak suka memaksa biarkan dia mengetahui kejanggalan pada dirinya sendiri dan kembali untuk melakukan terapi.

“Tetapi eonni dia mencoba untuk bunuh diri, mental dia sedikit terganggu” jelas Eun Byul menggebu-gebu.

“Hya aku tidak punya penyakit mental , aku baik-baik saja” balas Ji Min dengan nada tinggi.

“Ini demi kebaikanmu Ji Min , kau akan bisa melupakannya!” ucap Eun Byul dengan nada tinggi.

“Dengarkan aku , aku hanya patah hati dan memang kemarin aku bodoh karena mencoba bunuh diri . Tetapi aku tidak gangguan jiwa Eun Byul , kumohon aku ingin pulang” Yoon Ji dan Hyun Mi yang berada di dekat mereka hanya diam mendengar pembicaraan Eun Byul dan Ji Min.

Mereka berdua terdiam setelah perang mulut yang terjadi , Ji Min menatap Eun Byul dengan tatapan tajam.

“Ji Min ssi anda sudah boleh pulang nanti siang , jadi anda tidak perlu khawatir” ucap Yoon Ji , dan Yoon Ji langsung memberi isyarat pada Eun Byul untuk mengikutinya. Yoon Ji mengajak keruangannya untuk berbicara.

“Pak tua keluar sana , aku akan berbicara serius dengan eonni” Yoon Gi tampak acuh dan melanjutkan makannya.

“Apa kau tuli pak tua? Keluarlah sebelum kesabaranku habis!” Bentak Eun Byul , tetapi tetap saja Yoon Gi kembali acuh. Saat Eun Byul akan membuka suaranya kembali , Yoon Ji segera menahannya.

“Sudah , biarkan saja . Duduklah Eun Byul”Eun Byulpun menuruti perkataan Yoon ji.

“Hasil yang aku lihat Ji Min tidak mempunyai masalah dalam kejiwaannya , karena dia tidak berhalusinasi. Dia hanya mencoba untuk bunuh diri karena tiba-tiba dia ditinggal oleh orang yang dicintainya” jelas Yoon Ji , namun Eun Byul berusaha menolak pengertian dari Yoon Ji.

“Aku harap kamu tenang saat menghadapinya dan aku ingin kamu melihat gerak geriknya. Ucapanku tadi hanya spekulasi awal dan aku ingin kamu melaporkan apa yang dilakukan oleh Ji Min saat berada di kampus. Apa kamu bisa?”

“Apa itu akan baik-baik saja membiarkannya diluar?” Yoon Ji tau Eun Byul sangat khawatir pada Ji Min.

“Pengang kata-kataku dia akan baik-baik saja , dia hanya shock dan dia tidak mengalami halusinasi jadi kamu tenang saja”

“Baiklah aku akan mengikuti perkataanmu eonni , aku akan kembali keruangan Ji Min” sebelum Eun Byul keluar dari ruangan Yoon Ji dia menatap Yoon Gi dengan tajam lalu berlalu dari ruangan itu.

“Sebenarnya ada masalah apa kalian berdua?”tanya Yoon Ji penasaran sambil menyiapkan makanannya.

“Aku juga tidak tau kenapa dia seperti itu padaku?”ucap Yoon Gi asal.

“Apa aku perlu meminum obat?” Yoon Ji tersedak makanannya saat Yoon Gi mengatakan hal tidak terduga.

“Apa kau mau?”tanya Yoon Ji

“Ya jika itu yang akan membuatku sembuh” ujar Yoon Gi

“Sebenarnya untuk menghilangkan halusinasi adalah dari diri sendiri , obat hanya pendamping saja. Jika kamu percaya dengan diri sendiri maka kamu bisa menghilangkan halusinasi itu” jelas Yoon Ji

“Kau mau bukan mendampingiku untuk menghilangkan halusinasiku” Yoon Ji melepaskan sendoknya , dia tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Yoon Gi.

Apa dia akan menyakitiku saat dia berhalusinasi nanti? Oh aku lupa menceritakan halusinasi yang dialami Yoon Gi. Dia akan melihat semua wanita seperti kakak jalangku , dan dia akan memberikan kenikmatan sekaligus siksaan.

“Kau bilang bukan jika aku bisa melakukan terapi dirumah dan aku ingin kamu yang mendampingiku sama seperti Heo Seok ssi yang meminta suster itu mendampinginya” Yoon Ji bingung apakah dia akan menerima permintaan Yoon Gi.Namun saat akan menjawabnya , seorang suster memanggilnya karena salah satu pasiennya mengamuk. Yoon Ji langsung meninggalkan ruangannya tanpa berkata apapun pada Yoon Gi. 

 

“Apa kata dokter? Aku tidak perlu berlama-lama disini bukan” tanya Ji Min saat Eun Byul sudah berada di ruangan itu.

“Iya nanti kau akan pulang”ucap Eun Byul singkat lalu menuju lemari yang disediakan didalam ruangan tersebut , mengambil baju milik Ji Min yang sudah dia cuci dan keringkan lalu menyerahkannya pada Ji Min dan Eun Byul berlalu keluar dari ruangan itu.

“Ada apa dengan gadis itu?”tanya Ji Min lalu dia mengambil hand phone miliknya yang ada di meja samping tempat tidurnya.

Ji Min mencoba mendial nomor seseorang yang sejak kemarin ingin dia hubungi , sebelum Ji Min memutuskan untuk melakukan bunuh diri. Nomornya tersambung dan tidak sedang sibuk menerima panggilan dari orang lain , tetapi seseorang disana tidak segera menerima panggilan darinya. Ji Min mencoba untuk mendial nomor itu kembali , namun setelah beberapa detik menunggu tetap saja tidak ada jawaban. Ji Min yang merasa emosi langsung membanting hand phone miliknya ke lantai ruangannya.

Hyun Mi dan Heo Seok terkejut mendengar bunyi benda yang terlempar , Hyun Mi yang melihat sebuah hand phone tergeletak tepat di bawah kursi langsung mengambilnya. Dia menatap Ji Min sekilas lalu meletakkan hand phone yang terlihat buruk itu di atas meja , dan Hyun Mipun keluar dari ruangan itu. Di lorong Hyun Mi bertemu dengan Yoon Ji yang baru saja keluar dari kamar salah satu pasiennya.

“Ada apa?”tanya Yoon Ji

“Aku ingin berbicara sesuatu mengenai Ji Min ssi”

“Baiklah , kita keruanganku”ucap Yoon Ji

Yoon Ji sedikit bingung saat melihat ruangannya kosong , kemana dia tanyanya dalam hati.

“Ada apa?”tanya Hyun Mi penasaran karena Yoon Ji yang tiba-tiba berhenti di tengah pintu.

“Tidak ada” mereka berdua menduduki tempatnya masing-masing , Hyun Mi memasang wajah serius.

“Baru saja Ji Min ssi melempar hand phonenya , aku merasa dia menelfon seseorang dan orang itu tidak menerima telfonnya lalu dia melempar hand phone miliknya setelah mencoba dua kali untuk menghubunginya”

“Sebenarnya Ji Min ssi hanya tidak bisa mengontrol emosinya saja , seperti pertama kali dia ditinggal oleh kekasihnya, dia langsung berfikiran untuk melakukan bunuh diri. Emosi dia masih labil dan hal itu yang membuat dirinya melakukan hal-hal seperti tadi contohnya melempar hand phone”

“Lalu apa dokter sudah memberitau hal itu pada Eun Byul?”

“Aku belum memberitaunya , dia juga tidak bisa mengontrol emosinya , aku takut Eun Byul akan memarahi Ji Min setiap hari. Biar dia memantau dari jauh saja tanpa mengeluarkan emosinya”jelas Yoon Ji , setelah itu Hyun Mi pamit untuk kembali keruangan Hoe Seok.

Yoon Ji menyandarkan tubuhnya pada kursi kerjanya , dia masih memikirkan permintaan Yoon Gi yang memintanya untuk menjadi perawatnya, jika itu bukan Yoon Gi dia tidak akan berfikir sekeras ini. Yoon Ji menutup matanya dia ingin berisitirahat sebentar sebelum memberikan keputusan.

Eun Byul sedang melamun di taman rumah sakit , dia memikirkan mengenai keadaan Ji Min . Dia benar-benar khawatir mengenai keadaan Ji Min , tetapi yang dikhawatirkan acuh tak acuh. Eun Byul tiba-tiba merasakan dingin di area pipinya , di menoleh ke sebelah kanan. Seorang pria yang menambah buruk moodnya , sekarang berada di sampingnya dengan membawa es krim yang ditempelkan pada pipi Eun Byul.

“Lebih enak makan es krim dari pada menangisi orang yang tidak perduli sama kamu” ucap Yoon Gi lalu menyerahkan es krim itu dan duduk disamping Eun Byul dengan memakan es krim miliknya.

Eun Byul menatap orang yang duduk disebelahnya dengan sebal , selalu saja seenaknya bicara “Terima Kasih” setidaknya Eun Byul mengucapkan terima kasih atas es krim itu.

“Kau jangan menghadapi temanmu itu dengan emosi karena dia tidak akan pernah menganggapmu” Eun Byul tersenyum sinis

“Jangan menasehatiku , kau saja suka sekali melakukan hal berbahaya diluar kendali, dan sekarang menasehatiku untuk tidak emosi dihadapannya” ujar Eun Byul

“Aku memang banyak melakukan hal diluar kendali , setidaknya aku masih bisa berfikir dengan baik , tidak seperti dirimu yang berfikiran pendek” Eun Byul tersulut emosi

“Maksudnya apa berfikiran pendek?aku tidak seperti itu” sangkal Eun Byul

“Dengarkan aku , fikirkan apa yang selajutnya akan terjadi pada temanmu yang kau sukai itu. Jika kau menggunakan emosi padanya , dia semakin tidak ingin bicara padamu . Kalau tidak percaya coba saja beberapa kali dan setelah itu mengalah saja dengan apa yang dia katakan”jelas Yoon Gi panjang lebar. Eun Byul masih berusaha mencerna perkataan Yoon Gi.

“Tidak perlu lama-lama berfikir anak kecil” setelah mengucapkan hal itu Yoon Gi langsung pergi dari hadapannya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s