Chaptered · Genre · Hurt · Kekerasan · Length · NC -17 · Rating · Romance

I Need U Chapter 4


Part Sebelumnya

“Jangan banyak berfikir! Tetaplah disini sampai Dokter Park mengizinkanmu untuk pulang” ucap Heo Seok setelah selesai melepas semua ikatan dan dia langsung berpindah ke tempat tidurnya yang berada disebelah Yoon Gi.

Yoon Gi melihat tangannya yang terdapat bekas ikatan , dia masih tetap merebahkan tubuhnya tidak ingin melakukan apa-apa dan dia juga tidak berniat untuk kabur. Entah apa yang membuatnya tidak ingin kabur seperti waktu-waktu sebelumnya yang sudah dia rencanakan untuk kabur. 

Chp 1 | Chp 2 | Chp 3 

Hyun Mi menatap pria yang sedang memainkan handphonenya , beberapa waktu yang lalu setelah membantu membuka ikatan pada Yoon Gi dia meminjam handphone milik Hyun Mi. Dan Heo Seok tenggelam dalam kesenangannya menatap sesuatu di handphone itu , Hyun Mi yang merasa bosan karena tidak melakukan apapun akhirnya berpindah ke tempat tidur Ji Min untuk mengeceknya.

“Panasnya sudah turun , jadi kamu tidak perlu khawatir” ucap Hyun Mi pada Eun Byul

“Tapi dia belum sadar eonni bagaimana aku tidak khawatir” ucap Eun Byul dengan tampang khawatirnya

“Biarkan dia istirahat , dia membutuhkan banyak istirahat sebelum Dokter Park memberikannya terapi” ucap Hyun Mi lalu tersenyum pada Eun Byul

“Kenapa dia bisa seperti itu Eun Byul?” tanya Hyun Mi sambil memperhatikan Ji Min yang terbaring lemah di ranjang.

“Masalah wanita eonni , sepertinya jalang itu mencampakkannya sekarang “ jawab Eun Byul dengan nada benci

“Mereka bertiga mempunyai masalah yang sama sepertinya, kenapa pria baik seperti mereka dipermainkan oleh wanita? Kalau aku yang menjadi wanita mereka , aku tidak akan pernah membuat mereka tersakiti hatinya aku akan emmbuat mereka selalu bahagia” ucap Hyun Mi yang mendapatkan balasan tertawa dari Eun Byul

“Kenapa kamu tertawa? Apa ada yang salah dengan ucapanku eoh?” Hyun Mi memajukan bibirnya tanda tidak setuju dengan perbuatan Eun Byul

“Sepertinya kata-kata eonni tadi sangat tulus dan itu ditujukan untuk seseorang” jawab Eun Byul sambil menatap kea rah tempat tidur Heo Seok

“Maksud kamu apa Eun Byul?” Eun Byul menahan tawanya saat melihat pipi Hyun Mi bersemu merah

“Aduh masa aku harus memberitau sesuatu yang sudah kamu tau eonni , jangan pura-pura aku dan Yoon Ji eonni dapat melihat jika eonni menyukainya” ucap Eun Byul dengan menatap ke arah dimana Heo Seok berada

“Diamlah jangan sampai yang lain tau , awas jika kamu memberitaunya Eun Byul aku juga akan memberi tau namja bernama Ji Min ini bahwa kamu mencintainya” Eun Byul diam tidak berani membalas perkataan Hyun Mi

“Kalau begitu aku yang akan memberitau mereka” dengan cepat Hyun Mi menyibak tirai yang membatasi tempat tidur Ji Min dan Yoon Gi

“Kamu mendengar perkataan kami?” tanya Hyun Mi takut

“Aku punya telinga jadi aku bisa mendengarkan perkataan kalian berdua tadi” ucap Yoon Gi dengan senyum jahilnya

“Hya! Awas jika kau memberitau pada mereka , akan aku ikat kembali tangan dan kakimu” tantang Eun Byul

“Dasar gadis tidak punya sopan santun , aku lebih tua dan jangan membentakku seperti itu. Aku tidak takut dengan ancamanmu anak kecil” Yoon Gi benar-benar meladeni perkataan Eun Byul

“Aku tidak peduli , aku tidak akan berbicara sopan padamu tuan cerewet . Dan jangan memanggilku dengan sebutan anak kecil , aku sudah kuliah dan apa kamu buta tidak melihat tubuhku” ucap Eun Byul sambil mencondongkan tubuhnya memperlihatkan pertumbuhannya pada Yoon Gi .

“Hahaha kau tidak perlu mencondongkan tubuhmu agar buah dadamu terlihat besar anak kecil” balas Yoon Gi dengan tertawa keras

“Hya! Byeontae!” teriak Eun Byul sambil mendekati tempat tidur Yoon Gi dan langsung memberikan pukulan pada bahunya

“Hya! Anak kecil kau berani sekali memukulku , akan aku laporkan pada polisi” Eun Byul tidak takut dia malah berkaca pinggang dihadapan Yoon Gi

“Kenapa kamar ini selalu berisik? Kalian menggangu pasien lain” ucap Yoon Ji menghentikan pertengkaran Yoon Gi dan Eun Byul

“Eonni dia melecehkanku , ikat lagi saja dia” Eun Byul mengadu pada Yoon Ji yang baru saja masuk kedalam ruangan.

“Dia memang seperti itu jadi kamu harus tahan menghadapinya “ Eun Byul megerutkan dahinya tidak mengerti kenapa Yoon Ji berkata seperti itu . Yoon Ji berjalan mendekati tempat Yoon Gi lalu duduk disamping ranjangnya.

Yoon Gi dan Eun Byul terdiam lalu menatap Yoon Ji bingung , kenapa dia tiba-tiba berubah lembut pada Yoon Gi.

“Eonni kau baik-baik saja bukan? Kenapa kau melemah pada pria ini?” tunjuk Eun Byul langsung didepan wajah Yoon Gi , Yoon Ji tampak menghela nafas berat lalu berdiri dari duduknya.

“Ayo kita pulang Eun Byul!” Yoon Ji menarik paksa Eun Byul untuk keluar dari ruangan itu dan pulang bersamanya.

 

Pagipun datang didalam kamar rawat masih belum ada pergerakan dari ketiga pasien , namun beberapa detik kemudian Yoon Gi terbangun dari tidurnya dan menegakkan tubuhnya. Tanpa sepengetahuan Yoon Gi ada seseorang yang sedang memperhatikannya dalam diam.

“Kau terpesona denganku” ucap Yoon Gi , dia menyadari jika sedari tadi Heo Seok memperhatikannya.

“Aku bukan penyuka sesama jenis” balas Heo Seok sengit

“Kau iri dengan ketampananku pastinya” Heo Seok membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang diucapkan Yoon Gi.

“Percaya diri sekali kau” balas Heo Seok mencibir.

Mereka berdua terkejut saat terdengar suara seseorang sedang mengigau , tidak kencang tetapi mereka berdua bisa mendengarnya karena diluarpun masih sunyi.

“Kenapa lagi dia?” Ujar Yoon Gi sebal , dia tidak peduli dengan Jimin dan lebih memilih untuk masuk kedalam kamar mandi.

Heo Seok berbeda dengan Yoon Gi , dia malah mendekati ranjang dimana Jimin berbaring , tampak peluh membasahi wajah Jimin.

“Hya Bangun!” Teriak Heo Seok sambil menepuk kedua pipi Jimin , dan sekali lagi dia menepuk pipi Jimin.

“Kamu tidak akan berhasil jika seperti itu membangunkannya , seharusnya seperti ini”dengan cepat Heo Seok menghentikan tangan Yoon Gi yang akan menyiram Jimin dengan air segelas.

“Kau gila! , bukan seperti itu juga” balas Heo Seok dengan tangan mereka berdua yang masih saling menggengam gelas.

“Haus…” mereka berdua menatap seseorang yang berbicara tersebut, tanpa bicara Heo Seok langsung mengambil gelas yang ada ditangan Yoon Gi. Mendudukkan Jimin dan memberinya minum , sementara itu Yoon Gi kembali ketempat tidurnya.

“Mau minum lagi” Jimin menggelengkan kepalanya

“Aku ada dimana” tanya Jimin pada Heo Seok , sebelum sempat menjawabnya suster Kim masuk kedalam ruang perawatan.

“Syukurlah kau sudah sadar, maaf Heo Seok ssi bisa anda kembali ke tempat anda saya akan memeriksa Jimin ssi” Heo Seok langsung pergi ke tempat tidurnya.

“Diusir, huh?” ejek Yoon Gi dan Heo Seok tidak menggubris ejekan Yoon Gi.

“Demam kamu sudah turun , tapi kamu harus istirahat terus agar cepat pulih” jelas suster Kim pada Jimin.

“Siapa yang membawaku kesini?” Tanya Ji Min

“Apa kamu mengenal Eun Byul? Dia yang membawamu kemari”

“Eun Byul? Dia yang membawamu kemari” suster Lee menganggukkan kepalanya

“Mungkin setelah kuliah dia akan kemari, lebih baik Jimin ssi istirahat kembali sebelum dokter Park memeriksa anda” jelas suster Lee lalu dia pindah menuju tempat tidur Heo Seok. 

“Terima Kasih sudah membantunya” ucap Hyun Mi pada Heo Seok

“Aku senang membantu” ucap Heo Seok singkat sambil memperhatikan suasana diluar jendela kamar.

“Kamu ingin menghirup udara segar diluar” Heo Seok terdiam mencoba untuk mencerna ajakan Hyun Mi

“Aku takut mereka akan mengenaliku , aku masih belum siap diburu pertanyaan oleh mereka” jelas Heo Seok

“Tenang saja tidak akan ada yang memberimu pertanyaan bahkan tidak ada yang akan mengenalimu”ucapan Hyun Mi membuat Heo Seok bingung , tetapi dia menyetujui ajakan Hyun Mi.

“Pantas saja kamu bilang jika tidak ada yang akan mengenaliku dan juga memberi pertanyaan padaku” ucapan Heo Seok terdengar seperti ejekan ditelinga Hyun Mi tetapi hal itu tidak dia tanggapi.

“Disini bahkan kamu bisa melihat awan secara langsung dan dapat melihat gedung-gedung tinggi yang sangat indah bila malam tiba” ucap Hyun Mi sambil tersenyum senang , tanpa disuruh Heo Seok ikut tersenyum saat dirinya memandang Hyun Mi.

“Nanti aku akan mengajakmu kesuatu tempat yang indah dan kamu akan bisa melihat seluruh kota Seoul”

“Janji?” ucap Haemi dengan menunjukkan jari kelingkingnya pada Heo Seok , dan Heo Seokpun menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking milik Hyun Mi.

“Tapi kamu harus menyamar , aku tidak mau mendadak terkenal karena terlihat jalan bersamamu” ujar Hyun Mi dengan memasang muka sebal

“Astaga , aku sudah tidak terkenal seperti dulu jadi kamu tidak perlu takut untuk mendadak terkenal karena aku bukan orang terkenal” setelah mengucapkan kata itu Heo Seok tertawa dan diikuti dengan Hyun Mi yang tertawa, namun Hyun Mi langsung menghentikan aksi tawanya dan menatap Heo Seok lekat. Dia tidak pernah melihat Heo Seok tertawa lepas seperti saat ini , dan momen ini sangat langkah Hyun Mi ingin sekali mengabadikannya tetapi dia tidak membawa smartphone miliknya.

“Kamu mengagumiku Hyun Mi” Hyun Mi tersadar dari acara mengagumi senyum Heo Seok

“Astaga percaya diri sekali”

“Lebih baik kita turun sekarang sebelum dokter Park datang” ajak Hyun Mi , merekapun turun dari atap gedung rumah sakit.

Heo Seok menarik jaket yang digunakan oleh Hyun Mi , tanpa berkata dia menunjuk arah menuju toilet pria.

“Aku akan tunggu disini” ucap Hyun Mi duduk tak jauh dari toilet.

Heo Seok mencuci tangannya setelah melakukan panggilan alam , saat akan mengeringkan tangannya dia melihat dipantulan cermin seorang wanita dan seorang pria sedang bercumbu mesra. Dia benar-benar tercengang melihat wajah wanita yang sedang memperhatikannya tanpa melepaskan tautan ciuman mereka. Tiba-tiba pusing menyerang kepalanya , diapun berpegangan pada pinggiran wastafel agar tidak terjatuh. Tenggorokannya serasa tidak bisa mengeluarkan suara , Heo Seok mencoba untuk berteriak memanggil nama Hyun Mi.

“Hyun Mi…” Hyun Mi yang sedang berbicara dengan Yoon Ji melalui hand phonenya , segera memutuskan sambungan karena mendengar teriakan memanggil namanya.

Hyun Mi terbelalak melihat Heo Seok yang tersungkur di lantai dengan tangannya berada di lehernya , dengan cepat Hyun Mi melepaskan tangan itu dan memeluk tubuh Heo Seok.

“Hyun Mi disana … disana … ada jalang itu” Hyun Mi pun mengikuti arah yang ditunjuk oleh Heo Seok.

“Tenang-tenang disana tidak ada apa-apa” ujar Hyun Mi sambil mengelus punggung milih Heo Seok.

Tidak lama Yoon Ji datang dengan dua orang pria berpakaian biru dan langsung membantu membawa Heo Seok ke kamarnya. “Apa yang terjadi dengannya? Bukannya dia sudah baik-baik saja kemarin”tanya Hyun Mi khawatir.

“Aku belum bisa mengatakannya , apa yang kalian lakukan tadi sebelum Heo Seok ssi ke kamar mandi”tanya Yoon Ji menyelidiki.

“Kami hanya menghirup udara segar di atap gedung , itu saja Ji”jelas Hyun Mi jujur.

Heo Seok menjulurkan tangannya kearah Hyun Mi saat dia dan dokter Park masuk kedalam ruangan , Hyun Mi memandang dokter Park meminta persetujuan dan diapun menganggukkan kepalanya setuju.

“Apa yang kamu lihat didalam?”ucap dokter Park berusaha bertanya pada Heo Seok.

“Aku melihat jalang itu lagi dan dia dia berusaha mencekik leherku” Heo Seok semakin mengeratkan pegangan tangannya pada Hyun Mi.

“Kamu temani Heo Seok ssi , aku akan keruang kerjaku”dokter Park keluar dari ruangan diikuti dengan Yoon Gi tanpa sepengetahuan dokter Park.

“Ada yang ingin kamu bicarakan” ucap Yoon Ji tanpa membalik badannya.

“Aku bosan di dalam ruangan itu , aku ingin ikut denganmu” jelas Yoon Gi , merekapun melanjutkan jalannya.

Yoon Gi langsung duduk disebuah sofa yang biasanya digunakan untuk Yoon Ji menghipnotis para pasiennya dalam terapi. “Kamu ingin melakukan terapi”ucap Yoon Ji tanpa melihat orang yang diajak bicara, Yoon Gi tidak segera menjawabnya.

“Apa kamu ingin memakan sesuatu? Jika iya akan aku pesankan” Yoon Ji masih tidak menatap Yoon Gi , entah apa yang dia lakukan sehingga tidak menatap lawan bicaranya.

Yoon Gi pun menurunkan kakinya yang berada diatas sofa , lalu menatap Yoon Ji intens tanpa berkedip. Saat bibir Yoon Ji akan berucap kembali Yoon Gi segera mendekat pada meja kerja Yoon Ji.

“Ken… astaga kenapa kamu dekat sekali?” Yoon Ji mengelus dadanya karena terkejut mendapati muka Yoon Gi terlalu dekat dengan wajahnya.

“Kau mirip sekali dengan jalang itu!” Yoon Ji yang awalnya terkejut langsung terlihat marah karena menyamakan dirinya dengan kakaknya.

“Jadi kau ingin makan apa?” tanya Yoon Ji dengan nada tinggi.

“Pesankan saja mie daging , kalau sudah datang bangunkan aku” perintah Yoon Gi , tanpa memberontak Yoon Ji langsung memesankan makanan untuk Yoon Gi.

Hyun Mi masih setia memegang tangan Heo Seok , dia sudah tampak tenang dari keadaan tadi. Ini kali pertama Hyun Mi mengetahui reaksi Heo Seok saat ketakutan bukan pandangan kosong yang selalu dia lihat.

“Hyun Mi aku haus” Hyun Mi tersadar dari lamunannya , dan langsung mengambilkan minum untuk Heo Seok.

“Apa sudah lebih baik?” Heo Seok tersenyum pada Hyun Mi dan mengelua tangannya.

“Aku sudah merasa baik , terima kasih sudah berada disisiku” Hyun Mi tersenyum membuat Heo Seok merasa tenang. 

Eun Byul tersenyum saat melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah sakit, dia sudah mendapat kabar jika Ji Min siuman. Dengan membawa kantong kertas berisikan makanan kesukaan Ji Min dia menyapa satu persatu perawat dan penjaga keamanan yang sudah mengenalnya.

“Kenapa tidur?”ujar Eun Byul ketika mendapati Ji Min tertidur di ranjangnya.

“Kau sudah datang Eun Byul”sapa Hyun Mi , Eun Byulpun menghampiri ranjang Heo Seok.

“Apa kalian mau sandwich ? Aku membawa lebih” ujar Eun Byul dengan mengeluarkan 2 sandwich dari kantong kertas itu.

“Oppa kenapa? Apa terjadi sesuatu lagi?”ucap Eun Byul khawatir

“Aku tidak apa-apa , terima kasih sandwichnya” ucap Heo Seok lalu memakan sandwich yang diberikan oleh Eun Byul.

“Apa aku boleh membangunkannya?”tanya Eun Byul pada Hyun Mi.

“Biarkan dia beristirahat dulu , jika dia bangun barulah kamu coba berinteraksi dengannya” jelas Hyun Mi , namun tidak lama terdengar rintihan dari ranjang Ji Min.

“Kau sudah bangun , apa kau ingin minum?makan?kekamar mandi? Atau apa?”

“Cerewet sekali , aku ingin minum tenggorokanku kering” pinta Ji Min , dengan segera Eun Byul mengambilkannya.

“Aku membawakan sandwich kesukaanmu, kau mau memakannya sekarang atau nanti?”tanya Eun Byul dengan nada senang.

“Makan sekarang aku sangat lapar” jawabnya singkat, namun Eun Byul senang walaupun Ji Min singkat dalam memberi jawaban. Eun Byul diam hanya menatap Ji Min yang sedang duduk sambil memakan sandwich yang dia beli tadi.

Advertisements

One thought on “I Need U Chapter 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s