Uncategorized

Crosswalk


1485944018072

Crosswalk

by ts_sora

Beast’s Yong Junhyung | Miss A’s Suzy

Romance, Hurt

Oneshoot

was published on my Personal Blog

.

.

.

“How if we meet each otheras strangers?”

.

.

.

Suzy memandang pria yang berada di hadapannya. Senyumnya terkembang sempurna saat pria itu beberapa kali menggerakkan tangannya sebagai penekanan apa yang tengah ia bicarakan.

“And you have no idea that I drink wellujar Suzy mencoba memotong apa yang pria itu katakan. Benar saja, Lee Jinki menghentikan kalimatnya sebelum ia terlihat menautkan alisnya menatap Suzy tajam. Suzy hanya terkekeh sebelum ia terlihat meneguk machiato miliknya kali ini.

Onewsebut saja pria tersebut demikian baru saja menceritakan tentang salah satu kebiasaan temannya saat mabuk dengan menggebu-gebu.

Suzy mengaduh sebelum ia lantas mengusap keningnya beberapa kali saat Onew dengan santai menyentil kenignyacukup membuat dirinya kesakitan. Suzy mengerucutkan bibirnya sedangkan pria itu hanya menyeringai penuh kemenangan.

“Excuse me, sir. I’m legal. Believe it or not,” protes gadis itu tak terima namun sekali lagi Onew hanya tertawa pelan menyaksikan penderitaan gadis di hadapannya.

“You reminds me a lot about her, you know that,” ujar Onew pada akhirnya. Senyum di wajahnya perlahan menghilang saat ia terdengar menghelan nafasnya sebelum menatap kembali arah luar pada bingkai jendela yang berada tepat di sampingnya. Sedangkan Suzy?

Suzy hanya tersenyum singkat sebelum ia kembali mengaduk-aduk minumannya miliknya dengan tatapan enggan. Selalu. Pria itu selalu mengatakan bahwa dirinya mengingatkan dirinya akan seseorangyang tak lain adalah mantan kekasihnya. Gadis yang ia sebut lahir di tahun yang sama dengannya. Gadis yang ia sebut juga mirip dengannya. Selalu tentang gadis itu.

“Suzy?”

“Ya?” Suzy menatap pria itu yang kini menatapnya dengan menyesal.

“Maaf,” ujarnya tulus namun Suzy hanya tertawa pelan, seakan ia memang tak keberatan jika pria itu selalu membicarakan orang lain saat mereka bertemu.

“Aku sudah selesai. Should we go home now?

Suzy menatap pria yang tengah berjalan di sampingnya. Nyatanya, pria itu masih terdiam tanpa ada niat untuk sekedar mengucapkan sepatah katapun untuk memulai pembicaraan. Kini mereka baru saja keluar dari tempat mereka menghabiskan makan malam mereka seperti biasanya. Dan untuk sekian kalinya mereka akan terdiam seperti ini setelah tanpa sengaja Onew kembali membicarakan gadis lain.

Bukan. Mereka tidak tengah berkencan saat ini. Hanya saja

Mungkin hanya sebuah perasaan sepihak yang tengah Suzy rasakan saat ini. Perasaan yang meluap-luap, dimana ia selalu ingin bersama pria itu. Suzy menyukainya. Ya, untuk saat ini. Entah bagaimana pria itu membalas perasaannya. Namun yang sangat Suzy ingat, dimana ia telah menyatakan perasaannya kala itu. Meski ia telah berjanji pada diri sendiri, bahwa ia tak butuh jawabannamun tetap saja. Mendengar pria itu selalu membicarakan gadis lain saat mereka bersamabukan menjadi satu hal yang ia sukai.

Suzy menghentikan langkahnya, begitu pula pria itu kala mereka berada di ujung jalan, menunggu crosswalk light mengubah warnanya.

“Oh, tidak.” Suzy menatap pria itu yang terlihat panik. Beberapa kali ia terlihat mencari sesuatu pada saku kemeja juga celananya, namun kiranya apa yang ia cari belum ia ketemukan.

“Ada apa?”

“Kukira aku meninggalkan ponselku di sana,” ujarnya dengan kekehan bodoh khas miliknya. Suzy hanya tertawa pelan.

“Ambillah ponselmu, oppa. Aku akan menunggumu di sini.”

“Benarkah? Kau tidak keberatan?”

Suzy tertawa sekali lagi sebelum akhirnya ia menggeleng pelan.

“Baiklah,” ujar pria itu yang lantas benar-benar berlari pergi darinya dengan panik.

Suzy menghelan nafasnya kali ini sebelum ia lantas menatap sekelilingnya dengan bosan. Crosswalk light kini telah merubah warnanyamempersilahkan para pejalan kaki berlenggang menuju seberang jalan.

Mungkin harusnya ia juga harus pergi untuk menyeberang jalan jika Onew tidak meninggalkan ponselnya tadi. Ia menatap datar seberang jalan yang kini terlihat sepi, sebelum akhirnya seorang pria terlihat berjalan menuju ujung jalan dan menghentikan langkahnya di sanamembuat Suzy terdiam menahan nafasnya di tempat.

Junhyung oppa

.

.

.

Waktu seakan terhentisaat sejenak dengan jelas keduanya saling menatap. Tak ada frasa apapun yang mereka ucap. Hanya terdiamsaling memandang, di tempat.

Hingga saat terang cahaya kembali mengubah warnanya. Suzy hanya bisa menggigit bibirnya sebelum akhirnya ia yang memilih untuk tertunduk, saat sebuah rasa bersalah kembali terbesit.

.

.

.

“Oppa!”

Suzy mengangkat wajahnya saat seorang gadis berlari ke arah up itu sebelum ia terlihat menggelayut manja pada salah satu lengan Junhyung kali ini. Suzy beberapa kali melihat pria itu terlihat mengembangkan senyumnya melihat tingkah gadis mungil di hadapannyayang tanpa sadar membuat Suzy tersenyum di tempatnya.

Junhyung menatap Suzy yang masih terdiam di tempatnya sebelum ia lantas mengembangkan senyumnya yang membuat Suzy ikut menarik ujung bibirnya saat  pria itu kini berjalan pergi bersama gadis yang masih menggelayut manja padanya.

.

.

.

Entah sudah berapa lama mereka tak bertemu. Entah berapa lama sejak percakapan mereka terakhir yang membuat pria itu benar-benar berhenti menemuinya. Tidak. Pria itu menghilang dan menghindarinya.

Suzy menarik napasnya dalam-dalam sebelum ia lantas mengeluarkannya kembali. Ia tak pernah melupakan dimana pria itu selalu ada untuknya. Ia tak pernah lupa dimana pria itu setia untuk menemuinya. Ia juga tak akan pernah melupakan dimana pria itu begitu menyayanginya dengan tulusdan berusaha berulang kali untuk menyatakan perasaannya. Namun sekali lagi, ia tak pernah bisa memandang pria itu lebihyang ia tahu itu membuatnya tersiksa.

Dan kinimereka kembali bertemu meski hanya beberapa detik. Jauh berbeda dengan sebelumnya, kali ini mereka tidak berbicara satu sama lain, pria itu tak menggodanyahanya saling menatap.

Suzy tak pernah membayangkan seperti apa jika suatu hari nanti ia juga pria itu bertemusetelah perpisahan yang pria itu sengaja lakukansebagai orang asing. Dan kiranya semuanya benar-benar terjadi kali ini. Bahkan bibirnya yang selalu memanggil nama pria itu, terlalu kelu untuk berucapatau itu hanya sebagian kecil bentuk dari rasa bersalah yang masih ia pendam?

Dan saat ini, ia harus merasakan hal yang sama. Memiliki perasaan khusus terhadap seseorang yang bahkan mungkin saja tak akan pernah membalas perasaannya. Perasaan menyiksa yang jujur saja begitu ia benci.

Suzy menatap pria itu yang berjalan semakin menjauh sebelum akhirnya ia mengembangkan senyumnya kali ini.

.

.

“At leastwe smiled each other, right?”

.

.

“What happened?”

Suzy terkejut saat kini Onew entah sejak kapan berada di sampingnyamenatapnya dengan khawatir. Suzy hanya meringis sebelum ia lantas menggelengkan kepalanya pelan.

“Tidak. Kau sudah selesai kan? Kalau begitu ayo pulang.”

.

.

.

At least, he’s happy with the right one. And she’s happy about that.

.

.

.

-Fin.

Advertisements

2 thoughts on “Crosswalk

  1. ITU AKU KAN? SI PEREMPUAN YANG GABISA DILUPAIN ONEW? KAN AKU SEUMURAN SUZY WKWKWK #onewpunyaaku

    Tuh kan mas junhyung dibikin sedih lagi, kenapa bahagianya dia dg suzy hanyalah masalalu, cuma kenangan, bukan masa depan.

    Ps ; ku sempet ngakak pas baca crosswalk light, trs ff ini judulnya crosswalk kan trs ku bahasain jadi bangjo 😅😅😅

    Anyway, ku juga nulis JH! Drop there yak!

    Like

    1. Iya itu kamu! Eh gatau, itu sapa? :”) mungkin smkesamaan tokoh dan tempat melupakan ketidaksengajaan semata/? Lmao. I’m laughing right now..

      Serius aku juga bngung. Mau oasang lampu merah kok ga enak. Eh iya, bangjo :”) bisa diterima untuk pengganti kata di next story lmaooo.

      Mas Jun emang takdirnya bukan sm Suzy, mangkanya mereka begitu :”) riseuki! I’ve read yours!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s