Ficlet · fluff · Romance

Monster


Monster

iKON’s Bobby | OC’s Connie

a story by ts_sora

fluff, romance

Ficlet

was published on Personal Blog

.

.

“At least, now Connie have Bobby to spend her New Year End

.

.

.

Ada satu dari sekian banyak cara yang telah Connie pikirkan untuk menghabiskan waktunya di malam Tahun Baru. Salah satunya, menghabiskan malam dengan kekasihnyaBobby. Ia telah merancang beragam rencana yang akan ia lakukan bersama pria bergigi kelinci itu.

Namun, kiranya semua yang ia harapkan hanya tinggal harapan. Connie menatap kesal Bobby yang kini tengah duduk pada karpet apartment mereka. Matanya tertuju pada layar televisi di hadapannya, kedua tangannya sibuk menekan tombol-tombol pada pengendali game console PlayStation miliknya.

Sudah hampir satu hari penuh Bobby berdiam diri di sanaterhanyut dalam permainanannya. Beberapa kali ia berdecak, berteriakseakan dunia hancur. Bobby sama sekali tak berpindah dari tempatnya, kecuali ia pergi ke toilet atau mengambil minumannya dari pantri. Bahkan Connie yakin, Bobby tak menyadari jika sedari tadi Connie memperhatikannya.

Tidak. Ia tidak ingin akhir tahun mereka berakhir dengan percuma kali ini. Connie melangkahkan kakinya kesal sebelum membuang dirinya pada sofa mereka, tepat dimana Bobby berada di bawahnya. Dan lihatlah, Bobby bahkan tak menyadari kehadirannya.

Connie memandang layar televisi mereka yang didominasi warna hijau lengkap dengan beberapa orang mini yang terlihat berlari kesana-kesinimemperebutkan benda bundar yang bahkan Connie tak dapat melihatnya dengan jelas. Connie mendengus keras, berusaha mengalihkan perhatian Bobby agar tertuju padanyanamun pria itu masih tak menghiraukannya.

Connie mendaratkan dagunya di atas puncak kepala Bobby, berusaha menarik perhatiannyanamun tetap saja. Gadis itu lantas memutuskan memeluk leher Bobby dari belakang dengan manja, namun pria itu masih tak menghiraukannya.

Gemasakhirnya Connie mengeratkan pelukannya, membuat Bobby kini kehabisan nafas dan membuatnya kehilangan kesempatan untuk memasukkan bola ke gawang lawanmembuatnya kalah untuk kesekian kalinya. Pria itu mengerang kesal sedangkan Connie tertawa bahagia.

“Kau bahagia karena aku kalah untuk kesekian kalinya?” ujar pria itu terlihat kesal. Connie yang berusaha menahan tawanya lantas menganggukkan kepalanya beberapa kali sebelum akhirnya tawanya kali ini kembali meledak. Bobby yang berharap ia bisa menunjukkan wajah kesalnya lantas ikut tertawa sebelum akhirnya menarik kaki gadisnya itu dan mulai menggigitnyamembuat Connie berteriak dibalik tawanya.

“Bobby sakit!” Conni berusaha menarik kakinya, namun pria itu tak mau melepaskannya.

“Biar saja. Biar aku makan kau hidup-hidup,” ujar pria itu terkekeh sebelum ia lantas meraung-raung seakan ia memang hewan buashendak memangsa gadisnya tersebut. Beberapa kali ia menggigit kaki, lengan juga perut gadis itu, membuat Connie berteriak karena geli.

“Kau monster! Pergi!”

“Monster apa hm?”

“Monster kelinci buruk rupa!” Connie berulang kali mendorong kepala Bobby menjauh, namun terlambatlengan kanannya kembali menjadi korban, membuat Connie berteriak karena kegelian dan Bobby menikmati hal itu.

Namun keduanya lantas terdiam saat sadar tubuhnya kini berada tepat dia atas gadisnyamemangkas jarak keduanya, membuat keduanya dapat melihat satu sama lain begitu jelas.

Bobby menyeringai tipis sadar dengan semburat kemerahan pada kedua pipi Connie kini mulai terlihat, sebelum akhirnya ia lantas mendaratkan bibirnya pada bibir gadis itu, memberinya beberapa kecupan hingga ciuman memuja. Bahkan saat Bobby memperdalam ciuman mereka dan dengan sengaja menyelipkan salah satu tangannya pada balik pakaian gadisnya tersebut, Connie sama sekali tak melakukan perlawanan. Karena baginya, setiap sentuhan yang Bobby berikan padanya adalah sebuah candu. Karena baginya, waktunya bersama Bobby tak akan pernah bisa tergantikan oleh apapun.

Bobby menghentikan aksinya sekedar memenuhi paru-parunya kembali sebelum akhirnya ia kembali menatap Connie dengan deru nafasnya yang semakin liar. Bobby menarik salah satu ujung bibirnya penuh arti sebelum akhirnya mengecup sudut bibir gadisnya tersebut.

.

.

.

“Sowould you mind to company this monster to spend the New Year End together?”

.

.

.

At least, now Connie has Bobby to spend her New Year End.

.

.

-Fin-

Advertisements

6 thoughts on “Monster

  1. Hahahahah ngabisin tahun baru yg kayak gimana xD
    Main video games sih oke xD tp kalau yg lain wkwkkwkwkw
    Lucuu ih ini xD
    Sering2 buat yg flufly kek gini juseyong /.\

    Like

    1. Itu misteri ya, mereka ngapain di tahun baru /.\ iya ih, lagi suka bikin fluff gini gini, padahal galoan aslinya hahahhahah. Seneng ada yang baca, anyway thanks for dropping by! 😉

      Like

  2. aaaaaakkhhhh igeo mwoyaaaaaang! >///////<
    aku cuma bisa ketawa tawa geli gitu, bobbynya sok unyu gitu T^T
    but, I like it. Nice fluffy couple ((please jangan sampai wanwish dapet scene beginian yak, mereka mau aku keep polos wkwkwkwk))
    sip, another ultimate couple was born in MNJ, johaaa!

    Like

    1. Wkwkwkw Bobby sok untuk /.\ iyasoh Bobby itu rada sok unyu. Dan tenang saja, kapel nakal hanya terlalu pada dua org ini :”) wan-wish uda jadii, tinggal aku publish wkwkwk. Dan tenang saja, mereka masih polos, tersegel/? Kita sama2 adore kapel masing2 ;3 anyway thanks for dropping by!

      Like

  3. Eaaaaaa kalian ngabisin tahun barunya sambil ngapain tuh?! Nakal kamu ya tonggos minta dilelepin ke laut mati main cium2 terus nindih2 aja 😤😤
    Btw, ini lucu eon geli sendiri bacanya wkwk. Good story!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s