February Project · Ficlet · fluff · Friendship · G

When it rain?


07bfb0813a74d865ccb4b2744b6ba82b

When it rain?

Author : nodat_riseuki || Cast: 17’s Seungkwan & OC’s Wish ||

 Genre: Friendship | Fluff? || Duration : Ficlet

.

©nodat_riseuki, 2017

.

“Cause we’ll be on each other sides, forever”

“Right?”

.

.

.

Surai keabuan Wish hampir saja basah jika tidak ada payung yang tiba-tiba menaunginya, Wish mendongak dan menemukan Seungkwan yang sudah berdiri merapat dan menariknya semakin dekat agar bahkan bahunya tidak tergores air hujan yang dingin.

Satu senyum merekah dengan tulus dari bibir merah jambu perempuan itu, terkadang ia heran bagaimana lelaki itu bisa selalu ada untuknya –secara tidak terduga.

“Sudah kuingatkan lewat telepon tadi pagi untuk membawa payung, kau tidak pernah mendengarkan aku!”

Wish masih tersenyum mendengar Seungkwan yang sewot karena menangkap basah dirinya yang hampir nekat menerjang hujan, padahal jarak antara gerbang sekolah dengan halte bus tidaklah dekat.

“Dan, jangan coba-coba hujan-hujanan, kau kan cepat pusing jika kepalamu basah!”

Wish kali ini hanya manggut-manggut, langkahnya coba menyamai langkah Seungkwan yang berjalan sambil membawa payung untuk menghindarkan mereka dari air hujan yang jatuh.

Wish menarik nafas dalam dan membaui aroma tanah yang dikuarkan air hujan, biasanya dia tidak suka ketika hujan mendera, tapi untuk kali ini entah kenapa dia sampai melakukan hal ini. Karena Seungkwan? Ah, tidak mungkin! Mereka ‘kan sudah biasa bersama, dan berjalan di bawah payung yang sama seperti ini bukan pula kali pertama yang mereka lakukan.

Hal itu membuat langkah Wish terhenti secara tiba-tiba.

“YA!!!!!”

Seungkwan berteriak dan kembali berjalan ke belakang ketika mendapati Wish terlepas dari naungan payung yang ia genggam, menggumam sebal karena perempuan itu tiba-tiba berhenti.

“Apa yang kau lakukan? Ayo cepat, kita bisa ketinggalan bus!”

Wish masih terpaku. Membuat Seungkwan menatap tepat pada maniknya.

“Hey, kau kenapa? Wishie?

“Kwan-a”, Wish akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan pertanyaan.

“Hmm—“

“Kenap—kenapa kau selalu ada untukku?”

Seungkwan yang tentunya tak menduga akan ditanyai seperti itu hanya bisa menelengkan kepalanya, mereka hanya diam dan bertatapan selama beberapa detik yang terasa begitu lama.

Seungkwan berdeham kemudian merangkul Wish, membuat perempuan itu terpaksa kembali melangkah.

Mereka sudah sampai di halte, sementara Seungkwan belum juga membalas pertanyaan Wish.

“Itu bus mu, aku tidak antar sampai rumah ya, hari ini dingin jadi aku tidak kuat berjalan 2 blok jauhnya, aku akan naik bus yang lebih dekat dengan rumahku saja”, jelas Seungkwan ketika melihat bus yang dulu biasa mereka naiki bersama mulai mendekat.

“Dan—“

Wish baru saja akan melangkah masuk ke dalam bus ketika Seungkwan menjelaskan “—kan aku sudah pernah bilang akan selalu ada untukmu, jadi tak ada alasan lain Wish”, lelaki itu kemudian menampakkan senyumnya.

“Dan kita ‘kan sahabat. Akan selamanya seperti ini, jadi kau tak perlu heran mengapa aku selalu ada”, Seungkwan mengacak rambut Wish dengan ringan dan menyuruhnya masuk sebelum pintu bus tertutup.

Perempuan dan lelaki itu kemudian melambaikan tangan saat bus akhirnya berangkat.

Deg—deg—deg

“Apa itu? Suara jantungku?”, Wish memegangi dadanya, mencoba mencari tahu. Dia bisa merasakan pipinya memerah namun segera ditepisnya dengan gelengan yang kuat.

Tapi, senyum masih melekat di bibirnya, mungkin –nanti saja dihapus. Tak setiap hari Seungkwan terlihat keren seperti hari ini, dan Wish senang lelaki itu masih jadi alasan dibalik senyum ini.

Drrrrt

Wish mengambil ponsel dan melihat pesan dari Seungkwan disana, seketika senyumnya hilang.

Digantikan kekeh dan gelengan geli.

Yeah, they were bestfriend. And will be it for—ever.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Wishie bisakah kau kembali? Aku tidak bisa membayar bus, ternyata dompetku ketinggalan. Cepatlah, aku sudah mulai kedinginan T T”

 

-end

 

a/n : hihi ^^v so here I drop another wanwish couple series ya. Hope yall love it! xoxo

Advertisements

5 thoughts on “When it rain?

  1. Aaaaakkkk ini manis aaaak meski ending tetep aja seungkwan bocah ceroboh ya pfft

    Overall ini udah bagus kok, aku suka. Cuma mau ngoreksi dikit aja ehe semoga ga kaya menggurui ya. Jadi itu, hmm percakapan itu diakhiri tanda bacanya di dalam petik dua, bukan di luar petik. Aku liat kamu ngasih tanda baca di luar gitu ehe, jadi harusnya: “Kwan-ah,” panggilnya blablabla. Tapi, kalo habis petik itu bukan kalimat penjelas, tanda bacanya bisa pake titik aja, misal: “Kwan-ah.” Wish blablabla, dan satu lagi, kalo udah ada tanda seru atau tanda tanya gaperlu dikasih titik atau koma lagi ya, misal: “Kenapa kau selalu ada untukku, Kwan-ah?” Blablabla.

    Wis, kayanya itu ajadeh tapi sekali lagi secara keseluruhan aku suka kok, manisnya dapet euy gemes pengen uyelin seungkwan ehe. Keep writing ya kak!💜

    Like

    1. Halo ayshry! Thx for dropping.
      Ga menggurui kok, ku malah seneng kalo ada yg ngasih tau ^^ oh jadi gitu ya, mgkin krn aku kebiasaan nulisnya petik koma ya, bsok kalo nulis lagi inshaa Allah ku benerin ya, gomawo ^^

      Like

  2. Lmaoo wish dirimu sudah mulai jatuh hati sama dek seungkwan yes? :”) wan-wish uda aku tunggu2 selama ini. Because uda baca dari awal dan selalu ngikutin hehe. Berharapnya mereka jadian duh /.\ seungkwan-wish, lanjut ih riseuki!

    Like

    1. Gomawo fans lmao (fans wanwish bukan fans aku :”’))
      Ku gamau merek jadian, maapkeun ajaaa, nanti kalo potek ga bisa balik lagi seru2an 😅
      Tapi~~~ tapi tunggu ajalah kemana nasib mereka akan bermuara ㅋㅋㅋㅋㅋ

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s