December Project · FF Project · Genre · Length · One Shoot · PG -13 · Rating · Romance · School Life

[A December To Remember] Hatred


Hatred

Story by

Wonpaws©2016

|| Cast : Jung Yerin [Gfriend] Park Jimin [BTS] | Length : Oneshoot | Rating : PG-13 | Genre : Romance, school life||

Disclaimer :

All cast here belong to God, themselves, their parents and company. I only own the plot and poster

A/N :

Beberapa cast akan kuubah marga atau namanya. Selalu beri support dan beri kritik dan saran 😀

 

Ada satu lelaki yang Yerin tak sukai, namanya Park Jimin.Dia lebih tua 1 tahun darinya dan dia adalah kakak kelas Yerin di klub musik.Orangnya benar-benar sempurna, suaranya bagus, bisa menari dengan baik, dan bisa bermain alat musik apapun.Dia ketua osis dan murid teladan di sekolahnya.Sayangnya Jimin sangat sombong dan keras kepala.

Tapi, banyak perempuan yang menyukainya dan memujanya.Dan itu membuat Jimin semakin sombong.Yerin mengenal Jimin karena mengikuti klub musik dan karena Jimin dekat dengan kakaknya, J-Hope.

Idih, Yerin masih ingat saat memergoki Jimin berpacaran dengan Seulgi di studio musik, Jimin langsung memarahinya dan mendiskriminasinya.Sejak saat itu Yerin membenci Jimin dan bertekad untuk membencinya selamanya.

“Tapi, Jimin sunbae itu tampan.Dan juga keren.Kenapa kau tidak menyukainya sih?”Tanya Sana bingung.“Aku meyukai suaranya dan dia itu sempurna di mataku.”

“Terserahmu sajalah.” Gerutu Yerin. Dia berjalan menuju studio musiknya dan berpisah dari Sana.Ia melangkahkan kakinya pelan sambil membuka pintu. Disana ia melihat Jimin yang duduk didepan piano sambil menunduk.

Yerin melangkahkan kakinya pelan dan melihat Jimin bingung.“Sunbae ingin memakai ruangan ini?Maaf aku mengganggumu.”

Perlahan namun pasti, Yerin pergi dari ruangan itu.“Jung Yerin-ssi.” Panggil Jimin.

“Ne?”

“Datanglah ke ruang seni jam 4 nanti.”  Ucapnya pelan. Yerin memiringkan kepalanya bingung, “B..baik!”

Ya apapun itu, jangan sekali-kali membantah perintah Jimin.

***

Yerin mendatangi ruang seni sesuai janjinya tadi.Ia tidak melihat siapapun disana sehingga ia menunggu lelaki itu. Setidaknya ia datang lebih dulu daripada Park Jimin itu.

“Sudah menunggu lama?”

Yerin menoleh ke belakang melihat Jimin yang entah bagaimana caranya sudah duduk di dalam.Ia melebarkan matanya. “Maaf sunbaenim, apa sunbae sudah menunggu lama?”

“Tidak juga.”

“Saya minta maaf.” Yerin menunduk dalam sambil meminta maaf walaupun dalam hatinya ia tidak ingin melakukan ini.

“Ada perlu apa sunbae memanggil saya?”

“Jadilah partner danceku.”

Gadis itu membelalakkan matanya kaget.Ia benar-benar tidak menyangka. Bukankah biasanya lelaki itu bersama Kang Seulgi?Ia selalu bersama perempuan itu—yah Seulgi adalah pacarnya, tapi kenapa baru sekarang ia mengajaknya menjadi partner dancenya? Padahal gadis itu selalu mengira dirinya adalah black hole di klubnya dan menjadi korban diskriminisasi Jimin.

“Ke..kenapa harus saya?”

“Kenapa?Kau tidak mau?Kau membantah perintahku?”

Cih, minta tolong atau memerintah sih?

“B..bukan begitu. Maksud saya masih banyak perempuan lain yang lebih mahir menari daripada saya. Contohnya, Momo, SinB, Naeun sunbae, atau Seulgi sun—“

“—sudah kubilang aku ingin kau menjadi dance partnerku! Apa itu sangat sulit untuk diterima?!” bentak Jimin keras. Wajahnya memerah kesal dan berjalan mendahului Yerin.

“Besok datang ke ruang dance sepulang sekolah.”

Jimin meninggalkan ruang itu dan Yerin hanya terdiam. Dia sudah biasa dibentak dengan lelaki sialan itu, tapi Jimin langsung memotong pembicaraannya saat ia menyebutkan nama Seulgi.

Yerin berbalik menatap pintu yang sudah tertutup rapat itu.

Apa mereka putus?

.

“Oh, mereka memang sudah putus.”Sana membenarkan.Ia memang tipikal gadis yang suka menggosip bersama teman sekelas. “Jadi kurasa tak ada salahnya ia marah dan menyuruhmu menjadi partner dancenya.”

“Tapi kenapa bukan Momo saja..” gerutu Yerin pelan.

“Kok begitu sih? Heh! Kamu harusnya udah bersyukur bakatmu diakui oleh orang yang kamu benci itu!”

“Bukan begitu!Aku senang, tapi juga malas. Bayangkan latihan dengan orang paling kau benci! Seharian! Cih, aku bahkan bisa membayangkan bagaimana suaranya saat membentakku.”

Yerin menghela nafas pelan.“Dih, semoga saja dancenya tidak terlalu intim.”

“Memang kenapa kalau dancenya intim?”

“Yak! Bayangkan saja aku harus berdekatan dengan lelaki itu! Hergh membayangkannya saja sudah membuatku pusing.”

“Bisa saja kau jatuh cinta padanya.”Kekeh Sana pelan.

“EWH NO!”Yerin menggelengkan kepalanya kasar.Ia tidak mungkin jatuh cinta pada Park Jimin.

“Bayangkan saja jika dancenya seperti Troublemaker.WOH, aku akan menonton lombamu itu!”

Yerin memutar bola matanya pelan, Yang benar saja.

.

.

“T..tunggu songsaengnim, dance ini terlalu…”

Yerin bergidik ngeri ketika melihat video dance yang ditunjukkan gurunya.Tangannya sesekali menutup matanya seperti orang yang melihat film horror.

“Kenapa?Kalau kau keberatan bisa diganti kok.”

“Ya! Ganti saja!Ak—“

“—tidak usah. Kita akan mempelajari dance ini.” Potong Jimin cepat.

WHAT?!

“Tunggu sunbaenim, ini..dancenya… ter—“

“—kenapa? Kau tidak mau melakukannya denganku?” tanyanya dengan death glare  di matanya. Yerin tercekat dan tersenyum terpaksa. “T..tidak. saya mau kok sunbae.”

SIALAN! PARK JIMIN KEPARAT! ENYAHLAH KAU DARI DUNIA INI!

“Baik, kalian mulai berlatih ya.”

Yerin memutar bola matanya dan akhirnya bangkit untuk mempelajari gerakan itu.Yah, dance itu terlalu intim.Ia berkali-kali harus berdekatan dengan Jimin, mendekatkan wajahnya dan lelaki itu memegang tubuhnya yang membuatnya risih.

Untung saja ini modern dance. Jika semacam tango, atau  salsa kan itu membuat Yerin semakin jijik dan risih.

Telinga gadis itu juga menjadi cukup tuli saat Jimin terkadang membentaknya dari dekat.

Ingat, dari DEKAT.

Idih, Yerin ingin lenyap dari ruangan itu sekarang juga.

***

Setelah berminggu-minggu berlatih, dan tinggal 2 minggu lagi menuju perlombaan mereka.Gadis itu tak kunjung berdamai dengan Jimin.Keduanya cukup canggung apalagi setelah dance. Sebenarnya Jimin tidak canggung sih, ia hanya cuek dengan handphonenya.

Yerin melangkah keluar dan melihat Seulgi yang berjalan ke arahnya.Ia tidak menghiraukannya dan tetap berjalan lurus.

BRUK!

Yerin terdorong dan jatuh ke lantai.Matanya menatap dengan seksama Seulgi yang kini melihatnya tajam.

What in the world have she done?

Ia bangkit berdiri namun Seulgi lagi-lagi malah menjatuhkannya. “Sunbaenim, ada apa—“

“—kurasa kau sudah tau kenapa aku melakukanmu seperti ini.”

Yerin menaikkan alisnya pelan.“Kenapa?”

“Jangan sok polos.Apa lagi kalau bukan kau menjadi dance partner Jimin? Heh! Kau itu dance bersama pacarku!”

Hah.

Yerin mengerjapkan matanya pelan.Kata Sana mereka sudah putus.Kok sekarang? Jangan bilang gadis Jepang itu memberinya informasi yang salah!

“T..tapi sunbae..”

Seulgi menjegal kakinya dan mendorong gadis itu. Yerin berusaha mempertahankan posisinya namun ia tidak bisa. Malahan kakinya tidak bisa digerakkan.

Shit

Gadis itu memegang kakinya dengan perlahan dan memijitnya. Kakinya benar-benar sakit dan ia tidak mampu berjalan. Seulgi sendiri sudah pergi meninggalkannya.

Dasar menyebalkan! Sekarang bagaimana dia mengikuti lomba itu? Bagaimana dengan..

Jimin?

.

Yerin berjalan tertatih-tatih sambil memegang kakinya.Ia membuka pintu ruang dance dan melihat Jimin yang kini berlatih didepan kaca. Ia mencoba berjalan senormal mungkin namun tidak bisa.

Jimin menoleh ke belakang dan menatapnya bingung.

“Ada apa dengan kakimu?”

Yerin terduduk dan melihat kakinya yang membiru.Jimin yang tadinya biasa saja kini menatapnya horror.Lelaki itu menghampirinya dan memegang kaki gadis itu.

“Apa yang kau lakukan?Kau terjatuh?!”

“A..aku tak sengaja tersandung.” Ucapnya bohong. Tidak mungkin ia menyebutkan Seulgi bukan?

“Apa?!” Jimin memeriksa pergelangan kaki gadis itu dan terdiam.Ia menatap tajam Yerin. “Kau bodoh?!Kenapa kau tidak berhati-hati?! Kakimu ini keseleo! Dan butuh waktu yang cukup panjang! Apa yang kau lakukan?!”

“M..maafkan aku sunbae.”

Jimin menutup matanya kesal. Tangannya ia kepalkan. “Dengar, kakimu ini sudah fatal.Kau harus dirawat kurang lebih berminggu-minggu. Lomba dance itu tinggal 2 minggu lagi! Jika begini caranya, kita tidak bisa menang!”

Yerin menunduk dan terdiam.Tak berani menatap lelaki itu.

Jimin memutar bola matanya dan berdiri.Ia berteriak keras membuat gadis itu berjengit kaget. “Sudah kuduga, kau memang hopeless.Tidak bisa diharapkan.”

Yerin terdiam membeku mendengar ucapan Jimin.

“Padahal aku mengajakmu agar aku bisa melihat bakatmu, nyatanya kau seperti ini.Kau tidak berguna sama sekali!”

JLEB

Kata-kata tidak berguna  sungguh menancap di hati. Yerin terdiam dan matanya berkaca-kaca.Ia bangkit berdiri dengan susah payah.

“Apa yang telah kulakukan sehingga kau membenciku seperti ini?” tanya Yerin.

“Aku melakukan salah padamu?Membuatmu marah?Menyakiti hatimu?Kenapa kau selalu seperti ini?Aku berusaha sebaik mungkin tetapi kau selalu menjelek-jelekkan diriku di klub.”

“Aku memang tidak berguna, dan membuatmu marah.Aku memang orang yang ceroboh.Maka dari itu, maafkan aku sunbaenim. Aku akan mencari perempuan lain yang bisa dijadikan dance partnermu.”Ucap Yerin menahan tangisnya.

“Tapi kata-katamu membuat hatiku sakit.Kau boleh memarahiku, namun hari ini, sunbaenim, kau membuatku ingin undur diri dari klubmu.”Yerin menatap Jimin berkaca-kaca.Air matanya sudah turun di pipinya.

“Maaf membuatmu repot selama ini.”

Yerin pergi berlalu meninggalkan Jimin yang kini mengerang kesal.Ia mengacak rambutnya dan akhirnya pergi mengejar gadis itu. Ia menarik lengannya dan sedikit bersalah ketika wajah gadis itu berurai air mata.

“Hey Yerin—“

“—aku akan pulang sunbaenim. Besok SinB akan datang menemuimu. Selamat tinggal.”Yerin pergi berlalu.

Jimin sendiri terdiam dan menghela nafas kesal. Tidak seharusnya ia membuat gadis itu menangis. “Aih bodoh kau Park Jimin.

.

Jimin mengatur nafasnya sambil meminum botol minum.Ia hendak pergi berlatih namun ia melihat Seulgi, sang mantan yang bersandar di tembok bersama antek-anteknya. Ia melihat Seulgi yang menjegal SinB hingga jatuh. SinB mengaduh kesakitan dan akhirnya pergi meninggalkan Seulgi yang tertawa.

Jimin melebarkan matanya dan menggeram kesal.Tinggal 1 minggu lomba itu dimulai dan Seulgi melukai partnernya.Ia tidak bisa membiarkan ini!

“Oh kau juga melukai Yerin seperti SinB?”

“Yep!Dan itu lebih parah dari SinB. Hahaha! Rasakan sendiri.”Seulgi tertawa nyaring.

“Lalu dia kudengar masih mengalami penyembuhan.”

“Yep. Tapi itu akan lama. Tidak seorang pun boleh mendekati Jimin!”

“Tapi kudengar Yerin dibentak Jimin dan keluar klub dengan menangis.”Ucap temannya.Seulgi tersenyum sinis.“Bagus bukan?”

“Jimin hanya milikku. Dan Yerin, tch. Gadis itu hanyalah gadis tidak berguna.”

“Cukup.”

Seulgi dan temannya menoleh dan kaget ketika melihat Jimin kini menatap mereka dingin.Jimin mendekati Seulgi dan memandangnya garang.“Apa yang kau lakukan pada Yerin?”

“Aku tidak—“

“JANGAN BOHONG!”

Seulgi menatap Jimin kaget.Ia tidak pernah dibentak lelaki itu sebelumnya.

“KAU.. BISANYA KAU MELUKAI PARTNERKU! KAU BUKAN MILIKKU!”

Jimin menatap Seulgi dan mendorongnya.“Kau tidak berarti bagiku.” ucapnya lalu pergi meninggalkan Seulgi.

Lelaki itu harus meminta maaf pada Yerin. Harus!

***

Yerin terdiam di kelas.Tinggal 2 hari lagi lomba itu diadakan. Kakinya masih lumayan sakit sehingga ia tidak pergi kemana-mana. Ia terdiam menunggu Sana yang melaksanakan tugas piketnya.

Gadis Jepang itu menaruh sapu, mengambil tasnya dan menghampirinya dengan tersenyum. Yerin dan Sana berjalan beriringan dan suara dari ruang dance terdengar. Yerin yakin SinB dan Jimin masih berlatih.

“Woa, siapa sangka kakimu akan seperti itu.”

“Hm.”

“Benar kau hanya tersandung?Kok sepertinya ceritanya kurang pas.”

“Aku dicegat Seulgi sunbaenim.Dia yang membuatku seperti ini.”

“MWO?!APA?!”

Yerin memutar bola matanya kesal.“Diamlah.”

“J..jadi dia.. dasar brengsek! Perempuan itu! Padahal dia yang memutuskan Jimin sunbae namun sekarang sifatnya seperti itu!”

Gadis itu menghela nafas pelan dan berjalan menuju gerbang sekolah. Sana melambaikan tangannya karena ia sudah dijemput, sedangkan ia masih menunggu. Yerin melihat SinB yang keluar dari gerbang dan berpikir latihan dancenya sudah selesai.Namun gadis itu melihat ada yang janggal.

Ia berjalan aneh sama sepertinya sewaktu kakinya patah.

“Belum dijemput?”

Yerin menoleh kaget dan mendapati Jimin yang berada di dekatnya.Lelaki itu mengenakan mantel dan syalnya.“Belum.”

“Mau kuantar?”tanya Jimin lagi.

“Tidak terima kasih.”

“Kakimu seperti ini.”

“Biarkan.”

Jimin menggertakkan giginya kesal dan akhirnya menggendong gadis itu.“YAK!APA YANG KAU LAKUKAN?!” teriak Yerin kaget.

“Membawamu pulang.”

“LEPASKAN!LEPASKAN!!”

Jimin menurunkan Yerin dan membuka pintu mobil.Yerin menghela nafas pelan dan akhirnya masuk dengan ogah-ogahan.

Yerin kini sudah ada di dalam mobil dan Jimin memasangkannya sabuk pengaman.Wajah Jimin berada dekat sekali dengannya membuat jantung gadis itu berhenti berdetak seketika.“Kau kuantar, tidak ada penolakan.”

Cuih dasar.

.

Hari ini adalah hari dimana lomba diadakan.Yerin sendiri masih bermalas-malasan di kasur dan berniat untuk tidur kembali.Namun hpnya berdering keras membuatnya mengurungkan niat tidurnya.

Yerin menguap perlahan ketika melihat nomor tak dikenal menelepon handphonenya.Ia mengangkatnya dengan malas.

“Ya?”

DATANG KE SEKOLAH! CEPAT!”

Hah, untuk apa?”

SINB TIDAK MASUK DIA SAKIT! CEPAT PALLIWA! KAU HARUS MENGGANTIKAN SINB!”

“HAAAH?!”

CEPAT!CEPAT!!”

“Tu..tunggu.. kenap—“

CEPAT DATANG! PALLI!”

tuut.

Yerin mengerjap pelan dan akhirnya ia sadar. “ AKU HARUS KE SEKOLAH!”

Yerin langsung bangkit dari tempat tidur dan bersiap ke sekolah.Persetan dengan perutnya, keadaan di sekolah kini lebih gawat.

.

.

Yerin kini berdiri di belakang panggung bersama Jimin.Ia memegang tangannya yang dingin dan melirik Jimin.Pria itu terlihat tenang dan Yerin menghembuskan nafasnya pelan.Berusaha untuk tidak gugup.

“Jung Yerin.”

“Y..ya?”

“Bersiaplah untuk yang terakhir nanti.”

“Y..ya?”

Yerin mengerjapkan matanya pelan bingung lalu akhirnya pergi ke panggung karena mereka berdua sudah dipanggil untuk tampil.Gadis itu tersenyum gugup sambil melihat mata para juri yang melihatnya intens.

Jujur ia sangat takut dengan tatapan mereka.

Musik mulai dinyalakan dan Yerin bersiap mengambil posisi.Ia mulai menari bersama Jimin. Ia harus berkonsentrasi dan jiwanya harus dikerahkan pada dancenya. Ia harus mendalami dance ini dan..ehm, menikmatinya.

Deg, deg, deg

Jantung Yerin mulai berdegup tak beraturan ketika dirinya mulai terpengaruh aura milik Jimin.Mata gelapnya yang mampu membiusnya, duh, Yerin benar-benar terpesona padanya.

Disaat lelaki itu menyentuh tangan, atau bagian tubuhnya yang lain, ia merasa merinding dan mengalami sensasi yang berbeda malam itu.

Hingga detik-detik terakhir, Jimin mulai mendekatkan wajahnya pada Yerin.Membuat gadis itu bertanya-tanya.

Lho?Memang ini ada di part terakhir?

Chu~

Yerin membelalakkan matanya ketika Jimin mengecup bibirnya sekilas.Dengan begitu, musik berhenti dan dance pasangan mereka sudah selesai.

***

“Maaf membuatmu repot Yerin.”

Yerin menunduk pelan dan tersenyum menandakan ia baik-baik saja. Mereka mendapatkan juara pertama dan Yerin merasa bahagia karena itu.Walau pikirannya selalu memikirkan ciuman Jimin tadi.

Jimin kini mengantar Yerin ke rumahnya.Mereka berdua sampai di rumah Yerin dan gadis itu tersenyum padanya.Ia melepas sabuk pengamannya dan menunduk pelan.

“Baik, aku akan ke dalam.Terima kasih sudah mengantarku Jimin sunbae.”

“Yerin,”

“Ya?”Yerin membalikkan tubuhnya melihat Jimin.“Orang yang membuatmu jatuh dan kakimu terluka, itu Seulgi kan?”

Yerin melebarkan matanya.Ia mengerjapkan pelan.

“B..bagaimana..”

“aku melihatnya.” Ucap Jimin. “Aku mendengar dari Seulgi sendiri.dan..”

Jimin menghela nafas pelan.“Aku minta maaf.Maaf atas segala kelakuanku padamu selama ini.Aku bukan benci padamu. Aku hanya..”

“Hanya?”

“Kau adalah anak yang baik dan bodohnya aku selalu melampiaskan kesalahanku padamu.Padahal kau tidak salah apa-apa.Dancemu cukup bagus.”

“Terima kasih sunbae.”Ucap Yerin sambil tersenyum.Yerin hendak membuka pintu mobil namun Jimin menghalangi tangannya.

“Oh ya, ada yang ingin kukatakan.”

“Apa sunbaenim?”

“Saranghaeyo.Kau mau jadi pacarku?”

END

Advertisements

2 thoughts on “[A December To Remember] Hatred

  1. Hey wonpaws! Anyway terima kasih sudah mau menyempatkan diri demi memeriahkan ultah MNJ ini 😉 entah kenapa aku gregetan baca Jimin yang slalu marah2 ga jelas sm Yerin dan Seulgi juga, one of my favorite member of RV, became an antagonist :”’) nice fanfiction! Apalagi aku jadi ngebayangin jimin yg galak hehe. Krn biasanya jimin lbh bnyk cengengesan hahaha. Anyway sora’s here, dalam kenal 😉

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s