December Project · FF Project · Genre · Length · One Shoot · PG17 · Rating · Romance · sad

[A December To Remember] A Big Love


Author                  : White Butterfly

Title                      : A BIG LOVE

Tema                   :I hate you so much, but I love you.

Cast                      : BTS Rapmonster, BTS Park Jimin –OCPark Jiyeon.

Genre                   : Romance, sad ending.

Lenght                  : Oneshoot.

Rating                   :PG17/G/AU

Disclaimer            : nama-nama artis diatas adalah asli milik perusahaan BIGHIT ent.

Author Note         : Just love her, don’t hate her. Because she love you more than herself.

 

 

POV’s Namjoon.

“Namjoon-ah, aku mencintaimu. Tapi maaf, aku tak bisa menemanimu lagi.” Ucapnya dengan lemas.

“kau berbohong Park Jiyeon, kau memiliki pacar lain selain aku kan?” Jawabku kasar, ia hanya bisa menggelengkan kepala tak setuju dengan jawabanku.

“kau masih bisa berbohong?? aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, kau berpelukan dengan namja lain yang lebih bantet dariku. Dan aku sudah mencari tahu namja itu, dia ternyata dia hanya seorang anak berumur 18 tahun. Lihatlah, kita ini sudah 20 tahun dan kau memilih yang lebih muda?? What am I to you?? kau juga jarang mengangkat telephon dariku, dan aku sudah menemukan jawaban dari itu semua. Baiklah Jiyeon-ie. Terima kasih atas waktu-waktu yang telah kau beri untukku selama ini. Dan saat ini I Hate You So Much, But I Love You.” Ucapkuberapi-api dan berlalu pergi tanpa melihat lagi, karna saking marahnya aku padanya.

Aku melihat butiran-butiran air mata di matanya, mungkin itu karna dia merasa bersalah padaku. Kutinggalkan dia di depan rumah sakit tempat yang ia akui sebagai tempat kerjanya, ia bekerja sebagai tukang bersih-bersih.

Aku berkenalan dengannya saat ia keluar dengan terburu-buru dari pintu belakang rumah sakit dan ia menabrakku dengan keras sampai kita berdua jatuh tersungkur ke tanah. Aku tidak percaya bahwa bidadari itu ada di dunia, namun setalah melihatnya di depan mataku saat itu aku kira aku telah mati dan menemui bidadari yang sangat cantik. Ia menyadarkanku dari lamunanku tentang bidadari.

Iaadalah gadis yang baik hati dari awal kita berkenalan, dan dia satu-satunya gadis yang paling lama bisa mengobrol denganku. Dia sangat jujur, ceria, suka berbuat aegyo dan menyenangkan. Dia memang bukan dari keluarga kaya raya, terlihat dari pakaiannya yang sering ia kenakan nampak sangat sederhana, kaos putih, celana jeans dengan sedikit robekan di lutut dan sepatu Converse High merah yang sudah usang. Sungguh terkesan berasal dari Mid-low family.

Satu hal yang membuatku tak suka padanya yaitu aku selalu dilarang olehnya untuk menemuinya saat ia kerja, karna katanya bossnya sangat galak. Yeah, karna aku tidak mau dia terkena masalah karna aku, aku akan melakukan apapun untuk membuatnya bahagia dan menuruti keinginannya.

Seminggu kemudian, aku memutuskan untuk pergi ke rumah sakit tempatnya bekerja. Aku merasa sakit pada kaki ku karna tak sengaja ku lukai saat bekerja di tempat pencucian mobil dan juga aku ingin menemui nya karna aku merasa bersalah setelah meninggalkannya begitu saja.

Ketika aku menaiki sebuah lift di rumah sakit itu, tanpa disengaja aku berada dalam satu lift dengan namja muda yang menjadi pemutus hubunganku dengan Jiyeon. Dia terlihat seperti anak orang kaya dengan rambut stylish jaman sekarang, pakaian mahal ala artis, dan sepatu mahal. Ia juga membawa seikat bunga yang sangat bagus, seperti akan menemui seseorang.

“Halo, eomma. Nae, aku masih berada di lift. Nuna berada di mana?? –ah baiklah, aku ingat. Nanti ku hubungi lagi.” Ucapnya mengakhiri sambungan telepon nya dengan ibunya.

“dasar tak tahu diri, mengandalkan tampang imutnya untuk merebut pacar orang lain.”Gumamkudi belakangnya. Tiba-tiba ia menoleh ke belakang.

“maaf, anda bicara apa ya?” tanyanya langsung menghadapiku. Pintu lift pun terbuka.

Aku keluar tanpa menghiraukannya, karna aku sangat marah saat itu. Dia menghentikan ku dengan menggenggam lenganku.

“Yak. Kurang ajar!!” pekikku

“maaf hyung. Tapi kau berkata apa barusan?” Tanya nya.

“kau ingin mati?? Aku bukan hyung mu!! Itu bukan urusan mu.” ucapku dan lepaskan tangannya dari tanganku dengan kasar.

Sebuah kalung yang tak asing bagiku terlempar dari genggaman tangan bocah itu, itu adalah kalung Jiyeon dari ku di ulang tahunnya tahun ini. Ia memungut kalung itu kembali dan segera menaruhnya di dalam saku jasnya. Lalu dia beranjak menjauh dariku.

“hey, tunggu.” Ku hentikan langkahnya.

“wae-yo?” tanyanya dengan tatapan kasar.

“anniya. Itu kalung siapa?” tanyaku penasaran.

“bukan urusanmu.” Jawabnya membalikkan omonganku.

“aku pernah melihatmu memeluk Jiyeon, kau memiliki hubungan dengan Jiyeon hah??” ucap ku dan otomatis langkah kakinya terhenti.

“tentu saja.” Jawabnya santai.

“oh, jadi dia sudah berpacaran denganmu? Dasar tak tahu malu. Baiklah, Bersenang-senanglah dengannya” ucapku dengan menunjukkan senyum tersinisku. Aku hendak pergi meninggalkannya.

“kau tidak ingin melihatnya?? Akan ku antar kau padanya. Jika kau tidak puas dengan perlakuannya padamu.” Tawarnya padaku.

Kita sampai di sebuah ruangan penyimpanan debu kremasi.

“kau bercanda?? Kau ingin mengunjungi orang lain jangan mengajakku, aku bukan siapa-siapa mu.” Gerutuku. Dia menatapku dengan tatapan kesedihan,

“lihatlah dia,” ucapnya sambil menunjuk sebuah foto terpajang di salah satu laci yang tertutup dengan kaca transparan. Bagai tersambar petir di siang bolong, aku sangat terpukul dengan keadaan ini.

“dia adalah orang yang sangat aku cintai. Ibuku pagi ini menyuruhku menjenguk Nuna yang sangat ku cintai ini. Iya aku punya hubungan dengan Jiyeon, dia adalah wanita yang terlahir lebih dulu dari Rahim yang sama dengan ku. Dia lah Nuna ku dan aku adalah Jimin adiknya tercinta.” Ucapnya.

Aku membeku, tak ada yang bisa aku perbuat selain terpatung dan mengingat-ingat kejadian masa lalu ku dengan Jiyeon.

“aku tahu, kau sering menelponnya. Aku lah yang bertanggung jawab menjaga dia, menjauhkan dia dari radiasi disekitarnya, karna penyakit kanker otaknya sudah mencapai stadium akhir. Tahun lalu ia di vonis kanker otak stadium satu, dan dalam tahun itu dia sama sekali tidak menyerah melawan penyakitnya bersama mu yang tak tahu apa-apa mengenai Nuna ku.” Ucap Jimin dengan mata berkaca-kaca.

“ayah ku adalah dokter disini, dia dirawat oleh ayah ku. Aku tertipu oleh Nuna ku sendiri mengenai hubungannya dengan mu. Dia selalu memakai baju seadanya kan?? Itu karna dia tak memiliki waktu untuk pergi membeli baju. Ia berakting sebagai seorang tukang bersih disini kan? Itu karna ayahku melarang Jiyeon Nuna untuk pergi jauh dari rumah sakit tanpa pengawasan rumah sakit.”

“kau tahu bahwa dia sangat mencintai mu. Tapi kenapa?? Kau malah tak tahu bahwa ia mencintai mu bagitu dalam hingga ia rela menghabiskan waktu bersama mu untuk jalan-jalan dengan mu. Melupakan segala masalah di hidupnya. Ia menemukan keberaniannya bersama mu.”

“aku melihat cinta di mata nya saat ia bertemu denganmu. Kau tahu itu??” ucapnya tak sanggup menahan air matanya lagi.

“Mianhae Jimin-ah. Hyung, hanya menginginkan Jiyeon bahagia.” Ucapku tak bisa mengangkat kepala.

“Namjoon hyung. Nuna ku memberimu kado perpisahan.” Ucap Jimin dengan menyerahkan sekotak kado berwarna merah warna kesukaan Jiyeon, lalu Jimin pergi meninggalkan ku sendiri. Dalam kotak itu terdapat surat dan foto yang kita ambil saat bermain di taman bermain saat itu.

Anyeong… ^_^

‘Namjoon-ah, kau tidak lupa membawa tas mu kan?? Aku harap akan ada wanita yang bisa menggantikanku di sisimu, mengingatkan mu, mengomeli mu, mencintai mu. Kau sudah menemui adikku Jimin, kan? Maaf jika ia bersikap tak sopan padamu. Aku memberikan kalung pemberianmu padanya, sama seperti ucapanmu waktu itu padaku, karna aku juga ingin dia menjadikan ku sebagai ingatan terbaiknya dalam hidupnya. Dia sangat imut memang, tapi dia berantakan sekali di dalam nya hehehe, ayah ku adalah dokter yang terkenal di rumah sakit ini, aku tak mau kau mengetahui kelemahanku bahwa aku tak akan bertahan hidup lebih lama. Aku sangat mencintai mu, aku kangen aegyo mu, aku kangen dirimu yang sering menghancurkan barang.Aku ingin berbagi cerita lagi dengan mu. Tapi, maaf aku sudah tak ada lagi berada di sisi mu. Aku mencintai mu, meski kau mengatakan kau benci padaku malam itu. Aku tahu, benci itu tanda cinta. Cinta mu selalu ku bawa dalam hati ku meski hingga aku tak bisa menahan nyawa ku di dunia ini. Terima Kasih kembali Namjoon-ah atas cinta tulus yang kau beri pada ku selama ini. Cinta mu lah yang bisa membuat ku kuat menghadapi terapi yang menyakitkan dan melelahkan iu selama setahun, You Have a Big Love for me. Aku bertahan hidup lebih lama satu minggu looh… hehehe… senang sekali rasanya. Aku menghabiskan waktu seminggu dengan ibu, ayah dan adikku Jimin. Jangan pernah merasa bersalah karna kita saling mencintai, dan takdir ini telah memutuskan. I Love You Forever.”

I Love You Too.” Ucapku, ku cium surat itu, tak terasa air mata membasahi pipiku sangat deras.

“Harusnya aku tak mengatakan kata-kata buruk itu dan aku bisa meredam amarahku. Seharusnya aku melamar nya hari itu, tapi amarah ini menguasai ku dan menghanguskan impianku bersama mu”. Sesalku dan ku cium cincin yang akan aku gunakan untuk melamarnya.

>>>THE END<<<

Advertisements

3 thoughts on “[A December To Remember] A Big Love

  1. Hey! White butterfly 😉 bener kan, nama km white butterfly? hehe serius aku tadi bngung mau panggil km apa, aku kra jdulnya white butterfly #plakk. maafkan aku yg rada bego ini hehe.

    Ceritanya rapmon salah paham, padahal dia ga tau apa-apa. Kasian jiyeonnya ;( nice story anyway.

    Oh ya, koreksi dikit, mungkin ada beberapa kalimat dlm bahasa inggris yang harusnya dibikin miring, but overall aku suka ceritanya. Kalau dibikin angst—mungkin lbh lebih mengena/? Hehe. Okay, Sora’s here salam kenal 😉

    Like

    1. hai Sora’s…. salam kenal juga…. hehehe… iya panggil aja aku White Butterfly …. thanks ya udah kasih saran,… iya aku baru jadi freelancer BTS akhir-akhir tahun 2016…. jadinya masih rada-rada gimana gitu…. #maklumi aku…. 🙂 kalo ada yang rada g nyambung ato typo-typo… wkwkwk

      Like

      1. Hahaha nah it’s okay 😉 ini uda bagus bangettt—dengan banyak latihan lagi, pasti bakal berkembang kok sesuai dengan berkembangnya waktu 😉 wah jadi freelance baru? Boleh dong, karyamu dikirimin dimari hehe. Aku tunggu karya km slanjutnya ya 😉

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s