December Project · FF Project · Ficlet · Genre · Length · PG -13 · Rating · Romance · sad · Uncategorized

[A December To Remember] Pain


Author             : Scarlett

Title                 : Pain

Tema               : But pain is beautiful, it’s same as you

Cast                 : NCT’s 127 Winwin and Original Character

Genre              : Sad, Romance

Lenght             : Ficlet (700 words)

Rating             : PG-13

Disclaimer       :  Keseluruhan cerita adalah milik saya. Kecuali pemain dan prompt yang disediakan. Harap untuk tidak menjiplak maupun mengklaim yang bukan – bukan.

Author Note    : Tulisan yang dicetak miring adalah kata hati si pemain.

“Winwin…”

“Hmm?”

“Aku terluka lagi.”

“Bagian mana?”

“Hatiku…”

“Benarkah? Sebenarnya hatiku lebih terluka melihatmu menangis karena pria lain…”

_***_

Winwin menaruh sepasang benda panjang berbahan aluminium yang ia ketahui bernama sumpit itu di sebelah piring makan Naeun. Ia meletakkannya lalu mengambil posisi duduk tepat di hadapan gadis bersurai cokelat itu.

“Makanlah,” ujarnya pelan.

Naeun tak bergeming, bahkan meskipun ia mendengar kalimat itu dengan jelas. Ia masih menatap  tanpa arah dan bernafas dengan tenang.

“Eun-ah…

“Kumohon, makanlah,” sambung pria bertubuh kurus itu.

Reaksi yang diinginkan Winwin masih tidak tampak. Bahkan rasanya mustahil. Naeun selalu bersikap seperti ini disaat patah hati. Setidaknya Winwin tahu karena masalah ini tidak terjadi sekali saja.

Hampir semenit mereka diam tanpa ada suara. Hanya suara nafas kesal nan menderu yang terdengar dari mulut Winwin.

“Winwin-ah,” panggil Naeun yang sontak membuat Winwin segera menatap gadis cantik bersurai cokelat itu.

“Ya?”

“Kenapa rasanya sakit sekali?”

Winwin membatu. Itu pertanyaan yang tidak bisa ia jawab. Bahkan dirinya pun bertanya – tanya seperti itu dalam hati.

“Mengapa… rasanya sakit?” ulang Winwin yang hanya direspon anggukan pelan oleh Naeun.

“Aku, tidak tahu.”

Naeun terkekeh. Ia membasahi bibirnya sejenak lalu kembali terkekeh.

“Kau mungkin tidak merasakannya. Kau tidak pernah menyukai seseorang sedalam ini. Seperti aku menyukai Taeyong.”

Winwin tak mampu berkutik. Ia menatap Naeun yang juga menatapnya saat itu.

“Tidak merasakannya, yah? Iya, aku tidak merasakan hal yang sama denganmu. Kau benar.”

“Tapi aku merasakan hal yang lebih sakit darimu. Untuk setiap luka dan pengabdian yang kau tumpahkan untuknya. Sama saja dengan membunuhku secara emosi. Karena kau, aku tidak bisa menyukai gadis lain lagi. Kau lukaku, Naeun. Luka yang indah. Meski luka itu sebentar lagi menghancurkanku. Meski perasaan yang merenggut kebahagiaanku itu selamanya ada, aku akan tetap menyukaimu. Kau lukaku. Luka yang indah.”

­_***_

“Winwin-ah­, jika kau bisa diciptakan kembali, hidup seperti apa yang kau inginkan?” tanya Naeun sembari menyelipkan helai – helai halus rambutnya ke belakang telinganya.

Winwin berpikir sejenak. Ia lalu tersenyum, “Aku, ingin tetap seperti ini. Bersama denganmu.”

Naeun tertawa. Ia mengusap kasar rambut Winwin dengan wajah yang berseri itu.

“Aigoo, jika kau mengekor seperti ini terus, mustahil akan ada gadis yang melirikmu.”

Tatapan Winwin bergetar. Ia hanya mampu mendengar ucapan Naeun tadi tanpa berkomentar apa – apa.

“Kenapa?” tanya Naeun yang kebingungan saat Winwin menatapnya sedih seperti itu.

“Tidak apa – apa.”

“Kalau kau, kehidupan seperti apa yang kau inginkan?” sambungnya.

“Aku ingin ditakdirkan menjadi istri Taeyong. Bahkan meskipun aku akan menderita dalam beberapa saat. Tapi saat tahu Taeyong adalah suamiku, aku pasti akan bahagia. Aku, ingin sekali itu terwujud.”

Winwin mengangguk. Ia menyesali pertanyaan yang ia lontarkan tadi. Harusnya ia sudah tahu jawabannya. Ia tidak perlu menanyakannya lagi hingga membuat luka itu terbuka lagi.

“Eun-ah…” panggil Winwin pelan.

Naeun berbalik sembari tersenyum, “Ya?”

“Seandainya kau tidak bisa bersama Taeyong ataupun kau memang tidak ditakdirkan untuknya, apa yang akan kau lakukan?”

Pertanyaan Winwin satu itu sontak membuat Naeun tak bergeming. Dalam hati ia bertanya alasan Winwin melontarkan pertanyaan itu. Tapi bagaimana ia bisa menjawabnya? Ia tidak pernah sekalipun memikirkan hal buruk itu.

“Aku tidak ingin membuatmu terluka dengan pertanyaanku. Aku hanya ingin tahu apa yang harus kulakukan jika aku mengalaminya,” jelas Winwin dengan suara yang bergetar.

“Aku, akan tetap berada di sampingnya. Hingga saat dimana ia harus menikahi gadis lain dan memiliki kehidupan sendiri. Aku akan, tetap menyukainya hingga aku mati rasa sekalipun.”

“Bahkan jika kau terluka?”

“Ya.”

“Tapi kenapa? Apa alasanmu tetap menyukainya?”

“Aku punya seribu alasan untuk meninggalkan dan melupakan perasaanku padanya. Tapi aku hanya butuh satu alasan untuk tetap berada di sampingnya. Bahkan meskipun itu menyakitkan sekalipun.”

Winwin menahan air mata itu untuk menetes. Nafasnya terengah merasakan luka yang kini menjalar di setiap nadinya. Ia sulit berafas. Bibirnya bergetar dan liurnya sulit untuk membasahi tenggorokannya. Ia membeku.

“Ah, begitu, yah…”

“Akan… kuingat,” sambung Winwin dengan manik yang terselimuti benda bening itu.

 

“Jika rasa sakit itu perlu… baiklah. Akan kuberikan semua perasaan itu. Sama seperti yang kau lakukan untuk Taeyong. Bahkan disatu sisi, aku merasa ingin menyerah saja. Tapi pada akhirnya, aku tetap kembali padamu, Eun-ah. Bahkan meskipun luka ini menumpuk menjadi milyaran, bagiku itu luka yang perlu kukenang dan kusimpan. Aku hanya perlu menahannya. Demi perasaanku. Demi luka yang berharga itu. Karena lukaku adalah kau. Kau terlalu berharga, Lee Naeun.”

 

 

*End

Advertisements

2 thoughts on “[A December To Remember] Pain

  1. Jadi ceritanya Lee naeun ga sadar kalo sebenarnya winwin menyimpan perasaaan? dia malah menyimpan perasaan ke taeyong? Hmm, sad ending 😦 bikin winwin berjodoh dg yang lainnya aja/? Hehehe. Anyway terima kasih uda menyempatkan diri untuk memeriahkan ultah MNJ ya 😉 Sora’s here

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s