Angst · AU · December Project · FF Project · Ficlet · Genre · Length · Myth · PG -15 · Rating

[A December To Remember] Unrequited


Unrequited

A story about Astro’s Yoon Sanha and OC Reine Choi (mentioned Astro’s Moonbin) by hinatsu

Alternative Universe, Myth, Angst | PG-15 | Ficlet

I own nothing except the storyline and OCs

.

But pain is beautiful, it’s same as you.”

 

.

 

Suara cambuk masih terdengar di alun-alun Olympus. Sesekali sang algojo berhenti, memberi kesempatan pada tersangka untuk bernapas sekaligus memutuskan. Barangkali dengan keputusan baru, hukuman bisa dihentikan. Namun si tersangka memilih bungkam, menikmati sanksi yang diberikan.

 

Kendati malam sudah tiba, kerumunan belum juga berkurang. Kafilah angin yang berembus diramaikan dengan kasak-kusuk para penghuni Olympus.

 

“Eros mengkhianati tugasnya.”

 

“Benarkah? Astaga! Aku tidak menyangka dia akan seberani itu!”

 

“Itulah yang akan kau dapat jika melawan Zeus.”

 

Punggung Eros sudah tercabik. Goresan luka masih setia meneteskan likuid merah. Meski suasana ramai, Aresㅡsi algojoㅡtetap mampu mendengar napas Eros yang mulai terputus.

 

“Eros, ayolah,” ucap Ares. “Lepaskan panah itu dari tubuhmu.”

 

Eros terdiam. Berusaha keras menggapai oksigen yang mampu ia irup. Perihnya luka tidak menjadi fokus utama, melainkan kehangatan samar nan nikmat dari dada tempat panah itu bersarang.

 

“Aku tidak bisa, Ayah.”

 

Rahang Ares mengeras. Genggaman sang dewa perang mengerat, lantas memukulkan cambuk itu tanpa ampun, layaknya seorang pelukis menghajar kanvas dengan cat merah darah.

 

“Jangan panggil aku ayahmu!”

 

.

 

“Sanha!”

 

Begitu menoleh ke belakang, Sanha mendapati Reine tengah berlari ke arahnya. Gadis itu melambaikan sesuatu, lalu berhenti dengan napas terengah-engah, beberapa senti dari tempat Sanha berdiri.

 

“Ada apa?” tanya Sanha. Si pemuda memukul pelan dahi Reine, mengejeknya dengan senyuman jahil. “Kau berantakan sekali, tuh.”

 

Reine menatap Sanha jengkel. Sedetik kemudian, emosi Reine bertukar menjadi binar kebahagiaan yang tercermin pada iris kehijauannya. Gadis itu mengibaskan amplop yang sedari tadi ia pegang, tersenyum bangga. “Aku mau kasih ini untuk Kak Moonbin!”

 

Sanha terperanjat. Ia tertawa canggung, tapi tangannya diam-diam mencengkeram ujung seragam dengan kuat.

 

“Kapan?”

 

“Sepulang sekolah!” jawab Reine girang. “Wish me luck, okay?”

 

Sebelum Sanha sempat menjawab, Reine sudah berlalu. Langkah si gadis ringan dan gembira, seolah dia sudah tahu kalau takdir tak akan menghalangi romansanya dengan Moonbin, senior mereka.

 

Sedang Sanha masih diliputi perasaan kalut. Dia harus mendukung sang karib, tapi tak dapat memungkiri kalau rasa sayangnya pada Reine juga minta dimenangkan.

 

Mengeratkan kepalan tangan, dalam hati Sanha bertekad.

 

Hari ini, sepulang sekolah, dia tak akan membiarkan dirinya kalah.

 

.

 

“Kalau kau melepas itu, penderitaanmu juga akan berakhir.” Aphrodite mendesah saat melihat anaknya telungkup tak berdaya di atas dipan penjara. Sementara Ares, ayah Eros sekaligus suami Aphrodite, masih enggan menemui si dewa cinta. “Zeus tidak akan berhenti sebelum kau mematuhinya.”

 

Sudut bibir Eros terangkat, membentuk sebuah seringaian. Walau tak mengatakannya secara langsung, Eros yakin betul Aphrodite paham akan egoisme yang menjadi ciri khasnya.

 

“Aku akan lebih menderita kalau tidak ada panah ini, Bu.”

 

Lagi-lagi, Aphrodite membuang napas kasar. Tampaknya Zeus sudah terlalu sering menahan amarah terhadap Eros. Sekarang, hati si pemimpin para dewa tak mau beku bahkan saat Aphrodite melancarkan bujuk rayu.

 

‘Panah itu lepas, lalu Eros akan mendapatkan kembali apa yang kuambil,’ titah Zeus kala itu.

 

“Omong-omong,” celetuk Eros. “Bagaimana dengan nasibku di sana, sebagai Yoon Sanha?”

 

“Mati karena kecelakaan,” jawab Aphrodite. “Semua yang mengenal Sanha hanya akan mendengar itu tanpa mengulik latar belakangmu.”

 

“Apa Reine Choi menangisiku?”

 

Aphrodite mengangguk singkat. “Lebih keras dari yang lain.”

 

Kurva sempurna terpatri di bibir Eros. Bersamaan dengan itu, kehangatan di dadanya muncul lagi. Sensasi pertama yang ia rasakan selama berabad-abad menekuni cinta. Terbilang konyol, memang, tapi Reine Choi adalah cinta pertama bagi Eros.

 

“Yoon Sanha sudah mati. Lepaskan saja, Eros. Toh Reine Choi dan Moonbin sudah digariskan bersama. Bahkan tanpa panahmu, mereka sudah ditulis di surga sebagai pasangan.”

 

Eros kembali menggeleng. Perkataan Aphrodite benar. Tugasnya hanyalah melancarkan hubungan para insan berdasar takdir. Sedang panah yang kini menancap di dada adalah obat dari keegoisan serta kehausannya terhadap kasih sayang.

 

Apa yang mereka namakan cinta itu menyakiti Eros, sekaligus mengingatkannya pada Reine. Sosok pertama yang membuatnya sedemikian gila hingga mampu menikmati rasa sakit; bagai ekstasi.

 

“Biarkan saja, Bu. Aku yakin Zeus akan membutuhkanku lagi, entah berapa abad lagi.”

 

-end.

 

A/N

Halo! Ini pertama kali saya menulis setelah sekian lama. Ini jauh dari kata bagus, tetapi nggak apa, ‘kan, kalau saya berharap apresiasi dari kalian?

See ya on comment box!

Advertisements

8 thoughts on “[A December To Remember] Unrequited

  1. It’s been a long time uda ga pernah baca AU, krna entah otak ini butuh kerja keras buat mikir hehe. Anyway hinatsuu. First of all, terima kasih uda mau menyempatkan diri meramaikan project ini 😉 Dan Yoon Sanha—dia wujud Eros di bumi kan? Karna ia gamau Reine berjodoh dg Moonbin, dia menancapkan panah ke dadanya. it has deep meaning. Hahaha serius. Aku suka bahasa Dan alurnya. Aku suka ceritanya, nice story hinatsu! Sora’s here anyway

    Liked by 1 person

    1. Halo, Kak Sora! It’s nice to know you, by the way.
      Pertama saya juga mau mengucapkan sama sama dan terima kasih sudah mengizinkan saya ikut event iniㅋㅋ
      Yaas, Sanha itu perwujudan Eros di bumi dan accidentally jatuh cinta sama Reine. Thanks for reading Kak!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s