AU · Dark · December Project · Drama · FF Project · Genre · Length · NC -17 · Rating · Romance · Vignette

[A December To Remember] Paradise Lost


Paradise Lost

© LDS, 2016

EXO Suho, Apink Chorong, EXO Lay (as Rei), slight!Red Velvet Irene

AU, Dark, Romance, Drama // Vignette (1,3K+ words) // NC-17 // [Disclaimer] Terinspirasi dari Paradise Lost karya John Milton. Plot milik saya, tapi chara bukan. MURNI FIKSIONAL. Saya tidak mengambil keuntungan komersial.

prompt: Tie up a ribbon that never untied.

.

“Apakah kau tidak tahu? Identitas berbahayaku?” (EXO – Tactix)

***

Dalam gelap dan dinginnya Neraka, Suho menemukan kembali keindahannya yang semula tenggelam.

Tuhan mengatakan Suho terlaknat, tetapi bagaimana mungkin Yang Maha Kuasa menciptakan satu makhluk yang sepenuhnya menjadi kutukan bagi makhluk lain? Suho tahu dirinya, yang dihidupkan dari inti api murni, lebih mulia dari manusia berinti tanah, sayang Tuhan tidak  mempertimbangkan cikal-bakal suatu makhluk untuk menentukan kelayakan si makhluk di sisi-Nya. Amalan berdasarkan kesetiaan dan cinta adalah kunci mutlak menuju Surga, sedangkan Suho telah bersikap angkuh sesaat setelah Tuhan memamerkan kreasi terbarunya, apalagi kalau bukan manusia? Dalam sekejap mata, Suho pun terusir jauh ke dasar Neraka, di mana ia—untuk sejenak—meratapi kebodohan yang mengubahnya jadi makhluk terkutuk. Ya, tapi itu hanya sejenak, karena setelah itu Sungai Hitam di Neraka memantulkan sosok Suho yang amat sempurna. Permukaan air yang jernih tak dapat berbohong dan salah satu sudut bibir Suho terangkat licik.

Ini tidak terlalu mengejutkan.

Kadang, Tuhan memang terlalu baik—atau Dia semata tidak ingin kisah hidup manusia berjalan menjemukan di dekat istana-Nya, sehingga Dia berkenan menyisakan satu anugerah-Nya untuk Suho: anugerah untuk menyesatkan manusia. Harus ada gejolak. Manusia yang sekarang terlalu tunduk pada Tuhan, tidak mungkin menimbulkan gejolak itu sendiri, padahal menurut Suho, manusia memiliki titik lemah bernama nafsu yang mestinya gampang diusik. Suho merendahkan tubuhnya, dekat sekali dengan permukaan sungai, dan berdebar-debar menyaksikan bayangannya sendiri—nafsu itu tersulut tanpa diminta. Jika bisa, sudah barang tentu Suho menggauli bayangannya sendiri, tetapi tidak. Kesempurnaan itu tidak akan bermanfaat jika ia seorang yang menikmati. Manusialah yang harusnya menikmati ini sampai terendam jauh dalam hasrat, lalu sebelum mereka sadar sudah sangat jauh dari jalan Tuhan, Suho akan mengacaukan mereka.

Uniknya, Suho tidak menarget Rei, manusia pertama yang secara tidak langsung membuatnya terusir. Yang Suho dekati adalah makhluk jelita yang senantiasa mendampingi Rei, Chorong namanya, seorang perempuan, manusia jenis lain yang kemungkinan besar sama bodohnya dengan Rei, hanya lebih cantik. Dan lembut. Dan menggiurkan.

Dan … tampaknya mudah dibujuk.

Lihatlah bagaimana sepasang manik hitam Chorong berbinar menyaksikan yang indah-indah di Surga: taman, burung-burung serta nyanyian mereka, dan jangan lupakan Buah Terlarang yang berwarna merah menyala, bulat sekepalan tangan, tergantung sangat rendah namun terlarang untuk dipetik. Rei mengagumi hasil karya Tuhannya, tetapi Chorong jauh lebih kagum dan tergetar. Dari Neraka terdalam, Suho masih mampu melihat bagaimana manisnya semburat di wajah Chorong ketika memandang Rei (yang—Suho benci mengakui ini—memang rupawan) untuk pertama kali—dan sempat terpikir olehnya untuk menyimpan kecantikan Chorong tanpa terbagi.

Mustahil, tentu saja, sekaligus menjijikkan sebab Chorong itu manusia. Semua manusia itu hina.

Atau jikapun mereka mulia, Suho siap menghinakan mereka oleh pesonanya yang tak tertolak.

Layaknya takdir, hari itu Chorong tidak didampingi Rei dan Surga begitu gampang ditembus. Suho membaur dengan sangat baik di antara beragam perhiasan Surga, mulai dari pohon-pohon berdaun lebat hingga bidadari-bidadari di sana, karena wujudnya yang sekarang sama indah dengan itu semua. Ia dekati pohon Buah Terlarang, memetik satu buahnya, dan memakan buah itu di bawah salah satu dahan.

Chorong terpaku.

Sebagai makhluk pelengkap eksistensi Rei di Surga, Chorong tidak pernah bertemu dan—jelas—tidak pernah mengagumi pria selain Rei. Sosok asing Suho menarik perhatiannya dengan cara yang misterius, tetapi juga mengerikan, terlebih Suho tengah menikmati buah yang selama ini menggodanya. Seperti halnya memakan Buah Terlarang, memandangi Suho terlalu lama sebetulnya buruk untuk Chorong yang terlanjur diikat oleh Tuhan pada Rei.

Namun, Chorong tak bisa berpaling. Sesuatu dalam jiwanya terbakar menyaksikan garis-garis tegas hasil pahatan Tuhan pada raga Suho, juga nyala yang samar tertangkap dari sepasang iris gelap itu. Chorong mengenali sang nyala sebagai hasrat, tak jarang ia temukan pada Rei, tetapi hanya saat mereka sedang bercinta; di saat-saat lain, Rei menjejali tatapannya dengan puja-puji pada Tuhan saja.

Menarik.

Tapi tidak boleh dijamah.

Suho tahu Chorong takut; debar bimbang perempuan itu terdengar olehnya. Senyum Suho mengembang lebih lebar, terarah ke awang-awang walau sebetulnya ditujukan pada calon korbannya. Suho menggigit lagi Buah Terlarang itu, membiarkan cairan kemerahan dari buah mengalir turun dari sudut bibirnya, membasahi kulit mulusnya, mengukir jalan ke sisi lehernya. Punggung tangannya yang ternodai air Buah Terlarang segera bersih kembali lantaran ia menjilat cairan itu, menyesap rasa manis di tangannya hingga habis, sebelum menggigit-mengunyah-menggigit lagi buahnya. Sensasi menggelitik menjalar ke sekujur tubuh Suho …

… begitu pula Chorong.

Tidak mampu menahan diri, Chorong bangkit dari balik semak-semak, mendekati Suho dengan kaki gemetar. Suho diam, pura-pura kaget, dan lantas tersenyum. Lengannya terulur, buah yang digenggamnya terus mengalirkan warna merah hingga ke siku, sementara aroma segar buah itu menguar menyapa penciuman si wanita Surga.

Chorong meraih tangan Suho. Meresapi betapa halus tangan itu. Betapa hangat dan besar, mirip milik Rei, tetapi Suho terasa … berbeda. Gelenyar aneh muncul dari dasar perut Chorong ketika ia menunduk, sekali lagi dibuat terkagum oleh keharuman Buah Terlarang yang kini hanya berjarak setipis rambut dengan bibirnya. Chorong menggigil, mendadak kepanasan, dan setelah menelan gigitan pertamanya, kuncup-kuncup peraba di permukaan tubuh Chorong menjadi amat peka.

Lagi. Lagi. Satu gigitan tidak cukup.

Candu. Tanpa melepaskan jemari lentiknya di sekitar telapak Suho, Chorong terus memakan Buah Terlarang sembari menyesap sarinya. Sentuhannya yang semula tak bermakna pada kulit Suho kini seakan sanggup melelehkan seluruh persendiannya. Bibir lembut yang setengah terbuka itu mengembuskan patahan satu-satu, kian pendek seiring menggelegaknya gairah. Buah Terlarang tidak lagi bersisa, tetapi efek menyantapnya tertinggal di tubuh Chorong untuk jangka waktu yang lama. Wanita itu jatuh, bersimpuh, mengusap-usap sisa air buah di bibir.

Percuma.

Chorong sudah memakan buah itu, melanggar larangan terbesar Tuhan, dan tidak ada cara untuk memutar mundur waktu.

Tidak ada cara. Suho sudah merobohkan Chorong ke atas tanah dan menurunkan pakaiannya amat perlahan, membuat Chorong gila hanya karena gesekan kain. Chorong menangis tanpa suara, dihantui rasa bersalah, tetapi geliat tak sabarnya berkhianat; ia menginginkan Suho sekarang juga. Mata Suho berkilatan, tubuhnya menanggapi dengan cara yang sama.

Awalnya sebuah ciuman, di tengahnya bersahutan desahan, kelima indra menjelajah gila-gilaan, merekam segala kenikmatan hingga akhirnya tiba, sebuah penyatuan. Kepala Chorong berputar, batas antara anugerah dan dosa melebur saat ia memejam. Pria ini bukan Rei, tetapi mengapa bisa terasa sedahsyat ini? Rei jadi kehilangan arti, kini bagi Chorong cuma ada Suho dan Suho.

Di lain pihak, Suho telah mengikat Chorong dengan tali yang selamanya tak akan bisa diputus.

“Siapa … kau?”

“Siapa aku? Perlukah kau tahu?”

Perlukah? Terlambat, terlambat. Suho menebar tanda di permukaan tubuh Chorong dengan bibirnya, giginya, lidahnya, jemarinya, semua meninggalkan bekas yang pedih tapi luar biasa nikmat. Siapa pun Suho, Chorong tidak bisa lagi lepas darinya. Desahan dan erangan Chorong lolos lagi ketika Suho mengulum puncak payudaranya, sementara di antara lipatan kewanitaannya yang lengas, Suho tidak berhenti menghunjam.

“Tolong … ah … he-hentikan …. Rei ….”

“Mengapa berhenti ketika kau sendiri menginginkan? Dan Rei tidak ada di sini. Aku yang ada.”

Karena kata-kata itu, hingga raganya terkulai tak berdaya di hamparan rerumputan Surga usai mencapai pelepasannya bersama Suho, Chorong bungkam. Cuma isaknya yang terus terdengar; bahkan tubuhnya tak sedikit pun dapat bergerak tatkala Rei datang dan menatapnya kecewa.

“Aku mencintaimu, Chorong, tetapi sekarang, aku tidak bisa lagi menolongmu. Tuhan melarangmu, mengapa kau mengabaikan-Nya?”

Rei menangis, Chorong melunglai. Menggunakan rantai-rantai membekukan, Suho melilit Chorong, lantas menyeret korbannya ke dasar Neraka. Di atas, Tuhan mengambil satu lagi rusuk Rei dan menciptakan manusia baru—perempuan baru—sebagai pendamping si manusia.

“Teringat akan penciptaanmu sendiri? Perempuan malang. Dengar ini; jika di atas kau hanya jadi barang pajangan, di bawah kau bisa menjadi penguasa. Kau bodoh, tetapi sangat indah dan sudah jadi milikku sekarang, maka lupakanlah masa lalumu segera dan tenggelamkan manusia-manusia lain bersamaku. ”

Bisikan Suho tertancap kuat pada retakan-retakan yang baru terbentuk di hati Chorong. Rei dan perempuan kedua itu—Irene—terlihat jauh lebih serasi dibanding dirinya dahulu.

Ketika dingin Neraka menyergap punggungnya, Chorong mengulas senyum getir.

“Aku akan membuat dosa tampak sangat indah di mata anak-cucu Rei. Pasti. Pasti.”

Setibanya di dasar Neraka yang dingin, Suho mendekap Chorong, mempertemukan bibir mereka, dan terkekeh puas di sela ciumannya.

TAMAT

Advertisements

12 thoughts on “[A December To Remember] Paradise Lost

  1. Hi, minariFini here~~ salam kenal ya
    pertama, terimakasih atas partisipasinya, kamu sudah meluangkan waktu untuk mengikuti project kami kkk dan boom, aku suka banget FFmu. Kyaaa ini yah aku terus penasaran makanya aku terus baca tanpa putus, aku suka bahasamu dan flows ceritanya unik serius!!
    Aku suka banget pilihan kata-kata dan hal itu membuat cerita ini unik, karena yah ini kisah Adam dan Hawa kk dan jujur dasarnya aku suka banget cerita Adam Hawa dan ini kamu buat kisah fiksinya , intinya kena banget. Pokoknya dari atas sampai bawa aku suka banget sama karya kamu kkk
    Keep writing ya ~~
    Semoga kita bertemu lagi di project selanjutnya ya ~~

    Like

  2. One thing—WAO!! IT’SS REALLY WOW! I love the plot, aku suka ceritanya, aku suka bahasanya Dan semuanya! aku ga pernah baca cerita yg km terinspirasi itu sbnernya dan bener ini keren serius. How did you bring this story really really epic? how old are you? Lmao—i know it’s silly but I do love it so much!! Sora’s here! Salam kenal 😉 and I might be your next fans of your stories! Can’t wait for another story of yours!

    Like

  3. wow!!! LDS! iniii oke, untung ide cerita ini dikembangin sama kamu, coba kalau yang lain kayaknya bakal jadi nc hehehe ya ngga sih ini ada cipratan nc yang begitu kentara? tapi bikos diksimu tertata, ini jadi memiliki kesan beda. well, setan emang sukanya gitu kan yaa. wah, biasanya kan suho jadi pure angel, e tapi ini ganti gelar fallen angel KEREN! bayangin suho smirk itu sesuatu yg baru, buatku, sih 😀

    oke, LDS. keep writing!!! ^^

    Like

    1. halo ANee ^^ aku merasa sangat sering melihat nama ini di blog2 yg kufollow, mungkin setelah ini aku akan mampir ke blog kamu juga biar tau tulisannya 🙂
      dan ya, iya ncnya eksplisit *tutupmuka* akhir2 ini aku shameless tapi ya gimana bikos buat entri event tdk pernah ada yg mengizinkan keberadaan NC :p bukan berarti aku akan melestarikannya juga, aku sering bergidik nulisnya ~
      fallen angel!suho sounds cool yha gara2 monster juga sih dia jadi rada2 garang piye gitu kelihatannya ehe.
      terima kasih utk komennya dan salam kenal, aku Liana 95line ^^

      Liked by 1 person

  4. KAK LII APAA INIII! IBU CHORONG DIAAPAIN SAMA SI SUHO HAAAH XD Aku bacanya itu dengan perasaan teraduk-aduk. dan gaya bahasamu senpai, itu khas banget, punyanya liana sekali huhu. Ini apa before story-nya fiksimu yang suho-irene-lay yang sebelumnya itu kah?
    Anyway dark-nya ngena sekali, dan aku sukaaaa! Keep writing kak 😀

    Like

    1. KENAPA KAMU DI SINIIIIIII KAMU KAN MASIH KECIL
      ahay kejebak, jgn2 kamu ga liat ini ratingnya NC :p diksi apaan itu mah perasaan cuma trik kotor bagaimana-NC-ini-tidak-terasa-terlalu-NC XD bahasanya diperhalus dikit2 doang, dibelitin dikit2 tapi yha tetep ada sih sebetulnya
      makasih sdh baca dan uff, maaf sdh menjebakmu di ff dewasa ini ~

      Liked by 1 person

  5. Like it!!! Really like it!!! Pkonya suka semuanyaaa, mulai dr pilihan castnya (Kak Yixing, Mas Joonmyeon sm Kak Irene), sampai alur cerita sm diksi yg dipilih. Wow !! Suka pkonya, goos job 🙂

    Klo boleh mau lg dong yg ada Kak Yixing nya 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s