December Project · Family · FF Project · Ficlet · G · Genre · Length · Rating

[A December To Remember] The Unwanted Phone Call


Author: Angela Ranee

Title: The Unwanted Phone Call

Cast: [SEVENTEEN] Jeon Wonwoo & [Red Velvet] Kang Seulgi

Genre: Family

Length: Ficlet

Disclaimer: I do not own anything except the storyline.

Author’s note: First time taking part in Mnjfanfiction’s event. The story is written based on the prompt: “I hate you so much, but I love you.” Take a comfy seat and probably a cup of hot beverages before reading. Enjoy J

.

Dingin, satu kata yang bisa menggambarkan suasana siang hari itu. Langit yang berawan kembali menurunkan butiran-butiran salju ke permukaan tanah. Udara pertengahan bulan Desember berhembus menusuk tulang. Jalan-jalan tampak sepi lantaran sebagian besar orang enggan meninggalkan rumah. Jeon Wonwoo mempercepat langkahnya, sembari berhati-hati agar tidak terpeleset dan jatuh secara tidak elit di trotoar yang licin. Uap-uap putih keluar dari kedua belah bibir tipisnya yang mulai memudar dan mati rasa. Ini adalah hari terakhirnya kuliah, dan Wonwoo sudah merancanakan hibernasi setidaknya sampai seminggu ke depan.

Kurang dari dua puluh lima langkah lagi hingga pemuda itu menginjakkan kaki di teras rumah ketika ponselnya bergetar di dalam saku celana, membuat pemuda itu terpaksa berjalan pelan-pelan sembari menerima telepon dari seseorang yang setahu Wonwoo sedang berburu diskon holiday sale di mal.

“Ada apa?” tanya Wonwoo dengan nada ketus.

Tolong jemput aku sekarang.”

Tunggu, orang gila itu sedang tidak bercanda, ‘kan?

“Kalau yang barusan itu merupakan satu dari sekian banyak guyonan basimu, aku bakal membuang koleksi lipstikmu ke tempat sampah.”

Tunggu, tunggu sebentar! Aku serius!

“Seserius apa kali ini?”

Dammit, Wonwoo! Ban kanan depan mobilku masuk parit!

Oh, oke, itu terdengar serius.

“Bagaimana bisa?”

Well, area parkir mal penuh dan aku terpaksa memarkirkan mobilku di pinggir jalan.”

“Kemudian?”

Aku memarkirkannya di atas parit yang tertutup salju karena aku pikir airnya sudah membeku.”

“Oh, tolong jangan dilanjut—“

Esnya mencair dan ketika aku kembali aku mendapati bannya sudah melesak masuk ke dalam parit. Cerita tamat.

“—dasar bodoh.”

Ayolah, itu benar-benar tidak disengaja!” keluh suara di seberang. “Aku baru saja tertimpa musibah dan kau masih saja bisa bersikap jahat kepadaku!

“Seul-freaking-gi, aku baru saja sampai rumah dua menit yang lalu!” kali ini Wonwoo mengerang frustasi, tidak peduli bahwa ia baru saja memanggil wanita yang lebih tua dua tahun darinya itu tanpa embel-embel “kakak”. “Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi dengan cuaca seperti ini, tahu!”

Dasar berlebihan!” sungut Seulgi. “Sebentar saja, Wonwoo!

“Kenapa kau tidak telepon taksi atau naik bus?”

Sudah, tapi taksinya tidak datang-datang.”

“Bagaimana dengan busnya?”

Barang belanjaanku banyak sekali, Bodoh.”

“Satu lagi alasan basi karena kau terlalu pelit untuk membayar biaya transportasi, tapi menghambur-hamburkan begitu banyak uang demi pakaian dan lipstik.”

Aku akan traktir kau setelah ini, bagaimana?

“Tidak, terimakasih.”

Aku akan belikan kau sepatu Jimmy Choo di etalase yang bikin kau tidak bisa tidur nyenyak selama dua malam itu!

“………”

Jangan berani-berani putuskan sambungan teleponnya!

Deal. Aku ke sana sekarang.”

Kau memang tahu cara terbaik untuk bikin aku bangkrut,” Seulgi menggerutu, yang dibalas oleh tawa usil oleh adik laki-lakinya.

Setelah memutuskan sambungan telepon, pemuda jangkung itu segera mengeluarkan sedannya dari garasi. Bensinnya habis, salah satu alasan mengapa hari ini ia memutuskan berangkat dan pulang dari kampus dengan bus. Ha, Wonwoo akan tetap meminta Seulgi mengganti ongkos bahan bakar. Ia merasa berhak mendapatkan begitu banyak tunjangan dari kakak perempuannya. Wanita berisik itu terlalu sering menjadikan Wonwoo sebagai asisten pribadinya dan menyuruhnya melakukan hal-hal yang dirasa membuang-buang waktu berharga Wonwoo.

Ponsel Wonwoo kembali bergetar, satu pesan singkat masuk dari Seulgi.

You’re a pain, Brother.

Wonwoo terkekeh pelan, memutuskan untuk tidak membalasnya dan membuat Seulgi sebal setengah mati. “Yet you know you love me, Sister,” gumam Wonwoo.

.

.

-fin.

 

Advertisements

2 thoughts on “[A December To Remember] The Unwanted Phone Call

  1. Lmao—i’n laughing because of this sibling. But really they are cute! I hope I can find other story if them in the future. p.s, I wish you really do that. Hahaha. Anyway Sora’s here. Salam kenal 😉 and really—thanks a lot uda mau menyempatkan diri demi memeriahkan ulang tahun MNJ 😉 can’t wait to read another story of yours 😉

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s