December Project · FF Project · fluff · Genre · Length · One Shoot · Rating · Teen

[A December To Remember]Never Be Alone


Never Be Alone

Author@minariFini/Tittle: Never Be Alone / Cast : Choi Minhwan, Song Eun Bi (Oc) and Song Seunghyun/ Genre: Fluff / Leght: One Shoot/ Ratting : Teen

Disclaimer: Hanya sebuah karya Fanfiction tentang Choi Minhwan, drummer of FT Island dengan Oc. Jangan dianggap serius, segala yang ada di dalam karya ini bersifat fiksi dan tidak nyata. Karya ini dibuat untuk memeriahkan Ulang Tahun Mnjfanfiction yang ke 5. FF ini terinspirasi dari salah satu prompt yang telah disediakan oleh Mnj dan lagu dari Shwan Mendes- Never Be Alone.

AN : huiiiiuii ketemu lagi dengan saya author mnj yang paling unyuk xD sebelumnya saya mau mengucapkan selamat ulang tahun untuk mnj yg ke 5 semoga kedepannya semakin baik dan FF di MNj semakin keceh seperti saya xD /ditampar/ okeh, ini ceritanya saya kangen banget sama Minhwan xD bias utama nih dan yah akhirnya saya bisa bernostalgia menulis FF ini wkwkwk. FF ini muatannya sangat ringan ^^ dan fluffy xD jadi siapkan mental kalau nanti ketemu adegan yg super Cheesyyyy kayak keju mozarella yang lumer-lumer gitu hahaha xD udah ah, itu aja. Enjoy ~

‘Tie up ribbon that never untied’

 

Eun Bi memandangi jarum jam dinding kamarnya. Saat itu, dua anak panah jamnya berhenti pada angka 11:11 , ia pun menghela nafas. Sebelas-sebelas identik dengan Choi Minhwan menurutnya. Mengingat Minhwan sama dengan mengingatkan dirinya akan realiti yang harus ia hadapi.

 

Akankah ia mampu berdiri sendiri tanpa bantuan dari pria itu? Sungguh, sebenarnya Eun Bi sangat takut jika harus berpisah dengan Minhwan. Ia sudah terbiasa bersama dengan Minhwan sejak kecil. Jika harus berpisah, Eun Bi tak tahu harus bagaimana. Kepala Eun Bi terasa berat jika ia membayangkan hari-harinya nanti tanpa pria itu. Eun Bi pun menutup mata dengan lengan kirinya. Ia memejamkan matanya.

 

 Crak’

 

Pintu kamarnya terbuka. Eun Bi menurunkan lengannya. Mata Eun Bi membulat kala mengetahui seseorang yang masuk ke dalam kamarnya, “ waktunya makan siang. “ Eun Bi mengigit bibirnya gugup. Baru saja ia memikirkan pria itu. Dan kini pria itu sudah berada di dalam kamarnya sambil membawa nampan berisi bubur. Perlahan Eun Bi bangun dari kasurnya dan menyandarkan punggungnya pada bantalan ranjang.

 

“Minhwan, aku tidak mau makan bubur lagi. ” Gerutu Eun Bi saat pria itu meletakkan nampan makanan di nakas Eun Bi.

 

Minhwan  mengambil meja lipat yang terletak  di samping almari. Ia pun membuka lipatannya dan menempatkan meja lipat itu di atas kasur Eun Bi. “ Kalau demammu sudah turun, aku tidak akan memaksamu makan bubur lagi. Janji.  “ Minhwan tersenyum pada Eun Bi. Tidak ada kata yang keluar dari mulut Eun Bi dan Minhwan pun akhirnya menaruh nampan makanan di atas meja lipat itu. Tak lupa ia menyeret kursi untuk dirinya duduk di samping tempat tidur Eun Bi. Setelahnya, Minhwan memberikan sendok pada Eun Bi.

 

“ Kau tidak mau menyuapiku seperti kemarin? ”

 

Minhwan mengusap wajahnya, ia tak tahan untuk tidak tertawa. Minhwan tahu, jika Eun Bi sakit, gadis itu akan sangat manja pandanya. Memintanya ini itu. Tapi untuk hari ini, ia akan berusaha untuk tidak menuruti semua keinginan Eun Bi. Karena sebenarnya gadis itu sudah nampak lebih baik dari pada dua hari yang lalu. “ Kalau kemarin kan aku benar-benar tidak bisa melakukan apapun? Kau bahkan minta bantuan bibi saat ingin buang air kecil ? ” Minhwan menyelipkan sendok pada jemari Eun Bi.

 

Eun Bi mendecih, ia menatap Minhwan kesal. “ Ayolah, aku masih terbilang sedang sakit saat ini. “

 

먹다. “ Minhwan mengatakannya dengan suara pelan. Matanya mentap Eun Bi yang sedang merajuk seperti anak kecil. Minhwan menahan tawanya.

 

“Aku tidak akan makan jika kau tidak menyuapiku. “ Eun Bi meletakkan kembali sendoknya dan kemudian ia melipat lengannya. Setelahnya ia membuang muka. See , Eun Bi memang tidak siap jika harus berpisah dengan Minhwan. Ia selalu bergantung pada pria itu. Selain itu, Eun Bi selalu ingin mendapat perhatian penuh dari  seorang Minhwan.

 

“Ya sudah, aku akan menunggumu sampai kau mau makan. Kau harus makan sendiri hmm.” Minhwan menepuk-nepuk pucuk kepala Eun Bi lembut.

 

Mudah sekali bagi Minhwan untuk membuat ekspresi wajah Eun Bi melunak. Perlahan gadis itu menatap Minhwan. Sorot matanya masih mencoba membujuk Minhwan untuk menyuapinya namun, sekali lagi Minhwan tetap teguh pada pendiriannya. Pria itu menyuruh Eun Bi untuk makan sendiri.

 

Eun Bi menghela nafas berat, perlahan ia mengambil sendoknya. Ia pun menyuapi dirinya sendiri. Ada perasaan aneh yang menyelimutinya, ia mencuri pandang ke arah Minhwan. Si pria menyandarkan punggungnya pada bantalan kursi. “ Good.”

 

Untuk beberapa kali suap, tak ada percakapan diantara keduanya. Eun Bi seakan tenggelam pada pemikirannya. Mungkin nanti ia harus terbiasa makan sendiri seperti ini. Sebentar lagi, ia bukan seorang siswi SMA yang hidup dalam hayalan semu. “ Minan.”

 

“hmm, “

 

Eun Bi membasahi bibirnya, “ apa kau tidak sedih karena sebentar lagi kita hmm akan lulus. “Eun Bi memasang matanya pada Minhwan. Ada rasa gelisah di hati Eun Bi, karena Minhwan nampak biasa-biasa saja. Bahkan pria itu tidak pernah menunjukkan sesuatu hal yang berbeda, tidak seperti dirinya yang cemas akan sesuatu yang masih belum pasti.

 

“Mengapa harus sedih?”

 

“Kau tidak sedih sama sekali?” Suara Eun Bi terdengar seperti bisikan. “ Kau benar-benar tak sedih berpisah denganku?” Eun Bi tertunduk.

 

Untuk sejenak keduanya bungkam, Minhwan memilih untuk mengalihkan pandangannya. Sebenarnya Minhwan tahu arah pembicaraan Eun Bi. Gadis itu pasti akan menyinggung masalah ini. Minhwan menghela nafasnya, “ Eun Bi-ah, meskipun kita berpisah, kita masih tetap bertemu.“

 

“Aku tahu.”

 

“ Perjalanan Seol- Busan hanya butuh tiga jam dengan kereta cepat, sudahlah jangan terlalu dipikirkan hmm, “ Eun Bi masih bungkam. Minhwan menarik kursinya lebih dekat. Ia meraih jemari gadis itu dan mengenggamnya. “ Eun Bi-ah…”

 

“ Minan, mungkin ini akan terdengar sangat kenak-kanakan. “ Eun Bi memotong, ia harus menyampaikan apa yang ia rasakan. Eun Bi sudah tidak tahan lagi menyimpan perasaan gelisah ini sendiri. Eun Bi mengamatai wajah Minhwan sebelum membuka suaranya, “ aku tahu, meski kita selalu bersama suatu saat nanti kita juga akan berpisah. Kita memiliki mimpi dan cita-cita yang berbeda juga. Setalah upacara kelulusan nanti, kita akan berjalan pada jalur masing-masing. Kau akan melanjutkan studimu di sini. Kau ingin masuk ke universitas yang sama dengan Hong Ki oppa. Dan aku akan kembali ke Busan.” Eun Bi menghela nafasnya berat. Sorot matanya meredup.

 

“ Jika bukan karena ayahku yang meminta untuk melanjutkan studi di  Busan, mungkin aku akan memilih universitas yang sama denganmu. Meskipun jurusannya berbeda yang penting tetap bersamamu, karena A-aku tak b-bisa jauh darimu. “

 

Minhwan sempat menahan nafasnya karena ucapan Eun Bi. Tentu ia merasakan hal yang sama seperti gadis itu. Minhwan juga sempat cemas akankah Eun Bi bisa melakukan sesuatu sendiri tanpa dirinya? Namun segala bentuk kecemasan itu, Minhwan sanggup mengendalikannya. Eun Bi akan pulang ke Busan, semua keluarganya ada di sana. Tentu mereka akan menjaganya.

 

“Eun Bi-ah, aku tahu bagaimana perasaanmu. Aku juga merasakan hal yang sama. “ Minhwan menatap bola mata gadis itu. “ Tapi aku yakin,  kau akan baik-baik saja meski jauh dariku. Kita masih bisa bertemu. Aku bisa pulang ke Busan setiap bulan, kita masih bisa bertukar pesan atau saling menelpon hmm.”

 

Perlahan Eun Bi melepaskan tautan jemari Minhwan. Wajah gadis itu nampak kurang puas dengan jawaban Minhwan. Eun Bi terdiam. Minhwan bisa menghela nafasnya.

 

“Eun Bi-ah.”

 

“Tapi bagaimana jika nanti, kita sama-sama sibuk dan t-tidak memiliki waktu?” Eun Bi mengigit bibirnya. Wajahnya gelisah.  Suara Eun Bi mulai terdengar parau. “ Kau tahu Minhwan, ayahku memintaku untuk membantunya di kantor  dan belum lagi kegiatan perkuliahan, yang aku yakini tidak akan sama seperti saat kita di bangku SMA. “

 

Ayah Eun Bi memiliki biro pariwisata di Busan. Paman Song, sudah  lama meminta Eun Bi untuk ikut serta dalam membantu biro pariwisatanya. Namun, Eun Bi belum siap akan hal itu. Mungkin ini salah satu penyebab gadis itu tumbang beberapa hari yang lalu.

 

“Kau?” Eun Bi memberi penekanan pada ucapannya seraya menatap Minhwan dalam. “ Kau mungkin  akan sangat sibuk juga dengan kegiatan band-mu dan juga kuliah, apa kau masih yakin bahwa kita nanti akan memiliki waktu untuk bertemu atau bertukar pesan atau…. “

 

“ Hey.. Eun Bi- ah liat aku. ” Minhwan memotong ucapan Eun Bi. Mata Eun Bi mulai berkaca-kaca. Eun Bi mengepalkan jemarinya- berusaha untuk menahan diri agar tidak menangis. Perlahan Minhwan meraih jemari Eun Bi kembali. “ I might be far but never gone, Eun Bi. Jika kau merindukanku, pejamkan matamu dan ingat, kita masih berada di bawah langit yang sama. “ Minhwan tersenyum hangat pada Eun Bi.  Gadis itu menundukkan kepalanya. Tak ada kata yang keluar dari mulut Eun Bi. Perlahan Minhwan pun merengkuh gadis itu dalam pelukannya. Eun Bi membenamkan kepalanya pada leher Minhwan.

 

Minhwan membelai lembut rambut panjang Eun Bi, “ aku akan melakukan hal yang sama ketika merindukanmu.  Percayalah kau tidak akan sendiri, kita akan tetap bersama melewati masa sulit itu. Ketika jarak memisahkan. Ketika kita sibuk dengan dunia masing-masing. “ Minhwan menggantung kalimatnya, ketika Eun Bi memeluknya sedikit lebih erat.  “Satu hal yang harus kau pegang, hati kita tetap satu. Kau hanya untukku dan aku hanya untukmu.  ” Tubuh Eun Bi bergetar, ia menangis. Tak ada hal lain yang dapat Minhwan lakukan selain membiarkan Eun Bi mengeluarkan seluruh emosinya. Minhwan mengeratkan pelukannya. “ Everthings gonna be alraight Eun Bi-ah. Percayalah.  

 

 

EPILOG

 

[ Eun Bi © 7;45 a.m ] Minan, aku dengar kau berada di fakultas yang sama dengan Kai XD

 

Minhwan menghela nafasnya, entah mengapa ada perasaan kesal menyusupi hatinya. Mengapa Eun Bi menyinggung masalah Kai – lagi. Minhwan membiarkan pesan Eun Bi. Ia pun memasukkan kembali ponselnya dalam saku celana. Minhwan memusatkan perhatiannya kembali pada sambutan Rektor. Ia sedang menghadiri upacara penyambutan mahasiswa baru.

 

Namun tak sampai beberapa menit, ponselmya bergetar kembali. Jangan ditanya, itu pasti Eun Bi lagi. Minhwan tetap membiarkannya.

 

PING

 

 PING

 

 PING

 

Terkadang ya, Eun Bi itu memang sangat menyebalkan. Jika ia mengirim pesan menanyakan tentang dirinya, Minhwan tentu, dengan senang hati menjawabnya. Atau bila memungkin ia akan menelpon gadis itu segera. Tapi ini, Tuhan tolong, mengapa Eun Bi harus menayakan tentang Kai? Aku ini kekasihnya atau bukan, sih?

 

“Hei, ponselmu terus bergetar. Berisik. Ubah profil ponselmu menjadi ‘silent’ .” Itu Seunghyun yang berkomentar. Minhwan hanya mendengus mengiyakan ucapan temannya.

 

Perlahan Minhwan pun mengeluarkan ponselnya. Ada beberapa pesan Eun Bi yang menucul pada layar ponselnya. Minhwan segera mengubah profil penselnya sebelum membuka pesan-pesan dari Eun Bi. Meski masih ada rasa kesal di hatinya, Minhwan tak sampai hati mendiamkan pesan Eun Bi begitu saja.

 

[ Eun Bi © 7;49 a.m ] Minani~~ Minariiiii~~~

 

Minhwan mendengus geli. Entah pikirannya melayang membayangkan Eun Bi mengatakan hal itu di depannya. Minhwan pun membaca kembali pesan lainnya.

 

[ Eun Bi © 7; 51 a.m ] Minan~~ jangan lupa, kalau kau bertemu dengan Kai atau berpapasan dengannya, sampaikan salamku ya. Bilang padanya aku melanjutkan kuliah di Busan ><

 

Minhwan menghela nafasnya. Tentu saja, pesan Eun Bi yang satu ini tidak akan mungkin sampai pada Kai. Cih, memangnya Kai siapamu? Minhwan melanjutkan membaca pesan Eun Bi lainnya.

 

[ Eun Bi © 7; 55 a.m ] Bila kau sempat, tolong kirimkan foto Kai yang sedang mengikuti upacara penyambutan mahasiswa baru. Aku dengar dia mengubah gaya rambutnya. Aku ingin liat kkk atau bila tidak mungkin, saat kau sedang free kirimkan fotonya ya XD

 

Makin lama pesan Eun Bi terlihat menyebalkan, Minwhan hendak memasukkan kembali ponselnya namun ada pesan dari Eun Bi yang baru saja masuk.

 

[ Eun Bi © 8;01 a.m ] Aku tahu, kau pasati sedang kesal kkk

 

[ Eun Bi © 8;03 a.m ] Baiklah, aku hanya bercanda. Aku tidak akan membuatmu kesal lagi hari ini. Janji.

 

[ Eun Bi © 8;04 a.m ] Hari upacara penyambutan mahasiswa baru di kampusku akan diadakan besok. Jadi hari ini aku sedang menikmati pagi di Busan. Musim semi di sini sungguh menyenangkan, orang-orang mulai nampak sibuk dengan kegiatan masing-masing. Nanti jam 10 aku akan berangkat ke kantor ayah kkk

 

[ Eun Bi © 8;07 a.m ] Minan, aku akan selalu memegang ucapanmu. Kau hanya untukku dan aku hanya untukmu. Aku akan segera membiasakan diri, melakukan sesuatu tanpa bergantung padamu. Aku akan melakukan segala kegiatanku sebaik mungkin.  Kau juga kan?

 

[ Eun Bi © 8;10 a.m ] Kesetiaan, kepercayaan dan pengertiaan kita akan diuji mulai sekarang, aku harap kita bisa melewatinya. So, lets tie up ribbon that never untied. Okay, itu saja. Semoga harimu menyenangkan ^^

 

Memang hanya Eun Bi yang mampu buat perasaan Minhwan berubah, dari kesal menjadi senang. Minhwan tersenyum. Rasanya ada satu energi yang membuatnya menjadi lebih bersemangat.

 

[ Sent 8;12 ] kkkk aku akan menelponmu nanti!

 

Dan setelahnya, Minhwan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku. Senyum di wajahnya masih terlihat. Jika Eun Bi ada di sampingnya, Minhwan akan memeluk gadis itu atau mungkin membawa Eun Bi kembali ke Seol dan menyimpannya untuk dirinya sendiri kkkk.

 

“Hei, ini masih pagi. Jangan senyum-senyum sendiri seperti itu. “ Dan terimakasih pada Seunghyun karena dirinya, Minhwan berhasil membuyarkan fantasi konyolnya.

 

“Heheh…”

 

Advertisements

5 thoughts on “[A December To Remember]Never Be Alone

  1. Minari-Eun Bi!! You bring back them finally lmao. Jadi ini ceritanya mereka Lulus sma dan nerusin buat kuliah ya? Ngakak dimana Eun Bi malah nanyain kabar kai drpada minari lmao. Tetep ya, kai tetep di hati meskipun dia pacarannya sama minari. Aku kra km buat mereka dewasa dan—cheesy nya hubungan mereka asih dipertahankan waks. Nice fanfiction noona 😉 ga sabar baca gmn mereka kerja nantinya hihi

    Like

  2. I might be far but never gone, aaaak untuk sesaat aku mulai ingat sensasi ff fluff setelah sekian lamaaaaaaa ga baca >\\\<
    Awalnya sempet bingung minan? Salah ketik kah eh ternyata emg eunbi panggil ahjussi minan? 😱
    Wkwkwk mianhae ka, abis di cumbaek pray minhwan gendut bgt aku jd ga tahan manggil dia ahjussi 😂
    Untuk yg 먹다 mgkin bakal lbh berasa akrab kalo d ganti 먹어 kak, saran aja.
    Thx for bringing fluff and tell me the meaning of tie up a never untie thing ㅋㅋㅋ

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s