December Project · Family · FF Project · G · Genre · Length · Rating · Vignette

[A December To Remember] Dream Comes True


Author : Chunniest

^

Title : Dream Comes True

^

Tema : Such a Sweet Dream, That’s You

^

Cast :

Leo a.k.a Jung Taekwoon (VIXX) || Park Jiyeon as Jung Jiyeon (T-ARA) || Jung Hana (OC)

^

Genre :  Family||Lenght : Vignette||Rating : G

^

Disclaimer:Ini cerita murni keluar dari pemikiran author. Jika ada kesamaan cerita itu hanyalah kebetulan belaka karena plagiat bukanlah sifatku.

^

Author note : Selamat ulang tahun untuk MNJ Fanfiction. Aku baru tahu blog ini melalui salah satu temanku.Semoga panjang umurnya dan sukses untuk MNJ Fanfiction.Semoga dengan aku ikut berpartisipasi bisa meramaikan event ini. Terimakasih buat admin yang sudah mengijinkan aku ikut dalam event ini.

 

Kebahagian terbesarku adalah saat melihat malaikat kecil tersenyum padaku

 

Taekwoon menyandarkan kepalanya di sandaran kursi seraya menghembuskan nafas yang berat. Seharian berkutat dengan dokumen dan layar komputer sudah menguras pikiran dan membuat matanya lelah. Lelaki itu menutup matanya seraya memijat tulang hidungnya.

Sandaran kursi yang empuk terasa seperti bantal.Hal itu membuat mata Taekwoon tergoda untuk tertutup.

“10 menit saja tidak masalah.”Ucap Taekwoon langsung mencari posisi nyaman dan langsung beralih ke alam mimpi.

“Appa…” Mendengar suara seorang anak kecil, Taekwoon langsung membuka matanya.

Kali ini lelaki itu tidak lagi berada di ruangan kantornya. Dia berada di ruang tamu dalam rumahnya. Taekwoon sejenak bingung bagaimana bisa dia sudah berada di rumahnya padahal tadi dia ada di kantornya.

“Appa….” Panggilan itu terdengar lagi.

Taekwoon bangkit berdiri dan berjalan mencari asal suara itu. Dia membuka pintu yang tepat di depan ruang tamu namun tidak menemukan seorangpun di ruang baca. Lelaki itu berjalan kembali menuju pintu dengan warna coklat muda. Sekali lagi lelaki itu tak menemukan seseorang di kamar tidurnya.

“Appa…” Suara itu kembali terdengar membuat Taekwoon semakin penasaran.

Kaki Taekwoon kembali melangkah menuju pintu berwarna ungu muda.Aroma minyak telon bayi langsung menguar.Lelaki itu segera membuka pintu itu dan langsung melihat seorang balita perempuan tengah duduk di lantai beralaskan tikar bulu.Gadis kecil itu melupakan mainan bonekanya sejenak sebelum menoleh.

“Appa….” Panggilan itu keluar dari mulut balita itu diiringi senyuman bahagianya.

Taekwoon tak bisa menahan bahagianya dan langsung berlari ke arah balita itu. Namun sedetik kemudian Taekwoon terjatuh dari kursinya yang nyaman.

“Aduuhh….” Taekwoon meringin merasakan pantatnya sakit.

Lelaki itu melihat sekeliling dan kembali melihat ruangannya yang tampak hening.T ernyata tadi hanyalah mimpi manisnya. Menyadari hal itu Taekwoon tersenyum bahagia. Dia berdiri dan membereskan mejanya. Lelaki itu memutuskan untuk pulang dan meninggalkan pekerjaannya.

*     *     *     *     *

Tangan Taekwoon memegang setir mobil dengan wajah yang berseri-seri. Berbeda sekali dengan wajahnya tadi sebelum mengalami mimpi indah. Bahkan senyuman tak menghilang sedetikpun dari wajahnya.

Ponsel lelaki itu berdering dan dia langsung mengambilnya dari saku celananya. Tanpa melihat siapa yang menelponnya dia langsung mengangkat dan menempelkan di telinganya.

“Oppa, kau di mana? Ini sudah jam 11 malam tapi Oppa belum juga pulang.” Suara manis gadis yang selalu menghiasi hidupnya selama hampir setahun terakhir ini terdengar cemas.

“Maafkan aku, tadi aku berencana lembur tapi malah ketiduran.Ini aku sedang dalam perjalanan pulang.”Ucap Taekwoon dengan nada ceria.

“Oppa kau tidak apa-apa?Kenapa nada suaramu aneh?”

“Aku tidak apa-apa Jiyeon-ah. Nanti akan kuceritakan. Tunggu aku ok?”

“Baiklah.Sampai nanti dirumah Oppa.”Ucap Jiyeon sebelum akhirnya telpon itu terputus.

Taekwoon mengembalikan ponselnya kembali ke tempat asalnya. Taekwoon mengeratkan genggamannya gemas karena mengingat mimpi indahnya tadi. Lelaki itu yakin jika mimpi tadi bukanlah sembarang mimpi dan dia yakin itu akan menjadi kenyataan.

*     *     *     *     *

Pintu rumah terbuka dan Taekwoon berjalan masuk. Lelaki itu langsung di sambut senyuman hangat sang istri. Dia langsung menghampiri Jiyeon dan memeluknya erat.

“Oppa, jangat erat-erat kau bisa menyakitinya.” Ucap Jiyeon.

Taekwoon melepaskan pelukannya dan lupa jika istrinya tengah hamil 9 bulan. Lelaki itu berlutut hingga wajahnya tepat di depan perut Jiyeon yang buncit.

“Appa pulang sayang.”Ucap Taekwoon langsung mencium perut Jiyeon.

Melihat kebiasaan suaminya yang selalu berbicara pada bayi di dalam perut Jiyeon, membuat gadis itu tak mampu menahan senyumannya.Taekwoon selalu melakukannya setiap ada di rumah. Bahkan sebelum mereka tidurpun lelaki itu menyempatkan untuk berbicara pada bayi dalam kandungan istrinya.

“Jadi apa yang membuat Oppa terlihat bahagia?”Tanya Jiyeon mengalihkan perhatian suaminya.

Taekwoon berdiri dan kembali menatap sang istri. “Tadi saat aku tertidur di kantor aku mengalami mimpi yang berbeda.”

“Berbeda?Mimpi indah atau mimpi buruk?”

Taekwoon membawa Jiyeon duduk di sofa. “Mimpi yang sangat manis.”

“Benarkah?Mimpi apa Oppa?”

“Aku mimpi ada gadis kecil memanggilku Appa.Gadis itu seperti berumur 1 tahun lebih mungkin dan dia begitu cantik.Dan aku yakin itu adalah anak kita ini saat dia besar.”Taekwoon mengelus perut Jiyeon.

“Jadi menurut Oppa anak kita perempuan?Dokter saja belum yakin anak kita laki-laki atau perempuan.”

Taekwoon mengangguk sangat yakin.“Aku sangat Jiyeon-ah.Kita akan memiliki putri kecil yang cantik.”

“Tapi itu kan hanya mimpi Oppa. Lagipula Oppakan ingin memiliki anak perempuan. Kuharap mimpi itu tidak benar, karena aku ingin anak laki-laki.”

“Kita lihat saja besok saat anak kita lahir.Kau pasti akan terkejut jika mimpiku memang benar.”

Jiyeon mendengus kesal mendengar ucapan sang suami.

 

*     *     *     *     *

22 Desember 2016

Hari ini adalah hari yang spesial untuk Taekwoon dan Jiyeon.Pasalnya hari ini putri kecil mereka telah lahir.Taekwoon sangat bahagia karena mimpi manisnya menjadi kenyataan.

Bayi perempuan yang dinamakan Jung Hana sudah ada dalam gendongan Taekwoon.Lelaki itu begitu takjub melihat betapa mungilnya putri kecilnya.Meskipun terlelap namun anggota baru keluarga Jung itu begitu menggemaskan. Lelaki itu menatap sang istri yang tengah beristirahat setelah perjuangan panjang melahirkan Hana.

“Sekarang kau percaya jika mimpi itu menjadi kenyataan?”Ucap Taekwoon teringat mimpinya beberapa hari yang lalu.

“Aku percaya Oppa. Kau benar putri kecil kita sangat cantik.”

Taekwoon menunduk melihat Hana yang terlelap.“Wajahnya mirip denganmu.”

“Tidak Oppa, mata dan bibirnya mirip sekali dengan Oppa sedangkan hidungnya mirip denganku.”

“Kau benar.Malaikat kecilku yang menggemaskan.”Taekwoon mencium kedua pipi Hana.

“Oppa sampai kapan kau menggendong Hana terus?Aku juga ingin melihatnya.” Protes Jiyeon yang melihat sang suami sejak tadi terus menggendong si kecil Hana.

“Sebentar lagi.Aku masih ingin bersama Hana.”

“Aish… Bukankah Oppa sudah menggendongnya selama setengah jam? Sekarang giliranku.”

“Sebentar lagi.”

Terjadilah perebutan suami istri Jung itu untuk menggendong Hana. Seorang bayi mungil sekarang memberikan warna baru dalam keluarga Jung.Menambah kebahagian Taekwoon dan juga Jiyeon.

*     *     *     *     *

1 tahun kemudian

Tubuh Taekwoon jatuh di atas sofa yang empuk.Lelaki itu terengah-engah setelah bermain kuda-kudaan bersama Hana.Tak terasa Hana sudah tumbuh besar dan menjadi kuda dengan Hana duduk di atas punggungnya terasa sangat berat.Mekipun melelahkan namun lelaki itu tampak senang.

Mata Taekwoon terpejam untuk fokus memberikan udara pada paru-parunya.Hari minggu merupakan hari yang menyenangkan bagi lelaki itu karena bisa bersama Hana seharian.

“Appa….”

Taekwoon membuka matanya mendengar panggilan Hana.Dia segera berdiri dan mencari putri kecilnya.

“Hana-ya.”Taekwoon membuka pintu ruang baca namun tak menemukan malaikat kecilnya.

“Appa…” Hana kembali memanggil.

Taekwoon beralih ke kamar tidurnya namun tidak menemukannya. Dia berjalan menuju pintu kamar Hana yang berwarna ungu muda. Lelaki itu membukanya dan langsung melihat putri kecilnya tengah bermain boneka pororo.

“Appa…” Hana bangun dan berlari kea rah sang ayah.

Taekwoon mengangkat tubuh putrinya lalu mencium pipinya yang gembul.“Apa kau mengantuk?”

Hana mengangguk seraya mengucek matanya.Taekwoon kembali mencium putrinya karena gemas melihat malaikat kecilnya. “Baiklah ayo kita ke tempat tidur.”

Taekwoon menutup pintu kamar Hana dan membawa putri kecilnya ke atas ranjang untuk menidurkannya.

Mimpi manis Taekwoon setahun yang lalu terjadi dalam dunia nyata. Keyakinannya memanglah benar. Mungkin sebagian mimpi hanyalah impian yang ada dalam pikiran kita, namun terkadang mimpi yang manis bisa saja menjadi kenyataan.

 

~~~THE END~~~

Advertisements

10 thoughts on “[A December To Remember] Dream Comes True

  1. heyho chunniest!!
    URG!! YAQIN AKU GEMESSZH BANGET pas liat posternyaa abang leo iniii dan segera bersemangat karena yaqin juga ceritanya bakal manis, and read this writing made me remember past wkwkwk maksudnya gaya kepenulisannya mirip2 FF dulu (halah aku sok tua!) *ga ada emot nangis* TT
    aaaand yes I like it, deg-degan seneng, ringan dan gemes aja ih bacanya. Thanks for making the idea into a story ㅋㅋㅋ oya, plus ini FF pertama yg di post, so you open the DTR project with such a lovely thing!
    keep writing! xoxo.

    Like

    1. Halo riseuki. Ini riseuki yang di blog sebelah bukan ya? Klo bukan maaf soalnya q punya teman dengan nama yg sama. Wah ga nyangka jadi ff pertama jadi ga pede q. Makasih untuk komentar ffnya. Semoga q bisa menulis lebih baik lagi.

      Like

  2. Haloooo chunniest!! sora’s here. first of all, aku mau bilang makasi banyak uda mau menyempatkan diri menyalutkam ide kamu utk ulang tahun MNJ yang ke-5. And I was so excited, you’re the first participant who sent your FF really early!! Oke, untk pembukaan DTR, km bawain cerita yang super manis banget. Hahaha ga ngira ya, Leo kebapaannya luar biasa, soalnya selalu liat wajahnya diem dan ga banyak bicara. Bahasanya ringan dan sweet banget. Nice fic! Jangan kapok sm MNJ ya? Aku ga sabar baca ff kmu yang lainnya 😉

    Like

  3. Annyeong chunniest, salam kenal ya vizky imnida
    wah aku benar-benar terharu bacanya seorang Leo keluar dari sifat aslinya, disini bener-bener nunjukin banget seorang ayah yang siap menantikan kelahiran anaknya.
    Kapan gitu Leo oppa dapet main drama? pengen banget lihat aslinya dia yang pecinta anak-anak.
    Suka banget dah sama cerita ini, benar-benar so sweet ^^

    Like

  4. ada satu kutipan yang aku suka wkwkwk ” Mungkin sebagian mimpi hanyalah impian yang ada dalam pikiran kita, namun terkadang mimpi yang manis bisa saja menjadi kenyataan.”
    ada benarnya juga loh kutipan itu hahah, ini ceritanya ringan pas banget di baca waktu lagi santai heheh
    makasih ya sudah ikut berpartisipasi dalam project kami ^^ semoga kamu bisa ikut lagi di next project ya ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s