Angst · Comedy · Drabble · Family · Friendship · G · Genre · Length · Rating

L’eau de Rosée


jennie-by-limmy-ya

 

Limmy-ya present

[BLACKPINK’s] Jennie Kim || G || Angst, Crack, Family, Friendship || Drabble-Mix

‘L’eau de Rosée’ means when dawn comes

[1st]

Jennie sudah terbiasa. Apabila dirinya dipaksa untuk membuka kelopak matanya kala fajar belum sempat merangkak ke langit timur. Mimpi indah yang sempat dirasakannya pun tak sempat untuk dituntaskan. Terlebih jika seseorang tengah berkasar hati, menarik selimutnya dengan murka dan memberi beribu kata penuh amarah.

“DASAR PEMALAS!”

Oh, yang benar saja, dua rangkaian huruf itu terlontar tepat pada daun telinganya. Membuatnya bangkit dengan gusar, bersikap sebaik mungkin guna menghindar dari perlakuan lebih kejam yang akan diberikan oleh orang itu. Seorang wanita tambun yang bersedekap di hadapannya.

“Cepat selesaikan tugasmu! Atau jika tidak–“

“Baik, Bu. Akan saya selesaikan.” Jennie lekas – lekas memotong ucapan orang itu. Dengan sigap mengambil alat pembersih yang tergeletak di sampingnya. Bayangkan saja jika ia berani membantah perintahnya. Bisa – bisa bukannya mendapat upah, justru usiran memekakkan telinga atas sikap kurang disiplinnya. Sebab kalian juga mengetahui, bukan? Bahwa seorang pelayan istana seperti Jennie, harus tepat waktu dalam melaksanakan tugasnya.
.
.
.
[2nd]

Sekelumit menyilaukan bewarna jingga menghiasi gelapnya sebuah ruang. Perlahan menembus jendela kaca , hingga sinarnya mampu untuk membuat seonggok gadis di dalamnya mengerjap. Menampilkan bagaimana raut pucatnya yang dipenuhi oleh peluh keringat. Ia hampir meneteskan titik air, yang semenit dulu menggenang di pelupuknya.

“Jennie-ya? Kamu sudah bangun, rupanya.”

Ibu sang gadis–Jennie–melangkah mendekatinya. Menempatkan diri di samping, lantas memberi pandangan penuh kekhawatiran.

“Kamu tidak apa – apa?”

Ia tak menjawab dengan berucap hal apapun, secara tiba – tiba memeluk wanita paruh baya itu seraya menumpahkan segala rasa kalut yang menyerangnya.

“Tadi aku bermimpi buruk, Ibu….”

“…..Jika itu hanya mimpi buruk biasa saja, tak akan masalah. Hanya saja, itu selalu menggangguku akhir – akhir ini….” Jennie memberi jeda sejenak. Sebelum akhirnya melampiaskannya kembali disertai derai air mata.

“Ibu ada di sana. Di mimpi itu, Ibu tega meninggalkan diriku….”

“….Di sana Ibu telah tiada. Entah karena sebab apa, akupun tak mengetahuinya. Dan…..”

“…..aku takut jika hal itu sungguh terjadi….” Sang Ibu melepas pelukannya, beralih menghapus linangan fluida yang masih mengalir di pipi gadis tercintanya.

“Bukankah itu hanya mimpi? Yang namanya mimpi tak akan pernah terjadi di dunia nyata, Jennie-ya…..”

“….Dan kamu tak perlu merasa takut, sebab Ibu akan selalu berada di sisimu.”
.
.
.
[3rd]

Hal pertama yang Jennie tangkap dalam pandangannya saat ini adalah potret tiga orang gadis. Kala fajar sedikit demi sedikit akan menampakkan diri, merekam dengan jelas raut muka yang terpatri pada paras mereka. Mereka tersenyum, tampak bahagia tak terkira kala ia membalas tatap mereka.

“Long time no see, Jennie.” salah satu dari mereka berucap, merapal sebuah kalimat sebagai awal atas perjumpaan, di bawah buramnya langit fajar. Ah, benar juga. Ia sudah lama sekali tak dapat memiliki kesempatan untuk berjumpa kembali dengan mereka. Tak dapat melontar sapa, pun saling melempar obrolan layaknya dahulu.

“I miss you, guys… Tak tahukah, jika selama kalian pergi, aku tak mampu melaksanakan hidup dengan penuh kesepian… Aku selalu memikirkan kalian kapanpun. Dan, bahkan memikirkan segala cara agar aku dapat bertemu kembali dengan kalian….” tawa mereka pecah pada waktu yang bersamaan.

“Lagipula jika seperti ini caramu, kita akan selalu bersama, kok…. Dan juga kita berempat akan selalu bersama sampai dunia hancur sekalipun.”

Jadi, berterima kasihlah pada keputusan Jennie untuk menenggelamkan diri di sebuah sungai. Sebagai jalan pintas agar ia dapat disatukan kepada mereka. Mereka yang dulu pernah mengalami tragedi memilukan kala menumpangi pesawat terbang dengan tujuan negara tempat tinggal gadis itu.

 
Finish~

Apalah fic-mix ini 😥 😥 😥 😥 soalnya juga baru kali ini daku mencoba buat beberapa cerita dalam satu judul 😥 😥 duh, maafkan diri ini ya mbak jennie. Aku padamu kok ^^ ^^ Dan maafkan daku kalo ada readers yang sempat baca fic yang (lagi – lagi) absurd ini 😥 😥

Advertisements

3 thoughts on “L’eau de Rosée

  1. 1. Ceritanya ciderella story yaaa
    2. aku merhatiin “seonggok perempuan” kok gimana gitu yaaaa /ngetik di laptop ga ada emote/
    3. suka yang ini! cuma untuk kalimat bhs inggris next di italic ya, limmy!
    keep writing ^^

    Like

  2. hai limmy sayang 🙂 drabble mix ya? nice try! since aku ga pernah buat drabble mix seumur hidup hehe. ini kyk cinderella gitu ya? duh jennie bunuh diri-_- yes seperti uda dibilang sm riseuki, ada bberpa yang hrs diperbaiki dan seperti biasa bahasa kamu keren sayang 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s