Ficlet · G · Genre · Length · Rating · Riddle

Sleep


Sleep

a story by ts_sora

BAP’s Jung Daehyun | BAP’s Youngjae | OC’s Connie

Riddle

Ficlet

 

 

Jung Daehyun menghirup nafasnya dalam-dalam menatap iba pria lain yang tengah terlelap dalam tidurnya. Sesekali ia terlihat tersenyun sebelum akhirnya melenggang demi menutup tirai jendela yang menampakkan matahari yang baru saja kembali ke peraduan. Suara dari mesin penentu hidup tidaknya kini menjadi satu-satunya teman pria yang kini masih saja terlelap—Youngjae, sahabatnya.

Jung Daehyun meletakkan salah satu piringan hitam pada pemutarnya, dari sekian piringan hitam yang telah tertata rapi di atas nakas. Dalam sekali sentuh, piringan hitam tersebut berputar melantunkan dentingan piano klasik—yang menjadi satu-satunya hal yang paling sahabatnya tersebut sukai. Ia tersenyum puas.

“Kuharap ini menjadi teman tidurmu, Youngjae,” ujarnya yang lantas keluar dari ruangan yang didominasi warna putih tersebut. Namun langkahnya terhenti—saat kini pandangannya tertuju pada sosok gadis yang tengah berdiri tak jauh darinya, memunggunginya.

“You know he’s such an idiot,” ujar gadis berambut nilon tersebut sibuk berbicara dengan seseorang yang jauh di sana. “Tentunya ia tahu jika ia tidak bisa mengemudi dengan baik dan rem mobilnya tidak berfungsi dengan baik—setidaknya itu yang ia katakan sebelumnya,” lanjutnya.

“Seseorang mengatakan jika ia terlihat mengemudi dengan kecepatan di atas rata-rata. Katanya ia terlihat mengikuti sebuah mobil lain yang jauh darinya.”

 “Told you thousand times and you still asked it after couple years passed?” Gadis itu tertawa pelan—masih sibuk dengan dunianya ternyata.

“I have to go now. Catch you later, Hon,” ujarnya kali ini yang benar-benar mengakhiri panggilan sebelum akhirnya ia terperanjat mengetahui seseorang berdiri tak jauh darinya—menatapnya.

Daehyun menyeringai tipis saat kini gadis berambut nilon tersebut sadar—jika pria itu mungkin saja mendengar percakapannya entah sejak kapan. Dengan tersenyum hambar, gadis berambut nilon itu berjalan mendekat dengan tak tahu malu.

“Bagaimana?” ujarnya memulai. Daehyun hanya mengangkat bahunya sebelum memasukkan kedua tangannya pada kantung jas bewarna putih miliknya. Sesaat kemudian pandangnya tertuju pada salah satu jari gadis di hadapannya. Ya, setidaknya logam sepuhan tak lagi berada di sana—hanya meninggalkan bekas yang begitu kentara. Ia hanya meringis—membuat gadis itu menyembunyikan tangannya kikuk.

“Apa yang membuatmu masih menunggu hingga detik ini?”

Connie, gadis itu mengerutkan keningnya bingung menatap pria yang kini enggan menatap matanya.

“Aku tak pernah mengira Youngjae harus menanggung dosa yang bahkan bukan berasal perbuatannya. Hanya demi mengejar ekormu saat itu—ia yang harus tertidur di sana,” lanjut Daehyun meraih batangan kanker dari salah satu kantongnya dan berjalan pergi.

“Apa maksudmu?”

Daehyun tersenyum miring. Ia menyalakan batangan kanker tersebut dan sesekali menghisapnya.

“Sepandai-pandainya tupai melompat pada akhirnya ia akan jatuh juga. You know he isn’t that stupid. He knows what was happened,” Ia menghisap kembali batangan kanker tersebut sebelum ia kembali menghembuskan gumpalan asap dari bibirnya sekali lagi. “Jelas dia bukan penyuka kemunafikan—namun apa yang terjadi saat ini? Ia kini tertidur di sana akibat kemunafikan orang lain.”

Connie menggigit ujung bibirnya. Wajahnya pucat. Bahkan bibirnya terlalu kelu untuk mengucapkan barang satu katapun—yang lantas membuat Daehyun tersenyum puas.

“Namun terlambat, kau tidak memiliki kesempatan untuk mengaku sebagai pendosa,” ujarnya lalu membuang batangan kanker tersebut ke lantai dan menginjaknya beberapa kali hingga mati. Connie yang awalnya tertunduk lantas mengangkat wajahnya demi menatap pria itu.

Jung Daehyun menghirup nafasnya dalam-dalam sebelum ia menghembuskannya perlahan. Ia lalu menatap jarum jam tangan yang ia kenakan sebelum akhirnya berkata,

“Sekarang ia bisa benar-benar tidur dengan nyenyak.”

Denting piano dari piringan hitam dari ruangan yang sengaja Daehyun tidak tutup sepenuhnya terdengar mendengung saat sang pemain mencapai not terakhir. Daehyun mengeluarkan sesuatu yang lebih mirip sebuah injeksi dari kantungnya dan membuangnya begitu saja—tepat saat suara dengungan piringan hitam tersebut tergantikan dengan suara melengking panjang yang membuat keduanya membatu di tempatnya.

“K-kau—”

Jung Daehyun sekali lagi hanya membuang nafasnya tenang kala Connie berlari terburu-buru menuju ruangan dimana suara melengking tersebut berasal dengan air matanya yang terurai.

.

.

.

.

“Sekarang kau bisa tidur tenang, Youngjae-ah.”

.

.

.

 

Fin.

so guyscan you guys what was happened to the story?

lmao it’s my first riddle tho.

Advertisements

2 thoughts on “Sleep

  1. pertama si youngjae itu koma karena kecelakaan, terus endingnya si daehyun itu bunuh si youngjae pakai cairan melalui suntikan.

    aku ngehnya gitu sih, kalau ada teka-teki lain yang belum tertebak aku gak tau hehehehe.

    Like

  2. GA RELAAAAAAAAAA!!! URI YOUNGJAE TvT

    So, it seems like youngjae knowing something that he shouldnt, and it was ’bout Daehyun. That’s why he need to pay for that, and Daehyun’s just a badasssssss TvT

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s