Angst · Ficlet · G · Genre · Length · Rating · Romance

STAY


STAY

a story by ts_sora

BLACKPINK’s Kim Jisoo | iKON’s Kim Hanbin

Ficlet

Romance, Angst

.

 

.

 

.

“I don’t expect a lot right now.

Just stay with me—”

.

 

.

 

.

 

Ada satu dari sekian banyak hal yang Jisoo takuti—namun hanya satu, yang menjadi ketakutan terbesar Jisoo selama ini. Yaitu ditinggalkan seseorang yang begitu berarti bagi hidupnya—Hanbin.

Butuh ribuan usaha yang harus ia lakukan—hanya untuk membuat Hanbin untuk tinggal di sisinya. Membuatnya untuk tetap bersamanya—meski ia tahu, pria brengsek ia sebut kekasihnya itu, tak patut ia pertahankan.

Namun nyatanya—semua mimpi buruknya, benar-benar akan terjadi saat ini.

Jisoo menahan nafasnya menatap bilik kamar yang diterangi terang lampu seadanya. Hanbin berada di sana. Dengan gusar mengambil segala sesuatu miliknya di dalam sana dan memasukannya asal pada sebuah koper yang sudah ia siapkan. Wajahnya tegang—seperti biasanya.

Entah setan apa yang merasuki pria itu—atau memang selalu seperti itu. Jisoo bahkan tak ingat—bagaimana ia juga Hanbin terlibat adu mulut yang hebat, yang Hanbin selalu yakini semua adalah salahnya. Selalu seperti itu—setiap pertengkaran, merupakan salahnya, dan Hanbin tak ingin disalahkan.

Hanbin akan pergi—meninggalkannya. Meninggalkan semua memori tentang mereka selama ini. Meninggalkan dirinya—dan siap untuk melangkah untuk hari barunya, karena masih ada banyak wanita yang telah menunggunya. Wanita yang entah berapa kali ia tiduri—dan Jisoo mengetahui semuanya.

Namun bagaimana dengan dirinya?

Nyatanya, ia tak lebih dari seorang gadis tolol—yang sudi tinggal bersama dengan pria yang selama ini mencuranginya. Atau mungkin, selama ini Hanbin juga tidak mencintainya—sama halnya dengan wanita di luar sana yang sering ia tiduri.

“And you really want to leave me?”

Jisoo mengutuk bibirnya. Bahkan saat suara paraunya terdengar—Hanbin masih tak bersua. Ia tak mengatakan apapun selain melenggangkan kakinya, melewatinya—begitu saja.

“Before the dark night traps me in. Don’t leave me—”

Bahkan saat logikanya menamparnya begitu keras, berusaha menyadarkan bahwa melepaskan pria itu adalah sebuah pilihan yang tepat—nyatanya ia tetap ingin pria itu tinggal.

“I’m sure you know i’m scared of the dark—” Jisoo menggigit ujung bibirnya. Dan saat itu Hanbin menghentikan langkahnya—memunggunginya.

Ia tak ingat sejak kapan mereka memutuskan untuk tinggal bersama—namun ia tak pernah lupa bagaimana dulu Hanbin selalu berjanji untuk selalu berada di sisinya. Berjanji akan menggenggam erat tangannya saat ia ketakutan. Berjanji ia tidak akan pernah meninggalkannya.

Namun kini—Hanbin tak lebih dari seseorang yang asing yang tak pernah Jisoo bisa kenali lagi. Hanbin tak pernah berada di sisinya—dalam arti yang sebenarnya. Pria itu bahkan tak menggenggam erat tangannya saat ini—saat ketakutan terbesar dalam hidupnya kali ini benar terjadi.

“Do you still love me?”

Jisoo tersenyum masam. Dilihatnya punggung pria itu yang masih terdiam di sana. Enggan menatapnya. Enggan menatap kembali masa lalu bersamanya.

Benar—mungkin Hanbin tidak mencintainya, atau mungkin tak pernah mencintainya.

Ia tak ingat terakhir kali Hanbin tersenyum padanya. Senyum yang selalu membuatnya rela memberikan segalanya—bahkan hidupnya hanya untuk pria itu. Ia tak ingat kapan terakhir kali Hanbin mengucapkan ia mencintainya—yang dulu membuatnya rela menjalankan sisa hidupnya bersama pria itu.

Yang ia ingat adalah berapa kali Hanbin menatapnya enggan— dengan wajah datarnya. Yang ia ingat adalah saat Hanbin menggunakan kata-kata kasarnya—kala ia melakukan kesalahan. Yang ia ingat saat mereka terdiam tiap malamnya saat mereka bersama. Meski ia membenci itu semua—nyatanya ia menerimanya dengan senang hati, karena mau tidak mau—ia mulai terbiasa dengan semuanya.

“J-just don’t—” ucapnya kali ini cukup kencang kala kaki itu kembali berusaha meninggalkannya. Jisoo berusaha beberapa kali mengigit ujung bibirnya yang kini berdarah demi menahan tangisnya—meski usahanya tak berarti. Jisoo menarik nafasnya dalam-dalam—berharap tangisnya tak semakin menjadi.

“I don’t mind to hear all of the harsh words—because the truth is I used to it—” Jisoo menghentikan kalimatnya—mencoba menahan tangisnya tak terkendali. Membiarkan begitu saja air matanya yang entah sudah berapa kali membasahi pipinya—yang meski tampaknya masih tak mampu pria itu mengurungkan niatnya.

“I don’t mind with the awkward silence which always trapped us in—in everynight, because I used to it—”

Jisoo mengepalkan tangannya—berusaha menahan diri agar dirinya tak menghambur dan memeluk pria itu agar ia tak meninggalkannya—meski ia tahu itu tak akan membuat Hanbin benar-benar tinggal untuknya.

“And I will try to pretend like I don’t know—when you go out with other girls out there in everynight. I don’t mind at all.”

Jisoo menarik nafasnya dalam-dalam, menatap punggung itu yang masih tak bergeming.

“I don’t expect a lot right now. Just stay with me,” ujarnya sebelum kali ini tangisnya benar-benar pecah dan tak tertahankan lagi.

Dan di sanalah, Hanbin terdengar mengumpat cukup keras sebelum akhirnya ia menghambur dan mendekap erat tubuh mungil itu dalam dekapannya. Membiarkan gadis mungil itu menangis sejadi-jadinya—menangisi kebejatam dirinya selama ini. Kebejatan yang selalu ia tutupi—yang nyatanya telah gadis itu ketahui selama ini.

Nyatanya, hanya gadis itu yang masih sudi menerima pria brengsek seperti dirinya. Nyatanya hanya gadis itu yang benar-benar mencintainya—yang bodohnya tak pernah ia sadari.

Hanbin mengeratkan pelukannya—membiarkan gadis itu meluapkan kesedihannya. Karena sesungguhnya, ia tak bisa melakukan apa-apa selain itu.

 

.

 

.

 

.

 

“Sshh—don’t be scared, i’m here. You won’t be alone. I promise, I’ll stay. I will—”

 

.

 

.

 

.

 

At least—Jisoo won’t be alone when the dark nigh traps she in.

 

.

 

.

 

.

 

-Fin-

 

 

Advertisements

2 thoughts on “STAY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s