G · Genre · Length · Rating · Romance · Uncategorized · Vignette

TREAT YOU BETTER


TREAT YOU BETTER

BY TS_SORA

Han Bin & Bobby iKON | Ji Soo BlackPink

Romance | Vignette | G

.

“‘Cause I know I can treat you better than he can—”

.

 

.

 

Kim Jisoo meneguk cairan bewarna oranye dari gelas yang genggam sebelum ia meletakkannya kembali ke atas meja. Matanya kembali mencoba menatap liar ke sekitarnya. Kiranya kembali dentuman musik yang luar biasa—masih membuat kepalanya pusing. Sorot lampu bewarna-warni—masih membuat matanya berkunang-kunang. Mungkin seharusnya ia terbiasa dengan semua ini, atau mungkin ia harus mulai membiasakan diri.

Dari kejauhan, setidaknya seorang pria masih berdiri di sana, menggerakkan kedua tangannya—atau hampir keseluruhan tubuhnya selaras dengan dentuman musik yang bergema tanpa henti—bersenang-senang. Nyatanya hanya karena hal sesederhana itu, ia rela datang kemari tiap malamnya. Ya, sebuah tempat penghibur lara meski hanya dalam satu malam. Meski ia tak tahu apakah laranya cukup terobati kali ini.

“Kau akan minum segelas orange juice di tempat seperti ini?”

Kim Jisoo mengalihkan pandangannya dimana kini seorang pria lain tengah menyunggingkan senym padanya. Kim Jisoo hanya menyeringai malu.

“Aku tak tahu orang sepertimu akan rela datang kemari untuk menghabiskan malam,” ujarnya sembari meneguk cairan berbau menyengat tersebut dari botolnya sebelum akhirnya kedua matanya menatap ke salah satu arah. Ya, arah dimana pria yang sedari tadi Jisoo perhatikan berada.

“Jika itu sebagai satu-satunya alasan kau berada di sini.” Bobby, pria yang kini menatap sinis pria yang masih menggerakkan tubuhnya di lantai dansa. Ya, pria yang masih setia menjadi perhatiannya. Jisoo hanya tersenyum tipis—mengiyakannya. Matanya masih tertuju pada pria di sana, meski kini ia tahu pasti seorang gadis lain tengah menggodanya. Dan pria itu, Hanbin, dengan senang hati menerima ajakannya untuk menari dengannya.

“Apa yang kau harapkan dari pria seperti Hanbin?”

Jisoo mengalihkan pandangannya sekedar menatap Bobby yang kini menatapnya datar—atau mungkin lebih tepatnya  menatapnya dengan tatapan iba atas dirinya.

“He treats you with the worst way—” ujar Bobby dengan setengah mengumpat. Ia kembali meneguk minumannya, kali ini dengan gusar.

“Dan kau akan membiarkan dirimu dipermainkan seperti ini? Untuk selamanya?” Jisoo masih terdiam. Matanya masih menatap Hanbin yang berada cukup jauh dengannya. Memeluk pinggang gadis lain dan membuat tubuh keduanya dekat dengan satu sama lain—sangat dekat. Dan ia yakin, gadis itu baru saja menyentuh pipi Hanbin dengan bibirnya dan Hanbin membiarkannya.

“And you know it’s not love.”

Jisoo memejamkan matanya. Entah mengapa namun apa yang diucapkan Bobby seakan menamparnya cukup keras.

“I’m sorry.”

Jisoo menarik nafasnya dalam-dalam sebelum ia membuka matanya demi menatap Bobby yang masih menatapnya iba.

“But i won’t lie to you. I know he’s just not right for you.”

Jisoo tertunduk saat Bobby menyentuh punggung tangannya dan menggenggamnya erat. Mungkin pria itu benar. Mungkin Hanbin bukan orang yang tepat. Atau mungkin ia terlampau ‘sakit’ untuk bisa membedakan artinya dicintai dan dikhianati.

Bobby membuang nafasnya. Mungkin ia terlalu kasar padanya. Ia memang tak seharusnya meyakinkan kekasih temannya bahwa temannya adalah seorang pria brengsek yang tak layak untuk dicinta. Benar, Hanbin adalah seorang pria brengsek yang akan melakukan apapun demi tidur dengan wanita yang ia suka. Meski Bobby yakin, Hanbin tak pernah menyentuh Jisoo—atau mungkin lebih tepatnya Bobby yang mengancam Hanbin untuk tidak melakukannya.

Sebuah kenyataan yang begitu menyakitkan. Ya, Bobby menyukai Jisoo. Oh bukan, tapi ia mencintainya—meski ia tahu Hanbin selalu menang.

“Tell me what you want to do—’cause I know I can treat you better than he can. And any girl like you deserves a gentleman.”

Jisoo mengembangkan senyumnya sebelum ia melepaskan tangan mereka. Ia mengalihkan matanya kembali pada Hanbin. Alunan musik melembut, ia dapat melihat dengan jelas saat gadis itu mengalungkan kedua tangannya pada leher Hanbin, namun sekali lagi Jisoo hanya dapat menahan nafasnya dan mengalihkan pandangannya untuk kesekian kalinya.

“I can’t, Bobby.”

Jisoo mengaduk minumannya acak sebelum kembali menatap Bobby yang masih menunggu jawabannya.

“I don’t care if you call me as a fool. But i don’t want to leave him.” Jisoo mengembangkan senyumnya.

“Maybe i’m too naive—but it’s okay if he played around with other girls out there—it doesn’t matter, how many times he slept with other girls out there—”

Jisoo menggantung kalimatnya. Saat entah kini semua terasa begitu menyakitkan, tanpa ia sadari. Ia menarik nafasnya kali ini.

“But it does matter—knowing my name is still in his mind. Knowing him, still want to be with me till today.”

Kim Jisoo yakin ia mendengar Bobby mengumpat saat ia memyelesaikan kalimatnya tadi. Namun apa yang ia bisa lakukan? Ia bahkan tak tahu pasti alasan mengapa ia mempertahamkan hubungannya selama ini? Meski dengan jelas ia tahu Hanbin bermain dengan orang lain di luar sana, bahkan ia tak sungkan mengumbar semuanya.

Ia kembali menatap Hanbin yang masih setia di tempatnya. Kini pria itu terlihat mengatakan sesuatu pada pasangan dansanya tersebut—sebelum Jisoo dapat melihat gadis itu sempat mengecup bibir Hanbin sekilas dan meletakkan sesuatu pada kantung jaket milik Hanbin.

“You know Bobby—”

Jisoo mengembangkan senyumnya saat Hanbin mengayunkan tangannya seakan baru sadar Jisoo memperhatikannya sebelum akhirnya pria itu berjalan ke arahnya.

 

“I’m sure know when i will stop these things. So please don’t worry about me.”

.

.

“Hey babe—Oh, hyeong!”

Bobby tersenyum hambar saat Hanbin datang dan menepuk pundaknya. Ya, bahkan pria itu tak merasa malu atas apa yang ia lakukan di lantai dansa—atau merasa bahwa mereka tak memperhatikannya sedari tadi.

“Aku akan mengantar Jisoo pulang dahulu. Kau tidak pulang, hyeong?” Bobby mengedikkan bahunya, sebagi satu-satunya jawaban darinya. Ia terlalu muak.

“Baiklah, let’s go home babe” Jisoo mengangguk singkat sebelum beranjak dari bangkunya. Ia menatap Bobby yang masih terdiam disana—atau mungkin tengah menahan diri untuk tidak menghajar Hanbin saat ini. Jisoo mengembangkqn senyumnya sebelum berkata

“I’ll see you soon, Bob.”

Bobby hanya tersenyum hambar sembari mengangkat botolnya sebelum akhirnya kedua benar-benar berjalan menjauhinya.

 

Benar, ia kalah lagi.

Or maybe he will never win over Hanbin.

Never.

.

 

.

 

.

 

-Fin-

Advertisements

6 thoughts on “TREAT YOU BETTER

  1. aaaaak.. I hate hanbin then! but I hate jisoo too, esp after read stay, she is TOO naive! I hate that kind of girls srsly -______-
    Pokoknya FF ini bikin sebel (sama karakternya) just break them! Kill them ini fire ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

    Like

    1. lmao— i was laughing when read your comment. and yes—jisoo is too naive. Dan org seperti itu beneran ada loh tbvh :””’) it’s not me i swear—but there’s someone hahaha. But they’re destined to be a couple lmao

      Like

      1. YUP, i knw thr mst be someone like dat, i just dont like it. Krn kadang kalo nonton drama karakternya bgitu berasa pengen jambak apalagi kalo tokoh utama, bikin males ㅋㅋㅋㅋ
        NOOOOOO don’t destined them, just bring Hanbin back to Hayi T..T

        Like

      2. Hahahaha duh ngakak asli :”’) i’ll bring hanbin back to hayi! but let jisoo love him untuk sementara waktu haha. Dan doakan bobby bisa bersama jisoo kapan2/?

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s