FF Project · Ficlet · Genre · Horor · Length · Mystery · October Project · Rating · Teen

[Hello October!] Whistle


Whistle

Limmy-ya present for ‘Hello October!’ Event

[Red Velvet’s] Yeri || PG-13 || Horror (maybe?), Mystery, Teen || Ficlet

Warning : Sorry kalo typo pada bertebaran plus judul sama isinya ngga nyambung

 

 

Yeri baru sadar jika sebuah siulan terdengar amat menakutkan baginya.

.

.

.

Yeri tahu bahwa bagi orang tuanya, anak perempuan dilarang untuk bepergian kala petang telah tiba. Ia sedikit meremehkan nasehat itu sebenarnya. Lebih mementingkan egonya sendiri yang saat itu sedang meluap dengan amarahnya. Sebab ocehan menyakitkan dari mulut kedua orang tuanya, yang menyiratkan jika ia adalah anak paling bandel di keluarganya, anak yang tak mau menuruti pesan maupun menjauhi larangan dari mereka, anak yang bodoh, kolot, dan tak dapat dibanggakan oleh mereka.

 

Persetan dengan kata – kata itu.

 

Rungunya sudah tak tahan untuk menampung kata – kata makian seperti itu. Rangkaian kata yang seakan membuatnya menjadi manusia paling hina di dunia ini. Seakan yang membuatnya menjadi manusia yang memiliki segudang kekurangan di dalam dirinya. Seakan membuatnya menjadi yang patut untuk disalahkan.

Ah, sudahlah. Memangnya mereka tahu apa? Memangnya mereka mengetahui makna tersembunyi di balik perilaku itu? Memangnya mereka tahu? Jika sesungguhnya ia hanya takut untuk menghadapi masa mendatang, takut akan segala beban yang membuat dirinya kehilangan akal, takut akan segala cobaan yang akan hinggap pada hidupnya. Dan takut akan–

 

Srek Srek…

 

Oh, lupakan segala gerutuan yang dilontarkannya dalam benak. Ia terkejut dengan suara yang timbul seolah – olah dari balik semak belukar. Sontak menoleh ke belakang guna memastikan sumber itu. Namun……nihil. Hanya jalanan sepi tanpa penerangan yang ia temukan. Tanpa keberadaan dari kumpulan semak seperti yang baru saja disimpulkan olehnya.

 

Namun ia tak peduli.

 

Dan masih meneruskan perjalanan tanpa arahnya ditemani langit yang telah berubah gelap sempurna. Beserta hembusan angin malam yang membuat bulu kuduknya meremang tiba – tiba. Suara siulan yang didengarnya muncul beriringan. Namun ia tetap mencoba untuk tak peduli. Barangkali hanya perbuatan orang iseng yang sengaja mengganggu ketentraman dirinya. Kendati hal itu membuat detak jantungnya berdetak dengan tempo yang sangat cepat.

 

Srek Srek…

 

“Siapa di sana?” gadis itu menghentikan langkahnya kala suara itu terdengar lagi. Mengamati tiap sudut tempat berpijaknya dengan waspada.

 

“SIAPA DI SANA? JANGAN MENGGANGGUKU, HUH!” ia beralih mengeraskan intonasi suaranya. Lantas menggerakkan kedua tungkainya berlari menjauh dari tempat itu. Berusaha acuh pada suara yang semakin mengiang menimpali rungunya. Oh, bahkan ditemani dengan perpaduan sempurna oleh sebuah siulan. Membuatnya semakin kalut dan berlari secepat yang ia bisa untuk menghindarinya.

Mengenai nasehat yang kedua orang tuanya selalu camkan, ia merasa menyesal telah melanggarnya. Ia menyesal telah meremehkannya. Ia piker dunia malam akan sepadan dengan dunia siang yang cerah dan penuh keramaian. Namun fakta yang ia temukan dalam kenyataan, dunia malam itu penuh dengan ketakutan serta misteri yang tak terpecahkan di dalamnya.

Siulan itu semakin mendekat. Entah mengapa ini bisa terjadi. Kala ia juga menangkap potret berupa sekelebat bayangan hitam melewati tubuhnya. Dalam sekejap kedipan matanya dan mampu membuat tubuhnya terasa terombang – ambing. Tak tentu arah, hingga ia tak sanggup untuk berteguh pendirian. Tubuhnya ambruk, tampak menyedihkan dengan seulas air mata yang menuruni pipi tirusnya. Ketika ia mencoba untuk bangkit kembali, bayangan itu kembali menembusnya. Seakan tengah bermain – main menebas tubuhnya dengan seutas pedang tajam.

Siulan itu masih memunculkan dirinya. Dan–

 

“AKH!”

 

–teriakan pilu keluar dari mulutnya bersamaan dengan tetesan darah keluar dari tiap inchi kulit tubuhnya yang menampakkan luka serupa sayatan. Yeri baru sadar jika sebuah siulan terdengar amat menakutkan baginya, seakan suara itu bagai mantra ajaib untuk memanggil bayangan itu. Jadilah mengapa kedua orang tuanya tiap saat menasehati agar tidak keluar rumah kala gelap mulai menyelimuti langit petang ialah agar anak gadis semata wayangnya itu tak mengalami bahaya seperti ini. Mereka masih sayang kepadanya, walau tak tampak oleh mata telanjang serta lebih banyak kata – kata kasar serta umpatan kerap ditujukan baginya. Seperti kata pepatah lama, tak ada orang tua yang tak sayang pada anaknya.

 

“Ma-maafkan a-aku, Ayah, Ibu….”

 

Bisikan lamat dari Yeri menutup segala penderitaannya. Lantas ditelan bulat – bulat oleh bayangan hitam yang sedari tadi menembus pertahanan dirinya. Ia lenyap, tak tersisa bentuknya yang tertinggal pada jejak akhir riwayat hidupnya.

 

 

Finish.

 

FF (gagal) horror for this event (mianhae yeri-ya daku menistakan drimu, kawan)  😥  😥  😥  😥  maaf kalo absurd banget cuz daku belum pernah bikin  ff genre horror  😥  😥  😥  (*nangis di pojokan)  okay then, daku akan menanti komen dari yang sudah tahan baca ff ini, guys ^^  ^^  ^^

Advertisements

11 thoughts on “[Hello October!] Whistle

  1. Make them whistle like missile/? Astaga aku baca whistle tapi keinhetnya blackpink mulu, mianhaeee😂 hey, sora’s here. This is your fanfiction here—and i’ll say thank you so much for joining the project! Ceritanya serem hehehe. Palinh engga, km mmbawakan genre horror nya cukup singkat tapi berkesan! reminds me about one of western movies, jadi langsung kbyang tadi seremnya😂 nuce story anyway! ditunggu karya2 lainnya ya🙌

    Like

  2. ini Legenda/ pamali gitu anak gadis gak boleh keluar malam-malam , horornya dapet kok dari siulan yang tidak tampak sosoknya. ini kalau dibaca malam-malam pasti merinding.
    untuk tata bahasanya bagus, udah paslah ini horor ^^
    good job, keep writing ^_^

    Like

    1. Aku kok justru mikir lalo ff ini gagal horror ya, Kak ?? ;-( ;-( ;-( yep, based on that pamali tuh . Kalo cewek tu ngga boleh keluar malam – malam, takutnya kalo….ada something gitu 😀 and btw, thanks for reading and coment, Kak 😀 😀

      Like

  3. aku bikin ff ini aja juga keinget blackpink kok , ya habis pas milih yeri langsung kepikiran ceritanya nih 😀 😀 wah, aku ngga ngerti tuh kalo ada film yang ceritanya kaya ff ini (*langsung specless) apalah ff ini kak, aku kok mikirnya gagal horror ya?? ;-( ;-( and btw, thanks for reading and coment, Kak 😀 😀 😀

    Like

    1. Iya sih hehe. Mirip. But you know, kita semua kadang bkin cerita ga sadar akan mirip satu sama lain😂 so i appreciate it. Don’t worry—lmao hey, ini paling tidak masih bisa dikatakan horror dari begitu banyak cerita horror yang susah banget dibikin😂 nah—don’t thank me! anyway i hope we can get along well!🙌

      Liked by 1 person

  4. Aku kok justru mikir lalo ff ini gagal horror ya, Kak ?? ;-( ;-( ;-( yep, based on that pamali tuh . Kalo cewek tu ngga boleh keluar malam – malam, takutnya kalo….ada something gitu 😀 and btw, thanks for reading and coment, Kak 😀 😀

    Like

  5. haiiiiiii salam kenal, minarifini XD
    huawawawawawa ini ceritanya khas banget anak usia remaja gitu kalau dimarahin ortu suka ngambek dan ya langsung dapat kayak karma u,u
    aku suka ceritanya, dari segi bahasa juga oke ^^
    aku jarang baca ffnya yeri horor gini, biasnaya sih aku baca si yerixmarkleenct wkwkwk kapan2 buat kek mark sama yeri XD
    entah kenapa suka sma otp itu hahaha setuju ga XD
    oke itu aja, salam kenal ya and keep writing
    semoga kamu bisa ikut berpartisipasi dalam event selanjutnya ^^

    Like

    1. Hai salam kenal juga , Limmy-ya here ^^ ^^ yeah, soalnya yeri nakal sih , kan kualat deh (mianhae yeri-ya, jangan bunuh gue) 🙂 🙂 🙂 yeri sama mark? eum… gimana ya , kok aku malah ngerestui mereka jadi pairing ya (he he he pendapat orang berbeda) ^^ ^^ thanks for reading this fiction, minarifini and sorry for (really) late reply ^^ ^^ iya, nanti kalo ada event sebisa mungkin aku join deh ^^ ^^

      Like

  6. hallo limmy!
    Thx for joining the challenge on mnj ya!
    and first, jangan pernah ngerasa gagal setelah menyelesaikan sebuah cerita FF krn diluar sana msh banyak draft milik author lain yg nganggur 😂😂
    Kedua, krn ini genre horror ya.. aku serem bgt di efek “srek srek” yg kamu tulis, lgsung ngebayangin sesuatu yg serem gt, tandanya you make it, the feeling to the story!
    ketiga, krn yg muncul cm bayangan hitam dan apa yg dia lakuin ke yeri kamu ga menggambarkan scr mnyeluruh jd reader msh bisa bayangin sesuai imajinasi mereka, that nice, itu dia macem dementor apa malaikat maut pake sabit gt kalo buat aku :v
    daaaan cerita ini ngasih tau jg sesebel apapun kita sama ortu hrs tetep nurut, biar mereka ridho :”””)
    overall untuk pertamatama this is nice! keep on writing ya!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s