Chaptered · Family · Friendship · Genre · Length · PG · Rating · Romance · sad

Oh! My Boy (Extra Part 2)


Line

Min Yoon Gi 
Apa kau mau membuatku marah?
(read)

Min Yoon Gi
Apa tanganmu sibuk hingga tidak membalas pesanku?
(read)

Yoon Gi benar-benar kesal pada Eun Ji, sedari tadi dia mengirim pesan pada Eun Ji tetapi sang kekasih tidak membalasnya hanya membacanya saja.

Jung Eun Ji 
Aku sedang sibuk, jangan mengganguku!
(10.00) Read

Min Yoon Gi 
Sibuk apa? Kau tidak ada tambahan kuliah hari ini!
Read (10.02)

Jung Eun Ji
Memang benar aku hari ini tidak ada tambahan kuliah. Aku mempunyai kesibukan yang lainnya.
(10.10) Read

Min Yoon Gi 
Kesibukan apa? Apa kau jalan-jalan dengan teman-temanmu?
Read (10.12)

“Lihatlah” Eun Ji menunjukkan obrolannya dengan Yoon Gi pada Eun Kyung.

“Sini biar aku saja yang membalasnya dan kau melanjutkan pekerjaanmu” Eun Ji langsung menyerahkan ponselnya pada Eun Kyung.

Jung Eun Ji
Tentu saja dengan teman-temanku, aku ingin menghabiskan akhir pekan dengan teman-temanku.
(10.30) Read

Min Yoon Gi
Kemana? Aku akan menyusulmu, bukannya kamu ingin mengenalkanku pada teman-temanmu.
Read (10.31)

Jung Eun Ji 
Ke mall. Aku bisa mengenalkanmu di kampuskan, tidak perlu menyusulku.
(10.35) Read

Min Yoon Gi
Mall mana? Aku inginnya sekarang
Read (10.36)

Min Yoon Gi
Kau pergi di mall daerah mana?
Read (10.37)

Eun Kyung tertawa melihat balasan dari Yoon Gi, Eun Ji pun ikut tertawa melihatnya.

“Salah sendiri dia tidak mau turun” ucap Eun Kyung lalu meletakkan ponsel milik Eun Ji diatas meja.

Min Yoon Gi
Kenapa kau tidak membalasnya?!
(10.40)

Min Yoon Gi
Jung Eun Ji….
(10.41)

Min Yoon Gi
Aku tidak akan mengampunimu
Read (10.42)

Jung Eun Ji 
Emoticon cangkir
(10.43) Read

Min Yoon Gi
Oh jadi kau pergi ke kedai kopi
Read (10.44)

Min Yoon Gi
Begini caramu membalas chat dari kekasihmu. Hanya membacanya saja!!
Read (10.45)

“Lebih baik kau segera naik keatas, aku rasa Yoon Gi akan menyusulmu” ucap Eun Kyung, menyuruh Eun Ji untuk segera pergi ke kamar Yoon Gi.

“Biarkan saja, habisnya dia malas sekali untuk keluar dari kamar hanya untuk sarapan pagi saja” jelas Eun Ji sedikit sebal pada kekasihnya yang pemalas itu.

“Aku-kan pernah bertanya, kau yakin akan bertahan sampai menikah? Kau masih tau sedikit sifatnya dan sekarang kau tau sifat pemalasnya, jadi berfikirlah lagi untuk melangkah menuju jenjang yang lebih tinggi” jelas Eun Kyung, dan mendapatkan pukulan keras pada punggungnya.

“Aku tidak peduli dengan kekurangannya, karena bagiku cukup dia berada disisiku dan selalu mencari-cariku” ujar Eun Ji drngan senyum senang dan Eun Kyung hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Cepat kau pergi keatas sebelum Yoon Gi turun dan memarahiku” Eun Ji langsung melangkahkan kakinya menuju tangga, belum menaiki tangga pertama Eun Kyung memanggilnya.

“Jika Yoon Gi melakukan sesuatu yang aneh teriak yang kencang dan aku akan segera membebaskanmu dari perbuatan anehnya” Eun Ji tertawa mendengar perkataan Eun Kyung. Sementara itu Yoon Gi sedang bersiap-siap untuk pergi menyusul Eun Ji.

Eun Ji sudah berada didepan kamar Yoon Gi tetapi dia tidak langsung mengetuk pintu kamar Yoon Gi maupun membukannya langsung. Eun Ji beranggapan bahwa sebentar lagi Yoon Gi akan membuka pintu kamarnya karena dia akan menyusul ketempat dimana Eun Ji berada. Dan benar saja tidak berapa lama pintu kamar Yoon Gi terbuka menunjukkan wajah Yoon Gi yang bingung dengan mulut sedikit terbuka. Eun Ji tersenyum pada Yoon Gi dan berjalan mendekati Yoon Gi, membuat Yoon Gi berjalan mundur masuk kembali kedalam kamarnya.

“Kamu mau kemana?” tanya Eun Ji sambil meletakkan nampan diatas meja kecil dekat sofa berwarna hitam.

“Kamu kenapa bisa ada disini? Bukannya kamu sedang pergi bersama dengan teman-temanmu?” tanya Yoon Gi dengan kebingungan yang berputar-putar dikepalanya.

“Apa aku pernah bilang? Bukannya kamu sendiri yang mempersepsikan bahwa aku sibuk itu, keluar dengan teman-temanku?” Eun Ji balik bertanya pada Yoon Gi.

“Eun Kyung….” teriak Yoon Gi yang menyadari sesuatu dan Eun Kyung hanya tersenyum senang setelah menjahili saudara kembarnya.

Setelah berteriak Yoon Gi langsung duduk diatas paha Eun Ji dan menatap Eun Ji dengan intens.

“Ini maksudnya apa kamu duduk diatas paha aku? Apa karena berat badan aku yang lebih berat darimu?” Yoon Gi segera berdiri dan langsung menjatuhkan lututnya diatas lantai lalu tangannya dikatupkan untuk meminta maaf pada Eun Ji.

“Bukan… bukan itu maksudku, aku hanya kesal dengan Eun Kyung dan aku tidak sadar jika duduk diatas pahamu” jelas Yoon Gi, namun Eun Ji masih menunjukkan wajah sebalnya. Yoon Gi semakin mendekatkan tubuhnya pada Eun Ji, mengambil tangan kanannya dan menciumnya berkali-kali.

“Sudahlah lebih baik kamu sekarang sarapan pagi, aku tidak tau kau malas sekali hanya untuk makan pagi saat libur seperti ini” Eun Ji tidak membahas lagi mengenai Yoon Gi yang tidak sengaja duduk diatas pahanya, dia mengalihkan pembicaraan awal dengan sarapan pagi yang sengaja dia buat untuk Yoon Gi.

“Ya aku memang jarang sekali untuk sarapan pagi, terlebih jika sedang libur. Apa kamu yang memasaknya?” Yoon Gi menatap bulgogi yang berada disalah satu piring diatas nampan.

“Tentu saja agar kamu tidak malas untuk sarapan pagi” jelas Eun Ji dan langsung mendapatkan hadiah dari Yoon Gi berupa senyum manisnya.

 

Tanpa berkata lagi Yoon Gi langsung memakan bulgogi yang khusus dimasak oleh Eun Ji, Yoon Gi menatap sebentar Eun Ji lalu memberi senyum dan melanjutkan makannya. Eun Ji sangat bahagia, Yoon Gi menghabiskan masakannya tanpa bersisa.

“Jika kamu memasakkanku setiap hari pasti berat badanku akan bertambah” ujar Yoon Gi senang.

“Berhenti membicarakan berat badan!” kata Eun Ji memperingatkan.

“Iya… iya. Sebentar, jadi kamu bilang sibuk itu? Sibuk menyiapkan sarapan pagi untukku” Eun Ji menjawab dengan anggukkan kepalanya.

“Lalu siapa yang membalas chat dariku?” tanya Yoon Gi ingin tau, Eun Ji mengedikkan bahunya tanda tidak tau.

“Mungkin saja penghuni rumahmu” kata Eun Ji lalu meminum coffe latte yang dia buat.

“Penghuninya hanya ada 2, aku dan Eun Kyung. Jadi sedari tadi yang membalas chat-ku dia” lagi-lagi Eun Ji tidak mengatakan apapun.

“Awas saja dia! Akan aku balas perbuatan jahilnya” Eun Ji menepuk pelan pundak Yoon Gi agar dia bisa meredakan kemarahannya.

“Sudahlah, tidak perlu marah pada Eun Kyung, jika dia tidak jahil aku tidak mendapatkan kesenangan hari ini” kata Eun Ji dengan tersenyum bahagia.

“Kamu senang sekali rupanya, atau jangan-jangan kamu yang menyuruhnya”ucap Yoon Gi dengan nada menyelidik, Eun Ji menggelangkan kepalanya berkali-kali.

“Jika aku menyuruhnya, bukan hanya itu saja yang akan Eun Kyung lakukan” ujar Eun Ji dengan wajah menantang.

“Oh jadi kamu akan lebih jahil lagi dari yang dilakukan Eun Kyung” Yoon Gi mendekat pada Eun Ji, hingga tubuh mereka sangat dekat bahkan saling menempel.

“Aku sesak!, jangan dekat-dekat” Eun Ji berusaha menjauhkan tubuh Yoon Gi dari tubuhnya.

Namun tubuh Yoon Gi tetap menempel, Eun Ji terkejut saat kedua tangan Yoon Gi memeluk tubuhnya dari samping, dan menempelkan dagunya pada pundak Eun Ji.

“Aku lihat kamu setiap detik, setiap menit, setiap hari bertambah cantik” Eun Ji tersenyum datar menanggapi gombalan dari Yoon Gi.

“Aku tidak sedang menggombal Eun Ji, aku benar-benar mengatakan yang sebenarnya, coba saja tanya pada Eun Kyung” Eun Ji hanya bisa tersenyum, lalu Eun Ji memberikan gelas berisi coffe latte pada Yoon Gi.

“Siapa yang buat coffe latte ini? Kamu atau Eun Kyung” tanya Yoon Gi sebelum meminum coffe lattenya.

“Adik ipar yang membuatnya, kenapa?” Eun Ji balik bertanya. Namun Yoon Gi terdiam seketika dan tidak berkedip, saat dia melihat sesuatu diatas bibir Eun Ji.

Dengan perlahan Yoon Gi meletakkan gelas miliknya dilantai. Eun Ji seketika membulatkan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Yoon Gi.

 

Yoon Gi mencium bibir cherry milik Eun Ji dan menyesapnya dengan kuat. Eun Ji masih tidak percaya dengan ciuman Yoon Gi yang tiba-tiba, hingga Yoon Gi sudah melepaskan pagutannya, Eun Ji masih terdiam.

“Kenapa kamu terkejut?” Tanya Yoon Gi dengan mengusap bibir Eun Ji.

“Tentu saja aku terkejut, kau tiba-tiba menciumku” ujar Eun Ji, lalu menipis tangan Yoon Gi yang akan menyentuh kembali bibirnya.

“Tetapi kamu suka bukan” ujar Yoon Gi, membuat Eun Ji bersemu merah karena malu, lalu Eun Ji memukul pundak Yoon Gi dengan keras.

“Kalau begitu jika aku ingin menciummu, aku akan minta izin terlebih dahulu agar kamu tidak terkejut, bagaimana?” wajah Eun Ji semakin merah, dia sangat malu membicarakan soal ciuman.

“Apa aku boleh menciummu lagi?” tanya Yoon Gi pada Eun Ji. Dia hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya.

Namun, tidak berapa lama Eun Ji menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Yoon Gi. Yoon Gi mendekatkan wajahnya pada wajah Eun Ji, sudah tidak ada jarak diantara wajah mereka. Bahkan mereka bisa merasakan nafas masing-masing.

“Apa aku boleh melakukannya?”

“Tentu saja” balas Eun Ji lalu matanya dengan otomatis tertutup saat bibir Yoon Gi menempel diatas bibir Eun Ji.

Yoon Gi menciumnya dengan lembut membuat Eun Ji terbuai dengan ciuman lembut dan hangat dari Yoon Gi. Tiba-tiba Yoon Gi menghentikan ciumannya, dan menatap Eun Ji dengan serius.

“Apa aku harus selalu meminta izin saat akan menciummu?” Eun Ji tersenyum. Oh my boy, dia tadi mengatakan akan izin terlebih dahulu jika akan menciumku, dan sekarang dia mengatakan yang sebaliknya.Kata Eun Ji dalam hatinya.

“Tentu saja tidak, kamu tidak perlu selalu minta izin” Yoon Gi mengejutkan Eun Ji kembali dengan ciumannya yang tiba-tiba, Eun Ji ingin memberontak tapi tidak bisa karena kedua lengannya ditahan oleh Yoon Gi.

“Kenapa didalam tidak ada suara sama sekali?” tanya Ho Seok pada Eun Kyung.

“Aku harus masuk” Eun Kyung mencegah Ho Seok untuk mengganggu Yoon Gi dan Eun Ji.

“Jangan ganggu mereka! Ayo turun!” Ho Seok tersenyum dan langsung memeluk pundak Eun Kyung.

“Jangan cari kesempatan!” teriak Eun Kyung.

[THE END]

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s