Chaptered · Family · Friendship · Length · PG · Rating · Romance · sad

Oh! My Boy Chapter 7


Chapter sebelumnya (chp 6)

Di dalam mobil Eun Ji hanya diam, ya dia marah pada sepupunya itu, bagaimana tidak dia ingin sekali mencurahkan kebahagiaannya pada Eun Kyung. Namun, sepupunya mengajaknya untuk pulang.

“Sekarang ceritakan padaku, apa yang terjadi pada kalian berdua?” tanya Ho Seok.

“Aku tidak akan menceritakannya sebelum bercerita pada Eun Kyung”

“Kenapa? Akukan sepupumu Ji”

“Dia sahabatku. Jadi kau tunggu saja giliranmu, oke” ujar Eun Ji lalu tertawa mengejek pada Ho Seok.

 ##################

Ho Seok sedang menata makanan diatas meja makan bersamaan dengan turunnya Eun Ji dari atas dimana kamarnya berada, senyum senang masih menghiasi Eun Ji hingga saat ini, dan membuat Ho Seok merasa mual melihatnya.

“Bisakah kau tidak tersenyum terus seperti itu, aku rasanya ingin muntah melihatnya” ujar Ho Seok

“Jiltu?” tanya Eun Ji dengan senyum yang masih merekah.

“Kenapa aku harus cemburu? Aku hanya tidak suka melihat wajah jelekmu saat tersenyum” tanpa diduga Eun Ji memukul kepala Ho Seok dengan sebuah sendok.

“Hya! Sakit, kenapa kamu memukulku?” teriak Ho Seok sambil mengelus kepalanya yang sakit.

“Sudah diamlah!, aku ingin makan” perintah Eun Ji.

“Ceritakan soal kemarin” pinta Ho Seok.

“Andwae… andwae…” kata Eun Ji sambil menggelengkan kepalanya.

“Menyebalkan sekali, apa aku harus menunggu hingga nanti sore untuk mengetahui kejadian kemarin malam?” ujar Ho Seok sebal.

“Baiklah… baiklah… jika kau memaksa, pada intinya Yoon Gi kemarin menjadi seorang pria yang berlaku sopan dan manis padaku” jelas Eun Ji.

“Hanya itu. Hanya karena itu kau tersenyum hingga telinga, aku kira dia menyatakan cinta padamu” Ho Seok menatap Eun Ji dengan sebal, karena Eun Ji lagi-lagi memukul kepala Ho Seok dengan sendok.

“Kenapa senang sekali memukul kepala? Kalau otakku bermasalah bagaimana? Apa kamu mau tanggung jawab?” ucap Ho Seok sebal.

“Jangan Berlebihan! Aku mememukulmu karena kau terlalu keras kepala dan aku tidak akan bertanggung jawab karena otakmu masih bisa dibuat untuk berfikir” jelas Eun Ji,“Cepat selesaikan makanmu lalu antar aku ke kampus!” perintah Eun Ji.

“Baik tuan putri” balas Ho Seok dengan senyum terpaksa.

 

Yoon Gi turun dari tangga dengan wajah yang berbinar ceria, Eun Kyung sedikit bingung dengan perubahan saudara kembarnya, tidak biasanya Yoon Gi bangun telat seperti saat ini.

“Selamat Pagi saudari kembarku” sapa Yoon Gi pada Eun Kyung.

“Pagi…” balas Eun Kyung.

“Kenapa kamu memperhatikanku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan diriku?”

“Kau terlihat seperti orang jatuh cinta” ujar Eun Kyung

“Benarkah? tetapi aku tidak sedang jatuh cinta dengan siapapun” jelas Yoon Gi.

“Apa gara-gara Eun Ji? Apa kalian sudah semakin dekat” Yoon Gi diam dan menikmati bokkeumbap buatan Eun Kyung.

“Oppa! Ceritakan padaku, aku juga ingin ikut bahagia dengan kedekataan kalian”

“Lihat saja nanti” ucap Yoon Gi sambil tersenyum penuh arti.

“Dasar pelit” ujar Eun Kyung dan memasang wajah sebal. Dia benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi pada Yoon Gi dan Eun Ji.

“Kamu berangkat bersamaku bukan?”

“Tentu saja!” ucapnya dengan nada tinggi.

Eun Ji keluar dari mobil Ho Seok dengan raut wajah sebal, bagaimana tidak Ho Seok sengaja mengambil jalan lain untuk pergi ke kampusnya dan membuatnya semakin telat untuk sampai kampus. Namun, Eun Ji sedikit lega karena mata kuliah pertama kosong, dengan cepat Eun Ji berjalan menuju kelasnya. Tidak sabar untuk bertemu dengan Eun Kyung dan menceritakan semua yang terjadi padanya kemarin malam, namun tiba-tiba Eun Ji menghentikan langkahnya karena seseorang yang sedang berjalan berlawanan dengannya. Eun Ji tersenyum pada Yoon Gi saat dia sudah begitu dekat dengan Eun Ji, namun Yoon Gi hanya melewatinya saja tanpa membalas senyumnya maupun menyapanya. Eun Jipun segera melangkah-kan kakinya kembali, dia merasa aneh dengan Yoon Gi, baru saja dirinya dibuat bahagia dan sekarang Yoon Gi seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

Eun Ji segera berlari saat dirinya melihat eun Kyung sedang duduk dengan membaca buku yang diletakkan diatas meja, tiba-tiba Eun Kyung terkejut dengan pelukan erat dari Eun Ji.

“Ada apa Ji ah?” tanya Eun Kyung heran karena Eun Ji tiba-tiba memeluknya.

“Kenapa…kenapa…?” tanya Eun Ji dan semakin membuat Eun Kyung bingung.

“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan Ji”

“Kembaran kamu kenapa dia kembali dingin lagi denganku?” Eun Kyung benar-benar bingung dan ditambah dengan ketidaktauannya.

“Lebih baik kamu ceritakan padaku, apa yang terjadi kemarin malam?” Eun Ji menatap wajah Eun Kyung dengan wajah memohon. Dia memohon untuk tidak menanyakan hal yang terjadi padanya kemarin.

“Jika kamu tidak menceritakannya, aku tidak akan tau apa yang terjadi dengan kalian kemarin dan juga apa yang terjadi hari ini”

“Baiklah aku akan menceritakannya satu persatu” Eun Ji sangat antusias menceritakan kejadian Yoon Gi yang meminta maaf padanya, dia menceritakan mulai awal bertemu Yoon Gi di sebuah bar dan sampai Yoon Gi mengajaknya kesebuah restaurant siap saji lalu meminta maaf padanya.

“Yoon Gi meminta maaf padamu” Eun Ji menganggukkan kepalanya, Eun Kyung tidak percaya.

“Lalu setelah dia meminta maaf, apa yang Yoon Gi lakukan?”

“Tidak ada yang dia lakukan setelah dia mengucapkan maaf padaku” Eun Kyung semakin bingung.

“Setelah Yoon Gi meminta maaf, apa yang kamu ucapkan padanya?”

“Terima kasih”

“Apa? Itu saja yang kalian bicarakan” Eun Ji mengangguk malu.

“Lantas apa yang membuatmu bahagia? Dan membuat Yoon Gi berubah, sungguh kalian pasangan yang aneh jika alasan kalian bahagia hanya sebuah kata maaf”

“Tentu saja itu alasannya Kyungie, kau tau bukan Yoon Gi irit bicara padaku, dan dia tidak memperlakukanku dengan baik. Jadi hanya kata maaf itulah yang membuatku bahagia, ini perubahan yang bagus walaupun masih kecil”

“Lalu apa yang membuat Yoon Gi senang? Kau tau dia seperti orang sedang kasmaran?” ucapan Eun Kyung membuat Eun Ji bersemu merah.

“Kenapa pipi kamu bersemu merah seperti itu? Apa yang kamu pikirkan Ji?” Eun Ji hanya menggelengkan kepalanya dan menyentuh pipinya, “Lalu kenapa kamu tiba-tiba memelukku saat masuk kedalam kelas? Apa yang telah dilakukan oleh saudara kembarku?” Eun Kyung mengingatkan kembali apa yang telah dilakukan Eun Ji saat pertama kali masuk kelas.

“Saudara kembarmu membuatku terhempas ketanah” ucap Eun Ji tidak bersemangat

“Apa?! Dia membuatmu jatuh, bagaimana bisa itu terjadi?” Eun Kyung segera mengecek keadaan Eun Ji.

“Bukan yang seperti kamu fikirkan Kyungie” Eun Ji menatap Eun Kyung dengan wajah sedih.

“Dia kembali menjadi Min Yoon Gi yang sebelumnya, dingin tidak perduli dengan seorang wanita. Padahal kemarin malam dia seperti lelaki normal yang memperlakukanku dengan baik bahkan dia minta maaf denganku, dan sekarang dia seperti tidak pernah terjadi apa-apa?” jelas Eun Ji dan dia kembali memeluk Eun Kyung.

“Aneh sekali padahal tadi pagi moodnya sedang bagus” kata Eun Kyung.

“Apa aku kurang cantik Kyungie? Apa aku harus oplas dulu biar Yoon Gi menyukaiku?” Eun Ji benar-benar mengigau.

“Apa yang kamu katakan? Kamu itu sudah sempurna Eun Ji tidak perlu melakukan oplas, yang ada saudara kembarku itu yang harus pergi ke dokter mata untuk memeriksakan matanya. Tenang saja aku akan membantu untuk lebih dekat lagi dengan Yoon Gi” Eun Kyung memberi semangat lagi pada Eun Ji.

“Apa yang harus aku lakukan? Dia pria yang membingungkan, aku belum pernah menjumpai pria seperti Yoon Gi” Eun Kyung tidak bisa berkata lagi, dia hanya bisa memeluk Eun Ji untuk menenangkannya.

Namun tidak berapa lama, Eun Ji melepaskan pelukannya pada Eun Kyung, dia menghapus air matanya dengan cepat dan memperlihatkan senyum misterius pada Eun Kyung.

“Aku tau seseorang yang akan membantu memecahkan masalahku” kata Eun Ji bersemangat, dan Eun Kyung hanya bisa bertanya-tanya dalam hatinya mengenai seseorang yang dikatakan oleh Eun Ji.

Eun Ji segera menarik Eun kyung untuk keluar dari dalam kelas, Eun Ji tidak ingin menghabiskan waktu hanya untuk menangis, dia ingin segera menemui temannya. Temannya yang tidak lain adalah kekasih dari teman Yoon Gi semasa SMA.

“Kita akan pergi kemana Eun Ji?” tanya Eun Kyung bingung, karena tiba-tiba dirinya ditarik keluar dari kelas oleh Eun Ji.

“Menemui temanku dan kekasihnya” jelas Eun Ji singkat, dan tetap menarik Eun Kyung tanpa berhenti.

“Kenapa menemui mereka?” Eun Ji berhenti sebentar dan menatap Eun Kyung tajam.

“Mereka yang akan membantuku untuk memecahkan masalah ini” kata Eun Ji, lalu menarik kembali Eun Kyung untuk segera berjalan kembali.

Eun Kyung hanya bisa menggelengkan kepalanya, bahkan Eun Ji tidak memperdulikan panggilan temannya, dia terus saja berjalan hingga pintu gerbang universitas untuk menunggu taksi. Namun tanpa mereka berdua sadari, ada 2 pasang mata yang memperhatikan mereka, mulai keluar dari kelas hingga keluar pintu gerbang universitas. 2 pasang mata itu masih saja menatap kearah pintu gerbang walaupun dia tidak bisa melihat dengan jelas keberadaan Eun Ji dan Eun Kyung.

Dia mengembalikan pengelihatannya pada ponsel yang digenggamnya, dan terdengar hembusan nafas dari seorang pria yang memperhatikan pergerakan Eun Ji dan Eun Kyung. Pria itu menatap foto yang terpampang dilayar ponselnya, foto seorang pria dan wanita yang saling tersenyum berhadap-hadapan, pria itu memandangi wajah sang wanita dengan tatapan sedih.

“Kenapa…?Kenapa…?” pria itu mengucapkan kata tersebut berulang kali.

Yoon Gi memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celana jeansnya, diapun pergi meninggalkan taman tempat yang menurutnya akan memberi ketenangan jiwa. Setelah mengetahui jika Eun Kyung meninggalkan kampus bersama dengan Eun Ji, Yoon Gi pun ikut meninggalkan kampus untuk pulang kerumahnya.

 

Sementara itu Eun Kyung menatap Eun Ji bingung, dia menelfon temannya sejak taksi melaju dan hingga sekarang, Eun Ji tampak sedikit sebal terlihat dari dahinya yang berkerut beberapa kali.

“Bagaimana?” tanya Eun Kyung setelah Eun Ji memutuskan panggilan tersebut.

“Dia bingung harus menjelaskan apa pada kekasihnya? Dan dia menyuruhku untuk menunggu di cafe seberang kampusnya” jelas Eun Ji lalu dirinya menatap keluar jendela dengan tatapan kosong.

Hingga sampai mereka duduk didalam cafepun, Eun Ji masih diam dengan pandangan kosong.

“Eun Ji…, Ji ah…” Eun Ji yang dipanggilpun tidak membalasnya.

“Eun Ji… ayolah jangan diam saja, ini bukan masalah yang besar. Yoon Gi memang seperti itu terkadang baik dan terkadang dia buruk, akupun pernah diperlakukan seperti itu. Jadi aku harap kau tidak terlalu memikirkannya, heumm…”

“Tapi… tapi…, baru saja aku melihat dia baik padaku, tetapi kenapa dia berubah dalam semalam?” tanya Eun Ji pada Eun Kyung.

“Lebih baik kita menunggu penjelasan dari kekasih temanmu itu, biar kita tidak salah dalam mempersepsikan” jelas Eun kyung.

Tidak lama teman Eun Ji memasuki Cafe tersebut bersam dengan seorng pria, yang dipastikan itu adalah kekasihnya melihat bagaimana gadis itu menggandeng erat tangan pria itu.

“Annyeong Eun Ji” Eun Ji langsung berdiri dari duduknya dan memeluk temannya itu dan membungkuk pada kekasih temannya, dan Eun Kyung ikut membungkukkan badannya.

“Kenapa kamu tiba-tiba ingin mengetahui tentang Yoon Gi?” tanya Kekasih teman Eun Ji, membuka pembicaraan.

“Karena aku mencintai Yoon Gi, karena aku tidak berhasil-hasil menggapai cintanya, jadi aku ingin minta bantuan pada kalian” jelas Eun Ji dengan raut wajah sedih.

“Aku tidak bisa membantu banyak” jawab kekasih teman Eun Ji, dan tatapan tertuju pada Eun Kyung. Eun Ji yang mengetahui tatapan kekasih temannya itu, baru sadar jika dia belum mengenalkan Eun Kyung pada mereka.

“Maaf aku lupa memperkenalkan kalian pada Eun Kyung. Kenalkan dia Eun Kyung saudari kembar Yoon Gi” tampak kekasih teman Eun Ji terkejut.

“Aku tidak mengetahui jika Yoon Gi mempunyai saudari kembar. Seharusnya kamu meminta bantuan padanya saja, kamu salah memintaku untuk membantumu” katanya.

“Tapi kamu temannya semasa SMA, walaupun aku saudarinya, tetapi aku tidak mengetahui apapun mengenai masa SMAnya. Siapa tau memang terjadi sesuatu saat SMA dulu? Kamu harus membantu kami agar bisa memecahkan masalah yang ada” jelas Eun Kyung.

“Baiklah, aku harap kalian tidak terkejut mendengar cerita mengenai Yoon Gi” kata kekasih teman Eun Ji tersebut.

Pria itu menjelaskan sangat detail mengenai Yoon Gi dimasa SMAnya, terdengar dalam ceritanya jika mereka berdua adalah teman dekat bahkan dimana ada Yoon Gi pria itu selalu ada dan sebaliknya. Di pertengahan cerita Eun Ji dan Eun Kyung merasa terkejut dengan cerita pria itu, dia mengatakan jika Yoon Gi menyukai seorang gadis; dia kasmaran; dan dia adalah pria yang romantis.

Eun Ji dan Eun Kyung saling menatap, mereka sama-sama merasa aneh mengetahui Yoon Gi adalah pria yang romantis.

Lalu pria itu melanjutkannya kembali, namun dia sedikit ragu menceritakan kelanjutan dari cerita tersebut.

“Aku terkejut saat pertama kali chagi memperkenalkan kamu padaku, wajah kamu mirip sekali dengan mantan kekasih Yoon Gi, tetapi kalian berbeda hanya wajah saja yang sama” kejutan kedua benar-benar mengejutkan Eun Ji dan Eun Kyung.

“Jadi wajahku mirip dengan mantan kekasih Yoon Gi” pria itu menganggukkan kepalanya.

“Apa yang membuat  oppa-ku putus dengannya?” tanya Eun Kyung.

“Yoon Gi adalah pria yang overprotectiv dan juga pencemburu, hampir saja dia membunuh temannya sendiri. Apa kamu ingat Eun Ji pria yang menuangkan minuman padamu?” tanya pria itu pada Eun Ji.

“Iya aku ingat. Jangan bilang pria itu yang hampir dibunuh oleh Yoon Gi?” pria itu lagi-lagi menganggukkan kepalanya.

“Kenapa bisa oppa melakukan hal seperti itu?” tanya Eun Kyung tidak percaya.

“Awalnya dia hanya ingin mengerjai Yoon Gi saja, tetapi ini bukan kesalahan pria itu saja. Mantan kekasih Yoon Gi juga salah, dia memanfaatkan keadaan tersebut untuk putus dari Yoon Gi” jelas pria itu.

“Satu fakta lagi Yoon Gi sangat mencintai perempuan itu, padahal dia perempuan yang tidak baik. Dan karena perempuan itu pertemanan kami terputus, hanya karena aku membela temanku yang lain” jelasnya lagi dengan nada sedih.

“Yoon Gi tidak baik padamu, mungkin saja karena dia masih teringat dengan perempuan itu dan dia tidak ingin menjadikanmu pelampiasan karena wajah kalian yang sama” ucapannya membuat Eun Ji merasa lega karena sudah mengetahui semua hal mengenai Yoon Gi.

Setelah mendengar semua cerita mengenai kehidupan SMA Yoon Gi, mereka berdua langsung pergi meninggalkan cafe itu, Eun Ji terlihat sudah tidak khawatir, namun Eun Kyung menunjukkan wajah khawatirnya.

“Ada apa Kyungie?” tanya Eun Ji

“Aku merasa bukan saudari yang baik, aku tidak mengetahui apapun mengenai kehidupan Yoon Gi pada saat SMA. Eun Ji ya, kamu tenang saja aku akan membantu untuk lebih dekat dengan Yoon Gi, jika seperti ini aku bisa dengan mudah membuatnya mengaku padaku” kata Eun Kyung bersemangat, dan Eun Ji tersenyum bahagia sambil memeluk erat tubuh Eun Kyung.

Eun Kyung menahan pintu taxi, dan menatap Eun Ji. “Kamu yakin tidak ingin berkunjung sebentar?” tanya Eun Kyung pada Eun Ji.

“Tidak! Aku masih tidak bisa bertemu dengan Yoon Gi” ujar Eun Ji.

“Baiklah, sampai berjumpa lagi” Eun Kyung masuk kedalam rumah setelah taxi yang ditumpangi Eun Ji tidak terlihat.

Yoon Gi segera duduk dan berpura-pura menonton televisi yang sengaja dia hidupkan sedari tadi, dia diam saja saat Eun Kyung memasuki rumah dan berjalan melewatinya begitu saja. Yoon Gi sedikit heran dengan saudari kembarnya itu, namun tidak berapa lama Eun Kyung duduk disampingnya dengan membawa dua buah cangkir coklat panas.

“Kamu tidak memasukkan cairan yang aneh didalamnya bukan?” Yoon Gi langsung mendapatkan pukulan dilengannya karena candaan yang tidak lucu.

“Jangan aneh-aneh!, kamu fikir aku orang jahat?” ucap Eun Kyung lalu meminum coklat hangat miliknya.

“Heummm enak, enak sekali. Lebih enak dari yang dijual dikedai minuman” Eun Kyung tampak mencebik, saat Yoon Gi memuji minuman yang dibuatnya.

Seperkian detik mereka terdiam hanya terdengar jarum jam yang bergerak setiap detiknya. Eun Kyung terdengar menarik nafasnya lalu membuangnya, dia bersiap-siap untuk menanyakan semua hal pada Yoon Gi.

“Oppa.. a..ku…” ucapan Eun Kyung terpotong.

“Aku tau apa yang ingin kamu katakan dan aku tau kamu pergi kemana tadi bersama dengan Eun Ji” Yoon Gi mengeluarkan Ponsel miliknya, dan menunjukkan foto yang terlihat dilayar ponselnya.

Eun Kyung terkejut melihat foto yang ada dilayar ponsel tersebut, saudara kembarnya sedang mengalungkan kedua tangannya pada leher gadis berambut panjang, dan wajah gadis itu benar-benar mirip sekali dengan Eun Ji.

“Dia mirip sekali dengan Eun Ji” Yoon Gi mengangguk tanpa berkata.

“Kenapa oppa masih menyimpan foto itu dan menjadikannya sebagai layar depan? Jangan bilang oppa masih belum bisa melupakannya!” ujar Eun Kyung dengan nada tinggi.

“Eun Ji… Eun Ji… yang membuatku mengingatnya kembali, kamu pasti mengerti kenapa aku berbuat jahat pada Eun Ji?” jelas Yoon Gi.

“Agar Eun Ji menjauh dan oppa bisa melupakan gadis itu. Asal oppa tau mereka berdua orang yang berbeda, hanya wajah mereka saja yang sama. Dengan oppa yang berusaha membuat Eun Ji membencimu itu tidak akan bisa membuat Eun Ji menjauh, baik sebelum dia mengetahui kebenaran ini!” Jelas Eun Kyung dengan sedikit kesal.

“Aku tidak ingin membuatnya sedih Kyungie, kamu tau bukan aku pria seperti apa?” Eun Kyung memutar matanya jengah.

“Kenapa dengan sikap over protektif dan cemburumu itu? Kau belum menjalaninya dengan Eun Ji, dia bukan gadis itu, dan kau sudah tau kenyataannya bahwa gadis itu seorang player. Jadi kau tidak perlu menjauh dari Eun Ji, dia gadis yang baik dan memiliki hati yang murni, mereka berbeda” jelas Eun Kyung lalu dia meminum kembali coklat hangatnya.

“Aku tidak ingin membuatnya tersiksa karena sikapku itu, Eun Ji mempunyai sifat bebas aku tidak ingin dia merasa tersiksa Kyungie” ucap Yoon Gi dengan nada frustasi, Eun Kyung baru kali ini melihat jika Yoon Gi merasa frustasi.

“Aku juga mempunyai perasaan pada Eun Ji, tetapi sisi lain dari diriku mengatakan untuk tidak menerima perasaan sukaku pada Eun Ji, aku bingung Kyungie” jelas Yoon Gi, Eun Kyung langsung memeluk Yoon Gi agar dia merasa tenang.

“Aku mengerti sekarang” kata Eun Kyung singkat.

Eun Ji yang baru turun dari taxi tampak menyunggingkan senyumnya, kekhawatirannya sedikit berkurang terhadap Yoon Gi, awalnya dia mengira bahwa Yoon Gi membencinya. Namun, itu salah besar Yoon Gi tidak membenci Eun Ji, Yoon Gi hanya tidak ingin mengingat mantan kekasihnya yang mempunyai wajah sama.

“Hya! Kenapa kamu ada menghadangku?” tanya Eun Ji sebal karena jalannya dihadang oleh Ho Seok.

“Kamu tidak lihat jika kamu sebentar lagi akan menabrak kursi” jelas Ho Seok.

“Hehehe mianhae sepupuku yang tampan” kata Eun Ji lalu lanjut berjalan, namun Ho Seok menahan tangan Eun Ji.

“Ada apa?” tanya Eun Ji

“Kalian dari mana saja?” Eun Ji menatap Ho Seok heran.

“Kau tau jika aku keluar dengan Kyungie, dari siapa kau mengetahuinya?” Ho Seok menganggungkan kepalanya.

“Dari teman kuliahmu, aku menjemputmu dan ternyata kamu pergi dengan Eun Kyung” jelas Ho Seok, Eun Ji hanya menganggukkan kepalanya.

Namun, tiba-tiba Eun Ji menarik tangan Ho Seok dan membawanya duduk di sofa.

“Kenapa tiba-tiba menarikku untuk duduk?”

“Aku ingin tanya sesuatu padamu?” Ho Seok menatap lekat-lekat Eun Ji.

“Saat kamu berpacaran dengan Eun Kyung dulu, apa kau over protectiv padanya?” Ho Seok menyunggingkan senyum dibibirnya.

“Tidak, aku bukan tipe pria yang overprotectiv, dan satu lagi aku berpacaran dengannya hanya sebentar” ujarnya sedikit menyesal.

“Ya ya terlihat sekali bahwa kau pria yang playboy, yang suka mempermaikan seorang perempuan, pantas saja Eun Kyung tidak ingin bertemu denganmu lagi” Eun Ji mengelus puncak kepalanya, karena Ho Seok memukul kepala Eun Ji, saat dia mengatai Ho Seok adalah seorang playboy.

“Tsk… tidak perlu diperjelas. Sepertinya aku ketinggalan sesuatu yang menarik, siapa pria yang over protectif itu” tebak Ho Seok.

“Apa kau percaya Yoon Gi adalah tipe pria yang over protectif dan pencemburu?”

“Aku percaya dia mempunyai sikap over protectif dilihat dari cara dia melindungi Eun Kyung, kau ingat bukan saat pertama kali dia bertemu denganku dan akhirnya Yoon Gi memarahimu”

“Tentu saja aku ingat, apa seorang pria selalu over protectif dan pencemburu pada kekasihnya? Dan apa tidak semua perempuan suka dengan sikap itu” tanya Eun Ji.

“Tidak semua pria seperti itu dan perempuan biasanya ada yang menyukai sikap over protectif kekasihnya tetapi dalam batas wajar dan pencemburu itu terlalu berlebihan menurutku” jelas Ho Seok, namun Eun Ji terlihat masih bingung

“Dalam batas wajar maksudnya dia tidak terus menerus mengirim sms maupun menelfon hanya untuk mengingatkan sesuatu. Jika pria itu pencemburu pasti kau tidak akan betah dengannya, karena dia membatasimu dalam bergaul dengan siapapun” jelas Ho Seok lagi.

“Gomawo atas penjelasanmu sepupu tampanku, aku mau kekamarku dulu” Eun Ji meninggalkan Ho Seok dengan senyum merekah.

Eun Ji mendapatkan sebuah ide, dia ingin melakukan sesuatu untuk Yoon Gi besok. Eun Ji mengeluarkan ponselnya, lalu mengetik pesan pada Eun Kyung.

|Besok aku akan memberi kejutan pada Yoon Gi, doakan aku Kyungie|

| Yosh… semoga berhasil ^_^ | 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s