FF Project · Ficlet · Romance · Teen

[WTBH The Series] #14 : RESPECT


lay

 Scriptwriter: riseuki || Cast: EXO’s Lay ||

 Genre: Romance || Duration: Drabble

Disclaimer : I only own the plot & absurdness. Lay belong to whoever he is.

©Riseuki, 2016

“I have no other reason, I do respect you”

.

.

Bagaimana aku harus menggambarkan tentang pria itu. Dia benar-benar memenuhi syarat seorang pria sempurna! Tinggi, pandai, bersuara bagus –dan tentu saja tampan!

Bahkan dia sangat lovable dan mampu membuat setiap hariku berwarna. Menerbangkan banyak kupu-kupu di perutku, memekarkan bunga-bunga di sekitar ku dan menarik ujung-ujung bibirku membentuk sebuah senyuman, selalu begitu.

Dia kekasihku.

Kami sudah bersama selama hampir satu tahun, dan hal ini mulai menggangguku. Bukan –bukan kebersamaan kami atau caranya membuatku bahagia—tapi sikapnya yang ku lihat masih saja terlalu kaku dan membatasi interaksi kami.

 

“Oppa, apa kau akan menciumku hari ini?”.

 

Aku pernah mengajukan pertanyaan itu tanpa tedeng aling-aling suatu kali, ketika kami sedang duduk di taman untuk kencan hundred days kami.

Tubuhnya langsung menghadapku dan aku bisa melihat matanya membelalak, terkejut dengan pertanyaan tak tahu malu yang ku ajukan. Tangannya yang saat itu memegang permen kapas dibebaskan dengan memberikannya padak, lalu digunakannya tangan itu untuk mengelap sudut dahi.

Hey! Apa pertanyaanku begitu aneh?

Masih dengan ekspresi yang sama, dia seperti meminta penjelasan padaku. Aku menggigit permen kapas yang diberikannya padaku dan melengos.

 

”Haha, wajah oppa jadi aneh! Sudah, lupakan saja pertanyaanku”.

 

Dan seketika ia membuang nafas lega.

Selalu begitu setiap kali aku bertanya tentang skinship yang seharusnya menjadi bumbu dalam hubungan kami. Itu pula yang kini membuatku ragu, jika diperhatikan sampai sekarang, jangankan menciumku, Oppa bahkan tidak pernah memelukku!

Apa sebenarnya dia tidak mencintai aku?

Mungkinkah dia hanya mempermainkan aku?

A –atau dia sebenarnya bermain api di belakang punggungku selama ini?

Arrggh!

Banyak kecurigaan tak masuk akal yang merasuk ke otakku. Dan aku selalu merasa bodoh dan bersalah jika memikirkannya, bagaimana mungkin seseorang yang selalu membuatku tersenyum dan memberi debar-debar hangat itu melakukan hal-hal bodoh yang ku tuduhkan.

Mal-do-an-dwae!

Aku harus meluruskan pikiranku.

.

.

.

.

.

.

“Oppa, disini!”, aku melambaikan tanganku tinggi-tinggi, melihat senyum bak malaikat itu terarah padaku dan tangannya yang melambai balik.

“Maaf aku terlambat hari ini”, katanya dengan nafas terengah, “aku ketinggalan subway”, tambahnya sebagai alasan.

Aku tadinya hanya akan mengangguk, tapi melihat dia merogoh saku jeans yang dikenakannya dan mengeluarkan sebuah bungkusan dari sana, membuatku lebih dari mengangguk. Aku membentuk mulutku seperti huruf O dan makin memperhatikannya.

 

Happy anniversary”.

 

Coba jawab aku, bukankah aku bodoh sudah memikirkan hal-hal remeh tentang pria ini ? Tetap saja dia satu-satunya yang membuat aku senang!

Dan sebagai tambahan, dia menggenggam tanganku dan mengecup keningku secara lamat.

Aku ulang, mengecup keningku!

Binar-binar kebahagiaan tidak bisa dielakkan sudah tergambar jelas di wajahku saat ini, apalagi ketika oppa menambahkan kalimat; “Menikahlah denganku”, setelah kecupan itu berakhir.

“Yixing op –oppa ?”.

“Aku serius menanyakannya, hiduplah bersamaku”, senyumnya yang menghasilkan dimple itu merekah bak kumpulan kembang api pada perayaan tahun baru di mataku.

“Kau baru saja menciumku!”, teriakku tertahan yang membuat tawa Yixing Oppa meledak, lalu dia mendekatkan bibirnya ke telingaku dan berbisik, “Kau selalu bertanya kapan aku akan menciummu, kan? Aku tidak bisa melakukannya karena aku menghargaimu, sayang. Tidak ada alasan lain”.

Aku mengerjapkan mataku dan melihat lurus ke mata Oppa. Tidak ada kebohongan terdeteksi.

“Jadi, menikahlah denganku. So, I can respect you more”, ucapnya agak menggoda dengan satu wink yang sukses membuatku lemas di tempat.

Maka aku mengangguk, mengiakan.

Dimana lagi aku akan mendapatkan lelaki sesempurna ini? Dia adalah satu-satunya!

.

.

.

fin

 

A/N : my first lay’s story. esp for layixing whom requested this to be written!

Advertisements

5 thoughts on “[WTBH The Series] #14 : RESPECT

  1. hohohoho risuki XD aku meleleh baca ini hahah
    Lay suka gitu ya kkk diem2 tapi menghanyutkan XD
    kayak g mau eh malah langsung ngajak nikah, ya sapa yang g seneng ya XD
    Ya Allah risuki kamu bikin aku kayak orang gila, baca ini malem2 terus ngebayangin Lay ngomong gitu. Aku sudah nyerah kkk g kuat sama Lay XD
    Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    Keep writing ya
    MinariFini

    Liked by 1 person

    1. Kak, kok aku juga jadi ngebayangin mendadak malem2 gitu kan ada yang dateng ngelamar pake kalimat “menikahlah denganku” wuuusshh badai pasti berlalu 😂
      kakak nulia juga donggg, kangen nih! ㅋㅋㅋ

      Like

  2. Aaaaaak kaaakk miaan aku baru bacaa baru buka mnj jadi baru nemuuuuuu.
    Ya tuhan ya tuhan ya tuhan.. Mas yixing ku emang yg paling top :’)
    Sukak bangt sama penggambaran karakternya yang emmm kayak seo daeyong di descndnts of the sun ga sih? #ngarep wkwkwkwkwk
    Makasiiihhh kak sudah membawa mas yixing dan aku sukak sukak sukaaaaaaa~
    Keep writing yixing kak #ngareplagi hehe xD

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s