Chaptered · Family · Friendship · Genre · Length · PG · Rating · Romance · sad

Oh! My Boy Chapter 5


Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 

Suga yang sedang menyiram tumbuhan milik Eun Kyung tiba-tiba terkejut melihat kembarannya turun dari mobil seseorang, itu hal yang tidak biasa.

“Siapa yang mengantarmu pulang? Bukannya kau selalu naik bus jika aku sudah pulang” tanya Suga ingin tahu

“Ingin tau saja” ucap Eun Kyung lantas langsung meninggalkan Suga yang masih terpaku ditempatnya, merasakan ditinggal sendiri Sugapun segera masuk kedalam.

Dengan sedikit berlari Suga langsung pergi menuju kamar Eun Kyung , tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Suga membuka pintu itu dengan keras.

“Astaga oppa untung saja aku sedang tidak mengganti baju” Suga langsung saja masuk kedalam kamar Eun Kyung dan duduk diranjang dengan bad cover berwarna biru laut.

“Siapa yang mengantarmu tadi? Perempuan atau laki-laki? Aku mengenalnya atu tidak?” Eun Kyung memutar bola matanya , dia sangat kesal dengan pertanyaan yang diucapkan oleh kembarannya.

“Dia laki-laki, kau hanya tau siapa dia tetapi tidak mengenalnya” raut wajah Yoon Gi berubah menjadi memerah.

“Apa dia Shin Heo Seok? Jangan pernah mau diantar dia lagi dan jangan pernah bertemu dengannya lagi Kyungie” teriak Suga hingga nafasnya tersenggal-senggal, Eun Kyung tampak acuh demi misinya mempersatukan Eun Ji dan Yoon Gi.

“Oppa aku lelah , bisakah kamu keluar dari kamarku” mohon Eun Kyung , Yoon Gipun keluar dengan perasaan sebal. Dia sudah kecolongan , bagaimana tidak adik perempuannya sudah bertemu dengan lelaki yang pernah menyakitinya dulu. Yoon Gi ingin sekali bertemu dengan lelaki itu dan membuat perhitungan padanya. 

Eun Ji menegakkan badannya saat melihat Hoe Seok sepupunya sudah datang , tanpa membiarkan Heo Seok masuk terlebih dahulu Eun Ji langsung menghalanginya.

“Katakan padaku apa yang sedang kamu rencanakan?” Eun Ji sungguh khawatir pada Eun Kyung bukan karena dia adalah saudara Kembar Yoon Gi , melainkan karena Eun Kyung adalah temannya walaupun mereka baru saja berteman tetapi Eun Ji sangat khawatir pada Eun Kyung.

“Aku hanya minta maaf Ji , tidak lebih kalau kamu tidak percaya tanyakan saja pada Kyungie” Eun Ji masih tidak  membiarkan Heo Seok masuk kedalam rumah.

“Tidak ada yang lain , aku tidak mau kamu menyakitinya Heo Seok. Aku mohon” Heo Seok langsung memeluk tubuh Eun Ji memberikan ketenangan pada diri Eun Ji.

“Tenang saja aku tidak akan menyakitinya, kamu mungkin akan senang jika mengetahui hal apa yang terjadi pada kita tadi” Eun Ji melepaskan tubuhnya dari pelukan Heo Seok , dia menunjukkan raut bingung.

“Ayo masuk , akan aku buatkan makanan, pasti kamu lapar” ujar Heo Seok menarik tubuh Eun Ji untuk mengikutinya masuk kedalam rumah. 

Keadaan makan malam tampak sepi tidak ada satupun yang berbicara , memang dalam tata cara makan bicara tidak diperbolehkan. Namun biasanya Yoon Gi dan Eun Kyung akan mengejek satu sama lain masakan yang mereka buat . Berbeda dengan malam ini mereka tidak ada satupun yang membuka mulut untuk berbicara.

“Kamu mau makanan penutup” Eun Kyung hanya menganggukkan kepalanya, Yoon Gi pasrah saja melihat Eun Kyung yang masih belum ingin berbicara padanya.

Yoon Gi meletakkan piring yang berisikan buah pir kesukaan mereka , namun Eun Kyung masih setiap menatap televisi dihadapannya.

“Kyungie , jangan mendiamkanku seperti ini. Aku tidak akan lagi membahas hal itu dan aku membolehkanmu pergi dengannya” Yoon Gi sunguh gatal saat mengucapkan hal itu , dia sebenarnya masih tidak rela tetapi dia tidak ingin Eun Kyung mendiaminya terus.

“Oppa yakin memberiku izin , aku tidak percaya” ujar Eun Kyung dengan menatap Yoon Gi tepat dimatanya.

“Aku memang memberimu izin tetapi aku akan terus mengawasi kalian” senyum Eun Kyung merekah , inilah yang dia inginkan.

“Kamu tau oppa dia menyatakan cinta padaku ,tetapi aku belum menjawabnya, aku takut dia mengerjaiku saja” cerita Eun Kyung sambil memeluk Yoon Gi dari samping.

“Ya kamu harus berhati-hati jangan gegabah , pikirkan dulu ucapan laki-laki itu” jelas Yoon Gi , dia tidak ingin melihat adiknya bersedih karena pria bernama Heo Seok itu.

“Jika kamu keluar bersamanya , kamu harus bilang padaku karena aku akan ikut bersama kalian” Na Mi membulatkan matanya tidak percaya , haruskah Na Mi melanjutkan actingnya.

“Kalau begitu kita jalan bersama , aku dengan Heo Seok dan oppa bersama dengan Eun Ji. Itu tawaranku dan konsekuensi jika oppa ingin ikut jalan bersamaku” Yoon Gi membuang nafasnya berat , apakah ini yang dia inginkan? Yoon Gi menggelengkan kepalanya berkali-kali.

“Baiklah kalau begitu aku setuju dengan tawaranmu” Eun Kyung langsung berdiri dan pergi meninggalkan Yoon Gi di ruang televisi. Namun masih setengah dia berjalan menaiki tangga , Eun Kyung berhenti dan memanggil Yoon Gi.

“Oppa kau yang memberitau Eun Ji , awas saja jika kau tidak menghubunginya , aku tidak akan mengizinkanmu ikut” teriak Eun Kyung dan langsung pergi ke kamarnya untuk memberi tau Heo Seok. 

Eun Kyung mengambil hand phonenya dan mendial nomer Heo Seok , dalam 3 detik Heo Seok langsung menerima panggilan tersebut.

‘Malam sweatheart’ sapa Heo Seok

‘Besok kita akan melaksanakan rencana kita , jadi bersiaplah’

‘Siap sweatheart , apa kita harus memakai baju couple biar terlihat seperti kekasih sungguhan”

‘Pakai baju warna biru saja, dan kau awasi Eun Ji dengan baik’

Setelah mengatakan hal tersebut Eun Kyung langsung memutuskan sambungan telfonnya. Heo Seok menghela nafas kasar, sebegitu tidak inginnya dia berbicara lama dengannya ujar Heo Seok dalam hatinya. Heo Seok pun keluar dari kamarnya dan menuju ruang TV dimana Eun Ji sedang menonton drama sambil memakan pop corn. 

“Kamu kenapa Ji?” Heo Seok melihat Eun Ji yang melamun

“Ji … Ji… ” Heo Seok mengguncang-guncang tubuh Eun Ji.

“Ada apa?”tanya Eun Ji dengan menunjukkan senyum sumringahnya.

“Kenapa kamu tersenyum seperti itu?”

“Yoon Gi mengajakku keluar bersama dengan kalian” Heo Seok menganggukkan kepalanya lalu mengambil pop corn yang ada dipangkuan Eun Ji.

“Kamu tidak senang , aku bersyukur bisa ikut dengan kalian , jadi aku bisa mengawasimu” Heo Seok tidak peduli dengan omongan Eun Ji.

“Hya dengarkan aku! Hya Heo Seok!”teriak Eun Ji tepat ditelinganya.

“Astaga telingaku bisa tuli , kenapa kamu teriak-teriak?”ujar Heo Seok

“Besok kau akan kemana saja?” Heo Seok mengerutkan dahinya.

“Kenapa kamu yang bahagia? Kami yang akan berkencan biasa-biasa saja. Kamu senang ya akan jalan bersama dengan Yoon Gi” Eun Ji tidak menjawab , namun wajahnya terlihat memerah.

“Sudah tidak perlu menjawab , wajahmu sudah menjelaskannya, jangan tidur malam-malam aku tidur dulu” Heo Seok meninggalkan Eun Ji yang masih tersipu dengan perkataan Heo Seok tadi.

Heo Seok sudah bersiap di dalam mobilnya, tetapi Eun Ji sejak 10 menit yang lalu belum juga keluar. Heo Seok yang tidak sabaran akhirnya menyusul Eun Ji kedalam rumah , dan menuju kamar Eun Ji. Betapa terkejutnya saat melihat Eun Ji sibuk memilih sepatu yang akan dia kenakan.

“Pakai convers merah itu saja” Eun Ji tersenyum sebentar pada Heo Seok lalu segera mengambil sepatu itu dan memakainya.

“Seharusnya kau meminta pendapatku, bukan bingung seperti tadi” ujar Heo Seok sebal

“Iya iya , maafkan aku , aku sampai melupakanmu”

“Sebenarnya ini yang akan berkencan siapa? Kau tampak bahagia sekali” Eun Ji hanya tertawa kecil tanpa membalas perkataan Heo Seok. 

Yoon Gi menatap Eun Kyung dari atas hingga bawah , dengan mengerutkan dahinya.

“Kamu yakin menggunakan pakaian itu” Eun Kyung melihat dirinya sendiri , kemeja flanel biru , celana jeans biru dongker serta convers hitam.

“Aku rasa pakaianku sopan”

“Bukan itu , kamu akan berkencan Kyungie seharusnya kau memakai pakaian yang lebih feminim” Eun Kyung memutar bola matanya.

“Dan akan membuat lelaki itu tertarik padaku, tidak akan. Aku hanya nonton oppa, jadi aku akan memilih pakaian ini, jika makan malam aku akan memakai pakaian feminim” Eun Kyung menunjuk bibir Yoon Gi saat dirinya akan berbicara kembali.

Tidak berapa lama terdengar klakson mobil, mereka berdua langsung keluar dari rumah dan mendapati Eun Ji berdiri di depan pintu rumah mereka. Eun Kyung memperhatikan apa yang dipakai dengan Eun Ji.

“Kalian berdua janjian ya ” ujar Eun Kyung, membuat Yoon Gi dan Eun Ji saling memperhatikan pakaian yang mereka kenakan. Ya mereka sama-sama menggunakan coat berwarna coklat muda dan sepatu convers merah.

Sementara mereka masih memperhatikan satu sama lain , Eun Kyung sudah duduk nyaman di sebelah Heo Seok. Mereka berdua tersadar saat klakson mobil bunyi sebagai pertanda agar mereka segera masuk.

“Kalian juga janjian ya” ujar Eun Ji

“Iya” jawab mereka berdua berbarengan, dan tidak ada percakapan lagi setelahnya.

Heo Seok dan Eun Kyung benar-benar berperan selayaknya pasangan , bergandengan saling berbicara dan tertawa bersama. Sementara Yoon Gi dan Eun Ji hanya berjalan dibelakang mereka tampak seperti orang yang tidak saling mengenal. 

“Ayo kita membeli makanan , biar Heo Seok yang membeli tiketnya” ya mereka memutuskan untuk menonton film di bioskop, karena kedekatan akan terjalin saat mereka menonton bersama , itu yang dipikirkan oleh Eun Kyung kemarin malam.

Yoon Gi melihat Heo Seok yang berjalan kearah mereka dengan raut wajah yang tidak terbaca.

“Ada apa?”tanya Yoon Gi langsung saat Heo Seok berada dihadapannya.

“Film yang akan kita tonton adalah horor , karena hanya film bergenre horor saja yang tayang 15 menit lagi , yang lainnya sudah penuh dan kita tidak mungkin menunggu 2 jam lagi untuk film yang lain” jelas Heo Seok.

“Ya sudah tidak apa-apa, kita duduk bersebelahan bukan” Heo Seok menggelengkan kepalanya.

“Jadi kita tidak duduk bersebelahan” ujar Eun Ji .

“Ini tiket kalian , tidak ada protes” ujar Eun Kyung memberikan tiket pada Yoon Gi, dan menarik Heo Seok untuk berjalan terlebih dahulu.

“Kau memang bisa diandalkan” puji Eun Kyung pada Heo Seok dengan suara pelan, dan Heo Seol membalasnya dengan senyum.

“Kenapa kalian jauh sekali?” protes Yoon Gi

“Memang ini yang tersisa” Eun Kyung menarik Heo Seok untuk segera duduk dikursinya dan tidak menghiraukan saudara kembarnya.

“Acting kamu benar-benar hebat” puji Eun Kyung lagi.

“Kamu tau aku tersanjung dengan pujianmu yang sederhana itu , dan hal itu menumbuhkan getar cinta padaku”

“Ingat jangan bawa perasaan kita disini membantu mereka untuk bersatu , bukan sebaliknya” Heo Seok tersenyum kecil , habis melambung diudara lalu terhempas kedaratan.

Filmpun mulai terpampang dilayar lebar itu , dan Eun Ji sudah mulai berkeringat. Asal kalian tau Eun Ji tidak suka menonton film horor , dan sekarang dia harus menonton film horor disamping orang yang dia sukai. Dia tidak ingin merusak imagenya di hadapan Yoon Gi , tidak untuk sekarang pikirnya. Eun Ji teriak kencang sekali saat melihat hantu dalam film itu menampakkan dirinya dan tanganya refleks menyentu lengan Yoon Gi untuk berlindung.

“Rupanya kau takut” ucapan Yoon Gi terdengar seperti ejekan ditelinga Eun Ji. Dan Eun Ji hanya menjawab dalam hatinya , dan melepaskan tangannya dari lengan Yoon Gi.

“Sepertinya saudara kembarmu itu terlalu dingin menghadapi seorang gadis” Eun Kyung hanya mengangkat bahunya , tidak mau menanggapi.

Eun Ji merasa jantungnya berdetak kencang karena filmnya mulai masuk tahap tegang , dimana hantu mulai menampakkan dirinya pada pemain utama. Dan lagi tanpa sadar Eun Ji meremas tangan Yoon Gi , dia ingat jika tidak boleh bersembunyi pada lengan lelaki itu. Namun tanpa sadar dia meremas tangan Yoon Gi , dan Eun Ji tidak sadar jika Yoon Gi sedang memperhatikannya. Dia merasa sakit pada tangannya , karena remasan Eun Ji yang sangat kuat.

“Sampai kapan kau akan meremas tanganku” Eun Ji masih tidak mendengar perkataan Yoon Gi. Sampai Yoon Gi menghempaskan tangan Eun Ji keras, Yoon Gi hanya berdecak lalu melepas coat yang dia gunakan.

“Lebih baik kau tutupi saja matamu dengan itu dan tidak perlu meneruskan menonton” Eun Ji menelan ludahnya susah , lelaki disampingnya marah karena dia meremas tangannya dengan kencang.

Eun Ji menerima coat itu dan segera menutup seluruh wajahnya , dia rasanya ingin menangis saja. Dia benci hari ini , kenapa harus memakai baju senada dengannya , kenapa harus menonton film horor dan kenapa dia ceroboh. Eun Ji merutuki dirinya sendiri , bahkan dia tidak tau harus meletakkan dimana mukanya nanti , dia tidak bisa menatap wajah lelaki disampingnya.

“Lihatlah dia benar-benar kasar pada seorang gadis”

“Gagal” Eun Kyung menggelengkan kepalanya tidak percaya , melihat saudara kembarnya berperilaku seperti itu pada seorang gadis. 

“Ji kau kenapa?”tanya Eun Kung, Eun Ji berperilaku aneh sejak keluar dari gedung bioskop, ya dia malu dan tidak bisa menatap Yoon Gi maupun yang lainnya. Walaupun dia tidak tau apakah Eun Kyung dan Ho Seok melihat dari atas .

“Tidak apa-apa, aku hanya sedikit mengantuk” jelasnya jujur. Eun Ji memang sedikit mengantuk dan dia ingin cepat pulang, dan menangis.

Eun Kyung memilih untuk duduk dibelakang bersama dengan Eun Ji, dia bingung dengan saudara kembarnya itu. Seharusnya dialah yang trauma akan sebuah hubungan bukannya Yoon Gi, Eun Kyung benar-benar pusing. Beberapa kali Eun Kyung dan Ho Seok saling menatap melalui kaca spion, wajah mereka sama-sama bingung. Eun Kyung melambaikan tangannya pada Ho Seok dan Eun Ji, sementara itu Yoon Gi langsung masuk kedalam rumah tanpa menunggu mobil mereka keluar.

“Oppa , apa kau mempunyai trauma akan sebuah hubungan ? Aku tidak menyangka oppa memperlakukan Eun Ji seperti itu”.

“Aku tidak mempunyai trauma seperti itu, kamu tau sendiri sifatku seperti apa? Jadi jangan mengharapkan sesuatu yang lebih antara aku dan Eun Ji” jelas Yoon Gi lalu meninggalkan Eun Kyung sendiri. 

“Maafkan kami Ji ” ujar Won Ho singkat.

“Kalian sudah mencoba , mungkin saja ini akhir dari usahaku . Terima kasih melakukan hal itu , aku harap kau bisa menjaga Eun Kyung dengan baik” ucap Eun Ji lalu memeluk Heo Seok sebentar , setelah itu masuk kedalam kamarnya. 

Advertisements

One thought on “Oh! My Boy Chapter 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s