Chaptered · Family · Friendship · Genre · Length · PG · Rating · Romance · sad · Uncategorized

Oh! My Boy Chapter 4


Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 

Yoon Gi yang sedang menikmati snack siangnya dengan menonton drama di television merasa terganggu dengan suaru pintu yang tertutup dengan keras, dan Eun Kyung yang berjalan melewatinya begitu saja dengan wajah menangis.

“Kyungie ah , Kamu kenapa?” tanya Yoon Gi yang mengikuti Eun Kyung dari belakang, belum sempat Yoon Gi masuk kedalam kamar Eun Kyung pintu sudah ditutup terlebih dahulu.

“Kamu kenapa? Bukannya kamu sedang menonton sekarang” tidak ada jawaban dari dalam

“Apa gara-gara aku tidak ikut? Maafkan aku Kyungie aku menyesal mendiamkanmu, ayolah Kyungie ceritakan padaku apa yang terjadi?” tetap tidak ada jawaban dari dalam , akhirnya Yoon Gi memutuskan untuk kembali keruang Television.

Di ruang television Yoon Gi segera mengambil handphonenya dan mencari nama seseorang, Eun Ji yang sedang mengobrol dengan Heo Seok terhenti karena seseorang menelfonya. Eun Ji merasa senang karena Yoon Gi menelfonnya.

“Apa yang kau lakukan pada Eun Kyung?”tanya Yoon Gi langsung

“Maksudnya apa?” Eun Ji bingung dia tidak melakukan apapun pada Eun Kyung

“Dia pulang-pulang menangis dan mengunci dirinya dalam kamar , sebenarnya apa yang terjadi?” Eun Ji tidak tau harus membalas apa , tetapi tatapan matanya tertuju pada sepupunya yang sedang memesan coffe.

“Apa kamu mengenal Shin Heo Seok? Aku tidak tau apa masalah yang terjadi di masa lalu Eun Kyung tetapi mereka tadi bertemu dan Eun Kyung langsung membatalkan janji kami. Itu saja yang aku tau” jelas Eun Ji dengan nada takut , sedetik kemudian sambungan telfon sudah terputus membuat Eun Ji tertegun.

“Hya Ji ah , Ji ah… ” Heo Seok berusaha menyadarkan Eun Ji, terdengar dengusan kesal darinya

“Kenapa? Siapa yang menelfonmu Ji?”tanya Heo Seok penasaran

“Sebenarnya apa yang terjadi denganmu dan Eun Kyung?” Eun Ji balik bertanya pada Heo Seok

“Kenapa kamu malah memberikanku pertanyaan Ji? Aku akan menceritakannya setelah kamu memberitahuku siapa yang menelfonmu” ucap Heo Seok bijak

“Yoon Gi saudara kembar Eun Kyung , dia bertanya padaku apa yang terjadi dengan Eun Kyung sampai menangis” Eun Ji melihat raut wajah sepupunya berubah menjadi tegang.

“Shin Heo Seok sekarang waktunya kamu menceritakan apa yang telah terjadi di masa lalu antara kamu dan Eun Kyung” Heo Seok terdiam tidak bisa membuka bibirnya.

“Aku pernah menyakitinya. Dia … ,” Eun Ji mendengarkan sepupunya dengan serius.

 

Heo Seok mendengus tidak senang mendapati hadiah dari fansnya dan satu hadiah yang selalu tidak ketinggalan bahkan sangat mencolok dari hadiah yang lain.

“Dia sepertinya cewek yang tangguh bahkan dia melihat sendiri kamu membuang semua hadiah dari fans kamu” Heo Seok menatap temannya tajam

“Sepertinya aku harus memberi peringatan keras pada cewek itu” Heo Seok langsung pergi meninggalkan lokernya yang berisi banyak hadiah dari fansnya.

Bukan Heo Seok tidak menghargai pemberian fansnya tetapi dia hanya mau menerima satu kali saja tidak untuk yang kesekian kalinya. Dan ini gara-gara cewek yang terang-terangan menunjukkan bahwa dia menyukai Heo Seok bahkan mencintainya , yang selalu memberikan hadiah di loker miliknya dari makanan dan minuman sampai barang branded.

Heo Seok membuka pintu kelas dengan kasar membuat seisi ruangan menatapnya , setelah melihat cewek yang dicarinya dia langsung berjalan menuju meja dimana cewek itu duduk.

“Aku kembalikan dan jangan pernah memberiku hadiah lagi , apa kau tau itu membuat yang lainnya mengikutimu memberiku hadiah setiap harinya? Aku tidak suka!”ucapnya sedikit berteriak , lalu meninggalkan kelas itu dengan emosi yang masih membara. Sementara itu Eun Kyung hanya menatap hadiah yang seharusnya sudah berada di dalam tas Heo Seok dengan pandangan yang tidak dapat dibaca. 

Bukan Eun Kyung namanya jika dia menyerah , anggap saja Eun Kyung sangat terobsesi dengan Heo Seok lelaki tampan dengan prestasi akademin dan non akademik yang sangat membanggakan ditambah lagi dengan tubuh atletis miliknya.

 

“Apa kamu mengembalikan hadiah dari Eun Kyung hanya karena dia selalu memberimu hadiah? Kamu benar-benar kejam , aku tidak menyangka perilaku kamu seperti itu” Eun Ji nampak sebal setelah mendengar sekilas cerita dari Heo Seok.

“Apa kamu tidak ingin mendengar kelanjutan dari cerita tadi” Eun Ji menggeleng lemah , cukup dia mendengar awal cerita mereka tidak untuk seterusnya.

“Aku tidak mau mendengarnya agar aku tidak bersikap sedih di hadapan Eun Kyung, andai saja kamu tidak menemuiku hari ini” terdengar dengusan kasar dari Eun Ji

“Jadi kamu menyesal bertemu dengan sepupumu yang tampan ini” ucap Heo Seok dengan pedenya dan langsung mendapatkan pukulan pada bahunya

“Ji aku minta nomer hand phone Eun Kyung, aku ingin berbicara sesuatu padanya” Eun Ji menatap mata Heo Seok langsung , mencari sesuatu yang dia rencanakan.

“Apa kamu akan menyakitinya lagi?” Tanya Eun Ji sarkatis

“Astaga , aku sudah bilang bukan aku ingin berbicara sesuatu padanya” jelas Heo Seok lagi.

“Apa yang akan kamu bicarakan dengannya? Katakan padaku terlebih dahulu apa yang ingin kamu katakan padanya” ucap Eun Ji memohon

“Tidak akan!”

“Kalau begitu aku tidak akan memberikanmu nomer hand phonenya”

“Aku akan menemuinya langsung kalau begitu” tantang Heo Seok

“Baiklah-baiklah aku akan memberikan nomernya , kamu jangan pernah menampakkan batang hidungmu di kampus” Eun Ji langsung memasukkan nomer hand phone Eun Kyung pada hand phone milik Heo Seok

“Jika kamu merindukanku bagaimana?”

“Percaya diri sekali jika aku akan merindukanmu. Pokoknya kamu jangan pernah ke kampus lagi aku tidak ingin ada keributan”

“Kamu takut wajah tampan sepupumu ini akan jelek saat Yoon Gi memukulku. Tenang saja aku tidak akan membuat wajahku terluka oleh tangannya dan sebaliknya jika kamu takut akan hal itu” ucap Heo Seok sambil tersenyum.

“Ayo kita pulang , aku ingin bertemu dengan bibi” ajak Heo Seok sambil menarik Eun Ji dari tempat duduknya.

 

Yoon Gi masih tetap berada di ruang televisi , dia bingung harus melakukan apa agar Eun Kyung mau bicara. Tidak berselang lama terdengar pintu terbuka dan keluarlah Eun Kyung dengan kacamata yang bertengger di hidungnya.

“Ayo kita keluar oppa!” Ajak Eun Kyung pada Yoon Gi , tetapi dia masih terbingung ditempat dia terduduk.

“Jangan sampai aku marah padamu , cepat ambil kunci mobilmu” dengan segera Yoon Gi pergi ke kamarnya mengambil jaket dan kunci mobil.

“Kita akan pergi kemana?” Tanya Yoon Gi pada Eun Kyung

“Tempat biasa” ucap Eun Kyung singkat

Sampai mobil terparkirpun mereka masih diam tanpa berbicara sepata katapun , sampai mereka duduk barulah saling berbicara.

“Kami pesan seperti biasanya ” ucap Eun Kyung membuyarkan lamunan Yoon Gi

“Kenapa kamu melamun? Ada yang kamu pikirkan” Yoon Gi bingung kenapa hal itu harus terucap dari mulut saudari kembarnya.

“Seharusnya aku yang berkata seperti itu, apa yang membuatmu mengurung diri di dalam kamar dan sekarang tiba-tiba mengajakku ke cafe?” Tatap Yoon Gi

“Dia kembali dan aku tadi bertemu dengannya, mungkin aku terlalu emosi jadi aku mengurung diri” ucap Eun Kyung dengan tersenyum

“Kenapa kamu tersenyum saat menceritakan suatu yang sedih? Benar-benar aneh”

“Akukan mengaca dari saudara kembarku” Yoon Gi pun memasang wajah sebal pada saudari kembarnya , orang yang di khawatirkan tidak terlihat sedih malah menertawainya.

 

Hand phone Eun Kyung bergetar saat seorang pelayan membawa pesanan mereka, dibukanya pesan tidak bernama itu.

#bisa kita bertemu , aku ingin membahas tentang Eun Ji dan juga saudara kembarmu#

Seseorang yang pernah menyakitimu

 Shin Heo Seok

 

Eun Kyung terkejut mendapatkan pesan dari Heo Seok , dia memang ingin menyatukan Eun Ji dan Yoon Gi. Apa dia akan bekerjasama dengan Heo Seok orang yang pernah menyakitinya.

“Kamu melamun kyungie, cepat makan pesananmu”

“Baik oppa” ucap Eun Kyung dengan suara yang dibuat imut

Diam-diam tanpa sepengetahuan Yoon Gi , Eun Kyung membalas pesan dari Heo Seok.

 

#baiklah kita bertemu di cafe dekat kampus , besok jam 12#

#oke, aku merindukanmu#

 

Tanpa sengaja Eun Kyung menggebrak meja dan membuat Yoon Gi yang fokus pada makannya menjadi terganggu.

“Kamu itu kenapa?” Ucap Yoon Gi yang kesal karena makanan miliknya mengenai bajunya akibat gebrakan meja yang dilakukan oleh Eun Kyung.

“Aku sedang membaca novel dan sang pria dicerita itu sedang membuat sang wanita bersedih dan aku tersulut emosi” jelas Eun Kyung dengan tertawa kecil.

“Dasar kamu itu cepat habiskan dan kita pulang” Eun Kyung mengangguk berkali-kali sambil tersenyum memakan makanannya.

 

“Good Morning Ji” sapa Eun Kyung pada Eun Ji

“G-Good Morning Eun Kyung” ucap Eun Ji sesikit takut

“Kenapa memasang muka seperti itu? Muka yang dimaksud Eun Kyung adalah muka takut bercampur sesih yang ditunjukkan oleh Eun Ji

“Ah kenapa dengan mukaku?” Ujar Eun Ji sambil melihat kebelakang Eun Kyung

“Tenang saja Yoon Gi tidak ada jadi jangan takut ” ucap Eun Kyung lalu tertawa dan menarik Eun Ji untuk menuju kelas mereka.

“Bagaimana jika kita ke cafe hari ini? Kamu bilang kuliah berikutnya kosong” ucap Eun Ji saat Kuliah sudah selesai

“Maafkan aku , aku sudah ada janji dengan seseorang” ucap Eun Kyung dengan wajah sedih

“Siapa? Jangan bilang dengan saudara kembarmu” Eun Kyung tersenyum lebar

“Kamu cemburu Ji” Eun Ji segera menggelengkan kepalanya

“Tidak! Aku tidak cemburu”

“Cemburu juga tidak apa-apa , asal kamu tau aku tidak pergi dengan Yoon Gi. Aku lama-lama bosan selalu pergi bersamanya” ujar Eun Kyung dengan membalas pesan dari handphone miliknya.

“Kamu pacaran? Kenapa tidak memberitahuku?” Eun Ji bersungut Kesal

“Memang sedari tadi aku bilang jika keluar dengan pacarku, aku tidak punya pacar Ji. Aku sudah ditunggu jadi aku duluan ya” Eun Ji memberengut kesal , dia ingin tau dengan siapa Eun Kyung bertemu. Apa Yoon Gi mengetahui hal ini? Eun Ji pun memutuskan untuk mengikuti Eun Kyung.

Oh Eun Ji melihat Eun Kyung yang bersiap-siap untuk menyebrang , katakan saja Eun Ji keingin tahuannya tinggi sampai harus mengikuti Eun Kyung. Walaupun dia baru kenal dengan Eun Kyung tetapi ada suatu kekhawatiran jika Eun Kyung pergi bukan dengan Yoon Gi.

Eun Kyung memasuki cafe yang berada disebrang jalan dari Kampusnya , dia mencari-cari wajah seseorang yang sudah lama tidak dia lihat. Heo Seok memanggil nama Eun Kyung saat melihat dia mencari-cari dirinya.

“Sepertinya sepupu kamu mengikutiku” Heo Seok melihat keluar jendela dan benar apa yang dikatakan Eun Kyung.

“Dia tidak akan berani untuk masuk”

“Tetapi dia akan segera menelfonmu” dan benar saja tidak begitu lama handphone Heo Seok bergetar dan menampilkan ID caller Eun Ji

“Angkat saja” ucap Eun Kyung lalu dia membuka buku menu

 

‘Apa yang kamu lakukan bersama Eun Kyung? Kamu tidak merencanakan sesuatu bukan?’

‘Seharusnya kamu menyapaku dulu Ji , bukannya langsung bertanya seperti itu’

‘Aku tidak peduli , cepat katakan apa yang akan kamu lakukan pada Eun Kyung’

‘Aku hanya ingin berbicara padanya , kamu tidak perlu khawatir Ji , aku bukan orang bodoh yang akan menyakitinya untuk kedua kalianya. Lebih baik kamu pulang jangan mengintip nanti kamu dikira maling bagaimana’

‘Awas saja kamu membuat dia menangis! Aku akan membuat wajah tampanmu babak belur , ingat itu’

 

Eun Ji pun mematikan sambungan dan segera pergi dari cafe tersebut , Eun Kyung merasa aneh melihat Heo Seok tertawa .

“Aku sudah mengusirnya jadi kamu tidak perlu khawatir” ucap Heo seok sambil menyimpan handphone kembali

“Apa yang ingin kamu katakan? Langsung saja dan jangan berbelit-belit”

“Pertama aku ingin minta maaf atas kelakuanku dulu padamu, apa kamu memaafkanku?”

“Ya aku memaafkanmu”

“Semudah itu kamu memaafkanku” Hoe Seok tidak percaya , bagaimana bisa gadis didepannya ini memaafkannya dengan mudah.

“Aku bukan orang yang pendemdam jadi aku sudah memaafkanmu Shin Heo Seok” ujar Eun Kyung

“Aku suka kamu masih mengingat namaku” Eun Kyung memutar bola matanya , dia kesal berlama-lama menatap wajah Heo Seok . Walaupun sudah memaafkan bukan berarti lelaki dihadapannya ini bisa berbicara santai seperti sekarang dengan Eun Kyung.

“Bisa tidak kita bicara lebih serius lagi. Katanya kau ingin membicarakan tentang Eun Ji dan saudara kembarku” Heo Seok menegakkan duduknya

“Baiklah , aku tau kamu berusaha untuk mendekatkan Eun Ji pada saudara kembarmu itu tetapi nyatanya saudara kembarmu tidak memberikan respon apapun pada Eun Ji. Dan aku memberikanmu sebuah penawaran yang bagus” Heo Seok menyuruh Eun kyung untuk mencondongkan dirinya , lalu Heo Seok membisikkan sesuatu pada Eun Kyung.

“Tidak , aku tidak mau enak di kamu dan tidak enak di aku”

“Hanya itu jalan satu-satunya , agar Yoon Gi bisa terbuka dengan seorang gadis . Apa kamu tidak pernah berfikir jika dia seperti itu karena tidak ingin membuatmu sedih? Dia akan merelakan kebahagiaannya untuk saudari kembarnya , apa kamu tidak bisa merasakannya?” eun Kyung pernah merasakan hal itu , tetapi dia menepis pemikiran itu . Namun , Heo Seok yang tidak kenal dengan Yoon Gi saja bisa menyimpulkan seperti itu .

“Baiklah aku setuju melakukan hal itu hanya karena mereka berdua tidak lebih , dan satu lagi jangan libatkan perasaan pada hal itu”

“Aku tidak janji Min Eun Kyung” mengambil kesempatan yang ada Heo Seok mencium pipi Eun Kyung yang tidak jauh dari jangkauannya  lalu pergi meninggalkan meja mereka dan meninggalkan Eun Kyung dengan wajah merah padam menahan amarah.

 

Advertisements

4 thoughts on “Oh! My Boy Chapter 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s