Ficlet · fluff · Genre · Length · Rating · Teen

Mr.Bunny Teeth


Title: Mr. Bunny Teeth

Author: ts_sora

Cast: iKON’s Bobby, OC’s Connie

Length: Ficlet

Genre: fluff

Rating: T

A/N: the idea which came to me in flash. lmao!

.

.

.

.”Welcome homewow, what’s wrong?” Bobby terkejut menemukan wajah muram Connie saat ia membuka pintu, namun bukannya menjawab gadis itu lantas menyelonong masuk, membuang sneaker miliknya begitu saja dan membuang diri ke sofa putih tulang apartemen mereka. Tanpa banyak bertanya, Bobby sudah dapat menebak apa yang tengah terjadi pada gadis tersebut. Ini bukan pertama kalinya gadis itu muram seperti demikian.

 

“Jadi—apa yang menarik di kampus pagi ini?” tanyanya sekali lagi kali ini dengan segelas orange juice di salah satu tangannya. Connie lantas menatap kekasih yang telah satu tahun tinggal bersamanya tersebut sebelum ia terdengar mendengus pelan.

 

“Seseorang membuat masalah hari ini.”

 

“Sowas it you?”

 

Connie melemparkan bantal sofa ke wajah Bobby yang membuat pria itu lantas tertawa lepas. Sebuah fakta yang sudah ia tahu sejak lama adalah gadisnya bukanlah seorang gadis biasa. Ia bukanlah gadis pemalu atau gadis cengeng yang sering ia temui. Gadisnya adalah gadis kuat, yang bahkan tidak mengenal takut. Jika semua gadis takut serangga ataupun hewan menggelikan seperti ular atau semacamnya, Connie adalah sebuah pengecualian. Jika pemilik apartemen tidak memasang peraturan ketat, ia yakin gadisnya sudah merubah ruang tamu mereka menjadi kebun binatang mini lengkap dengan hewan-hewan yang bahkan tak akan ditemukan di kebun binatang biasa.

 

So there was a whore who can’t shut her mouthit wasn’t my fault.” Bobby menaikkan salah satu alisnya. Dan bingo! Benar saja, kekasihnya ini kembali berulah.

 

“You hit her?”

 

Connie mengangguk malas yang membuat Bobby tertawa lepas sekali lagi dan hal itu adalah hal yang begitu Connie benci. Tidakkah ia tahu apa yang dilakukan temannya itu hingga membuatnya ingin membunuhnya tadi? Oh bukan, dia bukan temannya. Temannya tidak brengsek.

 

“So what did she does to you?”

 

Connie menatap Bobby yang masih tersenyum menunggu jawaban darinya. Kiranya pria itu benar-benar penasaran. Bagaimana jika ia tahu gadis brengsek itu menghina Bobby? Bagaimana jika Bobby tahu gadis brengsek itu menjelek-jelekannya di hadapan teman-temannya?

 

Bobby tertawa pelan. “It’s okay. you don’t have to tell me about it,” ujarnya begitu santai sembari merangkul pundak kekasihnya tersebut agar semakin dekat dengannya. Connie tak menggubris, nyatanya ia semakin merasa bersalah saat ini.

 

“Oh heyapa kau ingin dengar lagu yang baru saja kubuat? Aku yakin kau akan menyukainya.” Bobby dengan senang hati memperlihatkan deretan lagu yang ada pada layar iPhone miliknya sebelum kemudian ia memasangkan salah satu earphone miliknya pada Connie. It’s one of his distraction.

 

Satu hal yang begitu Connie sukai adalah saat Bobby berusaha menghiburnya dengan segala cara. Ia suka saat Bobby menggodanya. Ia suka saat Bobby mengusap puncak kepalanya dengan sayang. Ia suka saat Bobby mengucapkan kata-kata manis untuknya, meski hanya sebuah panggilan ‘bae’which always made her day. And she likes when he make ’em so close, so she can smell his masculine scent and see his perfect adam’s apple closerit’s her favorite things ever.

 

“So how was the song?” Connie tersenyum lebar, ia mengangguk pasti.

 

“Can you replace me for a day? Kau yang menggantikanku kuliah, and I’ll stay all day long to do your job?” ujarnya yang lantas membuat Bobby tertawa lepas karenanya. Connie yang awalnya merengut, akhirnya ikut tertawa lepas.

 

Tak selang berapa lama, menghentikan tawanya saat sadar tawa mereka memangkas jarak keduanya, membuat keduanya dapat melihat satu sama lain begitu jelas.

 

“Oh wellujar Bobby begitu saja sebelum memalingkan wajahnya membuat jarak antar keduanya. One thing that Connie always hate about Bobby, he’s always turning his face.

 

Satu tahun berlalu sejak mereka memutuskan untuk tinggal bersama dan satu tahun pula, Bobby akan membuat hubungan mereka canggung dalam sekejap. Bobby akan selalu memalingkan wajahnya saat jarak keduanya terpangkas. And for the God’s sake, he’d never touched her moreeven just for a kiss.

 

Mungkin semua gadis akan bersyukur karena mereka tak tersentuh, atau merasa terintimidasi saat kekasih mereka menyentuh mereka. But Connie is the exceptionshe’s different. Sebut saja, ia gadis aggressive. Sebut saja, ia seorang gadis yang menyukai segala afeksi yang akan ditunjukkan pria. Sebut saja, ia juga tak malu untuk melakukan segala macam skinship kapanpun yang ia mau.

 

Bobby always treated her well, except for one thing, Bobby selalu memalingkan wajahnya saat wajah mereka berada terlalu dekat. Dan ia tak suka itu. Ia tak suka, saat Bobby melakukannya. She doesn’t like when Bobby ignores the chanceto kiss her lips.

 

“And you keep turning your face. Am i that ugly? So you don’t want to see me that close?”

 

Bobby menghela nafasnya. Ini dia. Ia tahu Connie akan menanyakan hal ini padanya. Ia tahu Connie mungkin saja bosan dengan perlakuannya yang satu itu. Dan ia tahu, jika ia tidak menjawabnya dengan logis, Connie akan terus merengut atau mungkin berhenti berbicara padanya untuk beberapa hari ke depan. Atau yang terburuk mengusirnya keluar dari tempat tinggal mereka.

 

Jadi, Bobby menahan lengan Connie yang akan beranjak darinya untuk duduk berhadapan dengannya. Dan membuat keduanya saling bertatap untuk kesekian kalinya meski tidak sedekat sebelumnya, sebelum berkata;

 

“It’s not about your magnificent face that always succeeded make me fall for. You don’t know how bad i handle myself to not kiss you, because I’m afraid these gross teeth will disgust you

 

Kata-kata Bobby terputus begitu saja saat Connie menangkup pipinya dan mengecup lembut bibir pria itu cukup singkat. Cukup untuk membuat Bobby terkejut di tempatnya, sedangkan Connie menarik kedua ujung bibirnya penuh arti.

 

“I don’t care if you call ’em as gross teeth, because the fact is I’m in love with these bunny teeth, who made me hit that whore today. And it doesn’t disgust me at all.”

 

Connie kembali menyapukan sebuah kecupan lembut bibir pria itu—kali ini lebih lama sebelum keduanya tersadar kini dirinya berada di atas tubuh pria itu. Connie kembali tersenyum penuh arti saat dengan jelas ia dapat merasakan deru nafas Bobby membelai lembut wajahnya—yang kali ini membuat Bobby kehilangan alasannya untuk memalingkan wajahnya.

 

“Because you know what, Mr. Bunny Teeth, the fact is, I’ve been waiting for a long time, to feel your amazing lips,” ujarnya dengan begitu rendah namun penuh dengan penekanan, yang membuat Bobby menarik tubuh ramping Connie dan kali ini tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencium kekasihnya tersebut.

 

Ada satu hal yang benar-benar membuatnya Connie begitu menyukai Bobby, atau mungkin membuatnya Connie benar-benar mencintai Bobby—adalah saat dimana Bobby benar-benar memberikan apapun yang ia inginkan pada saat itu juga.

.

 

.

 

.

 

“And you know what bae, another reason I don’t want kiss you isonce I kiss you, I can’t handle myself to asking more.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Fin

 

Advertisements

6 thoughts on “Mr.Bunny Teeth

  1. Oh my oh my hahahah xD
    This is so something kkkk kamu bilang ini ff idenya datang begitu saja dan waooo xD ini bagus bgt hahaha rapi hahahah xD
    Dek boddy duh 😆
    Gitu ya sekarang 😆
    Aku sukaaaaaaaaa

    Like

    1. Hahaha ini dek Bobby loh Nun bukan boddy :””))) hahaha thanks you so much uda mau mampir ke cerita saya yg abal ini lmao. Haha ini cerita setelah bangun tdur, alias aku mimpiin ini asgdhdjdjkd XD trs ga bisa nerusin masa di mimpi, jadi aku bkin ke ff. Hahaha sbnernya ga juga, krn aku mimpinya bagian ‘itu’ jadi bingung mau gmn alurnya /.\ hahaha wao wao— makasi nunna! 😉

      Liked by 1 person

      1. Hahahahaha XD ah iya dek Bobby xD maafkan nuna yg salah dek hahahah
        Duh masyaallh banget mimpi jadi ff hahah xD kapan ya aku mimpi sama sehun gitu xD ntr ditulis hahahah
        Aku pengn nulis ff tp entah kemana semua perginya nih ide T.T
        Keep writing ya

        Like

      2. Hahaha beneran nun, ga nyangka fangirlingannya smpe kebwa mimpi-___- bisa kok! Anda hanya perlu menyebut namanya 100 kali sblm anda tidur 😉 hahahahhahahaha bisa kok! Hayo hayo aku sorakin dari sini hehe

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s