Drama · Family · FF Project · PG -13 · Thriller · Vignette

[Alphabet Series] J K L like J E K Y L L ?


PhotoGrid_1462027596267

Tittle : J K L for J E K Y L L

Author : riseuki || Main Cast: EXO’s Chanyeol, Suho, Kai, DO ||

 Genre: Thriller | Drama  || Rating : PG 13 || Duration : Vignette (1690 words)

Disclaimer : I claim nothing ‘bout the cast, they belong to themselves. But the story and the plot are mine!

©Riseuki, June 2016

.

.

Kim Junmyeon melongok dari ranjang tempatnya tidur ke balik tirai yang memisahkannya dengan seseorang di ranjang sebelah. Mulutnya kering dan rasanya ingin berbasa-basi untuk sekedar membasahi gigi, namun matanya seketika membulat dan pita suaranya yang renta berteriak dengan sekuat tenaga.

Pemandangan di hadapannya benar-benar sulit diterima, apalagi untuk jompo yang hanya ingin terus hidup bahagia sebelum malaikat maut datang mengetuk. Mulutnya berbusa, matanya terbuka. Junmyeon tahu dan yakin bahwa Chanyeol sudah tiada, bahkan sebelum para suster yang berlarian di lorong bertanya ada apa.

.

.

.

Tidak perlu menunggu polisi untuk mengidentifikasi mayat itu sebagai Park Chanyeol, usianya 61 tahun dan kesepian. Dia ditinggalkan di panti jompo ini dua tahun lalu oleh anaknya yang bahkan tak pernah memberi kabar.

Selama mengenal Chanyeol, Junmyeon selalu merasa bahwa ada rahasia-rahasia yang disimpan temannya itu dibalik rona bahagia dan sifat nerima yang ia miliki. Junmyeon ingat ia tak pernah mengeluh apabila surat dari anak-anaknya tak kunjung tiba, atau hadiah ulang tahunnya lupa dikirim, juga hal-hal sepele seperti telepon dan kunjungan bulanan dari anak atau menantunya yang sibuk. Berbeda dengan Junmyeon yang selalu saja cerewet apabila semua itu tak sesuai jadwal. Menjadi tua dan ditinggalkan keluarga di panti bukan pilihannya, tapi apa yang orang-orang tua bisa lakukan apabila anak-anak mereka lebih sibuk mengejar dunia daripada menjaga mereka yang juga sudah hampir tidak bisa melakukan apa-apa ?

Chanyeol bercerai dua kali, dari dua pernikahan yang ia bilang menyenangkan di awal, tapi menjadi malapetaka di akhir. Dia punya tiga orang anak dari dua istri yang diceraikannya setelah masing-masing dinikahi selama 12 dan 9 tahun.

Dari istri pertamanya, Sunny, ia memiliki seorang anak lelaki tolol bernama Sunyoul. Tubuhnya tinggi mengikuti fisik ayahnya, tapi otaknya bantet mengikuti fisik ibunya. Dia tampan luar biasa, tapi toh apa gunanya?, dia selalu bisa memikat wanita tapi berakhir bangkrut setelah tanpa dia sendiri sadari wanita-wanita itu menguras hartanya. Menyisakannya dalam hutang dan kemelaratan di usianya yang kini bahkan belum menginjak 40 tahun.

Dari istri kedua bernama Dara, yang awalnya hanyalah seorang selingkuhan karena rasa bosan yang menderanya, Chanyeol dikaruniai 2 orang anak perempuan kembar. Mereka cantik, cerdas dan penyayang. Setidaknya, sampai sebelum mereka masuk universitas dan salah memilih pergaulan, kecerdasannya digunakan untuk menipu orang tua, menjual ganja dan membuat keduanya sempat mendekam di penjara. Chanyeol sering bertengkar hebat dengan Dara karena keduanya, hingga akhirnya selesailah rumah tangga mereka.

Setelah perceraian kedua, Chanyeol hidup sendiri. Lalu ia jatuh sakit dan Sunyoul yang masih sering mengunjunginya karena urusan uang memasukkannya ke panti jompo dan mengambil aset-asetnya. Anak sialan, begitu Chanyeol sering menyebutnya.

Tapi, ada satu hal yang tidak diketahui kedua mantan istri maupun ketiga anak Chanyeol, yaitu bahwa Chanyeol masih terus mengawasi mereka di bawah bantuan pengacara kepercayaannya.

Kim Kai namanya.

Orang itu mengatur segala sesuatu dalam kehidupan yang ditinggalkan Chanyeol sesuai perintah, mengamankan saham dan asset lain yang belum terjamah kebodohan Sunyoul maupun kedua adik tiri kembarnya.

Sebelum mayat Chanyeol ditemukan oleh Junmyeon pagi ini, Kai telah mengurus surat wasiat yang jauh-jauh hari dibuat oleh kliennya tersebut. Jumlah hartanya fantastis, hampir mencapai miliaran won. Dan alangkah sedihnya Kim Kai saat mengetahui uang itu bisa saja jatuh pada anak-anak kliennya yang tidak bertanggung jawab, ah, mungkin lebih tepatnya mengatakan bahwa anak-anak kliennya tidak peduli pada Ayah mereka. Tapi, anak-anak itu pasti akan segera berlari menuju kamar mayat apabila Kai mengatakan ada surat wasiat yang ditinggalkan dan jumlah uang yang tak akan habis dalam satu generasi bahkan jika mereka membelanjakannya setiap hari.

.

.

.

.

Abeoji, apa kau yakin bisa memberi keterangan pada polisi ?”.

“Bukankah aku hanya harus mengatakan apa yang aku lihat ?”.

“Ya, aku yakin kau tahu apa yang harus dilakukan. Hanya saja, ini pasti berat untukmu”.

Kim Junmyeon menarik nafas panjang dan mengerti akan kekhawatiran anaknya, tapi ia hanya tersenyum dan matanya terlihat sedikit menerawang, “Aku tahu hidupnya berat, Kai. Keluarga kita sudah mengurus keluarganya semenjak aku masih bekerja, semenjak kakeknya masih bisa berbicara hingga kini dia sendiri yang memilih mengakhiri hidupnya. Tekanan yang dia tahan selama ini pastilah sangat besar, kita tak pernah tahu bagaimana seseorang berpikir tentang hidupnya sendiri”.

Kai mengangguk-angguk dan tersenyum setelah ucapan Ayahnya, yang entah bagaimana bisa, menjadi satu-satunya saksi dari kejadian ini.

Sepuluh tahun yang lalu, Kim Junmyeon menyerahkan toga hakimnya dan pensiun. Meninggalkan Kai di ranah hukum sendirian sebagai pengacara dari sebuah keluarga yang –walaupun urusan klien harusnya dirahasiakan—selalu ia bahas dengan Ayahnya demi mendapat saran yang berguna karena masalah-masalah yang selalu ditimbulkan oleh generasi terbarunya –Sunyoul dan kedua adik tiri kembarnya.

“Aku berharap Chanyeol bisa tenang, sekalipun dia dimasukkan ke dalam neraka”.

Kai menaikkan sebelah alisnya, “Apa menurut Abeoji menghadapi siksa neraka lebih baik daripada menghadapi ketiga anak Chanyeol samcheon?”.

Sedikit tawa keluar dari bibir keduanya. Getir.

.

.

.

.

Kim Kai duduk di hadapan Hakim dengan dahi berkeringat, hari ini tepat satu minggu setelah kematian tragis kliennya dan hearing surat wasiat akan dibacakan kepada para ahli waris.

Seperti yang sudah Kai duga, seluruh keluarga berkumpul begitu pemberitahuan akan adanya surat wasiat yang memuat harta miliaran won beredar. Kedua mantan istri yang duduk berjauhan beserta pengacara masing-masing juga tiga orang anak yang sepertinya tidak terlalu dekat satu sama lain, juga didampingi oleh pengacara masing-masing. Hanya ada dua, karena si kembar menggunakan satu pengacara yang sama.

Sebelumnya, entah atas dasar apa, Kim Kai benar-benar tak terima dengan isi surat wasiat yang ditinggalkan oleh sang klien. Tapi, sebagai seseorang yang bertugas dalam ranah hukum, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena surat wasiat adalah sebuah perkara yang sifatnya pribadi dan sebagai pengacara pelaksana dia hanya bisa membantu menyiapkan segalanya.

Dalam wasiat itu dikatakan bahwa sebagian besar harta akan diwariskan Park Chanyeol pada anak-anaknya, dengan harapan uang akan membawa mereka ke jalan yang lebih baik. Tapi saat membacanya, Kai mendengus dengan sempurna, hal itu mustahil. Sebanyak apapun kau memberi uang pada penjudi, semua akan habis. Anggap saja level anak-anak Chanyeol sekelas para penjudi. Tidak ada harapan jalan yang baik ditemukan, semua uang itu akan lenyap, bahkan sebelum mayat Park Chanyeol habis dikerubungi belatung.

“Judge, semua sudah hadir”, Kai buka suara dan mengangguk pada Hakim yang kemudian memandu acara hearing hari ini.

“Kim Kai, apakah benar Park Chanyeol meninggalkan surat wasiat ?.”

“Benar, Yang Mulia.”

“Apakah surat wasiat tersebut sah ?.”

“Benar, Yang Mulia.”

“Adakah saksi yang melihat saat surat wasiat tersebut disusun ?.”

Kai memandang sekeliling, raut wajah haus harta serta kesombongan yang ditunjukkan oleh mantan istri dan anak-anak Chanyeol membuatnya muak. Mereka pasti sudah menduga harta itu akan jatuh ke tangan mereka dan bisa mereka gunakan untuk berfoya-foya.

“Benar, Yang Mulia. Ada rekaman cctv yang menangkap pewaris menyusun dokumen tersebut”.

Jdarr!!

Berjengit. Itulah yang terjadi pada ekspresi para ahli waris ketika Kai menjawab pertanyaan judge dengan lamat-lamat. Mereka pastilah menduga bahwa seharusnya orang tua itu membuat wasiatnya dibawah pengawasan pengacaranya. Tapi, cctv ??? Is this a joke ???

“Bukan di bawah pengawasanmu ?”.

Hakim lah yang mengatasi rasa penasawaran semua pihak dengan menanyakan hal itu. “Tidak, Yang Mulia, Klien saya, Tuan Park Chanyeol, sudah membatalkan seluruh surat wasiat yang pernah ia buat di bawah pengawasan saya dengan meninggalkan sebuah wasiat holografis yang ditandatanganinya beberapa saat sebelum ia memutuskan untuk bunuh diri. Semua itu terekam dalam kamera cctv panti jompo yang ia tinggali”.

Atmospher kekagetan jelas memuncak dengan penjelasan Kai barusan. Dugaan para ahli waris tentang harta yang akan jatuh ke tangan mereka seketika pudar dan pertanyaan-pertanyaan tentang kemana harta itu akan pergi mulai didengungkan.

“Jadi, wasiat itu ditulis tangan ?”.

“Benar, Yang Mulia”. Lalu Kai menyerahkan satu lembar kertas tipis yang agak lecek ke hadapan Hakim untuk diteliti, juga memainkan video yang membuktikan kesahan dokumen tersebut.

Hakim yang bertugas, Do Kyungsoo, melirik dari balik kacamatanya kepada Kai juga para ahli waris dan saksi-saksi yang memenuhi ruangan. “Saya akan membacakan isi surat wasiat terakhir Tuan Park Chanyeol”.

Kai mengangguk.

Para ahli waris dihinggapi kecemasan.

 

 

“Saya Park Chanyeol, secara sadar menuliskan wasiat terakhir saya yang sekaligus membatalkan seluruh wasiat yang pernah saya buat sebelumnya beserta Salinan-salinan yang mungkin ada.”

“Dengan ini saya menyatakan tidak meninggalkan apa pun bagi mantan istri maupun tiga anak-anak saya karena ketidakpedulian mereka pada hari tua saya, sepeserpun tidak akan diberikan.”

“Untuk seluruh saham, saya hibahkan kepada perusahaan dan para karyawan yang selama ini telah bekerja keras, ini waktu mereka menuai apa yang mereka tanam atas kesetiaan mereka pada saya.”

“Untuk properti dan dana tunai, saya berikan seluruhnya untuk sosial terutama panti jompo di seluruh Korea Selatan, agar dapat memberi pelayanan terbaik bagi para lansia yang dititipkan disana.”

“Saya menunjuk Kim Kai sebagai pelaksana dari surat wasiat ini, dan bayarannya di ambil dari dana tunai yang belum dibagikan untuk sosial.”

 

 

Hanya satu halaman, lima paragraf dan itu cukup untuk mengguncang publik. Ditandatangani di tanggal kematian, pukul 09:42 pagi. Teriakan-teriakan mulai terdengar, sorakan dari para karyawan dan direksi perusahaan, perwakilan panti jompo yang datang, serta tergabung dengan histeria kesedihan para ahli waris yang merasa tidak dianggap.

Tapi toh, hal itu justru memuaskan Kai.

Hakim mengetuk palu menenangkan semua orang, mengatakan bahwa semua telah berjalan dan bertanya pada Kai, “Kapan isi wasiat ini akan dijalankan?”

“Dua hari ke depan, Yang Mulia”, dan hakim mengetuk palu untuk menunda sidang. Tidak memedulikan teriakan protes para ahli waris yang secara langsung jatuh lebih miskin.

.

.

.

.

“Abeoji, aku bersyukur kau yang pertama menemukan mayat Chanyeol samcheon”.

Kim Junmyeon menyesap teh tanpa gula yang disodorkan anak lelakinya dan menyeruput pelan, “Dan aku bersyukur polisi tidak berpikir untuk mencari sesuatu yang hilang dari korban”.

“Kau mengambil kertas itu dari tangan samcheon ?”.

“Ya, dan aku langsung tersenyum dan hampir kembali menangis, waktu itu karena terharu dengan keputusannya untuk meninggalkan semua harta bukan pada keluarganya, bukannya karena sedih teman sekamarku mati”.

Kai mengangguk.

“Sekarang Chanyeol mungkin sudah tenang di alam sana karena ketidakpedulian anak-anaknya berhasil ia balas dengan ketidakpedulian yang lebih menyakitkan”.

Kai hampir tersenyum karena kalimat itu, Chanyeol samcheon yang renta dan hampir-hampir selalu nerima dengan hidupnya, ternyata bisa membalaskan dendamnya sendiri, mempermainkan orang-orang yang mempermainkannya. He is a real noble man, like Jekyll from the serial.

“Ya, semoga –“

.

.

.

.

“—semoga Tuhan tidak benar-benar memasukkannya ke neraka”.

end

 

 

 

 

A/N : new genre! Hope you like it! Gatau kenapa kalo mau nulisin chanyeol mikirnya thriller mulu hahaha :’D dan ini agak terisnpirasi dari buku yang lagi aku baca, The Testament-nya John Grisham. Well, aku bukan anak hukum tapi gatau kenapa suka baca novel ginian :’D. Oh iya, Sunny Dara Sunyoul were not like what I said in this story, ini 100% fiksi jadi no bashing please, aku sayang sekali sama dedek Sunyoul kok :”))))) Serius :”))))) . Psst, aku tinggal nunggu wisuda nih, jadi semoga Alphabet Series bisa selesai sebelum wisuda yaaa, yuhuuu ahay! See you in other stories!

P.S : I would really appreciate any comment you left!

 

Advertisements

10 thoughts on “[Alphabet Series] J K L like J E K Y L L ?

  1. HIII RISUKI
    kamu pas banget update Alphabet series ini kkkk apalagi yang ini XD castnya EXO. Mereka mau comeback hahah
    dan dan ini kamu pake castnya mereka yahooo seneng banget, tapi satu aku g bisa bayangin wajah tuanya Chanyeol sama Suho T.T
    nasibnya Chanyeol kelam juga ya, tapi aku suka sama cerita ini. Mantep dan dalam. Kisah hidup Chanyeol yang punya dua orang istri dan 3 anak. Keren
    ^^
    Keep on writing ya

    Like

    1. Padahal itu covernya udh dari 2 bulan lalu tapi ceritanya baru muncul kemaren dan emang PAS mereka mau kambek, Alhamdulillah 😂
      Kak, honestly aku juga gabisa bayangin muka tua, kebayangnya mereka pake jenggot sama kumis putih 😂
      gomawo for the love!

      Like

      1. Hahahah sama.an kadang2 cover ff jadi lebih cepet dibanding naskahnya hahaha xD iya pas banget mau comback xD
        Dan ceritanya mantep aku suka kai jadi pengacara hahaha xD keren banget hahaha

        Liked by 1 person

  2. Riseuki! It’s been a while! How are you?!?!?? Hahahaha. Uda lama banget gabuka mnjfanfiction Dan ternyata saya sudah ketinggalan banyaka sekali ceritamu. Well, it’s your new series. And it’s gonna be my favorite series here! Hahaha dan— setelah saya menonton mv EXO yg baru dan baca ini trs nnton lagi it’s like asddfgshkskahsjsjx. Abis liat mas chanyeol yg devil feelnya dapat banget dan liat dia tua dsni iti sesuatu :’) aku suka ceritanya. Ga terlalu panjang tapi intinya mengenal. Seperti biasa aku penggemar gaya bahasamu. Dan ini mufah2an jadi penambahan pngetahuanku ttg ranah hukum :’) hahah anyway Apakah kamu anak hukum riseuki :’)

    Like

    1. halo sora!!!! well, im fineee thxyou!
      Alhamdulillah kalo suka, haha. Bukan, aku bkan anak hukum tp penulis favorit aku anak hukum jadi bacaan aku yaaaa gini deh wkwk :’)
      aku malah baru nonton mv exo kmaren #duluanliatlivestage dan emang ini ga ada sangkut pautnya sih sama kambek mereka. Kebetulan aja hehe

      Like

      1. Jadinya ngebayangin dia jd kakek2 garang masa/? Hahaha. Iya keren bacaanmu haha, kdg ga smua orang suka baca hukum2. Mungkin suka, cuman ga nyambung, kyk aku ini-_-

        Like

  3. What a nice story!!!!!
    Halo riseuki, aku suka deh sama genre ini, membayangkan oppa yang tidak seperti oppa gitu. Mau juga dong yixing dibikinin hehe, ditunggu yaaa (((ini maksa)))

    Like

    1. Hahahahalloo jugaa, terimakasih!
      tau ga sih aku udh nyimpem foto yixing dr lama tp entah knp inspirasi gak gek menghampiri :”””)
      sooo, entahlah bakal bisq bikin yixing cast atau tidak. Mksih udh mampir ya!

      Like

  4. Kiiii gue abis nonton remember, trus baca ini, berasa drama nya blm selesai xD.
    Ini ceritanya umum sih tapi sukses bikin gue serasa puas abis bales dendam pas baca wkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s