Family · Ficlet · Genre · Length · Married Life · PG -15 · Rating · Uncategorized

My Husband Chang Kyun


Author : VizkyLee

Title : My Husband Chang Kyun

Cast :

Lim Chang Kyun / I.M MonstaX

Genre : Family, Married Life

Length : Ficlet

Rating : PG-15

Disclaimer : cerita ini hanya fiksi belaka hasil pemikiran author dan tentunya bukan hasil plagiat author lain. Jika ada kesamaan dalam cerita ini mohon dimaafkan dan silahkan langsung tegur saya. FF ini pernah dipublish di akun pribadi wattpad (@vizkylee).

 

 

Aku berusaha bangkit dari duduk, sudah 1 jam lamanya Chang Kyun tidak kembali dari supermarket, akupun memutuskan untuk keluar dari kamar dan saat berada di ruang televisi aku melihat Chang Kyun sedang menonton televisi dengan memakan puding caramel pesananku.

“Kenapa kamu tidak membangunkanku?”

“Aku takut mengganggumu jagiya”ujarnya masih terus menatap layar televisi dihadapannya.

“Aku semenjak kamu pergi ke supermarket, aku tidak bisa tidur dan seharusnya kamu pergi kekamar untuk melihat keadaanku” kehamilanku benar-benar membuatku bertambah sensitif ditambah dengan suamiku yang kekanak-kanakan.

“Aku hanya tidak ingin menggangumu jadi aku tidak melihat keadaanmu”

“Alasan saja, bilang saja kau ingin memakan puding caramel pesananku. Kamu seharusnya tau jika puding caramel itu untuk anakmu bukan dirimu” jelasku membuat diriku merasa lelah, dan Chang Kyun tidak menyuruhku untuk duduk.

“Aku membeli puding caramel lebih sayang, jadi kau tidak perlu khawatir, sepertinya aku juga mengidam ingin makan puding caramel ini” benar saja dia ikut mengidam, dia sudah menghabiskan 6 puding caramel sekaligus.

“Alibi, dari awal aku hamil kamu tidak pernah mengidam karena kamu memang suka makan” ujarku sebal lalu duduk disampingnya dan merebut puding caramel yang tinggal setengah dari tangannya.

“Ambilkan juga puding caramel untuku”aku menyuruhnya karena Chang Kyun pergi kedapur untuk mengambil puding caramel.

“Buka-kan” ucapku dengan nada manja, bawaan dedek bayi seperti ini membuat Chang Kyun tersenyum geli melihatku. Lalu dia mengelus puncak kepalaku sebelum akhirnya menyerahkan puding caramel padaku.

“Aku senang sekali kamu manja padaku, apa dedek bayi merindukanku? Dan membuat dirimu manja terhadapku” ucapnya dengan tersenyum penuh arti padaku.

“Ini hanya bawaan hamil saja aku manja bukan karena dedek bayi merindukanmu, tidak ada jatah untukmu karena aku akan segera melahirkan” jelasku dan berhasil membuatnya cemberut, kekanank-kanakan sekali suamiku ini.

“Aku janji tidak akan mengeluarkannya didalam dan membuatmu kontraksi” suamiku memohon dengan wajah imutnya.

“Sekali tidak, tetap tidak. Ini hukumanmu karena telah memakan jatah puding caramel milikku” ujarku dan aku langsung meninggalkannya sendirian diruang televisi.

Aku bergerak gelisah karena seseorang sedang memelukku dengan erat, nafas teraturnya menandakan bahwa dia sudah tertidur lelap. Aku melihat wajahnya yang tenang, suamiku yang tampan dan imut. Aku berusaha untuk menurunkan tangannya dari atas tubuhku, namun susah sangat susah untukku lepaskan.

“Chang Kyun bangunlah” aku terpaksa membangunkannya karena aku ingin sekali makan puding caramel.

“5 menit lagi jagiya” dasar pemalas.

“Lepaskan tanganmu saja, aku tidak akan menggangumu” teriakku. Namun, Chang Kyun semakin mengeratkan pelukannya pada tubuhku.

“Chang Kyun bangun!” perintahku, dengan menggerakkan sedikit badanku.

“Kalau begitu kau saja yang ambilkan puding caramel untukku!” perintahku lagi, entah apa yang terjadi pada suamiku itu. Dia langsung bangkit dari tidurnya dengan mata yang masih sedikit tertutup, semoga saja dia tidak tersandung saat berjalan.

Tidak lama Chang Kyun suamiku sudah kembali dengan membawa 4 wadah puding caramel, dia langsung membuka plastik dan menyerahkannya kepadaku. Lalu Chang Kyun kembali tidur disampingku dengan tangannya yang berada diatas perutku, Chang Kyun mendadak bangun kembali.

“Apa dedek bayi tadi sedang bergerak?” akupun menganggukkan kepalaku dengan masih memakan puding caramel, malam ini anakku ingin sekali memakan puding caramel.

“Wow… dia benar-benar hidup didalam perutmu jagiya” astaga apakah aku harus menertawai suamiku sendiri.

“Tentu saja dia hidup, jika dia tidak hidup bayi kita tidak akan berkembang hingga perutku besar seperti ini” jelasku padanya, dan dia masih memperhatikan perutku yang memperlihatkan sebuah tonjolan seperti tangan yang bergerak-gerak.

Tangan besar Chang Kyung kembali berada diatas perutku dan dia merasakan tonjolan yang bergerak-gerak itu, terlihat sekali wajah senang Chang Kyung, oh so cute benar-benar imut dan membuatku tersenyum lebar melihatnya.

“Jagiya sepertinya dedek bayi ingin disapa oleh ayahnya” ujarnya dengan senyum nakallnya.

“Byeontae! Aku sudah bilang tidak ada jatah, aku akan melahirkan dalam waktu dekat, jadi kau puasa jagiya” dia masih berusaha membujukku untuk bercinta dengan aegyonya yang aneh.

CjCjFKqUkAEbRS9

“Sekali tidak tetap tidak” aku tidak ingin membahayakan bayi kami, tinggal menghitung hari saja aku akan melahirkan dan dokter menyarankan untuk tidak melakukan hubungan suami istri terlebih dahulu.

“Jangan cemberut ini demi kebaikan bayi kita” kataku lalu menyendokkan puding caramel kedalam mulut suamiku dan memberikan sisa puding yang ada.

“Sey..ri..yus” ucapnya dengan tidak jelas.

“Jagiya serius aku tidak boleh mengunjungi bayi kita” aku yang mengantuk tidak membalas perkataan suamiku, dan akupun terlelap memasuki alam mimpi.

Rumah kami sedang kedatangan tamu, yaitu salah satu teman Chang Kyun, Shin Ho Seok bersama dengan istrinya yang juga sedang hamil.

“Dia belum bangun” tanya Ho Seok.

“Ya seperti itulah Chang Kyun jika tidak bekerja dia akan tidur hingga siang” jelasku singkat.

“Kamukan hamil tua seharusnya dia menjagamu 24 jam bukan tidur nyenyak seperti ini” aku setuju dengan istri Ho Seok oppa.

“Bagaimana kalau tiba-tiba kamu merasakan akan melahirkan?” ya itulah suamiku, seperti tidak peduli tetapi peduli.

Jangan… jangan sekarang, aku merasakan bahwa bayiku menekan bagian bawah perutku. Apa aku akan melahirkan sekarang? Astaga suamiku masih tidur!

“Apa kau akan melahirkan?” aku langsung menganggukkan kepala, terlihat Ho Seok oppa segera menuju kamar bayiku dan Chang Kyun mengambil perlengkapan yang sudah aku siapkan jauh-jauh hari. Sementara itu istrinya langsung membantuku untuk berjalan kemobil.

“Tunggulah dimobil aku akan menyeret tukang tidur itu” aku tertawa datar mendengar ucapan Ho Seok oppa.

Aku menggelengkan kepalaku melihat Chang Kyun yang pasrah ditarik oleh Ho Seok oppa dengan mata yang masih terpejam, Ho Seok oppa menyuruh istrinya untuk duduk didepan, sementara itu Chang Kyung duduk disampingku. Dia sama sekali belum tau keadaan saat ini, dan dia kembali tidur dengan menyandarkan kepalanya pada bahuku. Tiba-tiba aku mencengkram tangannya dengan kuat karena kontraksi yang terjadi, dan aku bersyukur kontraksiku membuat Chang Kyun membuka bahkan melebarkan matanya karena kesakitan.

“Kenapa aku ada didalam mobil? Dan siapa yang mencengkram tanganku dengan kuat?” karena terlalu kesal pada suamiku aku memukul pahanya dengan keras.

“Aku, aku yang mencengkram tanganmu. Apa kau tidak tau kalau aku akan melahirkan sekarang? Dan kau masih saja ingin tidur dikeadaan yang sedang darurat ini” ucapku dengan menggebu-gebu.

“Apa kamu mau melahirkan jagiya? Astaga bagaimana ini? Hyung lebih cepat lagi, jangan lambat seperti ini. Aku tidak mau anakku lahir didalam mobil” benar-benar mengesalkan, akupun menarik rambutnya bertepatan dengan kontraksi keduaku. Dan aku benar-benar menariknya dengan sangat kuat, hingga membuatnya kesakitan.

“Kenapa kamu menarik rambutku jagiya? Seharusnya Ho Seok hyung yang kau tarik rambutnya karena lambat melajukan mobilnya” aku masih belum melepaskan tanganku dari rambutnya, dia terlihat khawatir tetapi kenapa harus menyalahkan orang lain.

“Sudah sampai cepat bawa istrimu kedalam” tanpa berkata apapun Chang Kyun menggendongku lalu membawaku kedalam rumah sakit dan dia melewati begitu saja para suster yang sudah menunggu didepan pintu masuk dengan membawa kursi roda.

“Tuan tolong turunkan istri anda biar kami yang mengantarnya ke ruang operasi, dan silahkan keadministrasi untuk mengisi formulir” awalnya Chang Kyun tidak mau menuruti perkataan para suster, namun Ho Seok oppa segera menyuruhnya berhenti berdebat.

Dan sekarang aku sedang berbaring dengan Chang Kyung yang berada disampingku.

“Kamu harus kuat jagiya, ayo jagiya sedikit lagi baby kita akan lahir, ayo jagiya” aku tersenyum dalam sakitku, suamiku yang kekanak-kanakan, suamiku yang cuek, suamiku yang mengesalkan. Mendampingiku dan memberiku support untuk tetap kuat, dan dia sama sekali tidak mengeluh saat tangannya aku gunakan sebagai pelampiasan kesakitanku.

“Jagiya bertahanlah, kepala baby kita sudah keluar, ayo jagiya” dia bersorak gembira saat bayi laki-laki menangis dengan kerasnya.

“Love you jagiya, terima kasih atas kado terindah ini” ujarnya lalu mencium keningku lama dengan senyum bahagia. Rasa sebalku padanya menguap begitu saja saat melihat raut senang pada wajahnya.

Walaupun suamiku kekanak-kanakan, terkadang tidak peduli dan menyebalkan, aku tetap mencintai apapun kekurangan yang ada pada dirinya. Love you too my husband.

Advertisements

2 thoughts on “My Husband Chang Kyun

  1. Baca ini ngakak :’) I.m ini niat ga sih jadi bapak :’) hahahaha akhirnya series my husband uda lengkap! Untung ada wonho yang siap, kalo ga bisa2 ngelahirin di tempat-___- aku suka ceritanya kocak, jagiya hahaha. Kok bisa gitu kpikiran bikin series mereka “kalau jadi bapak” hehehe. Oke, ditunggu untuk next series2 nyeleneh dari kamu hehehe. Bikin kek semisal mereka jadi kakak, kakek/? HeheheHehehe. Mianhae baru bisa komem padahal ud lama lam-

    Like

    1. Hehehe iya akhirnya lengkap 🙌 , terinspirasi sama penulis diwattpad tapi dia judulnya My Daddy kalau gak salah dan castnya bts sama anak aja. Nah aku bikin ini dari sisi istrinya, yg nyeritain suaminya.
      Apa kakek? Suju maksudnya hehe?
      Entahlah kalau ada ide
      It’s okay

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s