Angst · FF Project · Ficlet · FluffyAngst · Friendship · Genre · Gore · Hurt · Length · Life · Married Life · PG -15 · Romance · sad · Slice of Life · Song Fic

[Project Eternal 5] 21 Gram


Author            : @SandraChoii

Tittle               : [Project SS301 Eternal 5] 21gram

Main Cast      : Heo Young Saeng (Double S301)

                          You  (OC)

Genre             : Romance, Songfic, Angst

Rating             : PG-15

Leght              : Ficlet

Disclaimer      : Keseluran cerita milik author beserta inspirasi dari sebuah lagu Double S301 21gram, mencoba membuat cerita dalam MV dengan versi author, silahkan berikan komentar dan saran. Dilarang Mem-plagiat cerita ini dari bagian manapun, no copas tanpa ijin serta gunakan credit dengan baik dan benar!! Terimakasih.

A/N                 : Sebenarnya ini bukan murni songfic, karena author hanya menggunkana beberapa atau bahkan sedikit cerita dari lagu tersebut namun masih nyambung dengan Mvnya serta beberapa adegan dalam MV yang author ceritakan kembali, selebihnya fiksi imajinasi author sendiri untuk menyambut kembali comeback idol kebanggaan author ‘Double S301’ setelah 7 tahun lamanya melakukan debut solonya,  untuk segala kekurangan dalam fanfiction ini author memohon maaf yang sebesar-besarnya!! Happy Reading ^^

 

Story:

I remember the beautiful you
The memory of January
…..
21 gram 21 gram the love you left
That’s my all

 

Aku membuka mataku menyusuri lorong-lorong gelap sedikit pengap ini, bukan tempat asing bagiku karena lorong ini adalah bagian dari isi rumahku. Sebuah lorong menuju ruang bawah tanah dimana aku meletakkan beberapa barang bekas yang cukup berharga untuk aku buang ke tempat pembuangan.

Aku mengeratkan sweater tebalku, menormalkan suhu tubuhku yang seketika menurun sangat derastis, aku demam kali ini. Suhu tubuh yang begitu kontras dengan cuaca diluar saat salju mulai turun dengan lebatnya.

Aku menyelipkan salah satu tanganku dalam saku sweater milikku ketika lorong ini terlihat semakin gelap, seiring derap langlah kakiku menuruni beberapa anak tangga untuk mencapai lantai bawah tanah, mencari ponselku hanya untuk sekedar menyalakan sebuah aplikasi senter didalamnya.

Aku terhenti tepat pada sebuah ruangan tertutup rapat dengan debu yang cukup tebal melapisi pintu kayu berwarna coklat tua yang sudah cukup memudar pada bagian catnya. Aku mengeluarkan sebuah kunci ruangan itu, kunci dengan bandul liontin berbentuk butterfly, ukiran senyum tampak dari bibirku kini ketika aku telah berhasil membuka pintu ruangan itu. Ruangan yang tidak terlalu buruk untuk di katakan ruang bawah tanah, aku telah membuat ruangan ini menjadi begitu nyaman dan sama sekali tidak terlihat sebagai gudang ketika aku telah menyalakan saklar lampunya, jauh berbeda dengan suasana lorong menuju tempat ini yang begitu gelap dan pengap.

Aku mendudukkan diriku pada sebuah sofa yang sengaja aku letakkan disana dengan meraih sebuah kotak putih yang berada dalam jarak yang cukup dekat dariku, jangan harap kalian akan melihat suasana gelap dan tidak nyaman disini, aku telah mengubah ruangan ini menjadi ruangan yang layak untuk digunakan bersantai, namun ruangan yang cukup tertutup dan sedikit sempit inilah yang membuat seseorang enggan untuk berlama-lama di tempat ini.

Beberapa foto seorang gadis membuatku tersenyum, foto yang terlihat sedikit usang dengan beberapa coretan-coretan kekanakan di baliknya. Foto itu di ambil 5 tahun yang lalu ketika gadis itu masih berada di bangku sekolah , cukup terlihat karena dalam foto itu dia masih menggunakan seragam sekolah. Dia gadis yang sangat cantik dan aku bersyukur pernah memilikinya walau hanya untuk beberapa saat.

Dia memiliki manik mata berwarna coklat tua yang cukup besar seperti barbie, rambutnya panjang sebahu kala itu dengan warna coklat muda yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Beberapa foto lain menjadi perhatianku saat ini, foto ini di ambil pada bulan Januari tahun lalu.

One day when it snowed
Who used to hug me warmly
I remember the beautiful you
The memory of January

.

.

.

Oppa.. kau ingin mencobanya?” serunya memanggilku dari arah dapar, dia kemudian berjalan menemuiku dan memeluk belakang tubuhku ketika aku tengah sibuk memainkan piano untuk sebuah lagu yang aku persiapkan nanti dalam konser tunggalku

Aku menghentikan aktivitasku sejenak ketika mencium aroma makanan dari arah dapur, bukan sedang mencium aroma lezat kali ini karena aku yakin untuk kesekian kalinya dia menghanguskan makanan yang dia buat sendiri, aku terkekeh pelan saat menerka hal yang dia lakukan padaku saat ini adalah bentuk penyesalannya atas makanan hangus yang bahkan tidak layak untuk masuk dalam perut itu.

“Aku sudah katakan saat ini aku akan mengajakmu makan malam di luar, kenapa kau masih bersikeras untuk memasak makanan hangus itu?” gumamku seraya membalikkan tubuhku ke arahnya, memeluknya  erat, dia hanya diam dalam dekapanku yang terasa hangat karena saat ini cuaca mencapai 6 derajat celcius, cuaca Januari yang cukup dingin.

“Kenapa kau hanya diam?” bisikku lembut dengan sesekali mencium aroma lily di sekitar lehernya,

Perlahan dia mencoba melapaskan pelukanku darinya, menatapku kesal lalu memukul bahuku pelan,

“Sampai kapan oppa akan mengatai masakanku hangus?” belanya lalu berjalan melewatiku untuk pergi, aku masih mencoba menahan tawaku kali ini dan aku baru saja menyadari walau terkadang dia tampak sangat dewasa tetapi dia masih terlihat sedikit kekanakan, hal itulah yang membuatnya tampak manis dan menggoda.

 

Istriku berusia 6 tahun lebih muda dariku, bukanlah usia yang terbilang jauh untuk di sebut sebagai pasangan suami istri yang baru menikah beberapa bulan, bahkan dulu dia lebih suka menyebutku ahjussi daripada oppa, bukankah itu menyebalkan?

Aku mengikutinya yang saat ini sedang berdiri di ruang tengah menatap butiran salju yang beberapa kali turun melalui sebuah jendela yang sengaja dia buka tirainya.

“Apa kau marah?” Godaku seketika membuatnya memalingkan wajah dari hadapanku, aku tertawa singkat melihat tingkahnya. Bagaimana mungkin dia yang sering bersikap bijak daripada aku akan marah hanya karena aku mengatakan masakan hangusnya itu, sungguh ini tidak masuk akal.

“Jadi kau ingin aku memakan masakan hangus itu?” tanyaku sekali lagi ketika beberapa pertanyaanku yang tidak di gubrisnya sama sekali,

 

“Baiklah, kau tunggu disini..” lanjutku, sebelum akhirnya aku berjalan ke arah dapur dan meraih sebuah macaroni schotel dari dalam oven yang sudah berwarna hitam pekat, ini seperti macaroni dengan saus jjajangmyeon.

Istriku masih terlihat diam dalam posisinya, menatap butiran salju yang turun perlahan dengan sesekali mencuri pandang ke arahku yang berjalan mendekat.

“Kau lihat? Aku akan memakannya.” gumamku sedikit keras untuk mengalihkan perhatiannya, dia menatapku datar.

Perlahan aku mencoba memotong macaroni itu dengan sebuah garpu yang aku bawa, sedikit keras dan aroma hangus tercium kuat dalam indra penciumanku. Aku menahan nafasku singkat lalu menyuapkan makanan itu ke dalam mulutku, seketika rasa begitu pahit memenuhi lidahku namum sekali lagi aku memaksakan diri untuk mencoba menelannya.

Istriku menertawakanku cukup keras, dengan sigap dia meraih makanan itu dari tanganku dan meletakkannya di atas meja.

“Memangnya siapa yang menyuruh oppa memakannya?” serunya seraya memelukku cukup erat.

“Sebenarnya kau membuat makanan yang sangat enak, aku menyukainya hanya saja aku harap lain kali kau mengecilkan suhu ovennya agar tidak hangus,”

Dia melepaskan pelukannya dariku dan tersenyum singkat,

“Sesungguhnya aku tidak ingin selalu merepotkan oppa untuk membali makanan di luar, aku melihat salju cukup lebat dan aku yakin memasak sendiri adalah cara terbaik,”

Aku tersenyum sesekali aku mengusap pipinya lembut, lalu menyelipkan rambut coklat panjangnya di sela telingnya kala mendengar pengakuan yang menurutku cukup manis itu, aku mencium bibirnya singkat.

“Sungguh kau membuat makanan itu sangat enak, dan sayang sekali kau menghanguskannya. Bagaimana jika kita membuatnya bersama-sama?” saranku yang mendapat respon hangat darinya.

Aku tersenyum padanya, dengan sesekali mencium kedua telapak tangannya yang sedari tadi aku genggam begitu erat.

 

I love you, your lips say shyly
Looking at me with your bright smile
I remember the beautiful you
Our story

Dia menyentuhkan kedua telapak tangannya pada kedua pipiku, menatap lekat-lekat ke arahku.

“Suamiku yang sangat manis, aku yakin kau pasti tau jika aku sangat mencintaimu. Tetapi, sampai kapan suami yang sangat manis ini akan mengatakan masakan istrinya hangus?” tanyanya sekali lagi, dengan intonasi rendah dan nada suara yang lembut juga sangat menggemaskan.

Aku membalas tatapannya padaku,

“Sampai istri tercantiku tidak menghanguskan macaroni schotel, telur gulung, roti panggang, dan..”

‘chup’

 

Aku membulatkan mataku saat dia menciumku singkat, seketika rona merah nampak jelas dari wajahnya. Dia tidak pernah menciumku terlebih dahulu sebelumnya, hal ini adalah hal pertama yang dia lakukan, bahkan aku merasa sedikit aneh ketika dia mengatakan kalimat-kalimat romantis dengan di lebih-lebihkan beberapa saat lalu.

Aku tersenyum sesekali sebelum akhirnya dia dengan malu-malu meninggalkan aku terlebih dahulu untuk menuju arah dapur.

.

.

.

Woke up from the dream and called you
But I realized you were not beside me any longer

I wanna go back to you
To that day, to that moment
For me at least once
At least your soul
21 gram 21 gram
The love you left behind

Aku menutup mataku diikuti dengan buliran air mata yang seketika aku seka dengan punggung tanganku, mencoba tersenyum dan meletakkan kembali foto itu ke dalam tempatnya.

Ddrtt…drrt..

Aku membaca sebuah pesan yang baru saja masuk dalam inbox-ku,

 

From: Kim Kyu Jong

Aku sedang dalam perjalanan untuk segera menjemput jenazah adikku,
aku tau ini begitu berat untukmu,
tetapi aku berterimakasih karena kau telah begitu mencintainya dan menjadi suami yang begitu baik untuknya,
aku harap kau akan segera mengikhlaskannya.

 

Aku menutup kembali ponselku, mencoba bangkit dari tempatku duduk saat ini untuk mendekat ke arah sebuah ranjang yang tertutup sebuah tirai berwarna putih.

Seorang gadis berada disana, matanya terpejam dan raut wajahnya sedikit pucat namum bagiku wajah cantiknya tidak berkurang sedikitpun, aku menyentuh pipinya lembut, isakan demi isakan terdengar lirih ketika aku mencium keningnya sekilas.

Aku menyimpan jenazahnya cukup lama dalam ruangan ini dengan menggunakan pengawet khusus, setelah kematiannya beberapa bulan lalu hingga saat ini kondisinya masih sama seperti ketika dia masih hidup, sejak saat itu tidak sedikitpun aku ingin berpisah darinya. Bagiku dengan seperti ini aku tidak terlalu merasa kehilangan atas kepergiannya, tetapi hari ini adalah hari dimana aku harus menerima sebuah kenyataan jika hal ini tidak seharusnya aku lakukan, gadis ini gadis yang begitu aku cintai berhak mendapatkan pemakaman yang layak.

.

.

.

Hari ini salju turun semakin lebat masih di akhir bulan januari, aku menggengam erat buket bunga lily dan meletakkannya di atas sebuah nisan. Mencoba tersenyum walau aku masih tidak dapat menahan butiran air mataku sendiri kala mengingat kenanganku bersamanya ketika melewati bulan januari tahun lalu, ini adalah januari pertamaku tanpa dia.

Aku begitu mengingat bagaimana dia selalu menggenggam lembut tanganku, mengelus keningku lembut hingga aku tertidur dengan bersandar dalam pangkuannya. Gadis itu sangat manis dan lembut, sangat mirip dengan kakak lelakinya yang juga teman dekatku ‘Kim Kyu Jong’.

Samar-samar aku mencium aroma lily, istriku sangat menyukai lily dan aroma lily ini bagiku adalah dirinya.

“Aku akan baik-baik saja walau aku masih merasa begitu kehiangan dirimu, tetapi percayalah hal utama yang begitu aku rindukan darimu adalah masakan hangus itu dan aroma lily ini, aku merindukan senyummu yang membuatku tenang, merindukan bagaimana kita melewati januari kita dengan begitu gembira, walau cukup singkat tetapi terimakasih istriku karena kau telah membuatku begitu bahagia ketika menjadi suamimu.”

Your delicate face
The time that wouldn’t pass
Those happy days, I’ll let you go
21 gram 21 gram
That’s my all

I want to go back
To those days
For me at least once
At least your soul
21 gram 21 gram
The love you left

THE END

 

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan banyak sekali terimakasih untuk teman-teman TripleS semua yang begitu mengapresiasi saya agar segera memposting cerita ini, mohon maaf untuk waktu yang sangat lama, karena cerita ini harus di publish dengan menunggu seluruh versinya terselesaikan terlebih dahulu dan mempublishnya satu persatu ^^

Dan sedikit cerita, dalam MV seperti yang telah kita saksikan jika pemeran (wanita) tidak meninggal, dan bunga itu Youngsaeng letakkan di depan rumahnya bukan di atas nisannya. Mohon maaf jika author menceritakan dengan sedikit berbeda, semoga fanfic singkat ini tidak terlalu mengecewakan!! Terimakasih Banyak ^^

Advertisements

22 thoughts on “[Project Eternal 5] 21 Gram

  1. Aku kira serem ternyata sedih, bner thor MVnya kayaknya cwenya g mati deh hehee, di tunggu versi selanjutnya ya..
    suka sekali dgn karakter Youngsaeng oppa disitu, g jauh beda dari MV aslinya, penggambaran author jg bikin nagis….. T^T

    Like

  2. Aku sangka ngapain saengie oppa ke lorong* gelap /-\
    bahaya dia nyimpen mayat… agak ngeri agak serem tp bukan horror untungnya huft..
    jd gsabar baca versi lain, di tunggu ya thor.. gomawo!!!

    Like

  3. Suka skali peran youngsaeng oppa di mv ini, dan akhirnya ada ffnya.. versi lainnya segara publish jg thor? mohon infonya ^^

    Like

    1. Halo kyura, maaf sebelumnya baru sempat menanggapi karena author juga sedang sibuk tugas akhir.. hehehe untuk versi selanjutnya mungkin agak lama, karena author nulisnya di sela sela waktu luang aja ^^ terimakasih ya sudah baca dan komen ^^

      Like

  4. Annyeong author!!!
    aku bolak-balik cek wp nunggu project ini, dan akhirnya…. kkekeke
    sebenernya aku pikir author akan full ceritain mvnya tapi salah, memang mirip aslinya tapi gak mirip/? #lah hahahaha intinya gitulah, aku tunggu next versionnya ya thor!!! FIGHTING!!!!*-*

    Like

    1. Hallo.. wah maaf sudah membuat menunggu, sebenernya gak full songfic kok ada hal hal yg harus author perbarui biar tidak bosan hehehe sip, di tunggu ya mungkin akan agak lama ^^ terimakasih sudah baca dan komen ^^

      Like

  5. Yaampun gak bayangin ys oppa sudah beristri dan…… istrinya udah meninggal 😦
    iiihhh ys oppa serem ya thor nyimpen2 mayat gt,, tapi sedih banget…
    seru thor!! versi lain jg di tunggu banget yaahh 🙂

    Like

  6. Kok jadi serem kak?? tapi endingnya sedih, gak nyangka aja saeng oppa simpen mayat istrinya yg ternyata adeknya kyu oppa..
    seru jadinya..
    next ya kak.. gak sabar buat baca yg versinya jjun oppa saxophone/,\

    Like

  7. Suka sekali dgn HYS di mv ini dan di fanficnya levih dijelaskan lagi tapi lbh sedikit ngeri ya thor? heheee
    btw aku pasti baca versi lainnya thor, jg kalo boleh ada mv barunya lagi tuh thor, ayo dibikin fanfic lagi #maksa ^^v

    Like

    1. Hallo.. terimakasih sudah baca dan komen, bagus loh MV barunya cuma agak susah buat jadi fanfic hehehe terimakasih banyak ya sudah menunggu, versi lain akan agak lambar semoga masih tidak bosan membacanya ^^

      Like

  8. Aku sempet ketawa-ketawa sendiri pas masakannya hangus…. lucu dan saengie oppa suami idaman banget… suka thor, ditunggu banget versi selanjutnya ya, gak sabar yg dirty love jg saxophone jadinya >_<

    Like

  9. Wah telat bacanya >__<
    thor aku suka sekali sm ceritanya, gak sabar nunggu versi lainnya,
    sedih thor, saengi oppa kasian 😥

    Like

  10. Thor ini seru jg sedih…
    nanti pas dirty love agak panjangin dikit ya thor ;_; JEBAL..
    aku suka sekali sama project ini, bikin nostalgia… heheheehe

    Like

    1. Halo.. di usahakan ya tapi rata-rata memang ficlet hehehe terimakasih banyak sudah suka dengan project ini, dan maaf versi selanjutnya akan agak lambat, semoga tidak bosan ya ^^

      Like

  11. Young saengnya nyeremin ya-__- hahaha I know it’s hard for him but keeping his wife’s boddy… Nyeremun atuh haha. Welcome back eonnie! Finally you posted new fanfiction setelah lama dirimu hiatus Dan yeay! Ini boyband bias mendarah dagingmu/? Tbh aku blm nnton mv nya atopun dger lagunya, but well— mmbca langsg dari kamu Dan versi km, lebih gimana gitu hehe. Masih ada versi yg lain kan? Aku tunggu 😉

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s