Comfort · Ficlet · G · Hurt

[Alphabet Series] G for Goodbye, H for Hello & I for Impossible


riseuki GHI

Tittle : G for Goodbye, H for Hello & I for Impossible

Author : riseuki || Cast: Oppa & You

 Genre: Hurt/Comfort  || Duration : Ficlet

Disclaimer : Cast belong to themselves. The plot & the absurdness surely mine.

©Riseuki, 2016

.

I still wonder ‘bout us. But you seems to wonder just ‘bout yours.

.

“Hei perempuan serakah! Kamu tak pernah mengiakanku, tapi aku jatuh cinta pada yang lain kau malah menjerit jangan!” maki seorang lelaki kepada perempuan yang hatinya sarat akan kegamangan.

Lalu si perempuan menjawab, “Kamu tidak akan mengerti! Aku lebih menderita! Percayalah, aku sangat ingin mengiakanmu, tapi kenyataannya mau tak mau aku harus meniadakan iya-ku untukmu. Kamu tahu akibatnya? Aku menanggung banyak sesak, hatiku sering terisak”.

.

.

.

Mungkin perempuan itu sudah kepalang hilang akal sehat hingga berani menjawab dengan balas berteriak, terlebih apa yang keluar dari mulutnya adalah apa yang selama ini dia simpan sendiri di dalam hati, tidak pernah ia bagi bahkan ke dalam diari.

Tapi toh dia tak berdaya, menguak sedikit rahasia seperti ini pun rasanya jadi tidak apa-apa. Apalagi jika yang mengetahui adalah si penyebab semua sesak itu sendiri. Huh, ingin kembali tenang pun jadi mustahil, apalagi menarik ucapannya yang terlanjur masuk ke telinga lelaki itu, lebih mustahil lagi.

Rasanya hari ini benar-benar sial. Langit pun seakan tak mendukung pengharapannya, inginnya perempuan itu bisa segera melangkahkan kaki dari lokasi dia sekarang berdiri, tapi rintik-rintik bening yang tadinya tenang mulai menderas dan tak memberinya celah untuk melangkah.

Kehujanan dengan suasana hati yang lebih mendung dari langit bukan pilihan perempuan itu, tidak, dia mungkin kehilangan akal sesaat, tapi untungnya dia tidak sebodoh itu untuk membiarkan dirinya basah dengan kemungkinan sakit yang lebih parah keesokan harinya.

Sudah cukup hatinya saja sekarang yang tersayat, jangan sampai raganya pun ikut sekarat.

.

.

.

“Ap –apa?”.

Kali ini giliran si lelaki yang menjawab, tapi dia hanya bisa tergagap. Masih tidak yakin dengan apa yang baru saja di tangkap indera pendengarannya, dia coba memancing si perempuan untuk mengulang kalimat terakhir yang ia ucapkan.

Hasilnya nihil. Si perempuan tidak lagi mengucap sepatah kata, geraknya sudah mengisyaratkan gelisah. Kakinya sudah hendak keluar ke jalanan.

“Hei ?”.

Si lelaki bisa melihat dengan jelas bagaimana si perempuan memalingkan wajah saat ia memanggil namanya. Mengabaikan namanya, perempuan itu kini bahkan memunggungi si lelaki. Tatapan menyesal kini tergurat di wajah si lelaki, menyesali pilihan kalimat yang ia lontarkan. Memanggil perempuan itu serakah agak sedikit keterlaluankah?

Huh. Dengusan rendah terdengar dari si lelaki, mungkin ia juga sudah kepalang tak waras, baru sebentar tak sengaja bertemu dengan si perempuan, bukannya memperbaiki hubungan, dia malah melontarkan makian.

Padahal, jika dia memang mau mengakui, toh perempuan itu punya hak untuk melakukan apapun, bahkan terhadap dia. Baru, hasil akhir yang menentukan adalah pilihannya, dan itu yang akan memutus hak si perempuan, atau menyambungnya.

.

.

.

Kecipak air hujan yang terinjak kaki menggema kencang di bawah pelupuk si perempuan yang basah. Kalau pun ada yang melihat, tidak akan ada yang memperhatikan. Bahwa itu adalah air mata.

Perempuan itu mencabut makiannya, tapi hanya pada langit –yang dengan air hujannya mengaburkan penampilan si perempuan yang tingkat kegamangannya sudah terpancang dalam. Dan tidak untuk hari ini, karena dia masih merasa sial. Lihat saja jika besok raganya benar sekarat, dia pasti tidak akan berhenti mengumpat!

Membodohi dirinya dengan akhirnya melompat ke setapak yang basah, perempuan itu tidak merasa menyesal. Biarpun air mata baru saja menderas, tapi kini senyum tipis tampak tergaris di bibirnya yang gemetar karena dingin yang mengguncang. Toh dia memang sudah kepalang tak berakal sehat, jadi sekalian saja jadi tidak waras, pikirnya.

Mengambil puluhan langkah dari lokasi tempat dia di maki, perempuan itu berbalik. Dari tempatnya berdiri, dia masih bisa melihat si lelaki, tegak dan tinggi. Dengan seorang perempuan yang kini menggelayut mesra di lengannya.

Huh. Sebuah dengusan terdengar dari si perempuan. Dia sudah berbagi rahasia miliknya, ‘kan? Bahwa dia begitu menginginkan lelaki itu, walau pada kenyataannya, ingin itu dia iyakan dengan ketiadaan. Bahwa dia melepas lelaki itu, meski dia tahu sesak akan memenuhinya, gamang akan menguasainya.

Kau tahu? Kini si perempuan masih tersenyum, tapi hatinya terisak. Begitu keras, hingga tidak ada seorang pun yang mampu mendengarnya.

fin

 

a/n :

  1. Scene teratas, for what the boy & the girl’s said ©nawundadzuhri
  2. Belum kepikiran sequel.
  3. Yeay! Alphabet series mulai jalan lagi *nangis Bombay*
  4. To whoever read this, It’s just a fiction, don’t take it too serious.
  5. Butuh masukan, tolong komennya ya piw piw.
  6. Hope to see you in the next story! (/^-^)/
Advertisements

7 thoughts on “[Alphabet Series] G for Goodbye, H for Hello & I for Impossible

  1. Ini sedihT___T disini kamu ga nulis siapa cast nya dg jelas, cuman kau dan oppa, mungkin krg greget utk si oppa nya. But I guess, you were confused for whose character, will be fit in. Hahaha karna kadang aku juga gitu. Aku suka bahasamu disini, ngena banget. Mski ga dijelasin bgt gmn ceritanya awalnya dan keseluruhan, tapi disini readers bisa menrrka dan bayangin sndirian. Next juseyo 😉

    Like

    1. Yup, kali ini 100 poin buat sora!
      aku pengennya readers jadi si yeoja itu dan terserah kalian mau bayangin oppa yg nyakitin hati mereka itu siapa, krn greget aku sama greget readers kan beda ra-ya :””)

      Like

      1. Nah iya, bener banget. Kadang ada yg blg cast cowoknya kurang ngena, DLL. Dan tujuan kita juga buat readers menghayati dan merasakan apa yang dirasakan cast ff nya. Otl ini ngomong apaan-___- haha

        Liked by 1 person

  2. Sebenernya series ini favorit gue, ngena bgt gitu. Tapi greget lah sama cowoknya, ga konsisten, ga peka atau gimanaaaa?? T.T

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s