Chaptered · Genre · Hurt · Kekerasan · Length · NC -17 · Rating · Romance

I NEED U (Jimin Part)


Author : VizkyLee

Title : I Need You ( Jimin Part)

Cast :

Park Ji Min (BTS)

Park Eun Byul as you or girl

Genre : Romance , Hurt , Kekerasan

Length : Chapter

Rating : NC

 

Girl , just tell me you wanna  break up

Girl , just tell me it wasn’t love

 

 

Jimin mengambil note yang tertempel di pintu kulkas , setelah dia meletakkan paper bag berisikan bahan-bahan makanan dia langsung membaca kata yang tertulis pada note tersebut.

 

Heeojija

 

Jimin berusaha mencerna kata itu , kata itu tidak sulit untuk dimengerti tetapi Jimin berusaha untuk menolak kata-kata itu.

Jimin segera bangkit dari duduknya , berlari menuju kamarnya membuka lemari pakaian yang ada di kamar itu.

Benar saja pakaian wanita itu sudah tidak ada , hanya pakaian jimin saja yang ada di dalam lemari itu

Kaki jimin melemas , dia menutup pintu lemari itu dengan keras dan menjatuhkan tubuhnya dilantai

Dia tidak percaya wanita yang dicintainya pergi meninggalkannya

Wanita satu-satunya yang sangat dia percayai

Wanita yang tau semua rahasianya

Tiba-tiba pergi begitu saja meninggalkan kata putus

 

 

Jam menunjukkan pukul 07:00 KST Jimin masih merebahkan tubuhnya pada tempat tidur , dia seperti tidak ingin bangun dari tempat tidur yang nyaman . Bukan karena dia masih ingin tidur kembali , bahkan dia tidak tidur sejak malam hanya karena sebuah note yang ditinggalkan wanita yang sangat dicintainya. Jimin kembali melihat jam weker yang sengaja dia letakkan diatas meja dekat tempat tidurnya , seharusnya dia sudah berada di kelas saat ini . Seluruh tubuhnya tidak bisa diajak kerja sama apalagi hatinya , fikirannya memaksa agar segera bangkit dari tidurnya tetapi rasa sakit dihatinya membuat tubuhnya seketika lemah.

 

Seorang gadis terlihat resa dalam duduknya dia sama sekali tidak konsentrasi dengan penjelasan dosennya , sesekali dia melihat handphonenya lalu menuliskan sesuatu dan mengirimnya pada seseorang. Cemas itu yang dirasakan Eunbyul saat ini bagaimana tidak,  Jimin yang seharusnya berada dikelas sekarang tidak terlihat batang hidungnya , jika Eunbyul tidak tau alasan mengapa Jimin tidak ada dikelas saat ini dia tidak akan sepanik ini .

Eunbyul melihat dosen yang sedang menjelaskan mata kuliah dia ingin sekali kelas ini segera berakhir , sesekali dia melihat jam ditangannya lalu melihat handphone yang ada dipangkuannya dan itu berlangsung berkali-kali. Dia merasa tidak nyaman duduk disini , dia ingin segera menemui Jimin dan mencegah sesuatu yang akan dilakukan lelaki kecil itu. Eunbyul ingin mengelak firasat buruknya , tetapi tetap saja firasat itu semakin kuat , dia semakin khawatir memikirkan keadaan jimin sekarang.

 

Jimin masuk kedalam bathup yang berisikan air dingin tanpa melepaskan pakaian yang dikenakannya satupun , menenggelamkan tubuhnya kedalam bathup itu hingga membuat air dari bathup membanjiri lantai kamar mandi. Wajah ceria yang selalu diperlihatkan Jimin , sekarang berganti dengan wajah sendu dan tatapan kosong. Jimin menatap memo yang ditinggalkan oleh wanita itu lalu mengambil korek api dan membakar memo itu sampai tidak tersisa sedikitpun. Hatinya hancur seperti kertas yang dibakar itu , marah seperti api yang membakar kertas yang membuat cintanya hilang.

 

Eunbyul langsung memasukkan semua buku dan alat tulis miliknya kedalam tas , dia menghela nafas lega karena kelas telah usai. Dengan secepat kilat Eunbyul berlari melawati lorong-lorong yang dipenuhi oleh mahasiswa dan mahasiswi yang sedang berjalan , bahkan Eunbyul tidak menyadari jika dirinya menabrak seseorang.

Dengan keras Eunbyul menutup pintu mobilnya dia tidak mau tau jika nanti mobilnya akan rusak yang terpenting sekarang adalah keselamatan Jimin. Eunbyul memukul setir mobilnya bagaimana bisa mobilnya tidak mau menyala , dia menarik nafas lalu menghembuskannya dan mencoba kembali menyalakan mesin dan berhasil mobil itupun menyala. Tanpa pemanasan Eunbyul langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan lagi-lagi dia menabrak seseorang dan kali ini hingga membuat orang tersebut terjatuh.

Kejutan lain yang membuat Eunbyul murka jalanan macet , dia benar-benar frustasi semua kejadian yang dia alami membuat Eunbyul merutuki dirinya sendiri. Eun Byul melihat gang yang digunakan sebagai jalan alternatif , dia langsung membelokkan mobilnya dan masuk kedalam gang yang berukuran sama besar dengan mobil yang di kendarainnya.

Eun Byul bisa bernafas lega karena sudah keluar dari gang yang sebesar mobilnya itu, dia mulai memacukan mobilnya lagi dengan kecepatan tinggi . Jalanan tidak begitu ramai dan Eunbyul mengambil kesempatan mempercepat kembali laju mobilnya , tetapi dia tidak melihat jika ada seseorang yang berjalan tanpa memperdulikan sekitarnya. Eun byul mencoba untuk mengerem mobilnya saat jaraknya hanya berjarak 1 meter dari seorang pria , tetapi untungnya pria itu langsung ditarik oleh seseorang dan Eun Byul terbebas dari masalah.

Setelah mengetahui jika dia tidak jadi menabrak orang , Eun Byul tetap menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi dia benar-benar tidak belajar dari pengalaman yang baru saja dilewatinya. Tidak berapa lama Eun Byul sudah berada dihalaman rumah Jimin tanpa menekan bel rumah dia langsung membuka pagar dan mengetuk pintu rumah Jimin.

“Jimin buka! Aku tau kamu ada didalam . Cepat buka atau aku dobrak pintu ini!” Eun Byul benar-benar emosi , dia kembali mengetuk bahkan mengedor-gedor pintu itu dengan keras .

Tetap saja tidak ada jawaban dari dalam sana , sebelum Eun Byul mendobrak pintu itu dia mencoba menggerakkan pegangan pintu dan Eun Byul membulatkan matanya karena tidak percaya jika pintu rumah Jimin tidak terkunci. Dia tampak bodoh karena ingin mendobrak pintu yang tidak terkunci , perlahan Eun Byul memberanikan diri memasuki rumah Jimin.

“Jimin ah … “ Eun Byul berkali-kali memanggilnya

Diruang tamu , di ruang tv bahkan di dapurpun Jimin tidak terlihat , Eun Byul menemukan paper bag berisi bahan-bahan makanan masih penuh dengan bahan makanan diapun berinisiatif untuk meletakkan bahan-bahan makanan itu pada tempatnya .

Eun Byul membuatkan susu coklat untuk Jimin dan untuknya juga , dia berjalan menuju kamar Jimin dengan membawa dua mug susu coklat . Tanpa permisi Eun Byul langsung masuk kedalam kamar Jimin dan meletakkan dua mug pada meja di dekat sofa. Eun Byul mengerutkan keningnya , Jimin tidak terlihat di tempat tidurnya lalu terdengar suara orang yang baru saja keluar dari bath up .

Eun Byul menunggu hanya untuk memastikan apakah itu benar Jimin atau bukan , sampai 2 menit tidak ada yang keluar dari kamar mandi . Eun Byul pun masuk kedalam kamar mandi dan betapa kagetnya dia menemukan Jimin yang menggigil kedinginan di dekat bath up .

“Hya! Berapa lama kamu berendam Jimin?” teriak Eun Byul pada Jimin yang sekarang menatapnya sambil menggigil.

Eun Byul keluar dari kamar mandi menuju lemari pakaian milik Jimin , dia mencari baju hangat milik lelaki itu dan mengambil serta selimut. Sebelum memakaikan baju hangat Eun Byul mengerikan tubuh Jimin yang dingin seperti ice lalu memakaikan baju dan menyelimutinya. Eun Byul bingung harus berbuat apa, langsung saja dia membawa Jimin ke mobilnya untuk membawanya ke rumah sakit.

Sesampainya dirumah sakit Eun Byul langsung meminta suster untuk mengambil kursi dorong dan Eun Byul pergi untuk mencari seseorang.

Advertisements

One thought on “I NEED U (Jimin Part)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s