Family · Freelance · Friendship · Genre · Length · One Shoot · PG - 17 · Rating

[FF Freelance] Shocking Therapy


Author : @Yunietananda (IG, Twitter)

Title : Shocking Teraphy

Main Cast : Jung Ho Seok / JHope (BTS), Do Sowon, Baby Chan (Fiction Cast).

Other Cast : Kim Tae Hyung / V, Park Jimin, Kim Seok Jin (BTS).

Genre : Family, Friendship.

Rating : PG – 17

Lenght : Oneshoot

Disclaimer : Member BTS seutuhnya milik Keluarga, Bighit Ent dan A.R.M.Y. Fiction Cast dan cerita milik Author. Jika terdapat persamaan nama, karakter, watak, tempat dan waktu, kesemuanya adalah unsur ketidak sengajaan.

Author Notes : Aku tidak tahu harus menyebut genre apa yang aku tulis kali ini. Mungkin absurd adalah kata yang tepat. Sekalipun begitu, ini adalah kali pertama aku keluar dari zona Romance, Angst ataupun Hurt. Semoga tidak mengecewakan. Happy Reading! ^^ Sangat ditunggu komentar, kritik serta saran dari teman – teman pembaca.

 

 

Sebuah tangis seorang bayi melengking dari sebuah rumah di pagi yang tenang itu. Terlihat tiga namja dengan perasaan kesal dan lelah berusaha menenangkan bayi laki – laki berusia 14 bulan tersebut.

 

Kantung mata berwarna gelap itu menghiasi wajah – wajah tampan mereka. Sepertinya terjaga semalaman dan bekerja di pagi hari membuat waktu istirahat mereka tersita, dan itu disebabkan oleh Baby Chan. Begitulah mereka memanggil bayi yang sudah seminggu ini berada di rumah mereka.

 

Hyung! Aku sudah tidak tahan lagi! Bagaimana kalau kita tes DNA saja! Supaya jelas siapa ayah dari bayi ini!” Seru namja bernama Kim Taehyung, diantara ketiganya dialah yang termuda dan baru lulus kuliah.

 

“Jadi, kau mengakui bahwa kau pernah melakukan ‘sesuatu’ dengan seorang yeoja Taehyung-a?” Seru Jimin sedikit antusias.

 

“Bukan begitu! Tapi jika diantara kita tidak ada yang mengakuinya maka akan memperburuk keadaan. Aku jadi tidak bisa mencari pekerjaan hanya karena bayi ini!” Eluh Taehyung merasa tertekan dan stress.

 

“Oettoeke hyung?” Kali ini Jimin bertanya kepada namja yang sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk mereka semua.

 

“Kita tunggu hingga Hoseok pulang. Bukankah dinas luar kotanya akan berakhir hari ini?” Celetuk Seokjin yang mulai menata hidangan diatas meja. Dan kedua hobaenya hanya bisa menghela nafas dengan kesal.

 

Semua kekacauan ini bermula sejak seminggu yang lalu tepat dihari keberangkatan Hoseok ke Pulau Jeju untuk bekerja. Hari itu seseorang dengan sengaja meninggalkan bayi malang di depan rumah yang dihuni oleh 4 namja berbeda usia.

 

‘Tolong jaga anak kita, setelah urusanku selesai aku akan menjemputnya. Panggil dia Chan’ – itulah pesan singkat yang tertera pada tas milik bayi tersebut.

 

.

.

.

 

“I mwoeyo?” Seru Jung Hoseok sangat terkejut melihat keadaan rumah yang berantakan, serta terdapat beberapa popok, baju serta mainan bayi berserakan di ruang keluarga. Ketiga temannya sengaja tidak memberitahu soal Baby Chan via pesan karena takut jikalau menggangu pekerjaannya.

 

Hyung! Akhirnya kau pulang!” Sambut Taehyung langsung memeluk seniornya sedikit berlebihan. Nampak sebuah harapan terpancar dari mata maknae dirumah itu.

 

“Wae geurae Taehyung-a?” Tanya Hoseok penasaran. Tanpa diminta untuk yang kedua kalinya, namja yang sebulan lalu baru diwisuda itu akhirnya menceritakan kejadian yang menimpa mereka sesaat setelah keberangkatan Hoseok dinas keluar kota.

 

Hening ~ itulah suasana yang menyelimuti ruang keluarga rumah ini pada malam harinya. Keempat penghuni rumah sedang berkumpul namun larut dalam lamunan masing – masing. Mencoba mengingat kelakuan mereka 2 tahun silam. Mereka sedang mengintropeksi diri, ‘Adakah kesalahan fatal yang pernah aku lakukan?’ Kiranya itulah yang terbesit dipikiran para pemuda itu.

 

Appa.” Sebuah suara lucu dengan pelafalan tidak jelas membuat kabur lamunan mereka. Kini semua mata tertuju pada Baby Chan yang asyik bermain sambil mengulang – ulang kata ‘Appa’. Dan kejadian itu sangat menyentuh hati keempatnya.

 

“Tidak peduli siapapun ayah biologis bayi ini, mulai sekarang aku yang akan bertanggung jawab terhadapnya.” Celetuk Hoseok membuat ketiga temannya menatapnya heran.

 

“Kau serius Jung Hoseok?” Tanya Seokjin berusaha meyakinkan. Dia tahu bahwa keputusan sahabatnya itu sangatlah beresiko.

 

Dwae hyung. Aku akan menjadi Aboeji dari anak ini.” Jawab Hoseok mantap dan tegas sambil menggendong bayi lucu tersebut.

 

“Bagaimana jika kekasihmu tahu?” Celoteh Jimin.

 

“Aku akan menjelaskan tentang anak ini secara baik – baik, aku yakin dia bisa mengerti.” Kalimat itu terdengar menjanjikan serta penuh keyakinan.

 

“Eh hyung! Dia bernama Baby Chan.” Celetuk Taehyung yang hanya mendapat pukulan dari Jimin.

 

Arasseo! Kau sudah memberitahuku puluhan kali.” Sungut Hoseok kemudian beranjak dari ruangan itu menuju kamarnya bersama dengan Baby Chan yang tertidur dalam gendongannya.

 

.

.

.

 

Tawa dan tangis makhluk tak berdosa itu silih berganti menghiasi hari – hari yang berlalu didalam rumah itu. Sekalipun Hoseok yang mengambil alih peran sebagai Aboeji dari Baby Chan, tetap saja ketiga temannya kebagian tugas untuk merawat bayi itu.

 

Kim Seokjin berperan sebagai juru masak dirumah ini dan bertanggung jawab atas menu makanan seluruh penghuni rumah serta susu Baby Chan.

 

Park Jimin, tugasnya adalah memandikan sekaligus mengajak jalan – jalan Baby Chan di pagi dan sore hari sepulang ia kerja.

 

Kim Taehyung bisa dibilang dia adalah ibu pengganti Baby Chan. Karena dialah yang menjaga dan merawat anak itu selama ketiga temannya pergi bekerja sedari pagi hingga petang.

 

Sedangkan Jung Hoseok benar – benar berperan sebagai ayah yang bekerja sangat keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya. Selain Baby Chan, Taehyung yang pengangguran adalah tanggung jawab Hoseok. Bisa dibilang dialah tulang punggung keluarga yang dibentuk oleh keadaan tersebut.

 

Meskipun lelah, tapi mereka merawat bayi itu dengan baik dan penuh kasih sayang. Terlebih Hoseok, dialah yang paling protektif sekaligus proaktif dalam hal memperhatikan tumbuh kembang bayinya. Bahkan setiap malam namja itu selalu menyenandungkan lagu tidur untuk Baby Chan.

 

“Bagaimana reaksinya nanti? Entah dia bisa menerimamu atau justru menolakmu, kamu tetaplah anakku.” Bisik Hoseok suatu malam kepada bayi mungil yang belum mengerti apapun didunia ini.

.

.

.

 

1 bulan kemudian…

 

“Baby Chan! Bogo shipoyeo!” Tiba – tiba seorang yeoja menghampiri lalu merebut bayi mungil itu dari tangan Hoseok yang sejak awal menggendongnya.

 

“Hya! Neo!” Bentak namja itu namun terhenti. Dia terkejut begitu mengetahui siapa yeoja dihadapannya.

 

Annyeong, cagiya!” Sapa sosok tadi memberikan kecupan singkat dipipi kanan namja itu kemudian melanjutkam aktifitasnya menggoda baby Chan yang tertawa di pelukannya.

 

Wae geurae hyung?” Seru Taehyung yang keluar bersama Jimin dan Seokjin dari dalam rumah dengan panik ketika mendengar teriakan Hoseok di taman rumah mereka.

 

Annyeong chingudeul, Seokjin Oppa!” Lagi – lagi yeoja itu menyempatkan diri untuk menyapa para namja penghuni rumah tersebut.

 

“Do Sowon?” Celetuk mereka bersamaan lalu menatap Hoseok yang dari tadi hanya diam mematung.

 

Tak ada yang bisa dikatakan oleh keempat namja yang sedari tadi mengamati kedekatan antara Do Sowon dan Baby Chan. Jangankan berkomentar, memikirkan kemungkinan terbesar dari kenyataan didepannya saja mereka tidak berani.

 

“Terima kasih kalian sudah merawat Baby Chan dengan sangat baik. Pasti sebulan ini kalian menjalani hari – hari yang berat karenanya.” Ujar Sowon dengan mudahnya diiringi sebuah senyuman nakal.

 

“Ada apa dengan kalian? Kenapa wajah kalian begitu tegang?” Pertanyaan yeoja itu tak kunjung mendapat jawaban dari 4 sosok dewasa dihadapannya. “Seolma?” imbuh Sowon lalu diikuti tawa yang membahana.

 

Wae geurae?” Sungut Hoseok mulai hilang kesabaran. “Siapa Baby Chan sebenarnya? Apa benar dia ini.. uri adeul?” Lanjut Hoseok dengan ragu – ragu. Bukan jawaban yang dia terima, melainkan tawa tiada henti yang keluar dari mulut yeoja cantik itu. Sedangkan ketiga temannya hanya menatap sepasang kekasih itu dengan berjuta pemikiran di kepala mereka.

 

“Hya! Do Sowon!” Bentak Hoseok dan itu berhasil menghentikan sikap jahil serta menjengkelkan yang sejak awal ditunjukkan oleh kekasih yang hampir 3 Tahun mendampinginya.

 

Mianata Oppa, mianhae Chingudeul, jeongmal mianhae.” Kalimat Sowon terhenti oleh tarikan nafasnya. “Maaf sudah merepotkan serta mengganggu kehidupan kalian sebulan belakangan ini. Sebenarnya Baby Chan adalah anak dari Kakakku.” Ujar Sowon dengan sangat menyesal.

 

MWO???” Sontak keempat lelaki itu berteriak kompak. Kesal, Marah, dan kecewa kini melanda hati mereka. Tak ada kata yang ingin mereka sampaikan pada gadis yang berhasil mengerjai mereka selama ini.

 

“Aku tahu tindakanku ini salah, tapi aku benar – benar tidak tahu harus menitipkan Baby Chan kepada siapa? Kedua orang tua Baby Chan adalah dokter dan sekarang mereka berdua pergi bertugas menjadi relawan disuatu daerah. Sedangkan aku harus pergi melakukan praktek kerja lapangan kemarin. Hanya kalian yang dapat ku percaya untuk merawatnya.” Sowon mencoba mengutarakan alasannya.

 

“Kami bisa mengerti keadaanmu, tapi caramu menitipkannya yang kelewat batas Sowon-a!” Bantah Seokjin yang masih belum terima atas perilaku juniornya itu.

 

Arasseo oppa, joesonghabnida. Hajiman…”

 

Hajiman mwo?” Kali ini Hoseok yang memutus ucapan kekasihnya.

 

Hya Oppa! Tidakkah kau keterlaluan? Bukankah saat eonni melahirkan Baby Chan kau berada disana? Bahkan kau sendiri yang bilang akan menganggap dan menyayanginya seperti anak kita sendiri? Bagaimana bisa kau tidak mengenalinya?” Cercah Sowon tak kalah emosi. Hal itu membuat Hoseok hanya tertunduk lesu begitu mengingat kejadian tersebut.

 

Mianhae Sowon-a.” Gumam Hoseok lirih.

 

Aiiissshhhh jinca!” Gerutu teman – temannya yang mulai memukuli Hoseok dengan gemas.

 

“Apa keberadaan Baby Chan mengusik ketenangan kalian? Atau jangan – jangan kalian memang pernah melakukan ‘sesuatu’ dengan seseorang?” Goda Sowon.

 

Pacar Hoseok itu memang terkenal dengan segudang kejahilannya selama mereka kuliah di Universitas yang sama. Taehyung yang super jahil saja masih kalah jika dibandingkan dengan yeoja itu.

 

“Hya Do Sowon!!!” Teriak keempat namja itu sebal. Akhirnya permainan kejar – kejaranpun terjadi di dalam rumah besar itu meninggalkan Baby Chan yang tengah tertidur nyenyak dikamar Hoseok.

 

-FIN-

 

 

Advertisements

4 thoughts on “[FF Freelance] Shocking Therapy

  1. Wakakakakakakka …. Koplak. Aku pikir salah satu dr mereka emng ada yg berbuat. Tae pke segala ngajak tes dna 😄

    Ka Nanda, maaf yaa aku br bisa baca skrng.huhuh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s