Ficlet · Friendship · G · Slice of Life · Teen

Wishing For The Best, To You.


IMG_20150811_064211

Author: minariFini/tittle: Wishing For The Best, To You / Cast: Choi Jinri and Jung So jung / Genre: Friendship/Leght: Ficlet/ Rating: G

Disclaimer: Hanya sebuah fiksi namun segala bentuk pembajakan dilarang keras!! Ditulis pada 12/02/2016 dan diselesaikan pada 12/02/2016

AN: haii , ini adalah salah satu ff yang aku tulis dalam beberapa waktu saja. Sangat singkat dan FF ini ditulis karena saat ini terdapat banyak kegelihsan dalam dariku XD sok-sok.  Dan karena kegelisaan itu munculah sebuah ide.  Aku harap pesan dalam FF ini tersampaikan dengan baik Kkkk baik itu saja. Kritik dan saran sangat dianjurkan untuk memotivasi penulis amitir seperti saya XD- enjoy~~

Aku menatap pantulan siluet tubuhku dari balik kaca. Aku memutar-mutarkan badanku. Aku terus menamati diriku, seakan tak jemu menatap penampilan diriku dari balik cerminku. Sebuah senyum terlihat di sana. Rentetan gigi rapiku terlihat sempurna, aku nampak bahagia di sana. Ya, bahagia.

Apakah demikian? Sejujurnya tampilan luar seseorang sangatlah menipu, bisa jadi orang itu tersenyum seakan bahagia tetapi kau tidak tahu apa yang sedang ia rasakan sesungguhnya. Itulah yang telah kupelajari akhir-akhir ini. aku tidak menyangka bahwa aku  beranjak dewasa dengan cepat seperti ini, seakan baru saja kemarin aku memakai baju seragam SMA-ku dan sekarang aku adalah seorang sarjana. Aku terkekeh renyah mengenang hal itu. Entahlah apakah diumurku yang sekarang tergolong sudah dewasa atau bagaimana- Karena sesungguhnya ukuran kedewasaan seseorang tidak mudah untuk diukur. Belum ada barometer yang valid untuk mengukur tingkat kedewasaan  seseorang – ah sudahlah jangan terlalu memikirkan hal seperti itu.

Sejujurnya ketika kau sudah beranjak dewasa – eum kata yang tepat adalah ketika kau masuk dalam dunia orang dewasa kau akan merasakan kehidupan sesungguhnya. Kau akan mengerti arti reality is bitch . mengapa begitu? Kau akan merasakan bagaimana kehidupan yang terkadang berjalan tidak sesuai dengan anganmu ataupun sesuai dengan banyangamu. Harus ku akui aku adalah seorang anak yang memiliki hayalan dan angan yang tinggi dulunya, tetapi ketika diriku dipaksa masuk dalam dunia dewasa ini aku menyadari hal itu. Ya Reality is bitch, indeed! Tetapi kau tidak perlu takut, justru dengan adanya anggan tak seperti kenyataan kau harus belajar bagaimana bangkit dari keterpurukan ataupun belajar menyelesaikan masalahmu.

“Jin Ri-ah…. kau sudah siap?” teriak seorang wanita dari balik kamarku.

“Aku sedang merapikan rambutku, sedikit lagi bu.” Tentu aku berbohong, aku sudah siap bahkan sejak setengah jam yang lalu. Hanya saja ada sesuatu yang membuatku terdiam menatap bayanganku dalam balik cermin ini.

Ada kegelisahan yang terus menggelayutiku. Aku menilik sebuah foto yang terbingkai rapi di sudut meja riasku. Itu adalah fotoku bersama temanku- sahabat atau mungkin aku sudah menganggapnya sebagai saudara sendiri. Entahlah, tanpa ku sadari aku tersenyum mengingat masa-masa konyol kami. Begitu banyak, suka duka kami lewati bersama. Dalam foto itu kami nampak seperti seorang bocah berumur tujuh belas tahun bahkan lebih parahnya temanku nampak jauh lebih mudah, ia nampak seperti bocah lima belas tahun- padahal jika kau tahu , kami mengambil foto itu saat usia kami sekitar dua puluh-an. Kami memiliki model rambut yang sama- yaitu rambut jamur dengan poni yang menutupi kening kami. Kami berdua mirip seperti bocah. Sungguh. Dan kami sangat bangga dengan wajah baby face kami.

Tiba-tiba rasa hangat menyelimutiku, mungkin sedikit bernostalgia diperbolehkan saat ini. Aku tidak akan pernah lupa bagaimana awal pertemanan kami dimulai. Tidak akan. Selamanya akan kuingat. Saat itu kami masih duduk di bangku sekolah menengah pertama dan untuk pertama kalinya seorang gadis dengan wajah bundar berkaca mata mendatangiku.

“Ayo pergi ke kantin bersama.” begitulah ucapnya saat itu. Dia begitu sesuatu. Mungkin untuk awal kau mengenalnya, dia terlihat sangat pendiam, angkuh  dan dingin. Namun, percayalah ketika kau mengenalnya dia bukan seorang gadis yang seperti itu. Dia sangat cerewet, jujur, pintar, tegas, detail terhadap apapun, sedikit memalukan terkadang dan lebih parah dia adalah seseorang yang sanggup mengungkapkan apa yang ada di benaknya. Aku sangat kagum padanya.

Secara tidak langsung , ia mengajariku arti bertahan dan berjuang untuk hidup ini. Di tengah segala keterbatasannya , ia tetap menjadi dirinya sendiri- menjadi pribadi yang apa adanya dan begitu jujur dengan apa yang ia punya. Jika aku berada di posisinya, aku mungkin tidak akan melakukan hal itu, karena aku adalah anak yang manja dan akan melarikan diri bila ada masalah. Beruntung aku mengenal sosok seorang so jung karenanya, aku mulai belajar bersyukur atas segala yang kumiliki.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan pun berganti tahun. Kami masih bersama namun kami sudah mulai jarang menghabiskan waktu bersama. Seperti apa yang kubilang sebulumnya, ketika kau masuk ke dalam dunia orang dewasa kau akan merasakan arti kehidupan yang sesungguhnya. Semakin kau masuk ke dalam dunia orang dewasa segala bentuk tanggung jawab, tuntutan dan masalah akan terus menghampirimu-  mau tidak mau kau harus siap menjalani itu semua.

Karena hal itulah kami jarang menghabiskan waktu bersama- singkat kata kami berdua sibuk. So Jung saat ini bekerja di perusaahan ayahku. Dia memegang peran cukup penting di sana. Dan terkadang aku sangat iri padanya, ia begitu pandai dalam mengerjakan segala pekerjaan. Sedangkan aku? Aku berkuliah dan juga berperan dalam perusahaan ayahku. Peranku tidaklah banyak seperti so jung, tetapi aku akan berusaha untuk memberikan kontribusi terbaikku- meski terkadang aku nampak seperti seseorang yang tidak bisa melakukan apa-apa , tetapi aku berjanji pada diriku sendiri ‘Aku akan melakukannnya’.

Dan satu hal, aku tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti so jung akan mengundurkan diri dari perusahaan. Ia pernah berkata padaku ‘Tidak ada orang yang selalu ingin berada di bawah selamanya’. Sejenak aku merasakan kesedihan dan kehilangan kala ia mengatakan hal itu. entah aku tidak bisa mendiskripsikan perasaanku kala itu, tetapi satu hal. Apapun jalan yang akan diambil So Jung aku akan selalu mendukungnya, aku selalu berharap yang terbaik untuknya. Dan ingatlah, So Jung-ah di saat kau sedih ataupun jengah dengan segala kehidupanmu- kau tidak sendiri. Kau bisa datang padaku kapanpun yang kau mau.

BLAK

Tiba-tiba pintu kamarku terbuka lebar. Aku hanya bisa membulatkan mata ketika melihat ibu berdiri di sana. Sebuah cengiran kuda nampak dari wajahku dan perlahan aku mengambil baju toga yang terletak di meja rias.

“He..he… aku baru saja selesai bu.” Ucapku lirih dan tetap berada di posisi yang aman. Aku hanya berjaga kali saja ibu akan memukulku karena aku telah menyia-nyiakan waktu.

“Apa kau ingin terlambat di hari yang besar seperti ini.” Aku menggeleng cepat lalu berjalan mendekatinya. Aku membisikkan kata maaf pada ibu. “Awas saja kau , Jin Ri. Jika nanti kita tidak dapat tempat duduk lebih baik kita pulang saja. Ibu sudah jengah.” Tidak, aku hanya menggeleng cepat seraya melingkarkan lenganku pada ibu.

“Kalau  begitu, kita pergi sekarang, bu.” Imbuhku sambil menampakkan senyum keledai. Ibu hanya bisa memutar bola matanya kesal sebelum berjalan keluar bersama dari kamarku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

8 thoughts on “Wishing For The Best, To You.

  1. kak, aku nangkep sih (emang ikan??) hehe, jd jinri mau wisuda gt cuman dia inget sama soojung dan kehidupannya gt ? dia at least nyemangatin diri sendiri, pengen jd kayak soojung tp dia jg ngedukung soojung apapun keadaannya, gitu bukan ?
    ini bacanya kudu konsen karena scene nya berbenturan, pikirannya jinri maksudnya, dari mikir a tetiba b tetiba c gitu, ga fokus.
    dan, kakak kalo mau posting biasanya editing dulu ga? typonya diatas bwanyak loh :’) (jangan bilang kk ngetik di HP? ㅋㅋㅋ)
    Tapi tapi, nulis terus kak! 파이팅!

    Like

    1. kkkk aku jarang ngedit setelah puas nulis hahaha XD
      kalau ada typo maafkan. aku ngetik pakai lappy tercintahku kkk
      terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca ffku yang ini kkk
      iya memang si jin ri anaknya susah fokus, jd banyak pemikiran yang saling berbenturan antara dirinya dan kegelisahan sebenarnya. si jin ri itu takut kehilangan temen deketnya so jung itu ^^
      jin ri udah nganggep so jung kayak sodara sendiri. ya mungkin aku kurang fokus menggambarkan pemikiran jin ri kkkk
      well terimkasih re-viewnya risuki kkk

      Like

      1. oh gitu, coba deh kak abis puas nulis terus di scanning sendiri biar rapih jadi kakak makin puas readers terpuaskan juga *ini agak maksa :p*
        soalnya, kayak kalo huruf di belakang titik itu kan harusnya huruf besar, tapi kakak huruf kecil, itu fatal loh sebenernya :v
        samasama kak, kita kan saling me-review satu sama lain biar makin kece kkk :3

        Like

    2. Siappp kapten xD untuk ff selanjutnya akan lebih baik hahah xD
      Ini ff aku buat dalam beberapa menit aja soalnya xD
      Terimakasih sarannya xD
      Pyyong

      Like

  2. Ok, bener kata Riseuki emng butuh fokus utk baca ffmu kali ini Fin. Jujur aku harus 2x baca utk bisa ‘ngeh’ /blg aja aku gk fokus dan juga lemot, hehe/

    Tapi pada akhirnya dapet jg kok isi ceritanya. Dan itu emng ngegambarin kegelisahan seseorg yg beranjak dewasa / masuk kedunia org dewasa/ banget.

    Tetep bagus kok! Good Job 🙂

    Like

    1. Hiii kak xD
      Terimakasih sudah mau membaca ff ini. Heheh maafkan telah membuat ff yg sedikit susah untum dipahami.
      Iya aku seneng kalau pesannya tersampaikan ^^

      Like

  3. aku kira bakal muncul si so Jung
    ternyata ini cuman pengambaran si jin ri apa arti kedewasaan itu , apa arti dunia sebenarnya, dan mengenang masa sekolah dia terus saat pertama kali dia bertemu dengan so jung.
    gitu gak sih isi FFnya, lebih mengarah kekehidupan
    maaf ya baru baca hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s