Drama · February Project · FF Project · Friendship · Genre · Hurt · Length · One Shoot · PG · Rating · sad

[Season OF Love Project] I Give My First Love To You


Author : Vizkylee
Title    : I Give My First Love To You
Tema   : Unforgiven Mistake
Cast     : Moon Jung Hyuk (Eric Moon Shinhwa)
Shin Hye Sung (Shinhwa)
Yoon Eun Rim you or girl
Han Ga In

Genre : Friendship, Sad , Hurt , Drama

Length : Oneshoot

Rating : PG

Disclaimer : Para cast adalah milik agency , orang tua dan tuhan author hanya menggunakan mereka sebagai pemanis dalam cerita ini. Cerita ini asli hasil dari pemikiran author , jika ada kesamaan dalam cerita ini dengan cerita yang lain mohon tegur saya.

A/N: Jangan beranggapan cerita ini akan banyak cerita cintanya seperti judulnya , disini aku hanya ingin menekankan pentingnya arti persahabatan yang berkaitan dengan cinta. Jadi jangan berharap banyak dengan cerita ini , karena cerita ini biasa saja dan tidak penuh konflik. Abaikan typo yang bertebaran karena ini nulisnya di note hand phone jadi maklum hehehe.

Summary :
Aku masih bisa memaafkanmu atas semua skandal yang pernah terjadi, tetapi aku tidak bisa memaafkanmu akan hal tersebut. 

 

 

“Kenapa kamu menatapku seperti itu?” ucap Eun Rim yang sedang mengaduk adonan kue.

“Sudah lama aku tidak melihatmu beraksi di dapur seperti ini , aku sangat merindukanmu sayang” jelas Eric lalu melangkah menghampiri Eun Rim dibalik meja tersebut dan memeluknya dari belakang.

“Aku sedang membuat kue untukmu , jika kau memelukku seperti ini akan menghambatku menyelesaikan pembuatan kue ini” Eric semakin mengeratkan pelukannya bahkan menelusupkan kepalanya pada leher Eun Rim dan mencium aroma tubuhnya.

“Eric lepas! Aku tidak akan mau lagi membuatkanmu kue jika kamu bertingkah seperti ini saat aku sedang membuat kue” ujar Eun Rim sambil berusaha melepaskan pelukan Eric ditubuhnya.

“Eric Lepas! Satu… dua… ti…”

“Oke Oke aku lepas , tetapi nanti aku bolehkan bermanja-manja padamu” Eun Rim seraya menganggukkan kepalanya dan menundukkan kepala menutupi wajahnyanya yang memerah.

“Jangan tundukkan kepalamu , aku tidak bisa melihat wajah tersipumu” Eun Rimpun melempar sebuah kain lap , dan tepat jatuh di muka tampan Eric.

“Tunggu pembalasanku” teriaknya lalu meletakkan lap tersebut diatas meja dan melanjutkan menonton berita yang sedang ditayangkan. Namun tidak berapa lama ponsel milik Eric berdering, setelah melihat id caller yang menelfonnya Eric segera bangkit dari duduknya.

“Eun Rim aku keluar dulu , mau menerima telfon” ucapnya lalu berlalu menuju pintu.

Eun Rim terdiam , di kepalanya banyak sekali pertanyaan yang muncul . Sudah setahun ini Eric seperti menyimpan sesuatu dibelakangnya , dan Eun Rim tidak tau harus bertanya pada siapa. Dia tidak mungkin bertanya pada Eric , karena Eric tidak suka dicurigai , jika Eun Rim mencurigai Eric dia akan marah. Eun Rim ingin sekali bertanya pada Hye Sung tetapi sekarang dia tidak tau dimana keberadaan Hye Sung , terakhir bertemu 2 tahun yang lalu setelah Eun Rim dan Eric memutuskan menjadi sepasang kekasih. Umur hubungan mereka sudah 3 tahun , memang belum lama , tetapi mereka sudah berteman selama 10 tahun lamanya Eun Rim , Eric dan juga Hye Sung.

Namun saat masa kuliah Eun Rim dan Hye Sung kuliah pada universitas yang sama tetapi berbeda jurusan , sedangkan Eric memilih untuk Kuliah diluar negeri. Pada saat itulah Eun Rim sudah tidak bertemu dengannya hingga 4 tahun yang lalu mereka dipertemukan kembali , dan setahun berikutnya Eric dan Eun Rim menjalin hubungan. Hye Sung sempat menentang keputusan mereka untuk menjalin hubungan , namun dengan bujuk rayu mereka akhirnya Hye Sung merestui hubungan mereka. Merasa ada yang janggal menurut Eun Rim , karena Hye Sung tiba-tiba perlahan menjauhinya , dan semakin susah dihubungi hingga sekarang.

Eun Rim menata kue-kue yang sudah matang diatas piring berwarna putih , dan Eric masuk kembali setelah menerima telfon. Dia berjalan menghampiri Eun Rim dengan senyum yang tidak lepas dari bibirnya.

“Apakah sudah matang?”

“Iya sudah matang , cicipilah”

“Apa kau bisa membungkusnya? Aku harus segera kembali kekantor , ada urusan mendadak” Eun Rim memasang wajah cemberut , baru saja dia bertemu harus kembali terpisah. Inilah tidak enaknya berpacaran dengan pengusaha muda.

“Baiklah akan aku bungkus kue-kuenya , kamu duduklah dan makan kue ini hingga aku menyelesaikan packing kue yang akan kamu bawa” Eric menganggukkan kepalanya seraya memakan kue yang sengaja disisakan untuk Eric makan.

“Eun Rim ah , Hye Sung hari ini pulang, apakah kamu mau menjemputnya di bandara?” Eun Rim menghentikan kegiatannya , ini tidak biasa , Eric menyuruhnya untuk menjemput Hye Syung.

Eun Rim tentu saja dengan senang hati akan menjemput Hye Sung , tetapi ini bukan hal biasa dari Eric . Dulu pertama kali mereka berpacaran , dia tidak memperbolehkanku keluar berdua saja dengan Hye Sung , padahal Hye Sung adalah sahabat mereka dan Eric tidak suka jika miliknya pergi dengan pria lain. Dan sekarang apa Eric yang menyuruhnya dengan mulutnya sendiri untuk menjemput Hye Sung.

“Apakah sudah selesai” Eun Rim dengan cepat memasukkan sisa kue kedalam kotak.

“Sudah selesai” ujar Eun Rim

“Hye Sung akan mendarat 2 jam lagi , bersiaplah. Sampai bertemu besok” ucap Eric lalu mencium bibir Eun Rim singkat dan pergi melalui benda persegi berbahan kayu tersebut.

 

Eun Rim mengirim pesan pada Hye Sung , mengatakan bahwa dirinya yang akan menjemput Hye Sung dan sudah berada di bandara 15 menit yang lalu. Eun Rim sudah mengecek pesawat yang datang 2 jam lalu dan benar saja beberapa penumpang sudah mulai keluar , namun sampai 15 menit menunggu Hye Sung belum juga keluar. Eun Rim takut jika Hye Sung tidak mau bertemu dengannya bahkan pesan yang dikirimnya tidak mendapat balasan dari Hye Sung , dan Eun Rim pun pasrah menunggu Hye Sung. Hingga sesuatu yang dingin menempel pada pipinya , Eun Rim pun mendongak menatap seseorang yang menempelkan sesuatu pada pipinya.

“Kau membuatku takut” ucapnya seraya memukul bahu Hye Sung , ya orang yang jail itu adalah Hye Sung.

“Habis kau terlihat frustasi , apa sebegitu frustasinya menunggu diriku?” ujarnya dengan senyum manis bertengger di bibirnya.

“Aku frustasi karena kau tidak membalas pesanku, aku seperti orang bodoh menunggumu tanpa kejelasan” Hye Sung tetap tersenyum mendengar keluhan dari gadis yang disukainya ini.

“Dan ini sebagai hadiah permintaan maafku” Hye Sung memberikan Chestnut White Chocolate Truffle pada Eun Rim.

“Kau masih mengingat minuman kesukaanku”

“Tentu saja , ayo kita pulang aku ingin segera beristirahat”Hye Sung walaupun lelah tetapi dia tidak ingin Eun Rim menyetir untuknya. Dia melihat Eun Rim seperti ingin bertanya sesuatu padanya, tetapi dia memilih diam dan menunggu sampai Eun Rim mau bertanya langsung padanya.

“Apa kau tidak merindukanku?”tanya Hye Syung

“Tentu saja” jawab Eun Rim singkat , Hye Syung mengerutkan dahinya.

“Itu saja, kau tidak ingin menanyakan kabarku , apa aku baik-baik saja disana?. Kau tidak mengkhawatirkanku” Eun Rim menganggukkan kepalanya mantap, beberapa jam yang lalu dia memang merindukan Hye Syung , tetapi sejak Eric meninggalkannya ada sesuatu yang janggal dan semakin janggal saat Eric menyuruh dirinya menjemput Hye Syung.

“Rim ah , Rim ah … Kau melamun” suara Hye Syung mengembalikan Eun Rim dari lamunannya.

“Tentu saja aku mengkhawatirkanmu , tetapi aku merasa aneh dengan kedatanganmu, apa kau dan Eric menyembunyikan sesuatu dariku” Hye Syung terdiam , dia tau Eun Rim bukanlah gadis yang mudah untuk dibohongi.

“Tidak , kami tidak menyembunyikan sesuatu darimu” ujar Hye Syung , dan Eun Rim lebih memilih untuk diam tidak meneruskan rasa ingin taunya.

“Kau ingin mampir atau langsung pulang” tanya Hye Syung saat mobil milik Eun Rim sudah terparkir dihalaman depan rumah Hye Syung.

“Aku pulang saja , besok aku banyak pesan dan harus mempersiapkan bahan-bahan untuk besok” Hye Syung mengerti , dia segera keluar dari dalam mobil dan mengambil kopernya.

“Jika sudah sampai jangan lupa kabari aku” Eun Rim memberi tanda oke dengan tangannya , dan segera melajukan mobilnya menuju toko kue miliknya.

 

Hye Syung segera memasuki rumahnya yang sudah lama dia tinggalkan , setelah meletakkan koper miliknya di dalam kamar. Hye Syung segera mengambil ponsel dan mendial nomer seseorang , deringan ke lima akhirnya orang yang di telfon Hye Syung mengangkat panggilannya.

“Maaf Hye Syung ssi , Eric oppa sedang ke kamar mandi” Hye Syung membulatkan matanya tidak percaya , suara wanita yang dia dengar bukan suara Eric. Namun tidak berselang lama suara Eric terdengar.

“Oh Hye Syung ah , apa kau sudah sampai dirumah?”

“Ya tentu saja , dan aku menunggumu dirumah sekarang. Aku ingin mendengar penjelasanmu tentang wanita yang suaranya baru saja aku dengar” Hye Syung langsung memutuskan sambungan , emosinya benar-benar sudah tidak bisa dia bendung lagi.

 

5 jam sudah Hye Syung menunggu Eric , sampai dia sudah membersihkan rumahnya dan masak untuk dirinya makan malam. Dia sudah emosi ingin memukul wajah tampan Eric , saat Hye Syung mengeringkan piring yang sudah dicucinya. Eric datang dan langsung mengambil air mineral yang ada di dalam lemari es , Hye Syung menatapnya tajam dia benar-benar gatal ingin segera memukul wajah tampan Eric.

“Sudah selesai minumnya”ujar Hye Syung sambil meninggalkan dapur.

“Apa alasanmu kali ini?” tanya Hye Syung , dia sudah tidak kaget lagi jika Eric selalu telat dan dia selalu mempunyai banyak alasan dari telatnya itu.

“Dia tidak mengizinkanku keluar karena dia ingin aku berada disampingnya , dia bilang itu keinginan bayi kami” jelas Eric tanpa dosa.

“Wanita itu hamil! Aku akan memberitau Eun Rim , entah itu atas persetujuanmu atau tidak” saat Hye Syung akan menekan nomor Eun Rim , Eric segera menarik ponsel milik Hye Syung.

“Aku mohon jangan beritau dia , biarkan aku yang memberitaunya saat aku sudah siap” Hye Syung menatap Eric tidak percaya.

“Saat kau sudah siap? Kapan ? Lebih cepat lebih baik sebelum istrimu itu mengetahui kelakuanmu dibelakangnya. Ini tidak hanya menyangkut hubunganmu dengan Eun Rim tetapi hubungan kita bertiga sebagai seorang sahabat. Kau tau aku sampai tidak tau harus berbicara apa padanya? Sepertinya Eun Rim sudah menaruh curiga padamu” jelas Hye Syung panjang lebar.

Tanpa mereka sadari seseorang mendengar percakapan mereka , tubuh gadis itu bergetar dan matanya basah oleh air mata yang sudah tidak tahan terbendung dimatanya. Hari ini benar-benar akan menjadi hari yang selalu dia lupakan , hari dimana dia mengetahui rahasia besar yang sudah mereka sembunyikan selama beberapa tahun ini. Ya gadis itu Eun Rim , dia sengaja kembali kerumah Hye Syung karena ingin memberi kue kesukaan Hye Syung sebagai tanda selamat datang padanya. Namun dia mendapat kejutaan saat akan masuk kedalam rumah Hye Syung , salahkan seseorang yang tidak menutup pintu rumah Hye Syung , dan membuat rahasia mereka terdengar di telinga Eun Rim.

“Kau tau aku tidak bisa memilih diantara mereka berdua . Eun Rim adalah cinta pertamaku dan Ga In adalah ibu dari anakku , aku tidak bisa memilih” Hye Syung mendengus kesal , lalu dia bangkit dari duduknya dan berdiri dihadapan Eric.

“Disini semua orangpun tau kau tidak perlu memilih , KAU sudah menikah dengan Ga In dan dia sekarang sedang mengandung buah cinta kalian. Dan KAU tidak bisa memilih? Apakah KAU bodoh sampai tidak bisa memutuskan hal itu?” ucap Hye Syung sambil menunjuk Eric dengan jari telunjuknya , dan Eric hanya menatap Hye Syung dengan tatapan tanpa dosa.

“KAU hanya dan akan bersama dengan Ga In , dan Eun Rim tidak berada pada pilihan hidupmu . Hubungan kalian dari awal sudah salah , jadi KAU harus segera menyelesaikannya atau AKU” ucap Hye Syung dengan nada tinggi yang bisa membuat telinga sakit.

Eun Rim merasa hatinya tertusuk ribuan benda tajam , ternyata selama ini Eric adalah pria beristri dan dia adalah kekasih Eric. Eun Rim tidak mau lagi mendengar percakapan mereka berdua , dia pulang dengan membawa kue untuk Hye Syung kembali.

“Aku tidak bisa Hye Syung , bagaimana bisa aku melihat Eun Rim bersedih” ucap Eric gusar.

“Kamu tidak bisa melihat Eun Rim bersedih? Kamu benar-benar pria brengsek , yang membuat dia sedih adalah dirimu. Pria yang sudah dicintainya selama lebih dari 10 tahun , yang menikah diam-diam dan menjalin hubungan dengan sahabatnya sendiri. Kau memang benar-benar pria brengsek Moon Jung Hyuk , pergilah dari rumahku sekarang” usir Hye Syung sambil mendorong tubuh Eric untuk keluar dari rumahnya.

Eun Rim menangis sejadi-jadinya saat dirinya sudah berada dirumah , bukan karena dia tidak berada didalam pilihan Eric. Dia menangis karena merasa bersalah akan tindakannya yang menerima saat Eric memintanya untuk menjadi kekasih dari seorang pria yang berstatus suami dari wanita lain. Jika semua orang tau Eric sudah menikah , Eun Rim akan dianggap sebagai wanita perebut suami orang , tetapi keadaannya berbeda tidak semua orang mengetahui pernikahan Eric. Eun Rim merasa menjadi penghianat bagi kaumnya sendiri , dia tidak seharusnya menjadi kekasih Eric. Bagaimanapun caranya dia harus segera memutuskan hubungannya dengan Eric sebelum istri Eric menemuinya ujar Eun Rim dalam hatinya.

 

Eun Rim mengambil hand phonenya dan mengirim pesan pada Hye Syung agar berkunjung kerumahnya besok pagi karena Eun Rim akan mengatakan suatu hal yang penting. Hye Syung menghembuskan nafasnya berat , dia merasa Eun Rim akan bertanya sesuatu yang penting padanya. Dan pesan Eun Rim membuat Hye Syung tidak bisa tidur semalaman , dia memikirkan jawaban yang akan diberikan pada Eun Rim saat dia bertanya pada Hye Syung nanti. Sebelum Hye Syung berangkat kerumah Eun Rim dia mengirim pesan pada Eric , bahwa dia akan pergi berkunjung kerumah Eun Rim.

Eun Rim pagi sekali sudah sibuk menyiapkan makanan untuk sarapan pagi dirinya dan Hye Syung , dia memang ingin kejelasan tetapi tidak ingin terburu-buru. Bahkan Eun Rim sudah menyiapkan rencana agar Eric memutuskan dirinya tanpa Eun Rim menangis dihadapan Eric karena mengetahui jika Eric adalah pria beristri. Jam menunjukkan pukul 08.00 KST, dan Hye Syung sudah berada di depan rumah Eun Rim , Hye Syung mendadak bimbang untuk masuk kedalam rumah Eun Rim.

“Kenapa kau tidak langsung masuk?” Eun Rim memergoki Hye Syung yang masih terdiam di depan pintu rumahnya.

“Tidak sopan jika aku langsung masuk tanpa izin pemilik rumah” Eun Rim menanggapinya dengan senyum dan langsung menarik Hye Syung untuk masuk kedalam rumahnya.

“Kita makan dulu , aku tau kau pasti belum makan” tebak Eun Rim

“Tentu saja karena aku tau pasti kau akan membuat sarapan untukku” ya kebiasaan Eun Rim memberi makan teman-temannya.

“Makananmu tetap enak , saat disana aku selalu merindukan masakanmu”

“Lantas kenapa kau pergi? Jika kau tidak pergi pasti kau akan selalu memakan masakanku” ucap Eun Rim dengan senyum manisnya.

“Betul juga , aku menyesal harus pergi dan tidak bisa memakan masakanmu” jawab Hye Syung memasang wajah sedih.

“Tidak perlu sedih sekarang kau akan terus memakan masakanku” sarapan pagi mereka dipenuhi dengan obrolan-obrolan menyenangkan.

 

Eric baru saja terjaga dari tidurnya dan tidak menemukan Ga In disampingnya , pria tampan itu langsung bangkit dari tidurnya dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ga In wanita yang dinikaih oleh Eric sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka , namun raut wajahnya tampak penuh emosi. Setelah memakai baju kantornya , Eric segera keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan untuk sarapan pagi bersama dengan istrinya. Eric berjalan dengan sangat hati-hati dia tidak ingin istrinya tau jika dia sudah bangun , Ga In merasakan sebuah tangan melingkar pada perut buncitnya.

“Apa yang kau masak hari ini?” tanya Eric

“Pastinya makanan kesukaanmu” jawab Ga In , dengan gerakan cepat Eric membalik tubuh Ga In untuk menghadapnya.

Eric menurunkan wajahnya pada perut Ga In dia mencium sebentar perut buncit Ga In

“Bagaimana kabarmu disana aegya? Appa tidak sabar melihatmu lahir ke dunia” ucap Eric lalu mencium kembali perut buncit itu.

“Oppa tadi Hye Syung ssi memberi tau jika dirinya pergi kerumah Eun Rim” Eric langsung berhenti mengunyah dan menatap wajah istrinya lalu dia meneruskan kembali makannya.

“Apa kamu masih berhubungan dengan perempuan itu?” tanya Ga In santai

“Aku sudah bilang bukan jika aku sudah melepaskan karirku maka lepaskan perempuan itu , kita akan mempunyai anak oppa” jelas Ga In

“Kau tidak perlu memikirkan hal itu , aku tidak ingin kau stress dan akan berdampak pada anak kita” Ga In masih tidak puas dengan ucapan Eric.

“Aku tidak mau tau secepatnya oppa harus memutuskan hubungan kalian , oppa tidak ingin kehilangan aku dan bayi kita bukan” Ga In egois , dia memang wanita yang akan mempertahankan miliknya.

“Apa oppa mau aku menemui perempuan itu?” Eric menatap Ga In dan mengambil tangan Ga In masuk kedalam dekapan tangan besarnya.

“Aku akan mengakhiri hubunganku dengan Eun Rim , aku janji demi janji suci kita” Ga In akhirnya bisa tersenyum puas , sementara Eric merasakan hatinya benar-benar dalam keadaan tidak baik.

Hye Syung sedang menonton drama dan Eun Rim sedang mengambil makanan penutup untuk mereka berdua. Eun Rim sudah duduk disebelah Hye Syung , tetapi dia masih belum berbicara suatu katapun.

“Menurutmu apakah tujuan seseorang melakukan white lie dan pure lie?” Hye Syung terhenyak , Eun Rim benar-benar ingin membuat dirinya menderita terlebih dahulu.

“White lie orang itu berbohong demi kebaikan , jika Pure lie orang itu berbohong memang untuk berbuat sesuatu” jelas Hye Syung.

“Lantas rahasia yang kalian sembunyikan itu termasuk apa?” wajah Hye Syung tampak biasa tetapi hatinya seperti terhujam benda tajam.

“Apa perlu aku jelaskan rahasia yang kalian sembunyikan?” Hye Syung mengelap wajahnya kasar.

“Dari mana aku harus menceritakannya” ujar Hye Syung serius.

“Mulai dari awal” Hye Syung pun menceritakan secara detail mulai dari pernikahan Eric yang tertutup dari media manapun , hingga Eric yang mulai tertarik padanya.

“Kenapa kau tidak memberitauku? , apa kalian tidak menganggapku sebagai seorang sahabat? , apa karena aku seorang wanita?”tanya Eun Rim dengan nada tinggi

“Bukan, bukan karena itu Eun Rim. Kita hanya ingin menjaga perasaanmu” jelas Hye Syung.

“Apa menjaga perasaan? Jika seperti ini bukan menjaga perasaan tetapi kalian membuat hatiku sakit . Apa kalian tidak berfikir bahwa yang kalian lakukan itu salah? Disini yang akan disalahkan bukan kalian tetapi aku”

“Eun Rim tolong duduklah kembali” Hye Syung membawa Eun Rim untuk duduk kembali.

“Eric dan Ga In hanya melakukan catatan pernikahan saja tanpa resepsi dan aku tau mereka sudah menikah saat Eric berada di club dengan keadaan mabuk. Eric Menikah cepat karena Ga In akan pergi ke Paris untuk melanjutkan karirnya, karena tidak ingin kehilangan Ga In , Eric mengikat Ga In dengan menikah” pipi Eun Rim sudah basah oleh air matanya sendiri.

“Kenapa Eric memintaku sebagai kekasihnya jika dia tidak ingin kehilangan Ga In dan merekapun pada waktu itu sudah menikah, Kenapa? Kenapa?” teriak Eun Rim pada Hye Syung.

“Setelah melakukan pencatatan pernikahan Ga In langsung pergi ke paris dan memutuskan kontak dengan Eric. Pada saat bertemu denganmu kembali Eric dan Ga In belum bersama kembali , dia membutuhkan seorang teman yang selalu mendampinginya dalam suka dan senang. Maka dia memintamu menjadi kekasih karena merasa nyaman bersamamu ,  setahun terakhir ini mereka bertemu kembali,  seperti yang kamu dengar Ga In sedang hamil , dan dipastikan mereka akan kembali bersama” jelas Hye Syung , Eun Rim menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa .

“Hye Syung kau masih mencintaiku bukan?aku ingin Eric membenciku” Hye Syung bingung dengan apa yang dikatakan Eun Rim.

“Apa yang akan kau lakukan?”

“Cium aku sekarang” Hye Syung mengerutkan dahinya tidak mengerti “Sekarang” Hye Syung pun mencium bibir Eun Rim , hanya menempelkan saja tanpa melakukan lebih.

Namun seseorang yang baru saja masuk kedalam rumah Eun Rim merasa terkejut melihat pemandangan yang dilihatnya , kedua teman dekatnya berselingkuh.

“Jadi kalian berselingkuh dibelakangku” Hye Syung melepaskan bibirnya dari bibir Eun Rim.

“Eric dengarkan dulu penjelasanku” pinta Hye Syung.

“Aku tidak mau mendengar penjelasan darimu” ucap Eric kesal lalu dia melangkah menghampiri Eun Rim.

“Aku tidak tau jika kamu bisa melakukan hal seperti itu dibelakangku”ujar Eric.

“Kenapa kamu tidak membatah Eun Rim?apa kalian memang sudah lama berselingkuh dibelakangku?” bentak Eric dan Hye Syung menghalangi Eric yang akan berjalan mendekati Eun Rim. Hye Syung terkejut saat Eric memukul wajah Hye Syung.

“Aku tidak ingin melihat kalian berdua lagi , dan Eun Rim hubungan kita berakhir” Eric langsung keluar dari rumah Eun Rim setelah mengatakan hal itu.

“Hye Syung kau juga pulanglah , aku ingin sendiri”

“Tetapi…” Eun Rim menatap Hye Syung dengan tatapan memohon “Aku mohon pulanglah!”pinta Eun Rim.

Jika kalian berfikir Eun Rim tidak menangis kalian salah , dia ingin menangis , tetapi rasa benci yang mendalam itu lebih besar dan membuat air matanya tertahan. Dia bukan merasa di khianati , tetapi merasa tidak diharga sebagai seorang teman , bagaimana bisa dia tidak diberitau oleh mereka berdua jika Eric sudah menikah.

Eun Rim adalah gadis baik-baik , dia bukanlah seseorang yang akan berani merebut lelaki lain bahkan pria beristri , tidak ada hal tersebut dalam kamus hidupnya. Namun sekarang hal tersebut tertulis didalam kamus hidupnya , walaupun dia tidak mengetahui akan hal itu , tetapi tetap saja Eric membuat harga dirinya sebagai gadis baik-baik hancur. Eun Rim memasukkan barang-barang yang berhubungan dengan Erik , dia ingin melupakan semua tentang Eric walaupun itu susah tetapi Eun Rim akan berusaha.

 

Ga In berjalan mondar mandir di dalam rumah mereka , waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam , tetapi Eric belum juga pulang. Ga In sudah mencoba menghubungi hand phone Eric berulang kali , namun nihil Eric tidak mengangkatnya.

“Apa aku menelfon perempuan itu saja?” Ga In masih menimbang-nimbang , akhirnya dia memilih untuk menelfon Hye Syung.

Hye Syung menatap hand phonenya bingung , panggilan masuk tanpa nama

‘Hye Syung oppa , ini aku istri Eric oppa’

‘Ada apa kau menelfonku?’ Jawab Hye Syung dengan nada tidak suka.

‘Aku ingin menanyakan apa Eric oppa bersamamu? Dia belum pulang sampai saat ini?’ Hye Syung menegakkan duduknya.

‘Dia belum pulang , apa kau belum menghubunginya?’

‘Aku sudah menghubungi Eric oppa , tetapi dia tidak mengangkat panggilanku’ Hye Syung bingung kenapa Eric belum pulang hingga sekarang ‘Oppa bisakah kau membantuku untuk mencari Eric oppa’

‘Baiklah aku akan mencarinya , aku harap kau istirahat jangan memikirkan kemana perginya Eric’

‘Iya oppa , terima kasih sudah mau membantu’

 

Hye Syung langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi menuju club yang selalu di datangi Eric , jika dia merasa jenuh. Tidak perlu lama mencari Eric , Hye Syung selalu tau Eric berada di ruang vvip yang sengaja dia pesan untuk menghindari dari kejaran paparazi .

“Apa ini pemecahan masalah yang kamu lakukan?” Eric masih terus meminum minumannya

“Seharusnya kamu minta penjelasan , bukan langsung memutuskan seperti itu. Ternyata Eric tidak pernah dewasa dan selalu mengambil keputusan tanpa berfikir panjang” Eric mencerna ucapan Hye Syung, memang benar dia selalu terburu-buru dalam mengambil keputusan. Pertama pada saat dia menikah dengan Ga In , yang kedua pada saat meminta Eun Rim menjadi kekasihnya , dan yang ketiga disaat Eric memutuskan hubungan pertemanan mereka.

“Kau tau Eun Rim sudah mengetahui jika kau sudah menikah , alasan dia menciumku kemarin karena di ingin berpisah denganmu tanpa mengatakan putus padamu. Dia sungguh marah , dan kau tau dia menyalakan dirinya sendiri. Apakah kau masih akan seperti ini ? Melepas masalahmu pada minuman keras, kau akan menjadi seorang ayah Eric ingat itu” jelas Hye syung panjang lebar.

“Hye Syung ah maafkan aku , aku benar-benar lelaki tidak berguna” ujarnya lalu memeluk Hye Syung.

“Aku ingin minta maaf pada Eun Rim , aku sudah menyakitinya Hye Syung ah , dia gadis yang baik . Apa yang sudah aku lakukan padanya?” rancau Eric masih dalam pelukan Hye Syung.

“Aku ingin bertemu dengan Eun Rim dan meminta maaf padanya Hye Syung, antar aku kesan Hye Syung ah” pinta Eric.

“Tidak , kau harus pulang ke rumahmu , istri dan calon anak kalian menunggu. Untuk Eun Rim aku akan bertanya padanya terlebih dahulu , apakah dia ingin bertemu denganmu?” Eric menganggukkan kepalanya tanda mengerti . Eric bukanlah seorang lelaki lajang , dia adalah pria beristri dan akan segera mempunyai anak, tetapi dalam hatinya dia masih tidak bisa melepaskan Eun Rim.

Eric berterima kasih banyak pada temannya Hye Syung , dia selalu ada disaat dirinya sedang goyah, dan dialah yang menyadarkannya kembali pada jalan yang benar. Eric tanpa Hye Syung seperti kertas tanpa pohon , dimana pohon adalah bahan utama untuk membuat kertas , jika tidak ada Hye Syung Eric tidak akan bisa melihat cahaya menuju jalan yang baik.

Eric saat ini sedang memijat kaki Ga In , seminggu ini hidupnya terasa berbeda , dia lebih banyak dirumah menghabiskan waktu bersama istrinya dan juga calon bayinya. Sebenarnya Eric gelisah , Hye Syung belum memberikan kabar kembali , Eric tau persis pasti Eun Rim masih marah dan tidak akan memaafkan kesalahannya ini.

“Oppa hand phone kamu berdering” ujar Ga In , dengan cepat Eric mengambil hand phone miliknya , senyum mengembang saat mengetahui siapa yang menelfonnya.

“Iya Hye Syung ah ”

“Kau bisa bertemu dengan Eun Rim hari ini dirumahnya , dan dia juga memintaku untuk menemani kalian , apakah kau tidak keberatan?”

“Tentu saja tidak , aku akan bersiap dan segera berangkat kerumah Eun Rim”

“Jangan lupa bilang pada Ga In agar dia tidak bingung mencari keberadaanmu”

“Siap” Eric mendekati Ga In dan dia langsung memeluk tubuh istrinya.

“Sepertinya ada kabar gembira”

“Aku akan kerumah Eun Rim untuk meminta maaf , apa kau mengizinkanku untuk pergi kesana?apa kau mau ikut bersamaku?” Eric bukan takut terhadap istrinya , hanya dia sekarang lebih jujur pada istrinya.

“Pergilah , aku dirumah saja , aku tidak enak jika ikut denganmu. Selesaikan ini dengan baik mereka teman baikmu oppa” ujar Ga In , lalu Eric mencium kening Ga In dan perutnya sebelum pergi ke kamarnya untuk bersiap.

Mereka bertiga sudah berada diruangan yang sama sejak 15 menit yang lalu , namun tidak ada satupun yang mau membuka pembicaraan. Sampai akhirnya Eric berlutut dihadapan Eun Rim

“Eun Rim ah , aku tau kau tidak mau menatap wajahku , tetapi untuk terakhir kalinya bisakah kau menatapku” pinta Eric, Eun Rim masih belum memalingkan wajahnya pada Eric.

“Cepat lakukan” Eric tersenyum mendengar ucapan Eun Rim.

“Aku tau aku tidak mungkin bisa meminta maafku padamu , aku sangat bersalah padamu , tetapi aku tidak bisa melepasmu Eun Rim” jujur Eric

“Bukan itu yang seharusnya kau katakan, saat ini kau harus melepaskanku , karena calon anakmu membutuhkan seorang ayah yang selalu berada disampingnya” jelas Eun Rim.

“Aku tau aku seharusnya sudah menghilangkan rasa padamu dan bisa melepaskanmu, tetapi aku takut untuk melepaskanmu Eun Rim. Aku takut kau akan mendapatkan lelaki yang tidak baik , bukan aku mendoakanmu mendapatkan lelaki yang buruk , hanya saja aku tidak ingin kau kembali tersakiti seperti sekarang ini” Eric sekarang tau perasaan sukanya hanya sebatas ingin melindungi saja bukan untuk menjadikan Eun Rim sebagai miliknya.

Eric berdiri dan melangkah mendekati Hye Syung lalu membawanya mendekati Eun Rim.

“Aku hanya tau satu lelaki yang benar-benar baik dan akan menjagamu, apakah kau mau menjadi kekasih Hye Syung Eun Rim ah?. Kami tidak merencanakan hal ini jika itu yang kau pikirkan sekarang, aku akan tenang jika lelaki yang mendampingimu adalah Hye Syung” pinta Eric .

“Eric kau itu jangan bergurau”

“Aku tidak bergurau Hye Syung , aku tau kau menyukai Eun Rim , dan aku meminta padamu untuk menjaganya , menjadi pendamping hidupnya, karena hanya kamu lelaki yang baik dan aku percayai”jelas Eric , dan membuat Hye Syung tidak mengerti akan jalan pikiran temannya ini.

“Jika kamu menerima Hye Syung aku berjanji tidak akan pernah hadir dihidupmu lagi Eun Rim ah , aku mohon Eun Rim ah berbahagialah dengan Hye Syung dan aku akan berbahagia dengan Ga In , agar kau tidak merasa bersalah atas apa yang aku lakukan padamu” Eun Rim sedikit tersentuh dengan perkataan Eric , dia memang ingin membuka hatinya pada Hye Syung tetapi tidak secepat ini , dia akan menjalaninya perlahan.

Eun Rim mengangguk sebagai tanda setuju atas permohonan Eric , dan Eric langsung memeluk Hye Syung.

“Aku tidak akan meragukanmu teman, aku berikan Eun Rim padamu untuk kamu bahagiakan dan kamu jaga”

“Terima kasih kalian sudah mau mendengarku , dan Eun Rim dengarkan selalu apa yang dikatakan Hye Syung, sekarang yang menjaga dan yang membahagiakanmu adalah Hye Syung. Aku tunggu undangan pernikahan kalian” Setelah itu Eric keluar dari rumah Eun Rim menyisakan kedua manusia berjenis kelamin perempuan dan laki-laki.

Hye Syung mendekat pada Eun Rim , namun masih tidak membuka pembicaraan apapun. Eun Rim tidak menangis hal itu membuat hati Hye Syung lega , tetapi dia ingin sekali merengkuh Eun Rim dalam pelukannya dan membiarkannya menangis untuk yang terakhir kalinya.

“Apakah aku bisa memelukmu?” pertanyaan Eun Rim memecahkan keheningan diantara mereka. Hye Syung tersenyum membalas pertanyaan Eun Rim , lalu dengan cepat Hye Syung memeluk Eun Rim dengan penuh kasih sayang.

“Menangislah untuk yang terakhir kalinya , karena aku akan membuatmu selalu bahagia”

 

@@

Bonus pic Eric Appa and Hyesyung Appa

Aku gak panggil mereka ahjusi karena mereka satu line sama eommaku walaupun lebih tua eommaku sih hehehe  jadinya aku panggil mereka appa juga kecuali Andy . Yang suka nonton Drakor kalau pernah nonton ‘Destiny of Love’ pasti tau Eric Appa , sekian perkenalannya semoga kalian tau sedikit mengenai Shinhwa.

 

kwi_eric

 

10ericmun

 

Shin_Hye_Sung__143

hyesung delight

Advertisements

8 thoughts on “[Season OF Love Project] I Give My First Love To You

  1. Wuuuaaahh apa ini? Kenapa Eric ahjussi begitu banget jadi namja (?)

    Keren ih, meski sahabat jadi cinta itu kisah yg mainstream, tp ff mu beda secara pembawaan dan alurnya.

    Great story Vin! 😀

    Like

    1. Hehehe kenapa kenapa ? Iya dia gitu banget , aduh maafkan aku appa buat sifatmu seperti itu.

      Iya cerita ini tuh agak mainstream memang jadi aku kurang suka sebenernya hehe. Oh ya pembawaan sama alurnya beda ? Aku kirain bakal sama gitu sama FF yang sudah sudah yg pernah ngambil cerita seperti ini.

      Terima kasih ya sudah mau baca FFku ini 😁.

      Oh iya karena update FFnya 2 hari sekali , FF kamu jadi mundur publishnya

      Like

      1. Aku rasa ini bedalah, memang kebanyakan tema kayak gini jatuhnya cinta segitiga atau semacamnya, tpi beneran pnyamu memiliki perbedaan.

        Kan disini kamu buat Eric udh beristri tapi masih suka sama cwenya. Nah sdgkan cwo yg satunya meski sakit hati tp dy tetep nganggep mereka sahabat ,yah walau hrus sempat melarikan diri sih. (*kenapa aku jadi cerewet gini y (?))

        Oh ok lah, santai aja sih nunggu giliran sambil stalking ff temen2 yg lain. Hehehehe

        Like

  2. Kok gitu appa Eric nya 😦 aku kira Eric sm eun rim uda nikah tadi heheh tp ternyata bukan. Anyway aku suka into ceritanya. Dimana Eric sm eun rim pacaran dan ternyata Eric uda punya istri dll hahah. Sama sekali ga mainstream. Tapi entah dsni selain salut sm eun rim dan hyesyung, aku salut sm gain nya hehe. Uda tau Eric nya selingkuh, dia malah minta untuk diselesaikan gitu aja. Padahal biasany kebnyakn cewek ga gitu #iniapaan-_- hehe anyway nice story, meski ada beberapa typo but it’s okay. Good job jagiyaaa :*

    Like

    1. Enggak mereka gak nikah , kelihatan kayak nikah ta mereka?. Into ceritanya aku kira biasa2 aja soalnya ya aku kan jarang pakai prolog langsung aja masuk percakapan gitu. Alhamdulillah gak mainstream aku kira ya mainstream hehe . Aku gak mau buat ga in jelek cukup eric yang jelek disini . Aduh typoku loh ya skrng makin sering.

      Thankyou authornim sudah mau meninggalkan jejak 😀

      Like

  3. hiii author vizkylee, maaf baru bisa memberikan komentar ><
    seperti biasa khas cerita selalu sederhana tapi dewasa kkk aku g kepikiran sang tokoh utama eric udh nikah dan malah udh mau punya anak. aku jd ikut sebel pas tau fakta itu, kalau dia udh nikah kenapa juga minta eun rim jadi kekasihnya? dia sama aja kayak mainin hatinya eun rim u.u
    tapi g masalah eun rim kan dapat gantinya XD
    keep writing author nim ❤

    Like

  4. se-line sama mama ? wkwk
    ih ih judulnya mirip judul film jepang, aku pikir dalemnya bakal gmana, aku sebel sama eunrim kak :’3
    gadis baik baik apanya masa mau mutusin caranya bikin temen2 berantem? nay nay :’3 apalagi hyesung appa-ku *nah nah*
    but yes, true friendship wont die so easily, kalo sayangnya tulus mah mau gimana juga ‘temen’. Keep writing ka vin!

    Like

  5. Annyeong author Vizkylee… maaf baru buka WP dan baru komen untuk beberapa ff disini,, hahaha
    Bentar, awalnya aku kira Eric oppa itu pacaran sama Eunrin dalam kondisi (Single) ini kampret sekali, hahaha lebih baik menjauh daripada harus menjadi kekasih pria beristri(?) hahaha
    aku kesel sama Eric oppa, dia bisa-bisanya bersikap kayak gitu padahal mau punya anak juga.. akhirnya Eunrim sama Hyesung oppa?? Eh btw Eric oppa line berapa ya vin? Serius satu line kayak eomma mu? Aku gak ngikuti shinhwa jadinya gak tau hahaha
    Greatjob author nim, di tunggu fanfiction lainnya ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s