February Project · FF Project · Ficlet · Friendship · G · Genre · Hurt · Length · Rating · Romance · sad · Song Fic

[Season OF Love Project] Alone


|| Author: Phiyun||Title: Alone||Tema: Unspoken Confession||Cast: Kim Soohyun | Ham Eunjung |Song Jaerim || Genre: Sad | Hurt | Romance | Friendship | Song Fict||Lenght:Ficlet || Rating: General ||Thema Song: Kesedihanku by Sammy ||

WARNING!!! Please Don’t Be Silent Readers!!!

–&–

***Happy Reading Guy’s***

 

Di sebuah ruangan yang terlihat mewahterdapat seorang pria bertubuh tegap dengan wajah yang sangat pucat sedang duduk tertegun di depan jendela kamarnya. Nanarnya menatap kosong saat memandangi pemandangan yang ada di depan hadapannya. Sesat kemudian jemarinya menyentuh lembut kaca jendela yang di terangi oleh warna keemasan dari sang mentari.

 

Sesekali pemuda itu menghela napasnya, sepertinya ia memikirkan sesuatu hal yang membuat dirinya menjadi sulit bernapas. Tak lama kemudian pria itu merogoh kantung celana panjangnya. Di sana dia mendapati selembar foto yang terlihat sudah lusuh. Foto itu pun ia angkat ke hadapannya beberapasaat kemudian kedua mata pria itu pun mulai berkaca-kaca dan dalam hitungan detik keluarlah setetes buliran bening yang jatuh dari kedua sudut matanya. Dengan tangan yang bergetar iatetap memandangi gambar yang ada di dalam menggengamnya dalam sunyi.

 

“Mengapa semua ini terjadi pada diriku?”ujarnya parau.

Tak lama pria itu pun berteriak frustasi. “Mengapa? Mengapa!!!”

 

Pria itu mulai menangis terisak-isak dan dalam seketika tubuhnya pun roboh tanpa perlawanan yang berarti. Maniknya tetap sibuk menatap potret yang ada di dalam gengamannya dan kemudian ia pun berkata.“Apa yang harus aku lakukan tanpa dirimu? Jujur aku tak bisa hidup tanpa dirimu, Eunjung-ah.Aku tak mampu melakukan semua ini, ini terlalu berat untuk kujalani seorang diri. Sampai kapan aku harus menahan rasa sesak ini.” ucap pria itu seraya memukul-mukul kencang atas dadanyadengan meneteskan airmata.

 

“Sepinya hari yang kulewati, tanpa ada dirimu menemani

Sunyiku rasa dalam hidupku, tak mampu aku tuk melangkah”

 

~OoO~

 

 

Setelah puas memandang pemandangan dari luar jendela kamarnya, Soohyun lalu berjalan menuju lemari kecil yang tak jauh dari samping ranjangnya. Setibanya di sana ia lalu mengambil sesuatu dari dalam lemari kecil tersebut. Ya, iya mengambil sebuah kepingan CD dari dalam laci meja tersebut.

 

Kemudian kepingan CD tersebut ia putar di dalam DVD Player. Di sana ia melihat dirinya bersama dengan seorang gadis cantik sedang bercengkrama. Gadis itu adalah Eunjung. Eunjung terlihat sangat anggun dengan gaun berwarna putih yang sedang ia kenakan. Soohyun juga bangga saat melihat dirinya terlihat tampan saat berada di sisi Eunjung dengan menggunakan tuxedo hitamnya dengan pita kupu-kupu sebagai pemanis penampilannya.

 

“Kau sangat cantik sekali, Eunjung-ah.” ucap Soohyun dengan senyum yang mengembang dari sudut bibirnya, Sesaat kemudian pria itu menundukan kepalanya dan di saat itu juga senyuman yang saat tadi tertoreh di wajahnya seketika menghilang, saat dirinya kembali menatap layar kaca televisi.

 

“Kenapa kau pergi begitu cepat dari sisiku. Aku masih ingin tetap bersama denganmu, Eunjung-ah. Terlalu banyak kenangan indah yang sudah kau toreh di dalam hatiku.” batinya semakin berkecambuk saat menatap sosok gambar gadis tersebut yang masih berputar di dalam video.

 

“Masih kuingat indah senyummu, yang selalu membuatku mengenangmu

Terbawa aku dalam sedihku, tak sadar kini kau tak di sini”

 

~OoO~

 

Tak beberapa lama kemudian Soohyun berdiri dari atas sofa dan berjalan menuju arah meja kerjanya. Di sana, Soohyun mulai membuka laci kecil yang ada di meja kerjanya. Saat ia membukanya ia melihat ada sebuah flash disk. Tatapan matanya terlihat kosong saat menatap benda kecil berwarna hitam tersebut. Dengan jari jemari yang bergetar, Soohyun meraih benda kecil tersebut dan kemudian duduk di kursi kerjanya.

 

Soohyun kemudian menghidupkan laptopnya dan Flash disk itu pun ia tempelkan ke laptopnya untuk dapat bisa melihat isi data yang ada di dalam benda kecil berwarna hitam tersebut. Kedua mata pria itu sibuk memandanga layar komputernya. Ia pun lalu membuka salah satufolder yang ada di dalam Flash disk tersebut. Di sana dia mendapati foto-foto dirinya bersama kekasihnya, Eunjung. Wajah Soohyun pun berseri-seri. Sesekali ia tertawa kecil saat melihat gambar dirinya yang terlihat konyol saat bersama dengan wanita pujaan hatinya. Saat menyadari gambar yang ia lihat itu adalah gambar terakhir. Ekspresi wajah Soohyun seketika terlihat kecewa. Tawa ringannya yang ada di wajahnya dalam hitungan detik hilang berganti dengan ekspresi dingin.

 

Jari jemarinya masih sibuk saat mencoba kembali membuka folder terakhir yang ada di dalam Flash disk. Pria itu terdiam termangun saat menonton adegan setiap adegan yang ada di depan layar komputernya. Soohyun menatap dengan tatapan yang sendu bahkan pria itu sering menghela napasnya saat menonton isi dalam video tersebut. Beberapa menit kemudian video itu pun selesai berputar di depan layar kaca komputer miliknya. Dengan geram Soohyun langsung menutup komputer jinjingnya dan berkata. “Ini semua karena dirinya. Karena dirinya, kau pergi meninggalkan diriku! Akan aku buat dirinya menyesal karena sudah memisahkan diriku denganmu, Eunjung-ah.” ujar pemuda itu dengan menyeringai.

 

“Engkau masih yang terindah, indah di dalam hatiku

mengapa kisah kita berakhir yang seperti ini”

~OoO~

 

-Keesokan harinya-

 

Soohyun sudah bangun sejak subuh hari. Tepat pukul 07:00 AM, Soohyun langsung pergi meninggalkan rumah kediamannya dengan menggenakan style jas berwarna hitam. Mobil Jaguar berwarna putih itu pun ia kendarai dengan cepat meninggalkan halaman rumahnya.

 

Setibanya di sana, Soohyun lalu memarkirkan mobil mewahnya di depan halaman yang cukup luas. Kebetulan saat ia tiba di sana, sudah banyak orang yang sedang berlalu-lalang untuk mempersiapkan pesta yang sepertinya akan di laksanakan di rumah kediaman tersebut.

 

Dengan langkah yang ringan Soohyun berjalan masuk ke dalam rumah mewah tersebut. Tanpa permisi lelaki berperawakan tinggi itu berjalan ke sebuah ruangan yang sepertinya ia sudah hapal seluk-beluk dalam rumah tersebut.

 

Tak lama, Soohyun berhenti di depan pintu yang berwarna putih dengan tatapan yang dingin ia pun lalu mengegam pedal pintu tersebut dan kemudian ia masuk ke dalam ruangan tersebut tanpa permisi. Di sana dia melihat sesosok wanita yang sedang berdiri di depan cermin dengan menggunakan gaun putih yang menjuntai indah di lantai. Ya, Gadis itu mengenakan pakaian pengantin yang membuat diri yang memakainya terlihat sangat anggun.

 

Gadis itu sedikit terkejut saat melihat bayangan Soohyun dari depan cermin. “Soohyun-ah… kau sudah datang.” kata gadis itu dengan tersenyum senang di depan pemuda tersebut. Melihat senyuman yang di layangkan oleh wanita yang ada di depan hadapannya, membuat Soohyun ikut tersenyum senang.

 

“Hemm… kau cantik sekali, Eunjung-ah.” balas Soohyun sambil berjalan menghampiri Eunjung dan kemudian sebelah tangannya membelai lembut sebelah pipi gadis itu. Di perlakukan seperti itu membuat Eunjung memundurkan langkah kakinya dari tempatnya berpijaknya. “Kau tak boleh melakukan hal semacam itu lagi kedepannya, Soohyun-ah.” pintanya.

 

Namun tanggapan yang di berikan sebaliknya, pria itu malah berjalan kembali menghampiri Eunjung dengan wajah yang tersenyum. “Mengapa aku tak boleh? Bukannya kau mencintaiku, aku bisa tahu dengan hanya melihat tatapan matamu saat ini, Eunjung-ah.” ujar Soohyun dengan menyentuh lembut kembali sebelah pipi Eunjung, seraya sebelah sudut bibirnya yang terangkat.

 

“Kau salah! Aku tidak mencintaimu!” teriak Eunjung lantang sambil menepis dengan kasar sebelah tangan Soohyun yang berada di atas pipinya. “Aku sudah jadi milik orang lain, Soohyun-ah. Hari ini aku akan menikah dengan pilihan ku, kau harus bisa menerimanya?”

 

Mendengar ucapan yang keluar dari bibir mungil milik Eunjung membuat Soohyun tertawa. “Apa? Pilihan? Pilihanmu itu salah, Eunjung-ah. Harusnya aku yang ada di atas pelaminan bersama dengan dirimu. Apakah kau tahu itu!!!” bentak pemuda itu nyaring.

 

Eunjung menjadi takut saat Soohyun menatap dirinya dengan kedua matanya yang tajam, tanpa ia sadari, gadis itu berjalan mundur kembali ke belakang. Melihat wajah ketakutan yang di perlihatkan oleh Eunjung membuat Soohyun merasa bersalah dengan apa yang barusan ia lakukan pada dirinya.

 

“A-aku tak bermaksud untuk membuatmu takut, Eunjung-ah. A-aku hanya…”

“Aku tak lagi mencintaimu, Soohyun-ah. Kau harus melupakanku. Aku tak mau ada yang tersakit lagi. Hemmm…” potong Eunjung dengan tatapan yang memohon.

 

Soohyun terdiam saat Eunjung meminta dirinya untuk berhenti mencintainya bahkan gadis itu memintanya untuk melupakannya. “Apakah kau sangat mencintainya.”

“Ya, aku mencintainya.” jawab Eunjung mantap.

“Melebihi rasa cintamu padaku?”tanya Soohyun kembali, kali ini ia berkata dengan suaranya yang parau. Eunjung tak mampu menjawab, gadis itu terpaku saat mendengar pertanyaan yang kedua kalinya dari pemuda yang saat ini berdiri di depan hadapannya.

 

“I-itu…”

“Kau tak bisa menjawabnya kan, Eunjung-ah. Aku tahu kalau pria yang kau cintai adalah aku. Kenapa kau menampiknya.” ucap Soohyun sambil berjalan kembali mendekat kepada Eunjung. “Apakah karena ayahku menikahi ibumu setahun yang lalu? Kita masih tetap bisa menikah, meski mereka menentang hubungan kita, Eunjung-ah.” tambah Soohyun.

 

Eunjung semakin memperlihatkan rasa ketakutannya kepada Soohyun. “Ini tak benar Soohyun-ah. Ini tak benar.” sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Eunjung semakin terpojok dengan apa yang di lakukan oleh Soohyun terhadap dirinya.

 

Tiba-tiba dari belakang datanglah sesosok pria. Pria berjas putih itu langsung memukul wajah Soohyun tepat di depan Eunjung.

 

“Bruk!!!”

 

Soohyun jatuh terjungkal ke belakang. “Apa yang kau lakukan pada pembelai wanitaku!” teriak pria itu geram setelah itu ia berlari ke arah Eunjung yang terlihat sangat ketakutan tersebut. “Apakah kau tak apa-apa, Eunjung-ah.” tanya pria itu seraya kedua maniknya memeriksa setiap jengkal tubuh gadis tersebut. Eunjung hanya mampu membalasnya dengan anggukan kepala.

 

“Mengapa kau tega melakukan ini semuanya padaku, Jaerim-ah, mengapa! Mengapa kau tega mengambil wanita yang aku cintai. Kau ini sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri, apakah kau tahu?” ucap Soohyun getir pada sosok pria yang ada di depan hadapannya.

 

“Soohyun-ah, kau harus bisa merelakan Eunjung untukku. Gadis ini yang telah memilihku, jadi kumohon relakan dia bersama denganku, Hemmm…”

 

Seketika Soohyun tertawa terbahak-bahak saat mendengar perkataan yang baru saja di keluarkan oleh Jaerim kepada dirinya. “Apa? Merelakan? Apa kau sudah gila! Hah!!! Aku tak akan sudi merestui pernikahan kalian berduabahkan sampai aku mati pun aku tak akan merestui kalian hidup berbahagia, apa kau mengerti!” teriak Soohyun dengan kedua matanya yang menatap tajam ke arah Jaerim dan Eunjung.

 

Tak lama kemudian, Soohyun merogoh kantung jasnya dan mengeluarkan sesuatu benda yang membuat Jaerim dan Eunjung tercengang. Ya, pria itu mengeluarkan sebuah pistol dari dalam jasnya. Dan ….

 

“Dorr!!!”

 

Terdengar letupan setapan yang nyaring. Tanpa aba-aba, Soohyun sudah menembak sebelah kaki Jaerimdalam beberapa detik. Melihat calon suaminya tertempak peluru, gadis itu berteriak histeris. “Ahhkkk!!! Jaerim-ah!!!” Eunjung langsung menahan pendarahan yang terjadi sebelah kaki Jaerim yang terkena peluru. “Kau sudah gila, Soohyun-ah!!!” seru Eunjung dengan kedua mata yang berkaca-kaca.

 

“Harus berapa kali aku harus mengatakan padamu, kalau aku sudah tak mencintaimu.” ucap Eunjung sambil meneteskan airmata. Soohyun terpaku saat melihat gadis yang di cintainya menangisi pria lain di depan matanya. “Apakah kau begitu mencintai dirinya di banding diriku?” lirihnya.

 

“Ya! Aku mencintainya! Apakah kau puas dengan pernyataanku sekarang!! Atau kau lebih puas bila aku juga mati oleh pelurumu? Kalau iya, lakukan sekarang bila itu dapat membuatmu puas!!!” teriak Eunjung histeris dengan beruraian airmata.

 

“Begitukah? Jadi hanya aku yang mencintaimu, jadi hanya aku yang merasakan sesak ini.” ucapnya pilu dengan kepala yang tertunduk. Tak beberapa lama kemudian pistol tersebut di angkatnya kembali dan kemudian di arahkan ke arah kedua orang yang ada di depan hadapannya.

“Kau akan menyesali apa yang sudah kau pilih, Eunjung-ah. Di sepanjang hidupmu, kau tak akan bisa menembusnya.” ungkap Soohyun dengan tatapan kedua matanya yang sendu saat menatap ke arah Eunjung. Kedua mata Eunjung dan Jaerim pun tertutup bersamaan saat moncong senapan itu mengarah ke arah mereka. Dan beberapa detik kemudian terdengar suara letupan pistol untuk yang kedua kalinya.

 

“Dorr!!!”

 

“Soohyun-ah!!!” teriak Eunjung saat kedua matanya mendapati tubuh Soohyun yang sudah tergolek tak berdaya di depan hadapannya dengan tubuh yang berlumuran darah. Ya, Soohyun menembak kepalanya sendiri dengan pistol yang saat tadi ia genggam. Eunjung pun langsung berlari ke arah Soohyun dan gadis itu langsung mendekap tubuh Soohyun ke dalam pelukannya. “Soohyun-ah, mengapa kau melakukan ini semua! Kau tak boleh melakukan ini padaku, Soohyun-ah!!!” isaknya sambil memeluk erat tubuh Soohyun yang sudah tak bernyawa.

 

~OoO~

 

-49 hari kemudian-

 

Dari ke jauhan terlihat sesosok gadis dengan pakaian serba hitam sedang berdiri di depan pusaran yang tanahnya masih terlihat merah. Tatapan mata sang gadis terlihat kosong saat menatap nama yang tertoreh di atas batu nisan tersebut. Tak lama kemudian datanglah seseorang pria mendatangi dirinya dengan membawa beberapa rangkaian bunga.

 

“Kau kemari juga, Eunjung-ah?” gadis itu pun membalasnya dengan anggukan pelan kepalanya. “Apa kau bai-baik saja, Eunjung-ah?” tanya pria itu kembali. Untuk sesaat Eunjung tertegun, dan beberapa saat kemudian ia pun berkata. “Aku baik-baik saja, Jaerim-ah.” balasnya sambil memperlihatkan seulas senyumannya kepada pria yang saat ini ada di sampingnya setelah itu kedua matanya menatap kembali ke arah batu nisan yang ada di depannya.

 

Jaerim menghela napasnya saat menatap gadis yang ada di sebelahnya. Dengan suara yang parau pria itu kembalai bertanya kepada Eunjung. “Apakah aku tak bisa? Apakah aku tak bisa mengganti posisinya di dalam hatimu?”

 

Eunjung terdiam seribu bahasa saat mendengar perkataan yang di lontarkan oleh Jaerim kepadanya. Bibir gadis itu tertutup rapat. Merasa perkataannya tak di gubris, pria itu kembali bersua. “Apakah tak ada sedikit pun ruang di hatimu untukku, Eunjung-ah?” lirihnya.

 

“Maafkan aku, Jaerim-ah. Kau tahu pasti apa jawaban yang akan aku katakan padamu. Saat ini maupun ke depannya, jawabanku akan tetap sama.”dengan tersenyum lembut ke arah Jaerim. Jaerim termangun, dia tak mampu berkata-kata lagi di depan hadapan gadis berpakaian hitam tersebut. “Sampai kapan? Sampai kapan kau harus melakukan semua ini?” tanya Jaerim kembali ragu.

 

“Entahlah? Mungkin aku akan menjalani semua di sisa hidupku.“ jawab Eunjung enteng sambil tersenyum menatap nisan pujaan hatinya, Kim Soohyun. Jaerim semakin sesak saat mendengar keputusan yang telah di pilih oleh Eunjung.

 

~OoO~

 

-Pov Eunjung-

 

Aku akan tetap mencintaimu, Soohyun-ah saat ini bahkan untuk selamanya, kau akan selalu ada di dalam hatiku. Aku akan menyimpan baik-baik semua kenangan kita berdua. Apakah kau tahu kalau kau adalah hadia yang terindah yang pernah hadir di dalam kehidupanku. Maaf bila diriku telah menyakiti hatimu di akhir hidupmu. Aku akan menebus kesalahan yang telah aku buat, bukan ini bukanlah kesalahan tapi kebodohanku yang tak berani untuk bersama dengan dirimu. Aku terlalu pengecut saat itu. Aku sangat bodoh karena sudah melepaskan seseorang pria yang sangat mencintaiku dengan tulus.

 

Aku akan menebus semua yang telah aku perbuat di sisa hidupku. Aku akan tetap melakukan itu meskipun aku harus menjalani sisa hidupku tanpa dirimu di sisiku dan aku juga tak akan pernah menyesalinya. Kau tak perlu lagi mencemaskan diriku. Kau cukup melihat diriku dengan tenangdan tunggulah aku di sana karena kelak suatu hari nanti kita akan kembali bersatu dan di saat itu terjadi cinta kita berdua tak akan pernah dapat di pisahkan untuk kedua kalinya.

 

 

Hampa kini yang ku rasa, menangis pun ku tak mampu.

Hanya sisa kenangan terindah dan kesedihanku

~OoO~

 

Flash Back-

Dua bulan yang lalu

 

“Apakah k-kau mau menikah denganku, Jaerim-ah.” ucap gadis berambut panjang tersebut dengan nada yang ragu.

Sontak lawan bicaranya yang mendengar perkataan gadis itu pun terkejut. “Apa? Bukannya kau mencintai Soohyun? Mengapa kau meminta diriku untuk menikahimu?”

 

Sesaat Eunjung terdiam, dan kemudian gadis itu pun membuka kembali mulutnya. “Aku tahu ini permintaan yang gila. Tapi hanya kau seorang yang bisa aku mintai tolong. Maukah kau menikah pura-pura denganku. Aku ingin membuat Soohyun dapat melupakan diriku.”

 

Sesaat pria itu terdiam. Ya, dia sama sekali tak menjawab permintaan Eunjung. Tak beberapa lama kemudian, Jaerim pun berkata. “Apa kau sudah gila? Tak mungkin aku mau berpura-pura menikahimu.”

“Kenapa tak mungkin? Apakah kau membenciku?” tanya Eunjung kembali.

 

Dengan cepat Jaerim membantahnya. “Karena aku mencintaimu, tak mungkin aku menolakmu. Aku jatuh cinta padamu saat pertama kali aku diperkenalkan oleh Soohyun padamu. Sayangnya rasa itu harus aku kubur saat mengetahui dirimu akan menikahi sahabatku, Soohyun.”ucapnya dengan tatapan mata elangnya.

“Ehh..??K-kau mencintaiku… Tapi…”

 

“Aku tahu kau melakukan itu semua karena untuk kebaikan kalian berdua, bukan? Aku mendengar kabar kalau ibumu menikah dengan ayah Soohyun setahun yang lalu, jadi kau melakukan ini semua karena terpaksa, benarkan? Kau tak perlu merasa bersalah di depanku. Aku akan setia menunggumu. ” ujar Jaerim. Eunjung tak mampu berkilah di depan Jaerim. Eunjungpun hanya mampu menganggukan kepala dalam bisunya.

 

-The End-

Advertisements

17 thoughts on “[Season OF Love Project] Alone

  1. cinta terhalang karena ibu dan ayah mereka nikah
    dan jaerim oppa kenapa sampai membunuh soohyun oppa?
    soohyun agak psycho ya disini? aku ngelihat dari beberapa tulisan yang dia maksa eunjung.
    good job , keep writing ^^

    Liked by 1 person

    1. Iya, cintanya terhalang gegara ortu. jadi Soohyun oppa matinya bunuh diri kan di nembak kepalanya sendiri di depan jaerim oppa ma eunjung eonni.
      Makasih yah dah nyempetin mampir kesini buat baca ^^

      Like

  2. Kisah yg rumit tapi di ulas dg simple, bagus banget thor!

    Hhhmmm beberapa typo sdikit mengganggu ya, tak apa bisa di perbaiki lgi ke depannya. Aku pun sering kali typo. Tp ada sedikit masukan aja. Td aku nemuin kata2 yg boros dlm penggunaannya (rumah kediamannya, depan hadapannya) bisa di pilih salah satu aja harusnya. Itu udh simple dan menyingkat durasi tanpa mengurangi inti dr cerita yg di sampaiin.

    Well, keep writing authornim 🙂

    Liked by 1 person

    1. Hehehe. mian kalau masih banyak typo, sebenernya tadi ff yang aku kirim ketuker sama folder yang belum aku edit 😀
      Wah, aku sering tuh buat tulisan (rumah kediamannya, depan hadapannya) makasih ya chingu atas infonya. tar aku perbaiki kedepannya. Makasih ya dah nyempetin mampir kesini + komennya 😉

      Like

  3. It’s nice story. Complicated tapi woaahhh ini bener2 bagus. Karena ortu nikah jdi gak bs besama 😦 sedih ditambah Eunjung gak mau jujur. Di sini kita diberi pelajaran utk mengungkapkan yg sbnrnya drpd menyesal ya kan:) bagus banget sumpah kakkk

    Dan aku mau review dikit ya? Eheheh ada bbrp kata yg lupa pake spasi/? Kayak “danJaerim’ kayak gtu pdhl harusnya yg benar ‘dan Jaerim” dan juga ada kata2 yg boros seperti ” di depan hadapannya” kalo bisa pakai aja salah satu 🙂 “di depannya”/”di hadapannya” dan juga penulisan ” Tepat pukul 07:00 AM” kata guru bahasa indonesiaku yg benar adalah ‘tepat pukul 07.00 AM” aku yakin kakak lbh senior drpd aku but kita slg berbagi ilmu^^ dan slg membenarkan tanpa aku bermaksud menggurui. Intinya overallnya sudah baguss<3

    I like itt 🙂 dan last, jangan lupa kunjungi ffku yg lagi ikut event ini juga https://mnjfanfiction.wordpress.com/2016/02/14/season-of-love-project-just-say-goodbye/

    Liked by 1 person

    1. Hehehe banyak kata typo yang bertebaran ya, maap 😀
      sebenernya pas aku kirim ff ini aku salah ngirim folder jadi ff yang dah aku edit itu gak ke kirim hihi 😀
      tapi makasih banyak loh atas infonya, aku memang suka salah buat tulisan waktu sama tulisan di depnanya / di hadapannya. jadi kedepannya aku bisa lebih baik lagi untuk buat ffku selanjutnya 🙂
      Makasih ya dek, n makasih juga dah nyempetin mampir kesini buat baca ❤

      Like

      1. Iya gak apa kokkk kak typo is art aku juga suka typo XD
        Ohh pantesss aja eheheh XD.
        Sama-sama kak:) kita kan sama-sama belajar. Di tunggu karya yang lainnya ❤

        Like

  4. Wah complicated sekali ceritanya hahaha. Okay, first of all, aku kira ini ceritanya flashback gitu, jadi pas opening aku kra dia lgsg flashback. Ternyata alurnya maju hehe. Aku suka inti ceritanya, dimana soohyun ga bisa bersama dg pacarnya krn ortu mereka yg menikah. Cuman mgkin penyampaiannya mnrtku agak rumit dan susah- untuk dipahami menurutku. Oh ya, ada beberapa typo dsini but it’s okay saya juga biasany seperti itu. Hehe. Trus utk pemilihan kata ada yg beberapa krg pas juga. Nice story phiyun. Sora, salam kenal 🙂

    Liked by 1 person

    1. Maap ya, kalau penyampaiannya ceritanya rada rumit, sebenernya authornya juga bingung hihi 😀 makasih juga atas sarannya , nanti kedepannya aku perbaiki. makasih dah mampir kesini + komennya ^^

      Like

  5. bhaaaaakkk jadi bencanaaaa, soohyun depressed bgt deh pasti, dia sayang bangt dh sama mbak eunjung sampe ga bisa mikir rasional :””) daan, kenapa jaerim jadi baik gini ya? wkwk, taunya Jaerim yg iseng dan petakilan *nah*
    untuk FF nya, ada beberapa sih yg hiperbolis tapi not needed gitu kayak, “sangat cantik sekali” sama “di depan hadapannya” jadi mgkin bisa dipilih mau sangat cantik apa cantik sekali, di depannya apa di hadapannya gitu aja, biar bacanya juga enak.
    Untuk tanda baca juga ada kayak koma yg ilang, jd readers *aku sih maksudnya wkwk* harus berenti dulu di kalimat itu buat nentuin jedanya dimana. But, keep writing ya!

    Liked by 1 person

    1. Wah… makasih banyak yah buat masukannya, maap authornya kebiasaan kalau lagi asik nulis lupa nulis koma, haha 😀
      Pastinya tetep semangat dong buatnya, hehe…
      Makasih yah dah nyempetin mampir kesini buat baca 😉

      Like

  6. hiii author nim, maaf baru bisa ngasih komentar ><
    pertama banget aku baca ff ttg kim sohyun XD kyaaa oppa2 ganteng kesayanganku /plak/
    ceritanya unik, berhasil menjabarkan bagaimana soohyun oppa -ku depresi gegara ditinggalin kekasih hati T.T
    tapi kenapa harus buat dia mati bunuh diri pula T.T itu yang bikin agak kaget u.u
    okay itu saja XD keep writing ya
    rajin2 ngirimin ff di wp kamiXD
    ppyong~~~~

    Liked by 1 person

    1. Gak apa-apa kok, baru komentarin ff ku :3
      Wah baru pertama kali ya, kalau aku ini udah yang sekian kalinya buat ff yang castnya soohyun oppa ma Eunjung eonni /gak ada yg nanya/ ><
      Tadi awalnya mau aku buat happy end tapi gak tau kenapa tiba-tiba authornya kesambet apa jadi akhirnya begindang deh, wkwkw 😀
      Boleh-boleh nanti aku kirim ff ku lagi yah disini 😉
      tapi kalau ffnya dah pernah di publish di blog lain selain di blog pribadi boleh gak??

      Like

      1. Heheheh iya kadang2 pas nulis emang gitu kkk niatnya mau nulis gini eh jdnya gitu 😂😂😂
        Oh iya salam kenal ya ^^
        Boleh kok, asal ffnya hasil pemikiran sendiri bukan dari hasil plagiat 😁 kami akan menerima dengan senang hati ^^

        Like

      2. Oh iya sampe lupa, salken ya 🙂 Phiyun L91
        Pastinya dong buatan diri, aku juga anti ma namanya plagiat.. Oceh deh nanti aku kirim yah, makasih atas infonya 😉

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s