February Project · FF Project · G · Genre · Length · One Shoot · Rating · Romance · School Life

[Season Of Love Project] Unspoken Love (Mail Massage)


Author : Kim Nara

Tittle : Unspoken Love (Mail Massage)

Tema : Unspoken Confession

Cast :Yunhyeong (Ikon), Jeong Hyera (Oc)

Other Cast : Kim Nara (Oc), Baekhyun (Exo)

Genre : Romance, Schoolife

Leght : Oneshoot

Rating :G

Discaimer :

Main idea is 100% from my brain.

This fanfiction special for February event.

Author Note :

Gak tahu deh ini failed atau gak

Hati-hati ketabrak typo yah~

 

 

****

 

Tik

Tok

Degg…Degg

Bunyi jarum jam dan dentuman jantung Hyera seolah menderu menjadi satu. Menatap paras Pemuda itu rasanya jantung Hyera akan meledak, degupannya semakin tidak karuan terlebih saat pria itu menunjukkan senyuman manisnya, sungguh Hyera bisa mati membeku saat ini juga.

Jeda lima sekon pria itu berlalu, 10 detik berharga Hyera usai sudah. Walaupun begitu senyumnya belum juga luntur dari wajahnya, tangannya mengelus lembut dadanya berusaha menetralkan degupan jantung yang berpacu begitu cepat tadi.

“Kenapa tidak mengejarnnya? Sampai kapan kau hanya akan menunggunya lewat di depan kelas kita lalu tersenyum aneh seperti itu?”

Hyera menatap kesal ke arah Nara-sahabatnya yang bukannya mendukungnya malah selalu menyudutkannya.“Jangan menghina 10 detik berhargaku!”

“10 detik berharga?Maksudmu 10 detik saat Yunhyeong melewati kelas kita? Aku tidak percaya kau bahkan menghitung jumlah detiknya”

“Hanya itu yang bisa kulakukan, menatapnya dari jauh”

“Coba saja nyatakan perasaanmu”

“Mana ada wanita yang membuat pengakuan lebih dulu”

“Ada, aku melakukannya”

“Itu karna kau cukup gila untuk pergi kehadapan Baekhyun Sunbae dan dengan terang-terangan berkata kau mencintainya”

“Tapi karna sifat gilaku itu aku berhasil mendapatkannya, kan?”

“Itu cuma karna kau beruntung”

“Kalau begitu kau coba saja, siapa tahu kau juga beruntung sepertiku”

“Maaf, tapi aku tidak senekat itu!”

Setelah mengatakan itu dengan langkah gesit Hyera segera meninggalkan kelasnya. Bahkan panggilan bertubi-tubi yang di lontarkan Nara padanya tak lagi ia pedulikan. Hyera terus berjalan hingga tiba di depan loker miliknya.

Awalnya ia hanya akan mengambil buku fisika lalu kembali ke kelas tapi semua itu hanya rencana awal karna yang terjadi berikutnya Hyera justru diam terpaku memperhatikan seorang Gadis yang mengenakan seragam sama dengannya tengah sibuk menyelipkan sebuah surat berwarna pink rose kedalam loker lain.

Setelah berhasil Gadis itu merekahkan sebuah senyum bahagia dan kembali bersikap biasa kala sadar bahwa ada sepasang mata yang memperhatikan, dengan langkah ragu Gadis itu berjalan mendekati Hyera.

“Kau melihat semuanya?”Gadis itu bertanya dengan sedikit berbisik dan dibalas oleh sebuah anggukan singkat dari Hyera, entah apa yang kini tengah berputar di fikirkan Hyera karna sungguh mencampuri urusan orang lain-bukan Hyera sama sekali.

“Apa itu surat cinta?” Tanya Hyera penasaran

“Hmm,,begitulah”

“Kau tidak malu mengatakan cinta lebih dulu, kau kan perempuan?”

Gadis itu tertawa kecil sebelum menjawab “Aku tidak mengatakan cinta, aku menulisnya dalam secarik kertas. Aku tidak mengatakan pengakuan tapi menuliskan pengakuan”

“Apa bedanya?”

“Entahlah, mungkin saat kau menuliskannya kau merasa lebih leluasa. Kau juga akan bebas dari rasa malu karna dia tidak akan tahu siapa yang mengirim surat itu, kecuali kau cukup bodoh untuk menulis namamu di dalam surat cinta rahasia”

Gadis itu kemudian pergi meninggalkan Hyera yang masih sibuk bergulat dengan fikirannya.Aku tidak mengatakan pengakuan cinta tapi menuliskan pengakuan cinta, kalimat Gadis itu entah mengapa terdengar seperti sebuah kata penghipnotis yang sukses menyelimuti semua saraf otak Hyera.

“Aku rasa dia benar, aku akan menuliskan pengakuan bukan mengatakannya”

 

****

 

Hyera kembali melirik sekitar dengan waspada, dan ia baru bisa bernafas lega saat melihat keadaan lorong sekolah sudah benar-benar sepi. Ini waktunya, dengan cepat ia mengeluarkan secarik kertas yang telah di bungkus rapi di dalam sebuah amplop berwarna hijau muda.

Senyum cerah segera mendominasi begitu Hyera berhasil memasukkan secarik kertas yang akrab di sebut ‘surat cinta’-itu ke dalam loker milik Yunhyeong,sang pujaan hati.

Sebelum banyak murid yang berdatangan Hyera segera pergi meniggalkan tempat itu dengan langkah memburu, ia sama sekali tidak sadar dengan sepasang mata yang sejak tadi memperhatikannya dengan begitu serius sambil beberapa kali tersenyum manis.

“Gadis yang lucu”

 

****

 

Hyera menatap aneh ke arah Yunhyeong yang masih asik memakan makan siangnya sambil beberapa kali bercanda dengan teman-temannya. Seolah tidak terjadi apa-apa, padahal Hyera menghabiskan satu malam untuk menulis surat cinta-nya. Ini tidak adil, fikirnya.

Apa Pemuda itu tidak belum membacanya atau berpura-pura belum membacanya? Pertanyaan itu terus saja berputar-putar di otak Hyera.Hingga sebuah asumsi baru kembali menghiasi benaknya.

“Apa aku salah loker?” gumamnya pelan, bahkan sangat pelan.Kemudian Hyera dengan cepat berdiri dan berlari menuju lorong tempat ratusan loker berdiri kokoh. Hyera terdiam di depan sebuah loker berwarna kuning dengan angka ‘45’ yang tertulis di pintunya.

“Aku yakin ini loker miliknya” Hyera kembali berfikir seraya menggaruk kepalanya frustasi, sementara tatapannya masih terfokus pada loker itu.

“Apa yang kau lakukan di depan lokerku?”

Pupil Hyera membulat sempurna kala suara Yunyheong memasuki rongga pendengarannya. Ia menoleh pada asal suara dan mendapati Yunhyeong tengah menatapnya bingung. Hyera tak tahu harus berbuat apa, lidahnya bahkan tiba-tiba berubah menjadi kelu.

“I-ini lokermu?” Hyera bertanya seraya mundur beberapa langkah mempersilahkan Yunhyeong untuk membuka lokernya.

“Memangnya kenapa?” Yunhyeong bertanya santai sambil membuka lokernya pelan. Hyera sama sekali tidak menggubris pertanyaan itu, malah Gadis cantik itu kini tengah berjinjit kecil berusaha melihat isi loker Yunhyeong. Dan benar saja suratnya tidak ada di tempat itu, ia kembali di buat bingung.

“Hilang kemana suratku?”

“Surat apa?”

Damn!, barusan gumaman Hyera tanpa sengaja di dengar oleh Yunhyeong, membuat Pemuda itu spontan berbalik dan menatapnya lembut campur bingung. Apa Yunhyeong tidak tahu kalau tatapan itu bisa membuat Hyera mati berdiri karna kehilangan kontrol di bagian jantungnya saat ini.

 

****

Hyera kembali berjalan gontai menuju lokernya, sungguh ia masih bingung dengan kejadian kemarin. Bagaimana bisa suratnya menghilang, surat itu tidak mungkin berpindah dengan sendirinya, kan?

Hyera tidak mungkin salah loker karna ia yakin bahwa ia meletakkan suratnya di loker kuning bernomor 45 yang telah resmi menjadi milik Yunhyeong. Tapi, semua fikirannya langsung buyar begitu ia membuka loker miliknya. Sepucuk surat tengah terdiam kaku di atas bukunya. Apa ini?surat cinta?

Hyera mulai membuka surat itu dan membacanya.

To : Jeong Hyera

Aku mencintaimu

Hyera menjungkitkan alisnya sebelah, surat cinta macam apa ini? Tanpa rayuan gombal sedikitpun dan langsung pada intinya. Hyera membolak-balik surat itu berharap bisa menemukan nama sang pengirim, tapi nihil Hyera tidak menemukan apapun.Takut dibuat tambah bingungHyera memutuskan untuk pergi mememui Nara-sang penasihat cinta.

Hyera memacu tungkainya menuju kantin sekolah guna mencari Nara, dan benar dugaannya Nara masih asyik berpacaran dengan Baekhyun di salah satu bangku kosong di kantin yang memang masih sepi.

“Nara ada yang ingin kutanyakan” Hyera berucap dengan nada yang tidak sabaran membuat Baekhyun dan Nara lantas mengalihkan atensi mereka pada Hyera yang terlihat cukup berantakan karna baru saja berlari menerpa udara membuat beberapa helai rambutnya menjadi kaku tanpa arah yang jelas seperti sekarang.

“Apa yang ingin kau tanyakan?”

“Ini sesuatu yang penting, jadi Baekhyun sunbae tolong pergilah dulu”

Mwo! Kenapa kau mengusir pria-ku seperti itu!?”

“Nara kumohon”

Nara kemudian menghela nafas berat lalu menatap Baekhyun dengan sedih “Mianhae chagiya” Baekhyun hanya mengangguk kecil memakluminya lalu berjalan menjauh dari mereka. Setelah memastikan Baekhyun sudah benar-benar pergi Hyera dengan tidak sabaran langsung duduk di hadapan Nara.

“Apa yang ingin kau tanyakan, ingat! Ini harus benar-benar penting”

Hyera kemudian mengeluarkan sebuah surat dari laci tas selempang miliknya lalu memberikannya pada Nara, membuat Nara menjungkitkan alisnya sebelah tanda tak mengerti “Kau sedang memberiku surat cinta”

Hyera menbuang nafas kesal “Aku masih normal! Baca saja dulu”

Menuruti sang empu Nara mulai membaca tulisan yang berada dalam surat itu, tidak banyak hanya 2 kata tapi sukses membuat Nara membelakkan mata tanda terkejut “Jangan bilang seseorang memberikan ini padamu”

Hyera mengganguk yakin “Menurutmu siapa yang melakukannya?” Nara terdiam mendengar pertanyaan itu, di tatapnya lekat-lekat surat milik Hyera dan bingo! Ia menemukan sesuatu pada ujung surat itu, sebuah tulisan yang sangat kecil.

“Baca ini” Nara mengembalikan surat itu pada Hyera

Mengikuti arah pandangan Nara, Hyera ikut terkejut saat mendapati sebuah kata ‘halaman belakang, jam terakhir’ tertulis di ujung suratnya, tulisan itu sangat kecil hingga luput dari indra penglihatnya tadi.

“Menurutmu aku harus datang?” Tanya Hyera sedikit tidak yakin pada Nara yang tengah menatapnya lurus-lurus “Jika kau penasaran datang saja”. Nara kemudian mengambil surat itu dan menyimpannya di atas meja dan kembali mengalihkan atensinya pada Hyera “Bagaimana nasib surat cintamu?”

Hyera terdiam sejenak, yah surat yang baru saja muncul di lokernya ternyata telah berhasil membuatnya melupakan insiden ‘surat cinta gagal’ kemarin “Surat itu hilang” Hyera menjawab acuh seolah tak peduli membuat Nara lantas menjungkitkan alisnya sebelah, “Bagaimana bisa? Kau tidak salah loker?”

Hyera mengangkat kedua bahunya pasrah “Itu benar loker milik Yunhyeong, sudahlah aku tidak ingin memikirkannya lagi mungkin dia bukan jodohku” Hyera langsung berdiri setelah mengucapkan kalimat itu dan mengambil ancang-ancang untuk pergi sebelum Nara kembali menginterupsinya “Kau mau pergi?”

“Aku mau ke kelas aku bosan disini. Kau juga pergilah, kau akan terlihat seperti orang bodoh jika berdiam diri di sini seorang diri”

“Astaga, bagaimana bisa kau berkata seperti itu setelah mengusir pacarku?!”

“Apa aku mengusirnya?”

“Tentu saja! Jeong Hyera kau menyebalkan!”

“Jangan berteriak begitu! Telingaku sakit!”

“Masa Bodoh denganmu!”

“Aish, Kim Nara kau gila!”

Tidak jauh dari tempat kedua sahabat itu bertengkar, sepasang mata yang sama dengan tempo hari masih setia memperhatikan dengan sebuah senyum kecil. Gadis itu entah mengapa selalu membuatnya ikut tersenyum, sulit dipercaya Gadis bermarga Jeong itu mampu menjadi candu berharga bagi dirinya.

Berawal dari sepucuk surat yang terselip di lokernya, sebuah surat sederhana yang harusnya bersifat ‘rahasia’ tapi tidak bagi dirinya. Kenapa? Karna ia tentu sudah tahu siapa pengirimnya, bagaimana tidak? Ia melihat sendiri bagaimana cara Gadis itu menyelipkan surat itu di dalam lokernya.

Dan perasaan aneh yang sudah berhasil menjalar ke seluruh hatinya membuatnya cukup gila untuk balik menyelipkan sebuah surat ke dalam loker milik Gadis itu.

 

****

Pelajaran tengah berlangsung, Hyera menatap jam tangannya resah ini sudah jam pelajaran terakhir.Apa benar seseorang sedang menunggunya di halaman belakang? Atau ini hanya lelucon menyebalkan yang di buat para murid kurang kerjaan? Kedua pertanyaan itu terus berputar-putar di saraf otaknya.Akhirnya setelah mengambil waktu cukup lama untuk berfikir Hyera kemudian bediri dari tempat duduknya dan meminta izin pada Park Ssaem untuk ke toilet.

Pintu toilet sudah di depan mata tapi Hyera terus memacu langkah bahkan melewati toilet itu, tentu saja karna tujuannya bukanlah toilet sekolah tetapi halaman belakang sekolah. Tidak ingin memakan waktu terlalu lama Hyera mempercepat langkahnya takut jika akan di anggap membolos mata pelajaran.

Hyera telah tiba di sebuah hamparan rumput yang cukup luas dengan beberapa pohon rindang dan bangku yang menghiasi. Tapi tak ada seorangpun orang disini kecuali dirinya. Hyera tertawa renyah “Sialan!Aku di tipu” umpatnya kesal.

“Ckckck, kau liar sekali nona”

Merasa di tegur Hyera menoleh ke belakang dan tolong jangan bertanya mengapa tiba-tiba jantungnya kembali berdetak abnormal dan lidahnya kembali terasa kelu, Yunhyeong berada di hadapannya dengan senyum manis yang biasa ia tunjukan pada teman-temannya.

“A-apa yang kau lakukan di sini?”

Yunhyeong tersenyum kecil sebelum menjawab “Sama denganmu”.Hyera menjungkitkan alisnya sebelah tanda tak mengerti, sama denganya? Astaga jangan-jangan Yunhyeong berfikir kalau ia sedang membolos pelajaran. Sebelum asumsi konyol itu menjadi kenyataan dan merusak reputasinya di depan Yunhyeong Hyera dengan cepat mencegah “Aku tidak sedang bolos, jadi jangan salah faham”

“Benarkah?”

“Sungguh, aku tidak mungkin berani membolos pelajaran.Aku ini Jeong Hyera salah satu dari sekian banyak murid teladan di sekolah, jadi membolos bukanlah hal yang biasa ku konsumsi” mendengar sanggahan panjang Hyera membuat Yunhyeong lantas tertawa puas.

“Kenapa tertawa? Apa ada yang lucu”

“Kau yang lucu, memangnya aku bilang kalau kau membolos”

“Tadi kau bilang kau melakukan hal yang sama denganku jadi karna ini masih jam pelajaran dan aku berkeliaran di luar mungkin saja kau berfikir aku ini sedang bolos”

“Maksudmu aku sedang bolos sekarang”

“Bu-bukan begitu, aku hanya,,”

“Sudahlah jangan di bahas, aku memang melakukan hal yang sama denganmu. Tapi yang ku maksud bukan bolos”

“Lalu?”

“Biarkan aku bertanya, apa yang kau lakukan sekarang?”

“Menunggu seseorang yang,,” Hyera menggantung kalimatnya ragu sebelum kembali menyakinkan diri dan berkata “Yang memberiku surat cinta”

“Aku juga”

Hati Hyera mencelos seketika, jadi maksudnya ada Gadis lain yang memberikan surat cinta pada Yunhyeong. Sial! Harusnya ia tetap dikelas saja tadi jika tahu ia akan mendapatkan fakta menyakitkan seperti ini.

“Kenapa diam”

Hyera menatap paras Yunhyeong sekilas “Tidak apa, kau masih mau menunggunya disini?”

“Aku tidak perlu menunggunya lagi, ia sudah di sampingku sekarang”

Hyera kembali di buat terkejut, jangan bilang kalau Gadis yang di maksud Yunhyeong adalah dirinya, tapi bukannya surat darinya menghilang “Suratku, kau membacanya?”

Yunhyeong mengangguk semangat lalu mengeluarkan sebuah surat berwarna hijau yang sudah tak ber-amplop lagi dari sakunya membuat Hyera serta merta membelakkan mata.

“Aku sudah membacanya, bahkan kubalas”

Hyera kembali di buat terkejut, sepertinya Yunhyeong memang memiliki bakat untuk mengejutkan orang lain. “Surat di lokerku itu darimu?”

Alih-alih langsung menjawab Yunhyeong justru tersenyum senang terlebih dahulu “Kau baru menyadarinya”

“Tapi kenapa?”

Yunhyeong memutar bola matanya malas “Karna aku menyukaimu, nona Jeong”

Sepertinya Hyera sudah tidak peduli lagi jika ia akan di anggap membolos oleh Park ssaem karna kini semua saraf otaknya hanya terpusat pada Yunhyeong seorang , ya Pemuda yang sangat ia gilai baru saja berkata bahwa ia menyukainya, Pemuda tampan yang selalu berada dalam benaknya mungkin akan menjadi miliknya, Pemuda dengan nama lengkap Song Yunhyeong sepertinya akan resmi menjadi milik seorang Jeong Hyera.

 

FIN

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

14 thoughts on “[Season Of Love Project] Unspoken Love (Mail Massage)

  1. Wah hyera akhirnya cintanya terbalaskan , hyera udah pasra aja waktu tau hyunhyeong gak baca suratnya(menurut persepsi hyera) padahal hyunhyeong sudah tau isi suratnya . Dan dedek hyunhyeong nakal banget buat hyera jadi bingung hehehe.
    Good job authornim , keep writing 😀👍

    Like

      1. Aku juga masih anak sekolah baru mau lulus SMP. Forever young kan baru mau 15 tahun:’) jangan panggil kakak berasa tua/?

        Iya masih ada yg harus di perbaiki, sayang:) kayak kata2

        “Apa itu surat cinta?”(pake spasi dan hurufnya kecil) tanya Hyera penasaran

        “Hmm,,begitulah,”(setelah beres kalimat di pakaikan tanda baca)

        Jd setiap selesai kalimat harus ada tanda baca setidaknya koma(,) atau titik (.) Dan setelah kalimat misalnya “apa?” tanyaku. Setelah tanda kutip (“) dispasi dan ditulis pake huruf kecil, sayang 🙂

        Sejauh ini baguskokkk aku hanya berbagi ilmu aja ya bukan menggurui. Pasti tulisan kamu jauh lebih bagus di kemudian hari ❤

        Oh ya dear, last jangan lupa mampir ke ff ku ya yg ikutan season of love juga https://mnjfanfiction.wordpress.com/2016/02/14/season-of-love-project-just-say-goodbye/

        Like

  2. What a nice story! Hahahaha. Jadi nostalgia sama ff pertamaku dan masa2 SMA dlu hehehe. Polos, lucu dan khas banget hehe. Uda lama ga baca cerita2 lugu gini. Anyway maaf banget buat komen yg telat ini, ditunggu bgt ff lainnya 😉 Sora’s here dan salam kenal 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s