February Project · FF Project · Genre · Length · PG -15 · Rating · Romance · sad · School Life · Vignette

[Season Of Love Project] Hadiah Terbaik


Hadiah Terbaik

.

.

Written by D.O.ssy

.

.

Unspoken Confession

.

Cast: Jung Jaehyun (NCT) & Yoon Hyunji (OC) | Genre: Sad Romance, School Life | Lenght: Vignette | Rating: PG-15

Disclaimer: I own the story, but not the casts. Please don’t copy paste it without my permission.

Poster by JH’s

.

.

“Matamu indah sekali, Ji. Sebiru langit, sedalam lautan, seindah rembulan.”

.

.

Jaehyun mengayunkan tungkainya santai sembari meregangkan sedikit otot-otot tangannya. Sekolah masih cukup sepi kala ia menapakkan kaki di sana. Seperti biasa, lelaki yang hari ini genap menginjak usia tujuh belas tahun itu selalu datang paling awal, pukul tujuh pagi, padahal kelas baru dimulai satu jam lagi.

 

Jaehyun memutar deret angka pada gembok lokernya dan ….

 

Cklekk

 

Kemudian, kedua sudut bibirnya terangkat. Kotak kado berwarna merah terang tersimpan rapi di dalam, seperti hari kemarin, dua minggu yang lalu, dan sebulan yang lalu. Sudah empat kali hadiah berbingkai serupa ia temukan di lokernya. Jaehyun memang punya banyak penggemar omong-omong, namun baru kali ini ia dapatkan seorang fans yang menaruh bingkisannya lewat loker―karena biasanya mereka akan memberikannya secara langsung. Yang membuat Jaehyun heran, kenapa si ‘pengagum rahasia’ itu bisa sampai tahu kode gembok loker miliknya? Apa ia sasaeng fans? Ah, meski demikian, toh nyatanya laki-laki itu tidak berniat mengganti sandinya.

 

Selembar kertas berwarna senada jatuh ke lantai bersamaan dengan kado yang Jaehyun angkat. Justru inilah yang ia tunggu-tunggu, surat dari si secret admirer!

.

*

.

Dear, Jung Jaehyun.

 

Aku adalah orang yang sama yang menghadiahi kue cokelat buatanku sendiri khusus untukmu sebulan yang lalu, yang menghadiahi syal yang kurajut susah payah untukmu dua minggu yang lalu, yang menghadiahi boneka berbentuk hati untukmu kemarin. Betapa bodohnya aku, seharusnya aku memberimu hadiah yang kau inginkan atau kau butuhkan. Kendati akhirnya semua benda itu kau serahkan pada orang lain, sebab kau tidak suka makanan manis dan alergi bulu, tapi aku tetap senang. Mengetahui bahwasanya kau menyadari keberadaan kadoku dalam lokermu, aku betul-betul girang. Yah, setidaknya pemberianku itu tidak bernasib sama seperti diriku yang tak pernah sedikit pun kau pedulikan eksistensinya. Terlebih ketika kau malah memilih untuk membaca habis surat yang kuselipkan bersama hadiahku dibandingkan surat-surat lainnya dari lusinan penggemarmu, sungguh aku bahagia sampai ingin menangis rasanya. Saat itu, aku mengintip di balik jajaran loker untuk melihatmu tersenyum sendiri membaca tulisanku. Kau tahu bagaimana perasaanku? Justru akulah yang dibuat jatuh cinta berkali-kali oleh senyum manismu.

 

Dan kuharap kau tidak muntah membanca surat terakhirku ini.

 

Mungkin bagimu, aku hanyalah gadis biasa yang kutu buku, lugu, pendiam, berkacamata tebal dan tidak menarik sama sekali. Umpama batu usang yang disandingkan dengan sebongkah berlian. Tetapi bagiku, betapa berharganya presensimu di hidupku, Jung Jaehyun, membuatku berusaha keras untuk tetap bernapas, melawan kuat-kuat takdir yang telah digariskan untukku. Walau kutahu ‘waktu’ tak akan pernah bersahabat denganku―ia akan tetap hadir menjemputku. Setidaknya dengan memandang paras rupawanmu, mendengar suaramu dan mengingat senyummu, membangkitkan asa dalam hatiku bahwa aku harus tetap hidup demi melihatmu.

 

Mungkin kau tak tahu betapa bahagianya aku ketika vokal lembutmu mengutarakan kata terindah yang pernah ditangkap indera pendengarku. Kau yang pertama melakukannya. Meski kusadari kau hanya bercanda, namun dampak yang kau hasilkan begitu luar biasa, membuatku berpikir dunia tak seburuk yang kukira.

 

Adalah satu kesalahan terbesarku karena tak memiliki secuil pun keberanian ‘tuk ungkapkan rasa terpendam ini padamu, Jung Jaehyun. Jadi aku ingin kau mengerti dengan adanya pemberian kecil ini.

 

Andai saja aku mampu memanipulasi masa, aku tidak akan pernah takut lagi untuk menembus tabir yang membentang terlampau jauh di antara kita, kendati pada akhirnya kau bahkan tak sanggup kuraih juga dengan kedua tangan rapuhku sekalipun aku telah berlari kencang, tetap aku berjanji tak akan menyerah.

 

Akan tetapi takdir bukanlah sesuatu yang bisa diubah semau kita, ‘kan? Waktuku sudah teramat tipis bahkan ‘tuk bertemu denganmu hari ini saja. Untuk terakhir kalinya.

 

Sekali lagi, andai aku dianugerahkan tambahan waktu barang satu menit saja, akan kuberikan kado ini langsung padamu, tidak lagi lewat lokermu, dan tidak melalui kurir barang layaknya hari ini. Namun, apa mau dikata ….

 

Aku tahu, Tuhan pasti telah merangkai sesuatu yang jauh lebih manis untukku di balik kuasa-Nya. Maka dari itu, sebelum aku benar-benar pergi menghadap Sang Adikara, kuharap kau paham betapa inginnya kukabulkan apa yang kau pernah ucapkan padaku tempo hari. Pun sebegitu besarnya perasaanku terhadapmu yang tak terjabarkan oleh untaian kata.

 

Mungkin hadiah ini adalah yang terakhir dariku di hari ulangtahunmu sekaligus hari valentine ini. Mudah-mudahan kau tidak akan pernah lupa.

 

Hiduplah dengan baik, Jung Jaehyun. Aku mencintaimu, lebih dari itu. Semoga Tuhan mempertemukan kita lagi di dimensi ruang maupun waktu yang berbeda.

 

 

Penggemar rahasiamu.

.

*

.

Alis Jaehyun mengernyit bingung. Beberapa saat ia disibukkan dengan sekelumit pikiran mengenai siapa gadis kutu buku, pendiam dan berkacamata tebal yang pernah laki-laki itu ucapkan kata-kata manis padanya? Ayolah, meski cukup populer, Jaehyun bukan lelaki yang suka menggoda gadis-gadis! Oleh karenanya Jaehyun tak kunjung temukan jawabannya.

 

DEG

 

Seluruh persendian Jaehyun mendadak kaku kala ia buka kado berwarna merah terang dari si gadis misterius. Tangannya bergetar amat hebat hingga nyaris menjatuhkan kotak berisikan sesuatu yang ‘istimewa’ itu.

 

Jaehyun menutup mulutnya dengan sebelah tangan ketika kepalanya tiba-tiba dihujani dengan rentetan-rentetan peristiwa di masa lalu. Sepasang benda dalam kotak kado berwarna merah itu seolah membawa kembali memoar beberapa tempo silam, pun satu nama yang mengiringinya.

 

“Yoon Hyunji?”

.

***

.

“Ji, aku tak menyangka matamu ternyata indah sekali,” ungkap Jaehyun, berusaha mematri senyum terbaiknya. Kelas mereka cukup sepi pada jam istirahat ini, sehingga tak perlulah Jaehyun merasa khawatir ada yang menghampiri. Terkecuali lima orang siswa yang duduk bergerombol di deretan kursi paling depan.

 

“Ng, mataku?” Si gadis bertanya, agaknya ragu akan pernyataan Jaehyun barusan.

 

Lelaki itu mengangguk, walau sebenarnya geram. Ia lepas kacamata Hyunji pelan sembari berucap, “sebiru langit yang terpandang, sedalam lautan yang membentang, seindah rembulan yang terangi gulitanya malam.”

 

Oh, Jaehyun tidak punya ide lagi tentang se-cheesy apa kalimat yang ia tadi katakan. Pasti sangat konyol dan menjijikkan, terbukti dari suara cekikikan tertahan dari kelima orang temannya di bangku depan. Tahu begini, Jaehyun semestinya memilih truth dibandingkan dare.

 

“B-benarkah?”

 

“Ya, tentu saja.” Jaehyun sempatkan untuk melempar tatapan nyalang pada Ten dan kawan-kawan yang masih mengoloknya tak berperasaan dengan memeletkan lidah dan memegangi perut, membentuk ekspresi mual hendak muntah. Sial!

 

“Andai aku bisa terus melihat matamu seperti ini,” lanjut Jaehyun semakin tak ikhlas.

 

“T-Terima kasih, Jae.” Dan Hyunji pun akhirnya menunduk malu.

 

Satu kesalahan besar yang juga Jaehyun lakukan, yaitu tidak menyadari perasaan sang gadis sejak awal.

.

END

.

.

  • Fanfic ini dibuat untuk memeriahkan hari valentine yang bertepatan dengan hari ulangtahun dedek emesh satu ini, Jung Jaehyun. /Noona tunggu debutmu, nak. Kkkk~/
  • Maaf kalau fanfic ini alay, mainstream, bahasanya amburadul, dan segala kekurangan lainnya.
  • Terimakasih buat yang sudah baca, mohon di-review.
  • Ada yang bisa nebak isi hadiahnya apa? Gampang banget ‘kan, ya? Heuheu XD
  • Salam hangat dari O.ssy

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

Advertisements

14 thoughts on “[Season Of Love Project] Hadiah Terbaik

  1. Omo? Seolma? Aaaahhh authornya bikin penasaran! Di kepalaku udah terselip sesuatu hal yg mengerikan lho. Hikshikshikshiks

    Ya Tuhan semoga saja dugaanku salah, si cwek gk bakal se-ekstream itu kn meski udh meninggal? /baper akut/

    Liked by 1 person

      1. “Andai aku bisa terus melihat matamu seperti ini,” lanjut Jaehyun semakin tak ikhlas.

        Dan alinea 3 terakhir pada surat si cwek, yg ngungkapin pengen ngabulin permintaan Jaehyun.

        Ngebayangin part2 itu bikin ngeri sumpah. /pdhl blm tente bner juga tebakanku/

        Like

  2. Apa dia meninggalkan dunia ini?
    Aduh dedek jaehyun kenapa lemot sih dan kok bisa ngelupain hyunji 😢.
    Jalan cerita dengan temanya udah sesuai , ini bagus karena kayak tekateki hyunji meninggal ? Atau apa?.
    Good job authornim , keep writing 😁👍

    Liked by 1 person

    1. iyaaa… Hyunji meninggal karena penyakit… tapi Jaehyun pernah bilang kalau dia pengen terus ngeliat mata si ceweknya. makanya dia kasihin matanya buat jaehyun, karena hidup dia gak akan lama lagi. tapi sebenarnya jaehyun tuh cuma main ToD waktu bilang mata hyunji cantik. hehehe
      makasih ya udah review 🙂

      Like

  3. Jaehyun keterlaluan banget-_- haha sebenernya bukan salah Jaehyun. Hanya saja sebuah kalimat bisa menciptkan sejuta persepsi. Ga ngira aja Hyunji bakal bener2 percaya dengan apa yg dikatakan Jaehyun hingga dia bener2 menyukai Jaehyun dan juga…matanya. Nyesek serius. Apalagi saat Jaehyun menyesal saat ingat apa yang telah dia katakan saat ToD. Anyway what a nice story. Sora is here, salam kenal 🙂

    Liked by 1 person

    1. sebenernya sih yang jahat bukan jaehyunnya. dianya cuma gak peka. yang jahat itu ten dkk karena nyuruh ngegombal di depan si ceweknya. ihikkk…
      salam kenal jg soraaaa 😀
      makasih banget yaa udah mampir di ff seadanya ini ❤

      Like

  4. bhaaaaak, kalimat2nya ga kebayang kalo diucapin di dunia nyata wkwkwkwk feelz T^T
    Tadi aku mau nebak ‘kacamata’ tapi yekali Jaehyun sampe gemeteran, seketika kemudian yg lebih ekstrem itu dia ngasih ‘mata’ ga pake kaca, heunggg o.o jadi nge-thrill o.o
    nice shot, keep writing :’3

    Like

    1. halooo riseuki (eh aku panggilnya riseuki aja ya?)
      iyaaa aduhhh… maafin alay banget ya kata2nya? ihikkk…
      iya bener, si ceweknya ngasih matanyaa 🙂
      makasih banget ya udah mampirrr ❤

      Like

  5. annyeong author nim
    maaf ya baru bisa ngasih komentar >< telat banget
    aku suka jalan cerita ffnya XD suka suka suka bangt meski tema agak mainstream ttg secret admire tp ini agak berbeda, kenapa? karena di situ si secret admirenya mengirimkan surat terakhir buat pujaan hatinya, gegara hidupnya gak lama lagi. sedih .
    dan bagian yg plng aku suka itu yg terakhir , si cwok pura2 ngegombal ke cweknya gegara main truth or dare u.u itu keren kkk kalau bisa di buat agak panjang lagi mungkin bakalan bagus hahah
    yang paling greget ya itu yg bagian paling akhir hahah XD
    okeh itu saja, keep writing dan jangan bosen ngirimin ff di wp kami XD
    ppyonggggg~~~

    Like

  6. Annyeong author-nim!! Salam kenal dengan SandraChoii disini.. sebelumnya maaf aku komen pake acc wp ini karena ini satu-satunya acc wp yang aku punya dan aku gak punya acc wp pribadi(?) *Curhat hahaha
    Jadi ini ceweknya sudah meninggal?? serius merinding bacanya dan aku gak nyangka apa hadianya itu >< hahaha aku suka ending ceritanya, gak ketebak juga waktu Jaehyun cuma sekedar main ToD..
    Greatjob author-nim!! ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s