February Project · FF Project · Ficlet · Friendship · PG -13 · Slice of Life

[Season Of Love Project] White Envelope


WE

Author : qL^^ (mystorymyfictionworld.wp.com) /Title : White Envelope/ Tema : Unforgiven Mistake/Casts : ZE:A’s Kim Dongjun; Park Hyeki (OC), ZE:A’s Park Hyunsik (mentioned), Actress Im Jiyeon (mentioned)/Genre :Friendship, Slice of Life/Lenght :Ficlet/Rating :PG-13 for adult affair

Disclaimer :This is work of fan fiction. All mentioned artists belonged to themselves and agencies. No profit is intended. Please, do not copy paste!

White Envelope

He is also… unforgivable.

Suasana di dalam Uzie cukup tenang untuk ukuran sebuah bar dan klub malam. Alih-alih musik berdentum-dentum keras yang biasa diputarkan pada akhir minggu untuk berdansa, malam ini Uzie memutarkan musik jazz lembut yang menambah suasana muram dan menyedihkan. Wajar saja, hari ini hari kamis. Masih hari kerja dan Kim Dongjun adalah salah satu dari sedikit pengunjung Uzie malam itu.

Dongjun sudah tidak menghitung berapa gelas Vodka yang sudah diteguknya malam itu sejak pulang kantor. Otaknya terasa tidak berfungsi dengan benar seolah organ dan sarafnya sedang berada dalam sistem koordinasi berbeda. Alkohol seolah tidak memberi pengaruh apa pun untuk menumpulkan kerja otaknya yang berpacu cepat dan masih bisa berpikir jernih. Ia sedang resah, menunggu kabar dari seseorang. Dan seseorang itu akhirnya muncul setelah bartender menambah satu gelas Vodka lagi untuk Dongjun.

Park Hyeki tiba di Uzie.

Raut wajah Hyeki tidak seramah biasanya. Bibirnya terkatup rapat, rahangnya mengeras dan matanya menatap Dongjun dingin. Tangan kanan Hyeki menghentak meja dengan keras sampai gelas Vodka Dongjun bergetar sedikit. Ia tidak pernah tahu Hyeki ternyata sekuat itu. Di bawah telapak tangan Hyeki, sebuah amplop putih mengintip.

Jantung Dongjun mencelos.

Reaksi Hyeki sudah cukup untuk memberitahunya apa isi amplop itu.

“Jelaskan apa maksudnya ini, Kim Dongjun?!” Hyeki bertanya, nadanya naik beberapa oktaf menunjukkan seberapa besar amarahnya pada Dongjun.

“Kau yang dokter, Park Hyeki,” jawab Dongjun pelan. “Kau tahu benar apa pun artinya hasil yang tertulis dalam amplop itu.”

Hyeki menganga, menatap Dongjun tak percaya.

Dalam keadaan biasa, Kim Dongjun akan menyembah-nyembah dan memohon sampai berlutut untuk meminta maaf. Hyeki jarang sekali marah dan bisa jadi sangat mengerikan ketika marah. Dongjun akan seperti hidup di neraka bila harus menghadapi Hyeki yang sedang marah. Tapi ini situasi yang tidak biasa. Apa yang tertulis di amplop itu tidak akan berubah meskipun Dongjun menangis darah mengakui kesalahannya.

“Kau gila!” Hyeki menyumpahi dirinya.

Nah, Dongjun sudah tahu itu, jadi ucapan Hyeki barusan sama sekali tidak mengejutkannya.

Hyeki akhirnya duduk di sebelah Dongjun. Ia terlihat lelah setelah mengeluarkan banyak tenaga untuk marah-marah pada Dongjun. Hyeki bahkan merebut gelas Vodka Dongjun dan meneguk setengah isinya tanpa meminta izin.

“Hei, hei,” tegur Dongjun, menjauhkan gelas Vodka dari jangkauan Hyeki. “Kau boleh marah padaku, Hyeki-ya, tapi tidak perlu sampai minum juga. Memangnya besok kau tidak praktek?” ia bertanya khawatir.

Tapi gadis itu malah mendelik menatapnya.

“Bagaimana bisa?” Hyeki bertanya.

Dongjun tidak menjawab pertanyaan itu. Ia tidak tahu jawaban seperti apa yang diinginkan Hyeki. Apakah Hyeki bertanya bagaimana bisa sesuatu terjadi sehingga membuahkan hasil seperti yang tersebut dalam isi amplop putih itu? Hyeki seorang dokter. Lebih tepatnya seorang Obgyn* pula. Gadis itu harusnya lebih paham daripada Dongjun mengenai jawaban pertanyaan itu.

Ataukah Hyeki bertanya bagaimana bisa Dongjun melakukan hal yang membuahkan hasil seperti yang tersebut dalam isi amplop putih itu? Ah, bahkan ia sendiri tak mengerti bagaimana mungkin ia melakukannya. Ia pecundang tanpa alasan. Ia hadir di waktu yang tidak tepat dalam kondisi yang tidak tepat pula di saat pernikahan Hyunsik dan Jiyeon yang baru seumur jagung goyah.

“Apakah ada yang tahu tentang hal ini?” Hyeki bertanya lagi, lebih mendesak Dongjun kali ini. “Apakah ZE:A tahu? Apakah Hyunsik oppa tahu? Apakah Jiyeon eonnie tahu?”

Pertanyaan yang terakhir seperti menusuk ulu hati Dongjun, jadi ia hanya terdiam dan meneguk Vodkanya lagi sampai habis.

Hyeki menghela nafas, kentara sekali tak puas dengan hasil interogasinya pada Dongjun.

“Jadi, aku satu-satunya yang tahu,” gadis itu akhirnya menyimpulkan dengan berat hati.

“Yah, selain Tuhan dan siapa pun yang tidak sengaja mendengar percakapan kita malam ini,” Dongjun menjawab, berusaha menyelipkan humor yang malah ditanggapi Hyeki dengan dengusan bengis. “Tidak ada orang yang kupercayai di ZE:A untuk melakukan tes itu selain dirimu, Hyeki-ya. Kau harusnya tahu itu.”

Meski Dongjun sudah bergabung dengan ZE:A, geng sekolahnya sejak masuk sekolah menengah sepuluh tahun yang lalu. Meski Park Hyeki adalah adik Park Hyunsik dan adik ipar Im Jiyeon. Tidak ada pilihan lain yang bisa dipercaya Dongjun, selain Hyeki.

Dan Hyeki jelas sama sekali tidak senang diberi kepercayaan itu oleh Dongjun.

“Kau melihatnya di rumah sakit?” Dongjun bertanya saat bartender selesai mengisi gelasnya kembali.

Hyeki mengangguk.

“Bagaimana rupanya?” tanya Dongjun lagi.

“Ia lucu dan sehat,” Hyeki menjawab singkat.

“Bagaimana caranya kau bisa mendapatkan sampelnya?”

“Mudah. Swab saliva.”

Dongjun tersenyum tipis mendengar jawaban singkat gadis itu. “Terima kasih sudah melakukannya, Hyeki-ya. Oppa berhutang budi padamu,” ia berkata pelan.

“Saat oppa memintaku untuk melakukan tes itu, kupikir ada sesuatu yang aneh tentang Jiyeon eonni. Aku sama sekali tidak menyangka hasilnya akan seperti ini, oppa,” geram Hyeki mengenggam amplop putih itu sampai kusut. Air mata Hyeki mulai merebak. Ia menatap Dongjun dengan ekspresi yang berubah-ubah: marah, kecewa, tak percaya, jijik, kasihan, kemudian kembali marah. “Ucapan terima kasih oppa sama sekali tidak ada artinya dengan hasil ini!”

“Hyeki-ya….”

“Biarpun aku sahabat oppa, tapi aku tetap adik kandung Hyunsik oppa! Aku tidak bisa memaafkan oppa…” Hyeki menggelengkan kepala dengan kecewa.

“Aku akan membereskan masalah ini, Hyeki-ya,” janji Dongjun.

Tapi Hyeki hanya tertawa mengejek. “Kuharap begitu. Karena kalau tidak, aku tidak akan pernah menatap bayi itu sama seperti sebelum aku tahu. Ia begitu lucu dan tanpa dosa, tapi aku akan selalu jijik setiap melihatnya.”

Hyeki tidak pernah bicara sekasar itu pada Dongjun dan kali ini ucapan Hyeki membuat Dongjun terkejut.

“Ia cuma anak kecil, Hyeki-ya,” Dongjun memperingatkan, tapi ia tahu Hyeki terlalu marah untuk mendengarkan.

Gadis itu bangkit dari kursinya, kemudian berjalan pergi. Ia berhenti sejenak, kemudian menoleh pada Dongjun. “Oh ya, aku hampir saja lupa. Selamat ulang tahun, Dongjun oppa. Kuharap isi amplop itu adalah hadiah yang kau tunggu-tunngu. Selamat menjadi seorang ayah.”

Hyeki tidak mengatakannya dengan nada lembut seperti biasa, namun dengan nada sinis yang mau tak mau membuat Dongjun merasa sedih. Lalu kemudian gadis itu berbalik, melanjutkan langkahnya, dan meninggalkan Uzie tanpa berkata apa pun lagi.

Perlahan, Dongjun meraih amplop putih yang kini kusut karena digenggam Hyeki sampai remuk tadi. Meski ia sudah tahu isinya, ia tetap tidak bisa menahan diri untuk membaca langsung apa yang tertulis di sana. Angka sembilan puluh sembilan koma sembilan persen tercetak di sebelah kata identik dalam lembar hasil tes DNA yang susah payah dilakukan Hyeki tersebut. Namanya dan nama si bayi tercantum di kolom teratas.

Gelas Vodka di tangan Dongjun remuk seiring dengan fakta itu menghantamnya. Bartender terpekik kaget saat melihat darah mengalir dari telapak tangannya, sedangkan ia sendiri sama sekali tidak peduli. Dongjun menatap darah itu dengan intens. Darah yang mengandung DNA yang sama yang mengalir dalam tubuh bayi yang dilahirkan Jiyeon, istri sahabatnya Park Hyunsik. Bayi yang tak berdosa itu ikut menanggung kesalahannya.

Sial.

Dongjun knows, in relationship, being unfaithful is unforgiven mistake.

So, like Hyeki said, he is also unforgivable.

-Fin.-

© 2016 qL^^

.

.

.

*Obgyn : Singkatan dari Obstetrics dan gynaecology. Salah satu cabang spesialisasi ilmu kedokteran yang mempelajari kesehatan reproduksi wanita dan manajem kehamilan.

Advertisements

20 thoughts on “[Season Of Love Project] White Envelope

  1. dongjun aku berkesan bajingn banget disini T^T
    first, tadi aku pikir dongjun sakit parah gitu, tapi kemudian kok dia bisa minum2 ?
    pas hyeki dateng aku pikir itu surat pengunduran diri gitu,
    eh pas ‘pernikahan hs dan jy yg baru seumur jagung’ baru ngeh ‘kayaknya anak jy anak dongjun nih’ nah iyak DNA ckckxkxk
    dapet bgt ‘adult affair’ nya. HBD deh jun-a, selamat jadi ayah! *sadar ini cuma fiksi, dongjun masih kecil (?) wkkwkwk*
    keep writing qL~~

    Liked by 1 person

    1. kamu biasnya Dongjun ya? wkwk, I’m sorry to make his character like this. iya, dia bajingan emang, tapi dia sadar itu kok, makanya dia terima2 aja dimarah-marahin sama Hyeki. And, he is 92-Line or 24 y.o, that hardly count as ‘anak kecil’ wkwkwk
      thanks for reading 🙂

      Like

      1. Dulu sih iya, kemudian siwan datang, kemudian hyungsik mengusik kemudian leader-nim muncul kemudian kwanghee bilang ‘udah gausah ngebias siapa2 di ze:a’ so basically I love them equally wkwk
        nope, as long the character really get in to it i like it kok xD

        Liked by 1 person

  2. Ahhhh siallll , aku baru baca ff model gini xD
    Ceritanya sesuatu kkk g pernah kepikiran cerita model kayak gini. Aku g kebayang isi amplopnya bakalan hasil DNA . Astagaaa g bisa ngomong lagi XD good job author nim
    Keep writing ~~

    Liked by 1 person

  3. Wae wae… dongjun oppa ngelakuin itu sama jiyeon .
    Aku pengen nampar dongjun oppa rasanya , kenapa dia gak jantan banget sih.
    Ceritanya sederhana cuman bikin deg degan dan menerka-nerka apa yang sedang hyeki bicarakan dengan dongjun.
    Suka suka sama jalan ceritanya
    Good job thor ^^

    Liked by 1 person

  4. Halo! Senang deh bisa berpartisipasi di Project MNJFanfiction untuk Season of Love. Aku Qiqi, 93Line, salam kenal! Ini tulisan perdanaku dengan casts Dongjun ZE:A, dikirimnya mepet pula dengan deadline (maaf ya admin #sad). Semoga kalian suka yaa 🙂

    Like

  5. great fanfiction! feelnya dapet banget meski bukan oneshot atau sejenisnya.

    authornya mahir banget nih bikin hurt yg beginian. kasihan hyunshiknya dong adeuh…

    tapi tapi tapi… malah bikin aku penasaran loh kelanjutan kisahnya. gimana reaksi hyunshik kalau tau…

    Liked by 1 person

    1. duuuh ini cuma one-time-event-ff jadi ga bakal dibikin kelanjutan ceritanya. silahkan mungkin dilanjutkan kalau mau, nnti aku baca hehe 🙂
      makasih udah baca yaa

      Like

  6. What the– jahat banget dongjun :’) heheh well what a simple story but ngena banget. Aku suka disini ga sepanjang yg aku pikirkan tapi inti storynya dapet banget. Aku suka aku suka 😀 jadi ga sabar baca ff kamu yang lainnya. Anyway sora imnida, salam kenal 😀

    Like

  7. Annyeong Author nim!! Salam kenal dengan SandraChoii disini ^^
    Jujur kalau diminta komentar tentang bahasa aku tidak seberapa bisa karena aku sendiri tidak terlalu memahami bahasa penulisan dengan baik, tapi kalau dari jalan cerita, sungguh gak ketebak, serius suka dengan model cerita kayak gini, gak tau kenapa karena ceritanya gak mainstream, jauh dari kata biasa saja karena gak ketebak kalau isi amplopnya hasil tes DNA
    Dongjun-ah… apa yang dia lakukan? Aku suka ada fanfiction dengan cast member ZEA disini, terutama Dongjun, dan sedikit curcol karena biasku Siwan hahaha
    Keep writing ya author nim ^^

    Like

    1. Halo admin MNJFF. Seneng bisa berpartisipasi disini hehe. Sejujurnya ini juga pertama kali aku nulis dengan alur tebak-tebakan kayak gini dan menurutku karakternya pas aja dengan Dongjun yg looks so perfect outside tp pnya sisi temperamen dan spontan inside.
      Makasih semangatnya yaa! kalau ada event lagi jangan lupa ajak2 aku yaa hehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s