Family · February Project · FF Project · G · Genre · Length · Rating · Slice of Life · Vignette

[Season Of Love Project] Forever a Kid


riseuki_feb project

Author: riseuki

Title: forever a kid

Tema: Never Ending Love

Main Cast: Block B’s P.O

Genre: Love | Family | Slice of Life

Lenght: Vignette

Rating: G

Disclaimer:

They belong to them self and anything related.

But the plot, the story and the love are mine wk

.

.

.

Happy reading

.

.

“When you ask whether you’ve been good enough or what,

you already be one”

.

.

.

“Apa aku harus membelikannya bunga? Lalu bunga apa yang bagus? Harus berapa banyak? Satu buket atau aku kirim saja satu truk?”, Pyo Jihoon berkemam sendirian di depan kaca ruang tamu dorm yang sudah ditinggalinya selama beberapa tahun itu. Dia sedang merasa benar-benar bingung. Dia ingin menjadi lelaki terbaik yang memberikan kejutan-kejutan istimewa terhadap wanita yang sangat dicintainya ini. Dan, nanti malam mereka akhirnya akan bertemu, setelah Jihoon akhirnya mendapat jatah libur dan bisa pergi dari dorm selama beberapa hari. “Menurut hyung, bagaimana?”

Kepala Jihoon melongok ke sofa yang sedang dipakai berbaring oleh Jaehyo, member Block-B yang paling bisa di andalkan dalam urusan perempuan. Begitu menurut Jihoon. “Ya! kau bertanya atau mau mengejekku karena tidak punya teman kencan di bulan penuh cinta ini, huh?”, yang ditanyai sepertinya agak sensi. “Tanya saja pada U-Kwon, dia pasti sudah punya banyak rencana dengan pacarnya yang model itu”.

Jihoon mendengus keras mendengar jawaban dari face of the group-nya itu, membuatnya memperoleh tatapan tajam dari manik kecokelatan milik Jaehyo yang segera ditinggalkannya melenggang ke kamar U-Kwon, yang pintunya terus tertutup sejak pagi. “Hyung, aku butuh saran untuk kencanku nanti malam”, cerocos Jihoon begitu membuka pintu, tetapi tepat saat itu juga dia melihat U-Kwon telah rapi dan dalam posisi untuk membuka pintu. “Maaf maknae-ya, aku sudah akan kencan jadi tidak bisa memberimu saran. Aku buru-buru, jadi aku duluan ya!”, jawab lelaki berambut pirang itu sembari meraup kunci mobilnya dari atas nakas di samping tempat Jihoon berdiri. Lalu melambaikan tangan pada Jaehyo yang masih saja berbaring. Benar-benar tidak ada waktu untuk memusingkan apa yang dipusingkan Pyo Jihoon.

Jihoon lagi-lagi mendengus keras. Dia segera mendudukkan diri di ranjang milik U-Kwon yang kosong. Mengeluarkan ponselnya dan hendak mendial sebuah nomor. Tapi pada akhirnya diurungkan. Namanya bukan kejutan dong kalau dia bertanya apa yang diinginkan oleh pihak yang ingin dikejutkan!

Tapi bukan Pyo Jihoon namanya jika tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Bersyukurlah dia untuk siapa pun itu yang sudah menciptakan dan mengembangkan google.

Jarinya kini sibuk di layar ponsel. Rencananya untuk nanti malam pasti hebat! Harus hebat! Karena kencan dengan wanita yang sudah dicintainya hampir seumur hidup itu bukanlah hal yang main-main.

.

.

Mwo? Kenapa ke pantai?”

“…”

“Tapi kita kemarin kan sudah merencanakan untuk makan malam di rooftop hotel X”

“…”

Arrassoyo! Terserah kau saja wanita tercantikku, aku akan pergi kemana pun kau minta”

“…”

Aniyo! Aku kan memang selalu bicara begini, bukannya menggombal”

“…”

“Tapi aku tetap Pyo Jihoon yang paling tampan, ‘kan?”

“…”

Dan sambungan telepon itu terputus. Begitu pula dengan tawa Jihoon yang tadinya menggema setelah ucapan terakhir yang dia perdengarkan di sambungan, gagal sudah rencananya. Gagal sudah apa-apa saja yang sudah ia persiapkan di untuk di antar ke rooftop hotel X untuk kejutan nanti malam.

Tapi, lagi-lagi Pyo Jihoon akan berterimakasih pada kecanggihan jaman dan koneksi internet di Korea Selatan, karena hal-hal yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin.

Jemari Jihoon segera kembali sibuk di layar ponsel. Kejutannya tidak akan gagal. Dia hanya perlu memindahkan lokasi pengiriman. Ke pantai? Tentu saja jasa pengiriman bisa mengirimkan apa pun kemana saja, bahkan jika Jihoon bilang untuk mengirimkan apa yang dia inginkan ke dalam gua di sebuah gunung. Benar deh, terimakasih untuk siapa pun yang sudah menemukan GPS.

.

.

“WOAAAAHHH, BADAAAAA-DAAAA”, teriak Jihoon begitu kakinya menyentuh pasir dan netranya menangkap gambaran air laut yang menerjang-nerjang pantai sejauh mata memandang. Segera saja ia berlari dan melompat-lompat kegirangan layaknya anak kecil yang baru saja melihat pantai. Tapi sebenarnya, kau akan selalu jadi anak kecil jika melihat pantai, rasanya begitu kagum dan bahagia melihat keindahan alam yang tak juga ada habisnya. Apalagi jika terus-terusan tinggal di Seoul seperti Jihoon.

Wanita teman kencannya, yang kebetulan juga sudah hadir di lokasi hanya mengamati tingkah kekanakan Jihoon sambil tertawa-tawa. Rupanya cucu lelakinya itu masih saja sama, masih saja manja, masih saja anak lelaki yang dikenalnya, walau entah sudah berapa puluh tahun dia mengenal lelaki itu, dari Jihoon masih dalam timangan, ketika Jihoon belajar berjalan, hingga kini dia sudah digolongkan ke dalam kelompok dewasa, tapi tetap saja Pyo Jihoon itu cucu lelaki yang selalu dikenalnya.

Halmeoni, kemarilah! Kau setidaknya harus mencelupkan kakimu ke air jika sudah datang ke pantai”, Jihoon segera menuju teman kencan wanitanya itu dan menarik tangannya, mengajaknya untuk bersama-sama merasakan dinginnya air laut di sore hari seperti sekarang ini.

Mereka tertawa-tawa. Mereka masih bercanda. Mereka merasa benar-benar bahagia.

“Hahahahahaha… haha.. ha”, tawa Jihoon memudar menjadi sebuah senyuman lebar, dia merebahkan tubuhnya di pasir yang kering, lelah setelah berlarian mengejar dan terkejar ombak. Di sebelahnya, wanita yang mengusulkan tempat ini sebagai pengganti lokasi makan malam mereka duduk dengan anggun. Jihoon memang memanggilnya halmeoni karena dia memang neneknya, tapi jangan salah. Halmeoninya bukanlah perempuan renta, sehingga biar pun umurnya sudah tua, nenek Jihoon tetap saja terlihat bugar dan awet muda. Mungkin efek ikut kelas yoga semenjak muda.

“Kenapa halmeoni tiba-tiba mengusulkan untuk ke pantai? Padahal kan aku sudah menyiapkan banyak hal di rooftop hotel X”, Jihoon membuka percakapan, sementara di hadapannya matahari hampir saja tenggelam ke dalam lautan. Warna jingga yang sungguh apik menyelimuti sekitar.

Belum juga neneknya sempat menjawab, dua buah truk bak tertutup mendekati mereka. Ternyata itu adalah delivery yang dipesan Jihoon. Tapi, sepertinya dia hanya memesan satu, lalu yang satunya?

Gomabseumnida”, ujar nenek Jihoon setelah menandatangani tanda terima yang disodorkan padanya.

Halmeoni memesan delivery?”

Kau sepertinya juga memesan satu”, jawab nenek Jihoon.

Jihoon meletakkan kedua tangannya di pinggang, “Apa isinya?”

Tapi nenek Jihoon bergeming dan malah ikut-ikutan meletakkan tangannya di pinggang, “Apa isi trukmu?”

Dasar. Like father like son. Tapi disini like grandmother like grandchild. Keduanya saling tatap dengan pandangan yang hanya bisa diartikan oleh keduanya. Sampai akhirnya Jihoon mengalah dan menyuruh neneknya untuk agak mundur ke belakang saat ia hampir membuka pintu truk pesanannya.

“TADAAAAAAA—“

Ribuan kelopak bunga segera beterbangan menembus udara yang terbuka, memperindah background senja yang berwarna jingga, menghantam ruang-ruang di sekitaran tempat dia dan neneknya berdiri. Rasanya seperti saat salju pertama turun dari langit, bedanya kali ini ribuan kelopak bunga lah yang berjatuhan, mungkin rasanya seperti sambutan untuk para atlet olimpiade yang memenangkan medali, yang seketika sepanjang jalannya di lempari guguran bunga berwarna-warni.

Halmeoni suka? Harusnya ini terjadi di atap hotel X saat kita sedang makan malam. Tapi seperti hujan bunga di tengah pantai lebih berkesan. Iya, ‘kan?”, nada tanya yang dikeluarkan Jihoon sungguh sangat menggambarkan tingkat kegembiraannya.

Kedua manik neneknya yang seketika dilanda banjir juga menunjukkan bahwa kejutannya kali ini berhasil, neneknya terharu tapi bangga, itu airmata bahagia.

“Jihoon-a, kau benar-benar sudah dewasa. Kau sudah mengerti bagaimana cara mengambil hati perempuan, huh?”, nenek Jihoon memukul bahu cucunya dengan lembut kemudian menghambur ke pelukan cucu lelakinya yang kini sudah bisa mengayomi, bukan lagi diayomi.

Mereka menikmati guyuran bunga-bunga yang beterbangan itu.

“Apa aku cucu yang baik bagi halmeoni?”

“Tentu saja”

“Syukurlah, aku lega mendengarnya”

“Dengan memikirkan kejutan untuk halmeoni saja sudah menunjukkan bahwa kau memikirkan aku, Jihoon-a. Dan dengan bertanya apakah kau adalah cucu yang baik, sebenarnya kau sudah menjadi cucu yang baik”

“…”

Halmeoni tidak akan melupakan ini, Jihoon-a”

Jihoon sangat terharu mendengar ucapan neneknya yang begitu bijak, dia bahkan meneteskan air mata hingga tidak bisa mengeluarkan kata-kata.

“Lalu apa isi delivery milik halmeoni?”, Jihoon merasakan neneknya melepaskan diri dari pelukannya setelah dia bertanya. Hal ini membuatnya mengerutkan kening.

Neneknya hanya mendekati pintu belakang truk dan memberi aba-aba agar pintu itu dibuk—

.

.

“SELAMAT ULANG TAHUN URI MAKNAE, PYO JIHOOOOOOON”

Seketika enam orang member Block-B yang lain melompat dari dalam truk dan menyebar confetti, di tangan Jaehyo, sebuah kue ulang tahun berhiaskan lilin angka 24 yang menyala terlihat sangat menggoda. Full chocolate dengan tinggi tiga tingkat. Sungguh kue kejutan yang tidak biasa.

Jihoon jelas sekali terlihat kaget. “Hyung ?????”, hanya kalimat itu yang berhasil lolos dari bibir rapper bersuara rendah itu.

“Aku pikir kalian semua— aku—-“, Jihoon benar-benar kehilangan suara.

“Kami mau memberi kejutan pada anak baik sepertimu, Jihoon­­-a, karena kau sudah menunjukkan pada kami bagaimana bentuk never ending love yang sesungguhnya dengan terus berusaha menjadi baik bagi nenekmu. Seseorang yang sudah membesarkanmu dan terus ada untukmu, kau membalasnya dengan terus ada untuknya. Kami benar-benar belajar banyak, maknae-ya”

Satu persatu para member menepuk bahu dan memeluk Jihoon.

“Selamat ulang tahun, Pyo Jihoon. Aku menyayangimu”, ucapan terakhir sebelum Jihoon meniup lilin dan dinyanyikan lagu saengil chukka hamnida datang dari halmeoni yang juga memeluk dan memberi kecupan manis di pipi Jihoon.

.

.

Cinta yang benar, memang cinta yang tidak pernah berakhir, ‘kan?

.

.

fin

 

a/n : AAAAKKHH, finally done! Saengil chukkahae Pyo Jihoon *.* Dan bagi yang bertanya kenapa disini aku pake halme bukannya pake OC atau kekasih, idenya datang dari Jihoon sendiri. Karena kenyataannya dia memang SANGAT sayang sama neneknya, bahkan pernah di tengah interview dia ngangkat telepon dari neneknya! Di tengah interview! Ya Allah, cintak banget pokoknya sama Jihoon. Selamat bulan februari juga buar readers-dul. Selamat menebarkan never ending love di muka bumi J Xx. Riseuki.

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

Advertisements

20 thoughts on “[Season Of Love Project] Forever a Kid

  1. Hiiii risukiiii xD
    Ini loh sumpah g nyangka si PO bakalan habisin hari specialnya dengn neneknya hahah sumpah g kebayang aku kira sama pacarnya hahah
    Dan aku suka bgt sama karakternya PO kek anak kecil bgt kkkk xD pokoknya suka suka
    Good job xD

    Liked by 1 person

    1. haiiii ka finnn~~ aku aja ga nyangka aku berhasil menuliskan ide ini gegara nemu video PO ngangkat telpon dr neneknya dan nemu foto kekanakan ini, thx for reading and loving pyo jihoon ya :’3

      Like

  2. Jihoon memang kekanak-kanakan tapi sisi lain dirinya adalah seorang laki-laki yang romantis dan juga baik. Makannya aku suka dia hahaha.
    Ini bener bener penuh makna karena never ending love yang nyata adalah pada keluarga .
    Suka banget dah pokoknya sama FFnya , good job authornim 😀

    Liked by 1 person

    1. yup, every man had their own charm ka vin :’3 ciee suka jihoon ciee. Alhamdulillah ada yg bilang tulisan aku bermakna ㅋㅋㅋ makasi jg udh reading and reviewing ka vin :’3

      Like

      1. Iya bener dan jihoon itu sesuatu banget, dia itu gak ganteng tapi aku suka dia hahaha.
        Iya beneran , memangnya enggak bermakna ya ?
        Iya sama-sama 😁

        Like

  3. It’s asdfghjkl pokokny!!! XD astaga riseuki, kamu berhasil buat ff tg si Pyo ini dengan sangat baik. Awalnya aku sbnernya ga terlalu tau ttg Pyo, trs karena si Vizkylee, jadi saya tau si Pyo dan saya jd ikut suka hahaha. Awal di poster saya uda ngakak krn foto kebegoan dia ada dsana XD dan saya kira si maknae bongsor ini uda punya cewek tapi ternyata eanita yg paling sayang adalah neneknya XD untuk saat ini, ini favorite saya 😀

    Liked by 1 person

    1. yeay! berarti project menebar cinta pyo jihoonnya agak agak berhasil nih ya, di mnj udah kita bertiga aja yang sukak pyo wkwkwk gomawo sudah ngefavorit ahay! kegalauan pilih cast waktu itu terbayar rasanya haha 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s