February Project · FF Project · Ficlet · fluff · G · Genre · Length · Rating

[Season OF Love Project] Hello Stranger


IMG-20160122-WA0003

Title                : Hello, Stranger

Author            : ts_sora (@ts_sora)

Cast                : Apink’s Son Na Eun, BEAST’s Yong Jun Hyung

Length            : Ficlet

Genre              : Fluff

Rating             : G

Disclaimer      : The story belongs to me meanwhile the casts belong to their entertainment company and their parents of course. This fanfiction is special dedicated for MNJ’s Project: February the Season of Love.

A/N                 : An absurd OTP but hope you guys enjoy the story. Happy Valentine Day everyone!

 

“Hello, Mr. Stranger—“

 

Son Na Eun berlari dengan sedikit tergesa-gesa sembari membawa sebuah kotak kecil di kedua tangannya. Sesekali ia memperlambat langkahnya menjaga agar keseimbangannya terjaga sehingga kotak di kedua tangannya tidak terjatuh begitu saja dan menjadi tidak ada artinya.

“Semua perempuan akan memberikan cokelat untuk orang-orang yang mereka kagumi. Jadi siapa yang kau kagumi Na Eun ah?”

Masih terpatri begitu jelas dengan apa yang dikatakan Jung Eun Ji, kakak satu tingkatnya tersebut beberapa hari yang lalu dengan begitu semangatnya. Yang jujur bagi Son Na Eun rasa sedikit berlebihan. Pasalnya, ia tak pernah mempunyai seseorang yang begitu ia kagumi dan sangat ingin ia berikan sebuah bingkisan cokelat yang terdengar begitu naïve. Namun nyatanya ia harus menarik kata-katanya tersebut.

Son Na Eun mengulum senyumnya malu-malu. Kedua matanya tak henti-hentinya menatap sosok laki-laki yang tengah duduk santai pada sebuah bangku taman, sendirian. Ya, laki-laki yang sejak dulu ia amati akhir-akhir ini dan jujur Na Eun tak pernah ketahui jelas namanya. Ia hanya tahu laki-laki itu senang menghabiskan waktunya di taman. Laki-laki itu sangat menyukai musik, hal itu terlihat jelas dengan sebuah headphone bewarna putih yang selalu menemaninya. Dan laki-laki itu adalah seseorang yang begitu pendiam, bahkan saat Na Eun berada cukup dekat dengannya, laki-laki itu sama sekali tak membuka suaranya.

Oh ya Tuhan, apakah Na Eun menjadi seorang stalker sekarang?

Son Na Eun menggelengkan kepalanya berkali-kali mencoba menetralkan isi pikirannya yang entah kali ini ingin membawanya berpetualang lebih jauh lagi. Dan Na Eun tak ingin dirinya gila hanya karena hal itu. Oh ya Tuhan, apakah kini ia benar-benar gila?

Son Na Eun diam-diam mencuri pandang pada sosok laki-laki yang terlihat begitu tenang menuliskan sesuatu di atas buku partiturnya dari balik dinding. Son Na Eun hafal betul dengan apa yang dilakukan laki-laki itu. bahkan saat ini ia tahu apa yang tengah dilakukan laki-laki itu kali ini. Benar, membuat sebuah lagu untuk kesekian kalinya. Entah bagamana ia dapat menebak hal itu. Namun sekali lagi ia tegaskan, setiap hari ia memperhatikan laki-laki itu.

Apakah laki-laki itu akan menyukai cokelat ini?” Son Na Eun menarik nafasnya dalam-dalam sebelum ia terlhat menghembuskannya berulang kali. Senyumnya tak pernah hilang dari wajahnya. Malah semakin lama senyumnya semakin terkembang dengan sempurna. Suhu tubuhnya meningkat entah mengapa. Apakah ini rasanya jatuh cinta?

Sudah tertulis dengan jelas di buku hariannya beberapa hari yang lalu. Hari ini ia berniat akan memberikan bingkisan yang berisikan cokleat buatannya itu dan memulai percakapan dengan laki-laki itu. Tak banyak, ia hanya ingin mengetahui nama laki-laki itu. Sesederhana itu. Tapi..

Ia hanya butuh memberanikan diri dan setelah itu memberikan bingkisan cokelat itu pada laki-laki itu dan melancarkan semua rencananya. Tapi nyatanya, semua itu tak hanya membutuhkan sebuah keberanian semata. Entah rasanya kedua kakinya terasa membeku hingga ia tak bisa menggerakkannya dengan mudah. Dan entah kini jantungnya lebih giat memompa darah hingga udara lantas enggan mengunjungi paru-parunya. Semua tak semudah yang ia pikirkan jauh-jauh hari.

Tidak. Kau bisa Son Na Eun. Kau bisa,” ujarnya dalam hati berusaha meyakinkan diri. Sekali lagi ia diam-diam mencuri pandang pada laki-laki yang masih sibuk dengan dunianya sebelum akhirnya ia menutup kedua matanya berusaha mengumpulkan keberanian di dalam dirinya. Son Na Eun berusaha menarik nafasnya dalam bahkan lebih dalam lagi. Dia harus bisa melakukannya atau tidak sama sekali. Kesempatan hanya datang sekali bukan?

Son Na Eun berusaha mengatur nafasnya yang benar-benar tersengal entah kenapa. Perlahan namun pasti nafasnya kembali normal. Dan kini yang tersisa hanyalah keberaniannya saja.

“Dalam hitungan ketiga, aku harus pergi kesana dan memberikannya.”

“Satu..” Son Na Eun yang masih memejamkan matanya terlihat mengangguk singkat sebelum kembali menarik nafasnya dalam-dalam.

“Dua…” Son Na Eun tanpa sadar mengeratkan salah satu tangannya demi terkumpulnya keberanian miliknya karena dalam hitungan terakhir ia mau tak mau harus melakukannya. Ya, harus.

Happy Valentine day Jun Hyung ah!” Son Na Eun membuka kedua matanya paksa sebelum ia kembali mencuri pandang dimana kini seorang gadis cantik tengah mendekati laki-laki itu dengan begitu semangatnya. Laki-laki itu yang masih setengah terkejut melepaskan headphone-nya sebelum akhirnya mempersilahkan gadis cantik itu memeluknya erat-erat penuh dengan kerinduan yang lantas membuat Son Na Eun terdiam di tempatnya saat ini.

Gadis cantik tersebut membuka bingkisan yang ia bawa sebelum menyuapkan sepotong cokelat dari sana pada laki-laki itu. Keduanya lantas terlihat tersenyum bersama entah apa yang tengah mereka katakan yang seketika itu juga membuat Son Na Eun tak bergeming di tempatnya. Kedua manik hitamnya masih setia memperhatikan adegan per adegan yang dilakukan oleh kedua orang tersebut. Bak seorang penguntit, ia tengah memperhatikan mereka dari jarak sejauh ini.

Laki-laki itu tak pernah tersenyum sebelumnya padanya. Laki-laki itu bahkan tak pernah menatapnya saat ia berada cukup dekat dengannya. Namun tidak saat gadis cantik itu berada di dekatnya. Laki-laki itu bukanlah laki-laki pendiam seperti dugaannya. Ia begitu banyak berbicara dan begitu sering menunjukkan senyumnya pada gadis di hadapannya tersebut.

Son Na Eun menarik nafasnya dalam-dalam yang pada saat itu pula genggaman pada kotak bewarna kuning tersebut semakin erat. Satu pertanyaan tentang siapa gadis itu. Tentang seberapa penting gadis itu bagi laki-laki tersebut yang seakan mengganggu benaknya saat ini. Meski ia tahu betul apa arti cokelat yang diberikan oleh para gadis di hari Valentine.

“Sekali lagi. Aku yakin kau akan menyukainya—“ Sayup sekali lagi ia dapat mendengar percakapan keduanya dari kejauhan yang seakan membenarkan pertanyaannya. Tentang kebenaran bahwa mereka memiliki hubungan lebih dari sekedar hubungan pertemanan biasa.

Son Na Eun menarik nafasnya dalam-dalam sebelum ia menghembuskannya secara teratur berharap sesak di dadanya yang tiba-tiba saja menghampirinya pergi begitu saja. Entah bagaimana beribu orang menjelaskan bagaimana rasanya patah hati, sakit hati atau semacamnya. Namun satu hal yang ia yakini bahwa kini ia baru saja merasakan satu di antaranya.

Kedua manik matanya kembali menatap kotak bewarna kuning yang senantiasa berada di kedua tangannya. Ia tahu mungkin saja sebentar lagi ia akan menghancurkan kotak tersebut dengan kedua tangannya cepat atau lambat. Ia memejamkan kedua matanya sebentar seakan membiarkan asanya terbang begitu saja sebelum akhirnya segaris senyum mulai terbentuk di wajah mungilnya.

Semuanya telah berakhir. Ya, berakhir terlalu cepat bahkan belum sempat ia mulai sekalipun. Namun pilihan apa yang harus ia lakukan saat ini? Tak ada.

Son Na Eun kembali menatap kedua orang tersebut dari tempatnya yang lantas membuat senyum di wajahnya kali ini terkembang dengan sempurna. Dilihatnya kembali kotak yang ada di tangannya sebelum ia terlihat mengecup permukaan kotak tersebut dan meletakkannya pada dataran semen putih yang tengah ia injak saat ini.

“Be happy Mr. Stranger,” ujarnya sebelum menarik nafasnya sekali lagi dan beranjak dari sana.

.

.

.

“Jadi bagaimana menurutmu—ya, Jun Hyung ah. Apa yang sedang kau lihat?” Laki-laki sang pemilik nama hanya tersenyum singkat sebelum ia beranjak dari tempatnya menuju ke suatu tempat. Ia terlihat menatap sekitar sebelum akhirnya ia terlihat meraih sesuatu pada alas bersemen tersebut. Nampak seperti sebuah kotak berbalut kertas hias bewarna kuning.

“Apa itu?” tanya gadis itu sekali lagi dan laki-laki itu hanya mengedikkan bahunya. Sebuah kertas ucapan terlihat tengah menggantung pada salah satu sisi pita bewarna merah jambu yang tengah membalut kotak tersebut. Laki-laki itu terlihat mengernyit sebentar sebelum sebuah seringaian mulai nampak wajahnya kali ini.

“Hello stranger?”ujarnya membaca sebuah kalimat pendek yang tertulis pada kartu ucapan tersebut.

“Ada apa?” tanya gadis itu yang masih penasaran di tempatnya. Laki-laki itu hanya menggeleng sebentar sebelum kembali pada tempat semulanya.

“Entahlah aku merasa seseorang tengah memperhatikan kita sedari tadi, tapi mungkin hanya perasaanku saja. Noona, baiknya kita pulang sekarang sebelum hyeong memarahiku nantinya. Kajja.”

 

 

 

-Fin-

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

Advertisements

13 thoughts on “[Season OF Love Project] Hello Stranger

  1. Yohoooo author nim xD
    Naeun di sini imut bgt kkkk
    Nyerah gitu aja sebelum berperang si neun ini xD padahal kalau di lihat lebih jauh lagi junhyung oppa kan memperhatikan dia ^^
    Cerita sederhana tp kena bgt xD nyesaaa gitu aja hahaha

    Like

    1. Yuhuuuuu minarifini. Iya nih lagi kepikiran kamu XD #ehapaini-_- entah karena abis liat Mr. chuu jadi begitulah :3 anggap saja ini Mr. chuu version angst #apaamdah-_- anyway thanks uda mau baca pluss reviewnya :3 saranghaeyo :*

      Like

  2. Na Eun kenapa udah pergi sih , padahal kalau bersabar pasti ketemu sama junhyung oppa .
    Greget kalau orang yang disukai itu pendiem hahaha , mau kenalan aja susah.
    Itu kakak perempuannya junhyung ya bukan pacar , na eun na eun nasibmu.

    Singkat , tapi suka sih , aku suka ending yang seperti ini ini . Seperti biasa masih ada typo tapi gak parah banget.
    Good job authornim ^^

    Like

    1. Hahaha kan kadang perempuan itu mengambik kesimpulan sendiri yg gegabah. Nah itu sih yang aku mau tegaskan disini hehehe. Iya nih mas junhyung menye2 yg kesayangan :3 hahaha. Iya benernya mau buat itu kakanya junhyung meskipun sbnernya mas Jun ini ga punya kakak perempuan-_- hahaha saya pecinta typo imnida. Anyway makasi uda mau baca ff abal saya dan menyenpatkan mengetikkan komentar nya :3

      Like

  3. Pas baca cast udah ‘naeun awas nanti mbak hara dateng’ nah tetiba ada cewek muncul, eh pas di ending di twiat ternyata itu noona nya, ya Tuhan, rasanya tuh potek di aku pengen teriak manggil mbak naeun balik huhu
    that’s it, aku suka endingnya!
    Review ada sih, dua aja ya wkwkkw 1. Td baca “yang sejak dulu ia perhatikan akhirakhir ini”, nah mending disitu kalo saran dari aku sih dipertegas aja waktunya, mau ‘dulu’ atau ‘akhir2ini’ supaya ga ambigu ^^ 2. Gatau kenapa aku agak aneh pas baca ‘oh ya Tuhan’ kenapa ga ‘oh tuhan’ apa ‘ya Tuhan’ aja biar efektif(?) haha, jadi inget kamu ngomenin ‘for god sake’ yg salah ketik di ff ku waktu itu, niceeeee tsara, keep writing ya!

    Like

    1. Herro :3 hahaha iya nih mbak naeunnya gamau balik uda potek duluan 😦 hahahahahaha seriously i don’t really like Hara x Jun karena pasti bakal Jun yg menderitanya gitu :”)))) hahahahahaha iya iya nih aku kdg bikin kata ambigu bingit and yes, kebiasan bilang Oh ya Tuhan, jadinya kebawa di ff. Ah yes, God sake hehe I remember that clearly babe :* makasi sayang uda mau baca and drop your comment :3

      Like

  4. Ini pasti unspoken confession. 😀

    Kok jdi nyesss. Ahhh T__T naeun kmu telalu cepet ngmbl kesimpulan:’)

    Kak aku mau koreksi dikit tp takut kusalah jg. Kok ada kata2 yg gk pake tanda kutip (“) ya? 😀 eheh hanya kasih tau aja

    Nice storyyy keep writing yaa kakk❤

    Like

  5. Yipiii iya nih, ini unspoken confession mau curhat dikit #eh hahaha kan perempuan selalu begitu, dia percaya dg ap yg mereka liat. Hahaha anyway mau curhat dikit lagi, something happened with my word orz. Jadi nih ceritanya, uda ada tanda kutip dll but saat di publish jadi ga ada hikzzz :’))) makasi uda baca dan komen sayang :*

    Like

  6. Annyeong Author-nim!!
    baru baca ff ini dan aku mikir Naeun buru-buru kabur hahaha ini lucu pas aku baca naeun iseng cari seseorang yang dia sukai hanya untuk sekedar kasih coklat valentine XD dia beneran suka atau cuma sekedar ada? Tapi sepertiya dia suka beneran, yah sedikit banyak aku tau bagaimana perasaan Naeun disini, karena aku pernah berada dalam posisi ini(?) hahaha serius aku gak mikir kalo itu tadi cuma sekedar Noonanya XD
    Keep writing ya author-nim!! ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s