Angst · Freelance · Genre · Length · One Shoot · PG 17+ · Romance

[Project FF] Adore U Jeonghan Version


Author : @Yunietananda (IG, Twitter)

Title : Adore U (Jeonghan Version)

Main Cast : Yoon Jeonghan / Jeonghan (Seventeen), Baek Seo Yu (Fiction Cast).

Other Cast : –

Genre : Romance, Angst.

Rating : PG + 17

Lenght : Oneshoot

Disclaimer : Jeonghan Seventeen mutlak milik Keluarga, Pledis Ent, dan penggemarnya. Fiction cast and story is mine! Harap tidak mengCoPas tanpa ijin pemilik. Jika ditemukan kesamaan nama, karakter, watak, waktu dan tempat merupakan ketidak sengajaan.

Author Notes : Adore U project ke-7 ku kali ini adalah Jeonghan Versi. Aku mengalami sedikit kesulitan dalam penulisan FF ini. Maaf jika ceritanya sedikit absurd, mohon meninggalkan komentar, kritik dan saran untuk perbaikan serta peningkatan penulisan author. Terima kasih. ^_^ Happy reading!

Story :

 

ADORE U

(Jeonghan’s Version)

 

Sinar Matahari hampir sepenuhnya menerangi bumi, dengan langkah tergesah – gesah aku membuka sebuah kamar super besar yang bernuansa putih. Aku mendengus kesal saat melihat seonggok manusia masih tergeletak di ranjangnya tak peduli akan bunyi alarm yang berasal dari ponselnya.

 

“Tuan Muda, bangunlah! Anda harus berangkat ke kampus!” Pertama aku mencoba membangunkan namja ini dengan cara yang sopan. Beberapa detik berselang, tak ada respon dari putra sematang wayang keluarga ini.

 

Seonsaengnim! Ireona!” Kini nada suaraku naik satu tingkat hampir berteriak. Hanya sebuah pergerakan kecil yang di tunjukkan oleh namja berambut cokelat agak kemerahan ini.

 

“Baiklah kesabaranku mulai habis! Aku tak akan kalah darimu Yoon Jeonghan!” Omelku sembari menarik selimut tebal dari tubuh pria itu. Seketika aku dapat melihat bagian dada Jeonghan yang tak mengenakan pakaian. Aku tahu pria ini sangat rajin berolahraga, tapi aku tidak menyangka bahwa dadanya sebidang itu.

 

“Kenapa kau berisik sekali Seoyu!” Gumamnya sambil menarik kembali selimut itu dengan kuat. Sontak akupun ikut terseret mendekati tempat tidur itu.

 

‘Astaga! Hampir saja!’ Pikirku dalam hati sedikit lega lantaran berhasil menjaga keseimbangan tubuhku yang hampir terjatuh. Saat aku hendak berbalik badan, tiba – tiba sebuah tangan melingkar di pinggangku, lalu dengan kekuatan penuh menarikku hingga jatuh ke ranjang bersamanya.

 

“Bukankah ini jauh lebih nyaman?” Bisik Jeonghan masih memelukku erat. Jangtungku berdegup kencang, sial benar nasibku harus terjebak pada situasi seperti ini. Aku semakin tak bisa bergerak saat merasakan suhu hangat dari punggunggku, ya tubuh kami tak berjarak. Jeonghan benar – benar memelukku dari belakang.

 

“Jadi, apa ini jawaban bahwa kau bersedia berkencan denganku Baek Seo Yu?” Seketika netraku membulat begitu mendengar ucapannya. Dengan segera aku bangkit dan melepaskan pelukannya. Ingin rasanya aku mengumpat dan memaki Jeonghan, tapi apa dayaku. Aku tak memiliki hak untuk melakukan semua ini. Dia adalah majikan sedangkan aku hanya seorang pelayan.

 

“Maaf, aku rasa anda harus segera bangun Tuan Muda! Sarapan untuk anda sudah siap.” Ujarku mencoba mengalihkan perhatian sebelum melangkahkan kaki menuju pintu. Sekilas aku menangkap sosok itu kini terduduk di tepi ranjangnya sembari mengacak – acak rambut panjangnya dengan kesal.

 

.

.

.

 

Aku Baek Seo Yu, seorang mahasiswa jurusan seni sekaligus pelayan di keluarga Yoon. Uri aboeji merupakan kepala sopir di keluarga itu yang sudah bekerja hampir 30 Tahun. Sedangkan Uri eommani mantan pelayan terbaik dan juga kepercayaan dari Nyonya. Setelah eommani meninggal, akhirnya aku memutuskan untuk bekerja menggantikan beliau.

 

Selama ini keluarga kami tinggal di rumah mewah milik keluarga konglomerat tersebut. Bahkan semua biaya hidupku selama ini, merekalah yang menanggungnya. Sejak kecil aku dang Yoon Jeonghan dibesarkan bersama. Akupun selalu di masukkan ke Sekolah Elite yang sama dengan Pewaris mereka. Tak hanya ingin lebih dekat dengan Jeonghan, tapi aku juga berniat membalas budi pada keluarga yang sudah menolong keluargaku dengan cara menjadi pelayan disana.

 

Awalnya hubunganku dan Jeonghan berjalan sangat baik. Kami berteman seperti biasa, bahkan kami sempat berpacaran. Dulu aku sangat mengagumi sikapnya yang bijak lantaran tak pernah memilih teman. Namun semenjak ibuku meninggal dan aku memutuskan bekerja pada keluarganya, sikap Jeonghan berubah aneh.

 

Sering kali namja itu mengolok – olokku sebagai anak pembantu, dan tak jarang dia memperlakukanku sangat kasar sebagai pelayan di hadapan teman – temannya. Itu yang membuatku hingga saat ini sangat terluka.

 

Terlebih Jeonghan yang sekarang terkenal sebagai playboy yang sering bergonta – ganti teman kencan. Sempat pula aku mendengar rumor yang mengatakan bahwa namja itu setiap malam selalu pergi ke club bersama dengan yeoja yang berbeda kemudian diakhiri dengan bermalam di hotel.

 

Ada sebuah rasa tidak percaya diawal, namun saat aku mendapati secara langsung namja itu selalu bersama dengan wanita yang berbeda ketika di kampus setiap harinya, aku pikir rumor itu benar adanya. Dan itu membuatku semakin kecewa terhadapnya.

 

.

.

.

 

Lagi dan lagi! Aku mencium bau alkohol yang sangat kuat dari dalam kamar ini. Hari ini adalah hari sabtu, aku sengaja tidak membangunkan si pemilik kamar. Akupun hanya membersihkan kamar ini dalam diam.

 

“Kenapa kau tidak membangunkanku Baek Seoyu?” Tegur Jeonghan yang entah sejak kapan berada di belakangku.

 

Omo!” Seruku terperanjat kaget. “Maafkan saya Tuan Muda, saya rasa anda butuh banyak istirahat. Lagipula ini akhir pekan, anda tak harus pergi ke kampus.” Tuturku sesopan mungkin terhadapnya.

 

Geumanhae! Aku sudah muak dengan sikapmu ini!” Teriaknya emosi membuatku bergidik.

 

Wae?” Sahutku, kini aku mencoba menatap kedua matanya. Ada sesuatu yang tersirat disana, namun aku tidak tahu apa? Dengan cepat tangan Jeonghan merengkuhku, lalu ia menciumku dengan paksa. Ini bukan yang pertama kalinya dia bertindak seperti ini, dan itu membuatku kian muak.

 

Plllaakkk! – Sebuah tamparan keras kusematkan di pipi kanannya saat aku berhasil lepas dari pelukannya.

 

“Sebenarnya apa maumu Yoon Jeonghan? Apa artinya aku bagimu?” Gertakku yang disertai derai tangis. Entah kenapa hatiku begitu sakit menerima perlakuan ini. Dengan segera aku meninggalkan namja yang hanya diam mematung. Aku benar – benar tak mengenalnya lagi.

 

.

.

.

 

Saat duduk di bangku SMA kami pernah melalui masa – masa indah bersama. Aku mencintai Yoon Jeonghan, diapun sebaliknya. Sebelumnya dia tak pernah mempermasalahkan status sosialku, bahkan dia rela bertengkar dengan siswa lain hanya untuk membela harga diriku. Ya, aku sangat mengagumi sosok bijaksana dari namja berambut panjang sebahu itu.

 

Namun kehangatan sikapnya menghilang ketika aku menggantikan mendiang eommani sebagai pelayan di rumah ini. Tak ada kata putus terucap darinya, yang dia tunjukkan hanyalah sikap kasar serta dingin kepadaku.

 

3 bulan belakangan ini tingkah Junghan kembali aneh. Dia sering kali mengajakku berkencan tanpa alasan yang pasti. Dia juga sering memanfaatkan kelemahanku yang masih mencintainya untuk mencuri pelukan bahkan ciuman dariku. Perasaanku sangat sakit atas sikapnya itu. Tapi aku sendiri tak tahu harus berbuat apa?

 

.

 

Mianhae, jeongmal mianhae Seoyu-a.” Aku tersentak saat namja di hadapanku ini mengatakan hal barusan. Selama aku mengenalnya baru kali ini aku mendengar permintaan maaf dari Jeonghan.

 

Namja itu berjongkok di depanku yang duduk di bangku taman rumahnya, dia berusaha menyelaraskan posisi agar nyaman saat bicara denganku. Dengan lembut Jeonghan menyeka air mataku sembari menggumamkan beberapa kali kata maaf. Aku hanya terdiam menatapnya dengan sejuta pertanyaan yang terkubur dalam hatiku.

 

“Aku sangat frustasi saat kau memutuskan untuk menjadi pelayan di rumah terkutuk ini.” Ujar Jeonghan lirih. “Kau tahu kenapa? Karena dengan kau menjadi pembantu rumah kami, itu membuat uri aboeji menentang hubungan kita. Berkali – kali aku mencoba meyakinkanmu untuk tidak melakukannya, tapi kau masih saja bertindak bodoh. Karena cara halus tak jua mempengaruhimu aku memutuskan untuk membuatmu menderita agar menyerah, namun kau justru bertahan hingga saat ini. Dasar bodoh!” Omelnya kali ini membelai kepalaku dengan lembut.

 

“Aku sangat keterlaluan bukan?” Tanyanya lirih dengan berlinang air mata. Dan aku hanya menganggukkan kepala dengan cepat. “Kau pasti banyak menderita karenaku.” Imbuhnya yang sekali lagi membuatku menggerakkan kepalaku keatas dan kebawah.

 

“Apa kau membenciku Seoyu?” Pertanyaan Jeonghan terasa mencekikku sesaat. Walaupun aku selalu dibuat menangis olehnya, tapi perasaan ini tak pernah berubah padanya. Aku tetap menyukainya tak peduli sebrengsek apapun dirinya.

 

“Tentu saja aku membencimu! Bagaimana bisa kau berkencan dengan wanita lain, disaat kau masih menggantung hubungan kita?” Sungutku dengan emosi yang sedikit tertahan.

 

“Hya! Apa kau mempercayai rumor itu? Aish jinca! Yakinlah! Aku bukan namja seperti itu Seoyu!” Sangkal Jeonghan yang kini berpindah tempat, sekarang dia duduk tepat di sebalahku.

 

“Bagaimana mungkin aku bisa percaya padamu? Sedangkan aku sendiri sering kali melihatmu bersama dengan mahasiswi yang berbeda setiap harinya.” Kini aku benar – benar mengeluarkan semua isi hatiku.

 

“Aku hanya ingin membuatmu cemburu! Aku sangat kesal saat kau menolakku beberapa kali! Padahal aku sangat mengharapkanmu kembali padaku.”

 

Keojinmal!”

 

“Aku tidak berbohong! Kumohon percayalah!”

 

“Tapi kau sering pulang dengan keadaan mabuk! Bahkan ada beberapa temanmu yang menyebarkan fotomu bersama dengan seorang wanita memasuki hotel! Bukankah itu artinya kau menghianatiku Yoon Jeonghan?” Bentakkan kali ini lebih keras lagi.

 

“Ku mohon percayalah Seoyu! Bagaimana aku harus menjelaskannya padamu, huh?” Aku ingat ekspresi ini, dia selalu panik jika menyembunyikan sebuah rahasia.

 

“Berikan aku jawaban sebagai alasan untuk percaya padamu lagi!” Desakku. Itu berhasil membuat Jeonghan terdiam sesaat. Aku bahkan berkali – kali bisa mendengar helaan nafasnya yang berat.

 

“Aku tidak bisa melakukannya dengan yeoja lain.” Ujarnya lirih, wajahnyapun memerah.

 

“Melakukan apa?” Aku masih saja menuntut kejelasan darinya.

 

“Aku tidak bisa melakukan pelukan, ciuman, bercumbu bahkan ‘milikku’ tak terangsang terhadap yeoja lain! Semuanya hanya merespon terhadapmu! Hanya padamu! Ya! Tubuhku hanya tertarik padamu, Baek Seoyu! Hati dan semua anggota tubuhku hanyalah milikmu!” Sontak aku hanya bisa menutup mulut yang terperangah dengan tanganku saat mendengar pengakuan ini.

 

“Aish Jinca!” Dengus Jeonghan kesal, aku tahu bagi seorang namja hal ini sangat memalukan. Akhirnya aku pun memutuskan untuk memeluknya.

 

Gomawo, Yoon Junghan.” Ujarku sebagai imbalan atas kejujurannya. Dan aku mempercaiyainya sepenuh hati.

 

“Jadi, apa kita sudah bisa berkencan sekarang?”

 

“Ya kita akan berkencan, tapi jangan berharap lebih dari ciuman.” Aku memberikan peringatan dini untuknya.

 

Wae?”

 

“Sebelum kita mendapat restu dari Presdir Yoon, aku tidak mau melakukannya.”

 

Joh-a! Aku akan berusaha keras meyakinkan Bapak Tua itu agar bisa menerimamu sebagai menantu keluarga kami.” Sahutnya dengan yakin kemudian memelukku. Sejujurnya, aku sangat merindukan saat – saat kebersamaan seperti sekarang ini.

 

Andai saja keegoisan tak merajai kami kala itu, mungkin sejak lama kami bisa hidup sebahagia ini. Dari awal cinta ini adalah milik kami berdua, kami saling tertarik satu sama lain. Dan aku berharap hingga akhirpun perasaan ini masih melekat kuat di hati kami masing – masing.

 

-FIN-

 

 

 

 

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

Advertisements

3 thoughts on “[Project FF] Adore U Jeonghan Version

  1. favorit!
    langsung kebayang the heirs!
    untuk ‘tergesah-gesah’ ga usah pake ‘h’ kak, jadi ‘tergesa-gesa’ aja.
    ‘brengsek’ itu pake e jadi ‘berengsek’
    terus apalagi ya tadi, kalo untuk bahasa korea yang di-italic yah itumah penafsiran tiap orang aja ya mau ngeromanjiinnya gimana.
    nice shot, kak!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s