Friendship · G · Genre · Length · One Shoot · Rating · Romance · Teen

[FF Project My Fat Girl] Mianhae…,Saranghae! Sequel


Tittle : Mianhae… , Saranghae !

Author  : VizkyLee

Cast :  Park Ji Min / Ji Min BTS

Song Hae na as you or girl

Park Ji Bin / Aktor cilik

Other Cast : Song Jae Rim (Song Hae Na Appa)

Jung Heo Seok / Jhope

Shin Min Ah as Jhope GF

Genre : Romance , Friendship

Length : Oneshoot

Rating : G , Teen

 

Tunggulah ….

Aku harap kau bisa menunggu

Keputusanku jimin…

 

 

“Selamat Pagi appa” sapa Hae Na pada ayahnya yang sedang mempersiapkan makan malam

“Selamat Pagi aegya” balas aboeji Hae Na lalu meletakkan sepiring spageti

“Apa roti gandumnya masih ada appa? Sepertinya aku ingin makan itu” appa Hae Na mengerutkan dahinya bingung

“Kamu tidak sedang ingin dietkan aegya” Hae Na diam , dia bingung harus menjelaskan apa

“A.. aku cuman ingin makan roti gandum saja” appa Hae Na tersenyum lalu mengelus puncak kepala putrinya

“Baiklah akan appa siapkan”

 

Ting Tong

“Makanlah , biar appa saja” Hae Na melanjutkan sarapan paginya

Song Jae Rim ayah Hae Na terkejut melihat dua orang namja yang saling menyikut satu sama lain di depan pintunya.  Jae Rim masih diam menatap kedua namja yang tampak bermusuhan itu.

“Lebih baik kalian ribut di taman saja , jangan dirumah orang seperti ini” ucap Jae Rim sedikit keras dan hal tersebut berhasil membuat kedua namja itu diam seketika.

“Katakan tujuan kalian kemari boys”

“Saya ingin menjemput Hae Na samcheon untuk berangkat sekolah bersama” ucap Park Ji Bin

“Lalu kau Ji Min , mau apa kau kemari?” Tanya Jae Rim tegas

“Aku ingin mengajak Hae Na untuk berangkat bersama samcheon” Jae Rim berbunga dalam hatinya tetapi dengan wajah tetap datar.

“Masuklah , lebih baik kita sarapan terlebih dahulu” Jae Rimpun mengajak Ji Bin dan Ji Min masuk kedalam rumah. Hae Na nampak terkejut melihat Ji Bin dan Ji Min berjalan di belakang ayahnya. Hae Na tidak menyapa mereka berdua dia malah memalingkan wajahnya dan melanjutkan sarapan paginya. Ji Bin dan Ji Min sama-sama menyapa Hae Na , namun Hae Na tidak menanggapinya.

“Jangan sungkan , makan saja” Ji Bin dan Ji Min langsung mengambil beberapa makanan tanpa mengalihkan pandangan mereka dari Hae Na.

Tidak berapa lama seseorang datang tanpa mengetuk pintu dan menekan bel terlebih dahulu.

“Selamat pagi semua” Hae Na langsung bangkit dari duduknya , dan menghampiri seseorang yang baru saja datang.

“Oppa , aku merindukanmu” ucap Hae Na sambil memeluk pria yang dipanggil oppa tersebut.

“Mianhae , oppa baru bisa berkunjung sekarang” Hae Nae menggelengkan kepalanya dan menarik tangan Heo Seok , pria yang dipanggil oppa itu menuju ruang makan.

“Appa lihat siapa yang datang!”teriak Hae Nae membuat Jae Rim , Ji Bin dan Ji Min meninggalkan makanan mereka.

“Oh Heo Seok ah , aku kira kau tidak ingin mengunjungi kami” ujar Jae Rim lalu memeluk Heo Seok.

“Mana mungkin aku tidak mengunjungimu samcheon ” balasnya

“Ayo oppa ikut sarapan bersama!” Hae Na menarik Heo Seok untuk duduk disampingnya dan Hae Na langsung mengambilkan beberapa lauk untuk dimakan oleh Heo Seok.

“Samcheon sebenarnya aku kemarin ingin minta izin untuk menginap disini , karena aku harus mengurus perusahaan yang ada disini” jelas Heo seok

“Kamu tidak perlu meminta izin tinggallah disini , samcheon sangat senang dan Hae Na mempunyai teman”

“Aku sangat senang jika oppa menginapa bahkan tinggal lama disini” Heo Seok menggelengkan kepalanya.

“Aku hanya beberapa hari disini sayang , aku akan menikah setelah proyek disini selesai” Hae Na memasang wajah cemberutnya.

“Kenapa oppa tidak bilang jika akan menikah? Kenalkan aku pada perempuan beruntung itu”

“Tenang saja minggu depan dia akan kemari , kau akan suka padanya” Hae Na menganggukkan kepalanya

“Mereka siapa?” Heo Seok bertanya pada Hae Na , namun Hae Na memilih tidak menjawab.

“Annyeong haseyo Park Ji Min imnida , teman kecil Hae Na , apa hyung lupa denganku” Ji Min memperkenalkan diri dan dia sedikit mengenal Heo Seok dari cerita-cerita Hae Na dan pernah bertemu sekali waktu kecil dulu.

“Ahhh ini Ji Min temanmu yang selalu kau ceritakan padaku” Hae Na tidak menjawab , namun kakinya menginjak kaki Heo Seok untuk tidak mengatakan lebih banyak lagi.

“Hae Na kakiku bukan karpet yang selalu kau injak” ujarnya dengan senyum jail dan Hae Na melepaskan kakinya.

“Dan kau siapa?” Hae Na jengah sekali mendengar basa basi Heo Seok , dan dia bangkit dari kursinya.

“Terima kasih atas makanannya , aku berangkat sekolah dulu” namun Heo Seok menahannya.

“Akan aku antar kau kesekolah karena proyek yang aku kerjakan tidak jauh dari sekolahmu. Tetapi sebelumnya aku ingin tau siapa lelaki tampan satunya” Hae Na pun duduk kembali.

“Annyeong Haseyo Park Ji Bin imnida , teman baru Hae Na”

“Kalian bersaudara?”

“Tidak” ucap mereka berbarengan

“Aku kira kalian bersaudara. Ayo Hae Na , samcheon maaf aku belum menyentuh makananmu sesendokpun” Ji Min dan Ji Bin merasa kesal , mereka tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa melihat Hae Na yang pergi dengan sepupunya.

“Kenapa kau masuk ke mobilku?”tanya Ji Bin saat menemukan Ji Min sudah duduk manis disebelahnya. .

“Sudah jalan saja, apa mau kita berdua telat masuk” Ji Bin pun membiarkan Ji Min ikut dengannya.

“Apa kau sedang marah pada mereka berdua?” tanya Heo Seok , namun Hae Na tidak menjawab.

“Hae Na , apa kau mau mendiamkanku juga? Ayolah kau bisa cerita denganku”

“Aku bingung oppa , mereka berdua memintaku untuk menjadi kekasih mereka”jelas Hae Na singkat.

“Apa yang kau bingungkan, bukannya Ji Min cinta masa kecilmu dan cinta pertamamu , jadi pilihlah dia”

“Tidak semudah itu oppa , mungkin bagi seorang lelaki menyampaika itu mudah , tetapi bagi seorang perempuan itu hal yang sulit”

“Apa karena ada Ji Bin diantara kalian?”

“Tidak dan Iya . Tidak karena dari awal sampai sekarang aku tetap memilih Ji Min , walaupun dia pernah mengabaikanku. Dan Iya , Ji Bin lelaki yang baik dan dia yang selalu ada saat Ji Min mengabaikanku , aku takut menyakitinya” jelas Hae Nae panjang

“Jika Ji Bin lelaki yang baik dia akan membiarkan gadis yang dicintainya bahagia , walaupun bersama orang lain”

“Terima kasih oppa membuat fikiranku terbuka , aku akan segera bicara pada Ji Bin agar aku tidak lama menggantung dirinya”

“Gadis yang baik , jika kau membutuhkan bantuan dengan senang hati aku akan membantumu” ucap Heo Seok sambil mengacak rambut Hae Na.

“Kau membuat rambutku berantakan , terima kasih atas tumpangannya”

“Tidak masalah , jangan lupa beritau jam berapa kau akan pulang sekolah” Hae Na membentuk tangannya dengan tanda ok.

Hae Na merasa diikuti oleh seseorang, namun dia tidak mengambil pusing karena keadaan sekolahpun sudah tampak ramai dan mungkin orang yang berada dibelakangnya sekelas dengannya , karena Hae Na tau teman sekelasnya tidak peduli padanya sehingga dirinyapun acuh saja. Ji Min sebal , bagaimana tidak Hae Na tidak sedikitpun menengok kebelakang untuk tau siapa yang mengkutinya. Saat mereka berdua akan sampai didepan kelas , Ji Min langsung berjalan mendahului Hae Na dan sedikit menabrak bahu Hae Na. Hae Na ingin sekali memarahi orang yang menabrak bahunya itu , namun Hae Na tidak jadi memarahi orang tersebut karena mengetahui siapa yang menabraknya tadi.

“Hya kenapa kau melamun?” Ji Min tersadar saat temannya menepuk pundaknya.

“Iya nyawa kamu seperti tidak ada disini , padahal kau baru saja berulang tahun”

“Aku hanya memikirkan saem kita yang belum datang-datang”

“Euuii seorang Ji Min memikirkan saem , itu omong kosong” ujar temannya dan membuat teman lainnya tertawa.

“Terserah kalian saja” ucap Ji Min singkat

“Ayo kita kekantin , Kim Saem tidak masuk” ajak salah satu teman Ji Min.

“Kalian saja , aku ingin tidur dikelas saja” teman Ji Min pun mengalah dan membiarkan Ji Min sendiri. Namun Ji Min tidak jadi tertidur saat dia mendengar suara Hae Na mengobrol dengan seorang lelaki , Ji Min mendongakkan kepalanya berusaha melihat siapa yang berbicara dengan Hae Na.

Ji Min menegakkan tubuhnya karena mengetahui siapa yang menghampiri Hae Na dikelas, Hae Na tampak mengajak Ji Bin untuk keluar kelas dan Ji Min yang tidak ingin melepaskan pandangannya dari Hae Na, memutuskan untuk mengikuti mereka. Ji Min sedikit menyembunyikan wajahnya dengan jaket yang dia gunakan, dia tidak mau orang yang mengenalnya menyapa dan membuat Ji Bin dan Hae Na melihatnya . Mereka berdua sedang berada di taman belakang sekolah mereka , dan Ji Min bersembunyi dibelakang tong sampah besar yang tidak jauh dari tempat berdiri mereka.

“Ji Bin ah , aku akan menjawab pernyataanmu waktu itu” Ji Bin yang awalnya berdiri membelakangi Hae na , sekarang membalik tubuhnya menghadap Hae Na . Ji Min emosinya mulai naik , jadi benar Ji Bin menyatakan cinta pada Hae Na ucap Ji Min dalam hatinya.

“Maafkan aku , aku tidak bisa menerimamu , aku takut menyakitimu karena aku tidak bisa mencintai orang lain selain dirinya dan kamu tau faktai itu bukan. Jadi maafkan aku aku tidak bisa menerimamu menjadi kekasihku , aku harap kamu menemukan seorang gadis yang lebih baik dariku” jelas Hae na , tubuh Ji Min melemas seketika terlihat dari bahunya yang biasanya tegap menjadi sedikit menurun. Dia sudah tau jawaban apa yang akan diberi oleh Hae Na bahkan sebelum dirinya berani untuk menyatakan perasaannya pada Hae na , tetapi setidaknya dia sudah mengungkapkan isi hatinya tidak seperti lelaki yang dicintai oleh Hae Na ujar Ji Bin dalam hatinya.

“Kamu tidak perlu minta maaf , aku senang bisa mengutarakan perasaanku dan aku tidak meminta balasan . Karena aku tau kau tidak bisa melupakan dia dan tidak ada yang bisa menggantikan tempatnya” Tsk aku tidak meminta balasan , tetapi dia sudah menyatakan perasaannya berarti setidaknya dia menginginkan balasan cibir Ji Min dalam hatinya.

“Kamu masih mau berteman denganku bukan Ji Bin ah”

“Tentu saja , hal itu tidak akan merubah apapun Hae Na ya “

“Ayo kita pergi ke kantin”ajak Ji Bin , merekapun keluar dari taman belakang tanpa mengetahui Ji Min yang masih bersembunyi di balik tong sampah besar.

“Mereka tetap mesra seperti itu setelah penolakan pernyataan tadi, benar-benar aneh”Ji Min pun keluar dari persembunyiannya dan mengikuti lagi mereka.

“Aku kesal melihat fatty itu , apa benar dia dan Ji Min sudah berteman sejak kecil?”tanya salah satu teman perempuan Ji Min.

“Tentu saja benar , Ji Min Eomma sendiri yang menceritakannya bukan”balas salah satu teman laki-laki Ji Min.

“Dia seperti wanita jalang , mendekati banyak lelaki” ejek salah satu teman perempuan Ji Min.

“Dia bukan jalang! Jaga ucapan kalian” bentak Ji Min pada teman-temannya. Mereka tidak menyadari jika Ji Min sudah berdiri sejak tadi dibelakang mereka , karena mereka terlalu memperdulikan Hae Na dan tidak menyadari kehadiran Ji Min.

“Jika kalian tidak tau apa-apa mengenai Hae Na jangan pernah mengatakan hal buruk tentangnya” setelah mengatakan hal itu Ji Min pergi menuju tempat duduk Hae Na dan Ji Bin.

Ji Min duduk didamping Hae Na dan langsung menyandarkan kepalanya pada bahu Hae Na , Ji Bin dan Hae Na terkejut mendapati Ji Min yang duduk dibangku mereka.

“Ji Min banyak orang yang melihat” ujar Hae Na sambil berusaha melepaskan kepala Ji Min dari bahunya.

“Jangan pedulikan mereka , aku hanya ingin bersandar dibahumu” jelas Ji Min.

“Apakah kau ingin aku memesankan makanan untukmu Ji Min?” Ji Min memandang Ji Bin dengan wajah mengejek.

“Jangan sok baik , aku akan makan makanan Hae Na” ujarnya lalu mengambil makanan milik Hae Na dan memakannya sedikit.

“Ji Min jangan seperti itu , Ji Bin sudah baik-baik menawarkan untuk memesankan makanan padamu”

“Aku tidak mau membuatnya seperti pelayanku” jelas Ji Min memberikan senyuman sinis.

“Tetapi aku senang membantumu Ji Min , sebagai awal pertemanan kita”

“Dan aku tidak berniat untuk berteman denganmu” ujar Ji Min lalu meminum minuman Hae Na.

“Ji Min”bentak Hae Na , namun Ji Min tidak berpengaruh dan melanjutkan makannya.

“Ayo kita pergi Ji Bin ah” ajak Hae Na , namun sebelum sempat berdiri Ji Min memegang tangan Hae Na.

“Kamu tetap disini , dan kau pergilah dari hadapan kami” perintah Ji Min , dan Ji Bin pun pergi bukan karena perintah Ji Min , tetapi ingin memberikan waktu untuk Hae Na dan Ji Min berdua saja.

“Ji Min apa yang kau lakukan ? Aku ingin kembali kekelas bukan pergi jalan bersama Ji Bin” ucap Hae Na.

“Tunggu aku menyelesaikan makanan ini setelah itu kita kembali ke kelas” Hae Na bingung dengan perubahan Ji Min , dia seolah-olah menunjukkan bahwa mereka memang sudah kenal lama. Memang benar itu faktanya , tetapi Ji Min bahkan dari awal menyuruhnya untuk tidak mengenal dirinya.

“Ayo kita kembali ke kelas” Ji Min langsung menarik tangan Hae Na dan tidak melepaskannya sama sekali hingga mereka dikelas. Dan Ji Min memilih pindah , duduk disamping Hae Na.

“Tidak seperti ini juga Ji Min , aku tidak mau teman-temanmu menjauhimu karena berteman denganku”

“Jika mereka memang teman baikku , mereka tidak akan menjauhiku karena aku berteman denganmu” jelas Ji Min lalu mengeluarkan buku catatannya dan meminta Hae Na untuk mengajari tugas matematika.

Entah Ji Min merasa ingin menghapus rasa bersalah atau hanya ingin Ji Bin pergi dari kehidupan Hae Na , Ji Min selalu mengikuti kemana Hae Na pergi baik itu ke perpustakaan , keruang guru bahkan ke toilet pun Ji Min rela menunggu. Dan sekarang Ji Min sedang berjalan dengan Hae Na menuju gerbang sekolah mereka untuk pulang bersama , Hae Na tidak meminta Ji Min untuk mengantarnya pulang , dengan memaksa Ji Min akan mengantarnya pulang.

“Hae Na jadikan kita makan es krim” ucap Ji Bin yang baru saja keluar dari mobilnya, Hae Na memandang Ji Bin dengan raut bingung.

“Ji Min jika kau ing…” Ji Min langsung saja masuk kedalam mobil Ji Bin tanpa mendengar perkataan Ji Bin.

“Maafkan kelakuan Ji Min”

“Tidak perlu minta maaf , aku tau dia sedang cemburu jadi kau tidak perlu khawatir” dan mereka bertigapun pergi kesebuah kedai es krim yang Ji Bin janjikan pada Hae Na.

“Kau mau mencoba es krimku” saat Hae Na akan menyendok es krim di cup Ji Bin , Ji Min mendahuluinya dan mengambil banyak es krim di dalam cup Ji Bin.

“Maafkan perbuatannya Ji Bin , dia menghabiskan setengah dari es krimmu”

“Tidak masalah Hae Na ya , kamu mencicipi es krimku saja tidak apa-apa , aku tidak begitu menyukai banyak-banyak makan es krim”

“Jika tidak menyukai banyak-banyak makan es krim , kenapa kau mau mengajak Hae Na makan es krim?”

“Karena Hae Na menyukai es krim jadi tidak masalah”

“Kaukan sudah dito…” Ji Min menghentikan ucapannya , jika dia mengucapkannya Hae Na akan tau jika dia mengikutinya. Ji Bin yang mengetahuinya tertawa pelan , tetapi membuat Hae Na dan Ji Min bisa mendengar tawanya.

“Apa yang ingin kau katakan Ji Min? Dan kau Ji Bin mengapa kau tertawa?”mereka berdua kompak menggelengkan kepala.

“Cepat habiskan es krimmu lalu kita pulang” perintah Ji Min.

“Terima kasih atas tumpangannya” ucap Hae Na , lalu menyuruh Ji Min untuk mengucapkan terima kasih pada Ji Bin.

“Cepat” ucap Hae Na sedikit berbisik agar tidak didengar Ji Bin.

“Terima kasih” ujarnya singkat , setelah itu Ji Bin pergi meninggalkan komplek rumah Hae Na dan Ji Min.

“Hae Na , nanti malam aku akan kerumahmu untuk belajar” ucapnya dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Hae Na.

Ji Min mengetuk pintu rumah Hae Na , dia sudah memasang senyum manis untuk menyambut Hae Na. Namun senyum itu seketika luntur, ketika wajah sepupu Hae Nalah yang sekarang ada dihadapannya.

“Oh Ji Min ah , ada apa kau kemari malam-malam?”

“Aku akan belajar bersama dengan Hae Na, aku sudah membuat janji dengannya” Heo Seok tersenyum mendengar ucapan Ji Min.

“Masuklah Hae Na sudah menunggumu diatas” setelah dipersilahkan masuk oleh Heo Seok , Ji Min melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Hae Na.

Rumah tampak sepi , Ji Min tidak menemukan Jae Rim samcheon di ruang manapun . Dengan segera Ji Min berlalu menuju lantai atas , Hae Na sudah menunggunya di ruang tamu dengan membaca bukunya.

“Maaf aku terlambat”

“Tidak apa-apa duduklah” Ji Min langsung membuka bukunya dan menyuruh Hae Na untuk menjelaskannya pada Ji Min.

Dia sangat serius sekali mengajariku

Dia sangat cantik saat menjelaskan seperti ini

“Apa kau mengerti Ji Min?” Hae mengerutkan dahinya bingung “Ji Min jangan melamun”

“Ah iya iya aku mengerti , lalu yang ini”

“Jangan melamun lagi aku tidak akan mau mengajarimu jika kamu tidak konsentrasi”Ji Min menganggukkan kepalanya.

Dia marah-marah saja terlihat manis

Dan Ji Min tertawa kecil

“Apa yang kau ketawakan Ji Min?”

“Tidak ada lanjutkan menjelaskannya padaku”

Hae Na benar-benar tidak berubah , dia selalu mau mengajariku.

Dan kenapa aku memintanya untuk menjauhiku , bodoh sekali kau Ji Min.

Ji Min tersenyum sendiri sambil menatap Hae Na yang masih serius mengerjakan soalnya yang diminta Ji Min untuk menjelaskannya.

“Hae Na ya , mianhae aku menyuruhmu untuk menjauhiku karena aku tidak mau mereka mengejekku” Hae Na menghentikan aktivitasnya dan mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Ji Min.

“Dan sekarang aku tidak akan memintamu untuk menjauhiku , maukah kau memaafkanku” Hae Na tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.

“Hae Na ya , katakan sesuatu jangan menganggukkan kepala saja” ujar Ji Min lalu menarik tangan Hae Na kedalam dekapan tangannya.

“Aku minta maaf , maukah kamu berteman kembali denganku” pinta Ji Min.

“Kau tau tidak ada istilah mantan teman bukan dan aku selalu menganggap dirimu temanku , walaupun kamu pernah memintaku untuk menjauhimu, kau tetap temanku Ji Min ah” Ji Min langsung memeluk tubuh Hae Na. Mereka masih terdiam belum ada yang membuka pembicaraan.

“Apakah kau bisa merasakan detak jantungku?” Hae Na menganggukkan kepalanya, dia memang merasakan detak jantung yang berdetak kencang.

“Jantungku selalu berdetak secepat ini saat berada didekatmu Hae Na ya , aku ingin kau tau bahwa aku mencintaimu , dan rasa ini sudah sejak dulu. Aku tau aku bukan lelaki yang berani mengungkapkan perasaan secara langsung, tidak seperti Ji Bin yang berani langsung mengungkapkan perasaannya padamu”. Jelas Ji Min .

“Tetapi aku senang kamu mau mengungkapkan perasaanmu , itu sudah cukup Ji Min ah” ucap Hae Na lalu mengelus punggung Ji Min.

“Terima kasih Hae Na ya” Hae Na masih terus mengelus punggung Ji Min , entah karena terlalu enak dielus oleh Hae Na , Ji Min tertidur didalam pelukan Hae Na.

“Dia tidak romantis sekali” ujar Heo Seok yang keluar dari persembunyiannya.

“Oppa kau mengintip” ujar Hae Na.

“Aku hanya tidak sengaja melihat kalian saat aku akan turun ke bawah” jelasnya.

“Apa perlu aku bawa dia pulang kerumahnya?”ucap Heo Seok menawarkan bantuan.

“Biarkan dia tidur bersama oppa, tidak mungkin oppa menggendong tubuh Ji Min dengan tubuh oppa yang kurus itu” ucap Hae Na dengan tertawa.

“Aku kuat Hae Na ya , bahkan aku bisa menggendong calon istriku , sini biar aku bawa dia ke kamar” Heo Seok mengangkat tubuh Ji Min dan langsung menggendongnya , dan benar saja Ji Min berat. Mungkin saat menggendong Mi Nah ada cinta dalam kekuatannya , tetapi saat menggendong Ji Min benar-benar menggunakan tenaganya ujar Heo Seok dalam hatinya.

Heo Seok terjaga dalam tidurnya karena Ji Min memeluknya dengan erat dan membuatnya tidak bisa bernafas, Heo Seok mencoba melepaskan pelukan Ji Min , memang terlepas tetapi Ji Min memeluknya kembali. Namun pelukannya sedikit melonggar tidak seperti tadi

“Apa yang sedang diimpikan bocah ini , sampai memelukku dengan erat?”dan Ji Min memeluk Heo Seok dengan erat.

Heo Seok pun mengoncang tubuh Ji Min , ayolah dia tidak ingin mati karena dipeluk erat seorang lelaki. Heo Seok mengoncang tubuh Ji Min semakin keras dan berkali-kali , hingga Ji Min merasa terusik dan membuka matanya perlahan. Ji Min mengerjapkan matanya berulang kali , lalu melihat kiri dan kanan , dia terkejut saat melihat Heo Seok berada di pelukannya.

“Apa yang kau lakukan dikamarku?” Heo Seok mengerutkan dahinya tidak percaya.

“Bocah , ini jelas-jelas rumah Hae Na berarti ini kamar yang mereka sediakan untukku” Ji Min melepaskan pelukannya dari tubuh Heo Seok lalu bangkit dari tidurnya dan kembali melihat sekitar.

“Mandilah disini , dan segeralah turun untuk makan bersama” Ji Min pun langsung masuk kedalam kamar mandi , dan Heo Seok turun kelantai bawah.

“Apa Ji Min sudah bangun?”

“Iya dia sedang mandi sekarang , aku tidak ingin lagi tidur dengannya , dia bermimpi memelukmu dan aku yang mendapat pelukan erat itu” jelasnya sedikit jijik dan Hae Na hanya tertawa keras menertawakan sikap Heo Seok.

“Hae Na kita berangkat bersama aku akan mengganti pakaianku dan mengambil motorku” ucap Ji Min , setelah pamit pada Jae Rim dia langsung berlari menuju rumahnya.

“Kalian sudah baikan rupanya” ujar Jae Rim.

“Kami tidak pernah bertengkar appa”

“Benarkah? Aku kira kalian bertengkar karena kamu sering jalan keluar dengan Ji Bin bukan Ji Min”

“Itu karena Ji Min sibuk appa , sudahlah tidak perlu membicarakan hal itu lagi” Jae Rim dan Heo Seok tertawa kecil menanggapi keenganan Hae Na dalam menceritakan hubungannya dengan Ji Min.

“Sana keluarlah , Ji Min sudah memanggilmu dan hati-hati dijalan , bilang pada Ji Min jangan mengebut” pinta Jae Rim.

Hae Na berjalan menghampiri Ji Min yang memarkirkan sepeda motornya didepan rumahnya.

“Pantas saja Ji Min terburu-buru , ternyata akan berangkat bersama dengan gadis cantik tetangga depan” ujar Ji Min eomma dan hal itu membuat Ji Min dan Jae Na bersemu merah.

“Kalian kompak sekali , sama-sama bersemu merah” jelas Ji Min eomma dengan tertawa kecil.

“Eomma , jangan membuat putramu ini malu” pinta Ji Min.

“Baiklah-baiklah , cepat sana pergi nanti kalian terlambat” Ji Min memakaikan helm pada kepala Hae Na , dan memberikan selimut untuk menutupi paha Hae Na agar tidak terlihat.

“Adeul kamu so sweet sekali” puji Ji Min eomma.

“Jangan ngebut bawa sepeda motornya , jangan membuat calon menantuku celaka”

“Eomma tidak perlu khawatir dia akan aman bersamaku” ucap Ji Min.

Mereka berdua sudah pergi dari depan rumah Ji Min , namun saat akan keluar dari komplek rumah mereka.

Ji Min menghentikan laju sepeda motornya dan membuka helmnya, “Hae Na bisakah kau memeluk pinggangku, aku tidak mau kamu jatuh”.

“Iya” Ji Min memakai kembali helmnya dan melajukan kembali sepeda motornya , namun Hae Na berpegang pada pundak Ji Min bukan pada pinggangnya.

Tidak habis akal Ji Min menarik salah satu tangan Hae Na dan meletakkannya di pinggangnya, setelah itu tangan satunya juga ditarik oleh Ji Min untuk berada di pinggangnya. Tidak lama Ji Min menarik tangan Hae Na untuk lebih mengeratkan tangannya pada pinggang Ji Min , dan tubuh Hae Na seperti memeluk tubuh Ji Min dari belakang. Dengan sengaja Hae Na mencubit perut Ji Min , dan membuat lelaki itu meringis kecil.

“Sengaja ya , ingin aku memelukmu” ujar Hae Na , yang masih terus mencubit perut Ji Min.

“Jangan mencubitku terus Na ya , nanti kalau aku menabrak bagaimana?”ucap Ji Min sambil menyunggingkan senyumnya.

“Biar saja , apa susahnya jujur untuk minta dipeluk?” ejek Hae Na.

“Aku takut kau tidak mau untuk memelukku” ucap Ji Min jujur.

“Alasan saja kau itu” ucap Hae Na lalu tersenyum dan memeluk Ji Min erat.

“Ayo jalankan dengan kencang , aku sudah memelukmu Ji Min” teriak Hae Na , dan Ji Min pun mengemudikan sepeda motornya dengan kencang sesuai keinginan Hae Na.

 

Ji Min akan melakukan apapun untuk membuat Hae Na tersenyum , dan dia berjanji atas nama eommanya bahwa dia tidak akan menyakiti calon menantu eommanya tersebut.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s