Friendzone · Genre · Length · One Shoot · PG - 17 · Rating · Romance

[Project FF] Adore U Vernon Version


Author : @Yunietananda (IG, Twitter)

Title : Adore U (Vernon Version)

Main Cast : Vernon (Seventeen), Yuriko Anzu (Fiction Cast).

Other Cast : Ayumi Yazima (Fiction Cast), Vernon’s Mom.

Genre : Romance, Friendzone

Rating : PG – 17

Lenght : Oneshoot

Disclaimer : Seventeen’s Vernon milik Keluarga, Pledis Ent, dan fansnya. Fiction Cast dan Cerita milik Author. Jika di temukan kemiripan dengan Fanfiction lain, itu merupakan kebetulam belaka. Mohon tidak mengCopyPaste tanpa seijin pemilik.

Author Notes : Adore U Versi keempat akhirnya selesai juga. Mungkin ceritanya terkesan mainstream tapi tetap author katakan “Selamat Membaca!” dan “Semoga Suka!”. Mohon meninggalkan komentar, ktitik serta saran untuk perbaikan penulisan kedepannya. Thanks 🙂

Story :

 

ADORE U

(Vernon’s Version)

 

~Cinta itu kita yang rasa, bukan orang lain.~

 

.

.

.

 

Rasanya hari ini aku begitu malas untuk membuka mata, aku masih ingin bersantai menikmati liburan musim dingin yang telah lama kunantikan. Tapi itu semua hanya sebuah angan, karena Eomma sedang menungguku untuk membantunya membersihkan halaman rumah kami dari salju tebal yang menyelimutinya.

 

Good morning Aunty!” Teriak seorang yeoja dari balkon kamarnya. “Morning Hansol-a!” Lanjutnya kali ini sambil melambai ke arahku.

 

Morning Yuriko!” Sahut naui eomma dengan halus. “Kemarilah!” Lanjut eomma meminta gadis itu untuk datang ke rumahku dan hal itu membuat yeoja bersurai panjang berwarna merah maroon tadi tersenyum riang.

 

Tak perlu waktu lama bagi yeoja yang seumuran denganku untuk menginjakkan kakinya di rumahku, karena jarak rumah kami tidak jauh. Lebih tepatnya dia menghuni rumah disebelahku. Keluarga kami sudah saling mengenal kurang lebih 10 Tahun lamanya.

 

“Hansol-a!” Teriak Yuriko yang langsung menggelayutkan tangannya ke leherku, dan kini tubuhnya sudah berada di atas punggungku.

 

“Hya! Turun! Badanmu sangat berat Yuriko!” Teriakku namun tak juga digubrisnya. “Sepertinya tulang – tulangku akan patah setelah menggendongmu!” Sungutku, cara itu selalu ampuh membuat Yuriko menghentikan aksi kekanak – kanakannya.

 

Aish jinca! Terang saja tidak ada namja yang suka padamu! Tingkahmu ini seperti anak kecil!” Omelku sesaat setelah dia turun dari punggungku.

 

“Aku tidak peduli, yang terpenting bagiku adalah aku bisa menikmati hari – hari dengan bahagia. Bukan begitu Imo?” Jawabnya sembari memeluk eommani.

 

“Yuriko benar, selagi masih muda lakukan hal positif yang ingin kalian lakukan. Raih semua impian lalu dapatkan cinta dari sekitar kalian.” Sahut eomma menasehati kami berdua. “Ah Yuriko, apa kamu sudah makan?” Lanjut wanita berparas cantik itu penuh perhatian dan kasih sayang.

 

“Belum. Bolehkah aku makan bersama kalian?” Ujar gadis blesteran Jepang itu sambil memasang wajah penuh harap sekaligus berlagak imut.

 

Keureom. Gaja!” Celetuk eomma, lalu keduanya melenggang masuk ke dalam rumah.

 

Eomma! Bagaimana denganku?”

 

“Selesaikan dulu tugasmu! Baru kau boleh makan!”

 

Ya ~ ya ~ ya begitulah Mamaku. Aku adalah anaknya tapi selalu kehilangan kasih sayangnya jika ada makhluk bernama Yuriko di rumah kami. Gadis itu sudah mencuri ibuku sejak 10 Tahun yang lalu.

 

Masih teringat jelas di kepalaku kejadian yang memperkenalkan kami untuk pertama kalinya. Saat itu umur kami 7 Tahun, dan Yuriko baru sehari menjadi tetanggaku. Sebuah jeritan serta tangisan melengking di malam yang awalnya sunyi, dan itu berasal dari kamar Yuriko. Kala itu pembantu baru mereka tidak sengaja mematikan lampu kamar gadis itu, sehingga membuatnya ketakutan dan teringat akan kejadian tragis yang merenggut nyawa ibunya.

 

Ya, Yuriko adalah seorang anak Piatu sejak usianya 6 Tahun. Menurut cerita dari ayahnya, Yuriko mengalami trauma cukup berat dan sangat takut jika berada di ruangan yang gelap. Hal itu disebabkan oleh kebakaran yang menimpa kediaman mereka sebelumnya.

 

Bukan hanya eomma atau aboeji yang bersimpati kepada gadis kecil itu, tapi aku juga. Bisa di bilang sejak hari itu, aku selalu berada didekatnya, menjaga, dan menemaninya.

 

.

.

.

 

“Hansol-a!” Teriak seseorang dengan lantangnya. Disekolah ini hanya ada satu orang yang memanggilku seperti itu, tak lain dan tak bukan dia adalah Yuriko Anzu tetangga yang selalu menggangguku.

 

Wae?” Sahutku singkat tanpa menoleh ke arahnya.

 

Nan Ttalawa!” Seru Yuriko sembari menarik lenganku, tindakannya yang spontan itu mau tak mau membuatku berhenti bermain basket dan mulai mengikuti langkah kakinya.

 

“Hansol-a, kenalkan dia Ayumi Yazima, anak baru di kelasku. Kyyyaaaa akhirnya aku punya teman sesama berdarah Jepang!” Celoteh Yuriko yang berdiri di sebelah yeoja berambut pendek berwarna pirang.

 

Hello, my name is Ayumi Yazima. Nice to meet you.” Sapa anak baru itu terkesan canggung.

 

“Hya! Kenapa harus berbahasa Inggris? Itu hanya membuat suasana menjadi kaku.” Sungut Yuriko. “Dia adalah Hansol Vernon, sahabatku sejak kecil.”

 

“Yuriko benar, senang berkenalan denganmu Ayumi. Tolong jaga anak ini dengan baik ya!” Sahutku sambil mengacak – acak rambut merah milik Yuriko, tanpa alasan yang pasti aku sangat suka melakukan hal itu.

 

“Hya!” Bentak Yuriko, “Auw!” Kini dia menjerit saat aku mencubit gemas kedua pipinya.

 

“Itu balasan dari membawaku secara paksa.” Ujarku saat mendapati tangan Yuriko yang siap memukulku. “Baiklah, lain kali aku akan mentraktir kalian. Tapi sekarang aku harus kembali ke lapangan, para sunbae pasti sedang menungguku.”

 

Bye – bye Hansol-a!” Seru Yuriko yang diikuti oleh teman barunya. Sepertinya kedua yeoja itu akan cocok satu sama lain, Yuriko yang super semangat mungkin bisa membuat Ayumi yang pendiam agar terus tersenyum. Yah semoga saja, setidaknya aku senang melihat Yuriko seceria kini.

 

.

.

.

 

Pemikiranku salah, aku juga menyesal telah berjanji akan mentraktir Yuriko dan Ayumi. Karena itu justru membuat mereka selalu berada di sekitarku. Sejak hari itu, Yuriko kerap kali mengajak aku dan Ayumi berkumpul, nongkrong, jalan – jalan serta belajar bersama. Mengurus satu yeoja seperti Yuriko saja sudah cukup melelahkan, kini di tambah lagi seorang Ayumi. Sekalipun dia tidak seaktif, secerewet temannya, tapi tetap saja merepotkan.

 

“Hansol-a.” Malam ini Yuriko terlihat aneh, tak biasanya dia memanggilku selembut ini.

 

Wae geurae?” Tanyaku, jujur saja aku kini khawatir.

 

Ani.” Wajah itu sudah sangat lama tak terlihat murung, pasti ada sesuatu yang salah dengannya.

 

Wae? Apa kamu sakit? Atau terjadi sesuatu?”

 

“Hmm.” Jawabnya singkat, aku bisa melihat butiran bening mulai membasahi sudut mata indahnya. “Naui Appa akan menikah lagi.” Lanjutnya dan sekarang air mata itu sudah mengaliri pipinya.

 

Aku tak tahu harus berkata apa untuk menenangkannya. “Menangislah sepuasnya!” Ujarku sembari merengkuh gadis disampingku. Sesaat aku merasakan dejavu akan kejadian ini. Ya, 10 Tahun yang lalu akupun pernah memeluk Yuriko yang sedang bersedih setelah menceritakan kronologi kebakaran yang menimpa keluarganya.

 

“Hansol-a, apa kau juga akan meninggalkanku jika nanti memiliki kekasih?” Pertanyaan itu keluar dari bibir pink milik Yuriko beberapa menit setelah dia merasa tenang.

 

“Hya! Apa yang kau bicarakan ini? Mana mungkin aku meninggalkanmu.” Jawabku sekenanya.

 

Wae? Apa kau tidak ingin punya pacar? Atau impian untuk menikah suatu saat nanti?”

 

Geumanhae Yuriko! Kau berpikir terlalu jauh. Umur kita masih belasan, belum saatnya memikirkan pernikahan.”

 

“Ooo lihatlah yang bicara sekarang, Mr. Vernon!” Celetuk Yuriko namun terdiam kemudian, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. “Seolma?” Seketika dia menatapkan dengan matanya yang membulat.

 

Waeyo?” Sahutku penasaran.

 

Neo..” sekali lagi dia menghentikan ucapannya. “Apa kau menyukai Ayumi?” Serunya dengan ekspresi yang tidak bisa kugambarkan.

 

Mwo?” Aku hanya bisa terkejut mendengarnya.

 

“Aku hampir saja lupa untuk memberitahumu bahwa Ayumi menyukaimu Hansol-a. Kalian berdua pacaran saja, dengan begitu aku tidak akan takut kehilangan sahabat – sahabat seperti kalian.” Oceh Yuriko membuat kepalaku terasa berputar.

 

Aissshh jinca!” Dengusku kesal lalu beranjak dari rumput taman yang sedari tadi aku duduki.

 

Eotteohke? Huh?” Teriak Yuriko dari tempatnya.

 

Whatever!” Sahutku asal.

 

.

.

.

 

Sepertinya malam itu aku membuat kesalahan yang sangat fatal. Si bodoh Yuriko pasti sudah bertindak semaunya, ini terbukti dengan sikap Ayumi yang berubah total terhadapku. Hubungan yang tadinya nyaman dan berjalan lancar kini berubah menjadi sangat canggung.

 

Kekacauan bukan hanya sampai disana, berulang kali Yuriko dengan sengaja memberi waktu untukku dan Ayumi berduan. Gadis bodoh itu benar – benar salah mengartikan ucapanku.

 

Keadaanku tak baik, posisikupun tak aman. Disatu sisi aku tidak memiliki perasaan pada Ayumi, disisi lain aku tidak tahu cara untuk mengutarakannya. Karena aku takut jikalau melukai hati yeoja itu. Aku juga tidak mau melihat Yuriko marah hanya karena aku menolak Ayumi.

 

‘Mungkin tak ada salahnya aku mencoba, Ayumi pun anak yang manis dan baik.’ Sekiranya itulah pikiran sesat yang melintas di otakku. Dan itu membuatku menerima Ayumi sebagai naui yeojachingu.

 

“Yuriko ikutlah bersama kami!” Ajak Ayumi saat dia menceritakan akan pergi ke taman bermain sabtu depan.

 

Sirheoyo!” Jawab Yuriko cepat dan tegas.

 

Wae? Biasanya kau yang tak mau ketinggalan.” Sungutku merasa aneh, tak biasanya dia menolak ajakan kami.

 

Andwae! Hampir sebulan kalian pacaran tapi tak sekalipun memiliki waktu untuk berkencan, aku selalu saja mengganggu waktu kalian. Setidaknya besok pergilah berdua tanpa diriku.”

 

Aigoo sejak kapan kau berlagak dewasa seperti ini?” Godaku masih diikuti gerakan mengacak – acak surai panjang milik Yuriko.

 

Hya! Geumanhae Hansol-a!” Gertak Yuriko, semakin dia berusaha menghindar kian gencar pula usahaku untuk membuatnya marah serta berantakan. Dan aku sangat menikmati raut wajah masamnya.

 

.

.

.

 

Aku menarik nafas sedalam mungkin untuk menetralkan perasaanku. Malam ini untuk pertama kalinya aku akan pergi dengan seorang yeoja selain Yuriko. Ada sensasi aneh yang sedari awal menyelubungi hatiku.

 

“Kau kenapa?” Tanya yeoja cantik di sampingku. Mungkin sikapku terlihat aneh baginya.

 

Ani.” Aku mencoba mengelak. Suasana ini tidaklah nyaman untukku ‘Seseorang tolong bantu aku keluar dari situasi kaku ini, jebal!’ pintahku jauh didalam hati.

 

~Ddddeeeerrrrttttt~ ponselku bergetar dan berbunyi cukup lama. Angin surga seakan berhembus kearahku saat membaca sebuah nama yang muncul di layar ponselku saat ini.

 

Dwae Eomma?” Sapaku kepada penelepon diseberang sana.

 

*Hansol-a, eodiro?* Suara wanita itu sedikit bergetar, seolah ada kecemasan yang terkandung didalamnya.

 

“Aku berada di taman bermain, wae geurae eomma?” Giliranku yang merasa was – was sekarang.

 

*Apa Yuriko bersamamu?*

 

“Ani. Wae? Eomma sendiri sedang berada dimana?”

 

*Eomma diperjalanan dari rumah bibimu, tapi sekarang terjebak macet. Hansol-a, cepat kau pulang sekarang!*

 

“Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa eomma panik?”

 

*Malam ini akan ada pemadaman listrik, eomma khawatir akan keadaan Yuriko. Terlebih hari ini tepat hari kematian ibunya. Pulanglah Hansol-a! Ppaleun!*

 

Arasseo eomma.” Sahutku dengan cepat. Tapi aku hampir saja lupa akan seseorang yang sedari tadi bersamaku yang saat ini sedang menatapku nanar.

 

“Ah eotteohke?” Eluhku lirih, ada kebimbangan yang hinggap dipikiranku.

 

“Pergilah Vernon, Yuriko jauh membutuhkanmu.” Ujar yeoja itu sambil menunjukkan sebuah senyuman di wajahnya.

 

“Lalu bagaimana denganmu?”

 

.

.

.

 

Aku memarkirkan motor di sembarang tempat, tak ada yang kupikirkan selain Yuriko. ‘Bagaimana keadaannya?’ – ‘Apa dia baik – baik saja?’ pertanyaan – pertanyaan itu silih berganti terus terngiang ketika aku mendapati kompleks perumahan kami sudah dalam keadaan gelap gulita. Aku tak menghiraukan benda apa yang aku injak, aku tabrak atau aku jatuhkan. Satu fokusku yaitu menemukan sosok yeoja berambut merah.

 

Dengan bantuam lampu flash smartphoneku, akhirnya aku berhasil menemukan sesorang yang sedari tadi kucari keberadaannya.

 

Neo gwaenchana?” Spontan aku mendekap erat tubuh yang terduduk disalah satu sudut kamarnya. Aku bisa merasakan ketakutan yang melandanya dari tubuhnya yang masih gemetaran. “Tenanglah, aku disini bersamamu.” Kini tanganku mulai membelai lembut kepala hingga punggung Yuriko.

 

“Bagaimana dengan kencan kalian?” Tanya Yuriko, saat kami berdua sudah berpindah ke taman belakang rumahku. “Pasti aku mengacaukannya.” Gumamnya lirih dengan menyesal.

 

Ani. Akulah yang mengacaukannya.”

 

“Bagaimana bisa?”

 

“Selama ini aku salah dalam segala hal. Pikiranku, ucapanku, tindakanku semuanya salah. Bahkan aku salah mengartikan perasaanku sendiri.”

 

“Apa maksudmu sebenarnya Hansol-a?”

 

“Selama ini aku tidak menyadari bahwa aku hanya suka dan tertarik padamu Yuriko.”

 

Mwo? Lalu bagaimana dengan Ayumi? Maksudku, bagaimana bisa?”

 

Nado Molla.” ~ Hening sesaat, samar – samar aku menangkap rona merah dari wajah Yuriko yang tertunduk, mungkin dia malu. “Saranghabnida, Yuriko.” Ungkapku lalu mengecup bibir pinknya yang terlihat menggoda. “Kau tidak menolakku?” Tanyaku penasaran atas perasaannya.

 

Ani.” Jawab Yuriko kemudian memelukku erat. “Gomawo, Hansol-a.”

 

.

.

.

 

*Flashback*

 

“Lalu bagaimana denganmu?” Tanyaku pada Ayumi yang masih tersenyum tanpa makna.

 

“Jangan pikirkan aku. Pikirkan saja hubunganmu dengan Yuriko.” Jawab Ayumi.

 

Mwo?”

 

“Dari awal aku sudah tahu kalau kalian saling menyukai, hanya saja tak ada satupun yang mau mengakuinya. Kalian sangat lucu, seharusnya cinta itu kalian yang rasa bukan orang lain. Tapi pribadi kalian berdua sama – sama tidak peka.” Celoteh Ayumi diiringi dengan tawa singkat. “Ga! Yuriko menunggumu! Dia membutuhkanmu, Hansol-a!” Lanjut gadis itu sembari mendorongku menjauh darinya.

 

Mianh.. Gomawo Ayumi-chan.” Ujarku yang disambut dengan anggukan kepala singkat dari yeoja itu. Kemudian akupun meninggalkannya dan mulai memacu motor ke satu tempat tujuan, rumah Yuriko.

 

*Flashback End*

 

FIN

 

 

 

 

 

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

Advertisements

3 thoughts on “[Project FF] Adore U Vernon Version

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s