Freelance · Genre · Length · One Shoot · PG - 17 · Rating · Romance

[Project FF] Adore U Mingyu Version


Author : @Yunietananda (IG, Twitter)

Title : Adore U (Mingyu Version)

Main Cast : Kim Min Gyu / Mingyu (Seventeen), Tomoki Ikana (Fiction Cast).

Other Cast : Lee Yura (Fiction Cast), Jeon Won Woo / Wonwoo (Seventeen).

Genre : Romance.

Rating : PG – 17.

Lenght : Oneshoot.

Disclaimer : Seventeen’s Mingyu milik Keluarga, Pledis Ent, dan fansnya. Fiction Cast dan Cerita milik Author. Jika di temukan kemiripan dengan Fanfiction / Cerpen lain, itu merupakan ketidak sengajaan belaka. Mohon tidak mengCopyPaste tanpa seijin pemilik.

Author Notes : Ini adalah FF Adore U yang ketiga. Setelah Jun, Joshua kini giliran kisah cinta Mingyu yang author tulis. Selamat membaca dan semoga suka dengan ceritanya. Mohon meninggalkan komentar, kritik ataupun saran. Gomawo 🙂

Story :

 

ADORE U

(Mingyu’s Version)

 

“Ikana! Shoot!” Intruksi itu sering kali ku dengar baik dari pelatih, pemain lain, maupun penonton saat aku sedang menguasai bola dengan bebas. Mereka selalu mengharapkan 3 point dariku. Sekalipun aku bisa melakukannya dengan mudah, tapi jujur saja aku muak. Karena akupun ingin men-dribble bola lebih lama, melakukan passing bahkan slam dunk seperti pemain lain, bukan sekedar menjadi specialist 3 point dan tembakan langsung seperti saat ini.

 

Wae geurae, Ikana? Performamu hari ini banyak sekali penurunan.” Omel Lee Yura, sahabatku sekaligus manajer tim basket kami sesaat setelah pertandingan berakhir.

 

Nado molla.” Jawabku singkat. Kali ini tim kami kalah telak dari Universitas Y, dan banyak orang menyalahkanku karena sering membuang kesempatan mencetak point pada pertandingan persahabatan barusan.

 

Apa aku kesal karenanya? Tidak! Aku bahkan senang melihat timku kalah, setidaknya aku berharap anggota timku bisa intropeksi diri dan berhenti mengandalkan skill individuku atau lebih tepatnya postur tubuhku.

 

Namaku Tomoki Ikana, berdarah Jepang – Korea namun lahir dan besar di Korea. Aku saat ini duduk di bangku kuliah semester awal, dan aku seorang pemain basket, Forward itulah posisiku didalam tim.

 

Sebenarnya menjadi pemain basket profesional bukanlah impianku. Aku terjun kedalam olahraga beregu ini karena dua alasan, yang pertama karena postur tubuhku yang tinggi. Sebagai putri dari Pensiunan Angkatan Udara Jepang dengan Mantan Super Model Korea, aku mewarisi tinggi badan ini dari kedua orangtuaku. Tinggi badanku saat ini 177 cm, hampir sama dengan tinggi badan seorang namja kebanyakan.

 

Alasan kedua adalah seorang namja. Saat SMP aku sangat menyukai seseorang, dan dia adalah pemain basket di tim sekolahku. Agar bisa dekat dengannya aku memutuskan masuk ke tim basket putri. Meskipun rencana pemdekatan itu tak berjalan lancar, tapi aku tetap bermain basket. Karena hanya inilah cara agar aku memiliki topik untuk dibahas bersamanya.

 

.

.

.

 

“Sabtu besok kamu akan datang, bukan?” Tanya Yura suatu siang, saat kami sedang makan bersama di kantin kampus. Aku sudah bersahabat dengan gadis ini sejak SD, dan kami selalu masuk di Sekolah yang sama. Ini sedikit menjemuhkan, tapi cuma Yura yang sejauh ini bisa memahami dan mengimbangiku.

 

“Sabtu? Kemana? Acara apa?” Aku justru balik bertanya karena tidak tahu arah pembicaraan gadis itu.

 

“Hya! Bukankah kemarin kamu sudah menerima undangan yang kuberikan? Kamu tidak membacanya ya?” Sungut Yura dengan emosi, dan aku selalu menikmati ekspresi lucu sahabatku ini saat marah.

 

Mianhae Yura, aku terlalu banyak tugas jadi tidak sempat membacanya. Lagipula aku juga lupa meletakkan undangan itu dimana. Bisakah kau memberitahuku isi undangan kemarin?”

 

Aisshh jinca!” Gerutunya sambil menendang kaki meja dengan kesal. “Itu adalah undangan reuni SMP kita yang akan diadakan hari sabtu besok.” Jelasnya masih dengan nada sedikit tinggi. “Kamu datangkan?” imbuhnya.

 

Molla.”

 

“Aku dengar ini reuni angkatan setahun diatas kita dan juga angkatan kita. Itu berarti Wonwoo Oppa akan hadir juga disana. Bukankah kamu ingin bertemu dengannya Ikana?” Kali ini ucapan Yura terdengar seperti memancing emosiku ketimbang bercanda. Dan itu membuat moodku jadi berantakan.

 

Akupun memutuskan untuk diam daripada meladeni omongan Yura. Lalu sesuatu terbesit di otakku. ‘Akankah dia datang?’ – pertanyaan itu seperti hinggap dibenakku dan tak mau pergi.

 

“Baiklah! Kita akan pergi ke reuni besok!” Seruku kemudian, dan itu berhasil membuat Yura terlonjak senang mendengar keputusanku.

 

.

.

.

 

Malam ini akhirnya aku benar – benar menghadiri reuni bersama dengan Lee Yura. Hampir 4 Tahun lamanya aku tidak bertemu dengan teman – temanku, dan banyak yang berubah dari mereka. Hal itu membuatku susah untuk mengenali satu per satu, anehnya mereka justru langsung tahu bahwa aku adalah Tomoki Ikana. Apakah ini tandanya tak ada yang berubah dariku? Atau mereka sangat hafal dengan postur tinggi ini? Ya, sejak kecil tinggi badanku selalu lebih unggul dari teman sebayaku. Dan itu yang membuat orang – orang mudah mengenaliku.

 

“Uri mariya, Ikana-chan!” Sapa seorang namja kepadaku. Terperangah sesaat, itulah yang terjadi padaku saat ini. Aku masih belum percaya dengan pengelihatan dan pendengaranku. ‘Mungkin terjadi kesalahan disini.’ Gumamku dalam hati.

 

“Bagaimana kabarmu?” Namja jangkung itu melanjutkan pertanyaannya sembari tersenyum. Aku ingat betul senyuman dan panggilan itu, tapi aku masih tidak yakin akan sesuatu hal.

 

“Ba.. baik.” Jawabku sedikit gugup. “Nuguseyeo?” Pertanyaan itupun keluar tanpa ragu – ragu dari mulutku yang tak kuasa menahan rasa ingin tahu.

 

“Kamu tidak ingat? Ini aku Mingyu, Kim Mingyu.” Jawaban itu sontak membuat kakiku lemas. Aku hanya bisa membulatkan mata tanpa berkedip lantaran kaget mendengar pengakuan dari namja didepanku ini.

 

Jincayeo? Eotteohke?” Gumamku lirih, aku rasa dia mendengarnya sehingga dia tertawa melihat tingkahku barusan yang memandangnya dari ujung kaki hingga wajahnya dengan rasa ketidakpercayaan.

 

Ah mianhae.” Imbuhku karena tak enak hati pada pria yang belum juga beranjak dari hadapanku. Seingatku Mingyu yang dulu jauh lebih pendek dariku sehingga aku hampir bisa melihat puncak kepalanya, tapi kini dia menjelma menjadi sosok yang berbeda.

 

Gwaenchanayeo, bukan cuma kamu yang terkejut. Hampir semua orang disini tidak percaya bahwa ini adalah aku.” Ujar Mingyu masih mengembangkan senyum manis nan hangat diwajah tampannya.

 

“Kau pasti berolahraga sangat keras hingga bisa setinggi ini.” Lagi – lagi mulutku lepas kendali. Bagaimana tidak? Komentar siapapun pasti akan sama denganku jika mengingat masa SMP namja ini.

 

“Hahahaha tidak juga.” Celetuk Mingyu sembari terkekeh “Apa kamu masih bermain basket Ikana?”

 

Dwae. Bagaimana denganmu?” Rasanya aku masih canggung untuk bicara dengannya terlalu lama. Terlebih jika mengingat dahulu dialah orang yang pertama kali menghindariku.

 

“Aku sudah lama berhenti menjadi pemain. Kini aku menekuni dunia kepelatihan.”

 

Omo! Daebak! Aku senang sekaligus bangga mendengarnya. Keep Fighting, Mingyu-a!”

 

Gomawo Ikana-chan. Kamu masih sama seperti yang dulu.” Kata – katanya seketika membuat dadaku berdebar kencang. “Kamu selalu bersikap baik kepada semua orang. Itu yang membuatku dari dulu menyukaimu.”

 

Tunggu! Aku tidak salah dengarkan? Mingyu baru saja mengatakan ‘suka padaku dari dulu?’ Aku mengerjap – ngerjapkan mataku berusaha menyadarkan diri dari mimpi indah ini.

 

Neo?” Hanya kata itu yang keluar dari mulutku. Selebihnya tertahan di kerongkongan .

 

“Itu benar Ikana, sejak SMP aku sudah menyukaimu. Hanya saja aku tahu diri, bagaimana mungkin bintang basket secantik dan setinggi dirimu akan menerimaku yang berpostur lebih pendek darimu. Tentu saja kamu akan memilin Wonwoo hyung sebagai namja favoritmu seperti yeoja lainnya. Apalagi kamu berhasil masuk di SMA yang sama dengan Wonwoo Hyung, itu membuatku semakin berkecil hati.

 

Jamkkanman!” Seruku berusaha menghentikan perkataan Mingyu. “Bagaimana bisa kamu mengambil kesimpulan bahwa aku menyukai Wonwoo sunbae?”

 

“Saat itu semua siswa juga tahu bahwa kamu menyukai Wonwoo hyung. Bukankah kamu masuk tim basket putri karena ingin dekat dengan seseorang? Siapa lagi kalau bukan Wonwoo hyung? Bintang basket tim putra. Setidaknya itu yang diungkapkan oleh Lee Yura kepada teman – teman di Tim waktu itu.” Jelas sekali bahwa selama ini semua orang salah paham, dan itu ulah dari Lee Yura. Aku menarik nafas dalam – dalam sebelum memberanikan diri menatap Mingyu kembali.

 

“Tunggulah disini! Aku akan segera kembali!” Pintahku kepada namja kelahiran 6 April itu sebelum aku melangkahkan kaki pergi dari hadapannya.

 

Entah apa yang aku pikirkan saat ini? Yang jelas aku sudah tidak tahan dengan kesalah pahaman yang sudah melekat selama bertahun – tahun. Pantas saja sikap Wonwoo sunbae selama ini terkesan manis kepadaku, ternyata semua ini karena gosip yang di sebar luaskan oleh sahabatku sendiri.

 

‘Huuuufffffttttttt’ – Aku menarik nafas lebih dalam kali ini. Berusaha menyelaraskan antara otak, hati dan mulutku sebelum bertindak.

 

“Selamat malam semuanya! Lama kita tidak bertemu!” Sapaku kepada tamu undangan yang hadir malam itu dari atas panggung. “Aku Tomoki Ikana dari Tim Basket Putri SMP S, mungkin sebagian dari kalian masih mengingatku. Sebelumnya aku ingin meminta maaf karena sedikit merusak susunan acara malam ini. Tapi… Ada suatu hal yang perlu kalian tahu.” – Aku diam sejenak, mengatur kembali pernafasanku. Dan saat itu bisik – bisik pertanyaan mulai terdengar dari mulut anak – anak yang hadir.

 

“Jika dulu kalian ingat tentang rumor yang mengatakan aku masuk tim basket hanya karena seorang namja, itu adalah benar. Keunde.. Wonwoo sunbaenim, joesonghabnida karena namja itu bukanlah anda.” – sontak pernyataanku kian menimbulkan pertanyaan dan sebuah shock terapi bagi alumni SMP S.

 

“Saat itu aku menyukai seorang pemain basket. Dia jarang terpilih menjadi pemain inti, tapi dia adalah pemain favoritku. Aku salut akan kerja keras, semangat serta pantang menyerah yang ditunjukannya. Itu yang membuatku tak bisa berhenti menatapnya.” Ucapanku terhenti, bukan karena nafas yang tak beraturan melainkan karena air mata yang mulai tak terbendung.

 

“Dia bukan siswa populer, dia juga berpostur tubuh mungil saat itu. Aku sangat menyukainya… Tapi dia menjauhiku tanpa alasan yang pasti dan… dan sekarang aku baru tahu bahwa dia salah paham akan rumor itu.. A.. aku.. menyukainya.. Kim.. Min.. ” Lagi – lagi kalimatku berhenti di tengah jalan, namun untuk kali ini bukan faktor dariku tapi disebabkan oleh seseorang yang menarikku kedalam pelukannya.

 

Dadanya yang bidang, lengannya yang kekar, memberiku jawaban siapa dirinya. “Neoreul johae, Ikana-chan.” Ungkapnya. Dari cara dia memanggilku, aku sudah mengenali sosoknya. Karena panggilan ‘Ikana-chan’ adalah ciri khas milik Kim Mingyu, My First Love.

 

FIN

 

 

 

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

Advertisements

8 thoughts on “[Project FF] Adore U Mingyu Version

  1. Wow! Jadi gitu ceritanya? Mingyu yang sebenernya disukai Ikana. Bayangin masa SMP Mingyu yang masih pendek rasanya kok susah ya xD
    Bagus ih, aku suka thor^^
    Salam kecup hangat @-@/

    Like

    1. Iy seperti itulah ceritanya, sebenernya si Ikana yg dari dulu kelewat tinggi. Hehehehe

      Susah ya bayangin Mingyu berpostur pendek? Emng dy kan jangkung plus ganteng pula.

      Makasi untuk waktu dan reviewnya 🙂
      *Hug*

      Like

  2. OH JADI ADORE U ITU HAPPY ENDING GITU SEMUA CERITANYA ? CINTA TERPENDAM GITU AKHIRNYA JADI KENYATAAAN, OKE. NGERTI.
    akh, yg ini greget banget ikana berani banget ke atas panggung >< nice kak kalo yg ini syukak deh :3
    koreksinya cuman typo ajah, sama 'skill individu' bukannya 'skill individual' ya? wkwkw 나도 기억않아. mian kalo salah haha

    Like

    1. Sebenernya gak harus terbalas juga sih, tp kebanyakan memang salah satu pihak memiliki perasaan ke cast lainnya.Itu yg Adore U versi aku.

      Wah sepertinya typoku kali fatal? Makasi y eonni utk koreksinya 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s