Family · Freelance · Genre · Length · One Shoot · PG - 17 · Rating · Romance

[Project FF] Adore u Joshua version


Author : @Yunietananda (IG, Twitter)

Title : Adore U (Joshua Version)

Main Cast : Hong Ji Soo / Joshua (Seventeen).

Other Cast : Ayana Hikaru, Charisa Kim (Fiction Cast).

Genre : Romance, Family.

Rating : PG – 17

Lenght : Oneshoot

Disclaimer : Seventeen’s Joshua milik Keluarga, Pledis Ent, dan fansnya. Fiction Cast dan Cerita milik Author. Jika di temukan kemiripan dengan Fanfiction lain, itu merupakan kebetulam belaka. Mohon tidak mengCopyPaste tanpa seijin pemilik.

Author Notes : Finally, author berhasil menyelesaikan Adore U Joshua’s Version ini. Selamat membaca, Semoga suka. Dan mohon meninggalkan komentar, kritik dan saran. Gomapta 🙂

Story :

 

ADORE U

(Joshua’s Version)

 

Malam itu hujan turun cukup lebat, dan seorang yeoja melangkah dengan cepat menuju sebuah halte bus untuk menghindari guyuran air yang turun. Suasana cukup sepi, hanya ada dia dan seorang namja yang duduk dipojokan halte. Derasnya butiran air langit memecah kesunyian disana, namun beberapa menit berlalu tak ada pergerakan dari namja penghuni sudut bangku yang tertunduk lesu. Sedikit keraguan dan rasa takut menyelimuti benak yeoja yang menunggu mobil jemputannya saat ia mencoba mendekati sosok misterius yang sedari tadi bersamanya.

 

Jogiyeo!” Ujar yeoja bersurai panjang itu dengan lembut. “Seonsaengnim, Neo gwaenchana?” Kini gadis itu memberanikan diri memegang pundak namja tersebut. Bukan jawaban yang didapat, tubuh itu justru jatuh tersungkur ke lantai halte. Membuat kepanikan merajai yeoja berparas cantik tadi.

 

“Bertahanlah Seonsaengnim!” Seru gadis berambut cokelat itu diiringi derai air mata yang mengantarkan tubuh lemas itu menuju ke ruang UGD sebuah rumah sakit terdekat. Padahal keduanya tidak saling mengenal sebelumnya, tapi yeoja itu sangat mencemaskan namja malang yang kini tengah mendapat perawatan medis. Setelah hampir 3 jam menunggu, barulah yeoja itu berkenan pulang begitu mengetahui keadaan namja itu berangsur membaik.

 

.

.

.

 

6 Bulan kemudian…

 

“Ayana! I’m home!” Suara merdu itu melengking di kamar seorang yeoja yang penuh nuansa biru. Menyadari bahwa tak mendapat respon dari pemilik kamar, akhirnya yeoja itu tanpa sungkan menarik selimut yang membalut tubuh saudarinya.

 

“Hmmm.” Erangan manja itu terdengar dari yeoja yang masih larut dalam mimpi indahnya.

 

Wake Up, Ayana! Don’t you miss me?” Teriak yeoja pendatang itu tepat di telinga Ayana. Dan itu berhasil membangunkan si putri tidur.

 

“Hya! Apa yang kau…” Gertakkan itu terhenti sejenak “Charisa? What happen with your hair?” dan kalimat selanjutnya berganti menjadi sebuah pertanyaan.

 

“Hey! Apa ini caramu menyambutku?” Gerutu yeoja berpenampilan nyentrik itu menggoda Ayana.

 

Oh I’m Sorry Charisa, Welcome back, my sister!” Sambut Ayana beranjak dari ranjang empuknya dan langsung memeluk saudara tirinya. Kemudian acara temu kangenpun terjadi antara kedua gadis yang hampir 5 tahun berpisah.

 

.

.

.

 

“Apa? Perjodohan?” Ekspresi terkejut terjadi tepat pada waktu yang bersamaan diantara 3 insan yang berada di tempat yang berbeda. Frustasi seketika, itulah yang sedang melanda mereka, saat orang tua masing – masing mengabarkan hal tersebut.

 

“Tolong selidiki yeoja yang besok akan bertemu denganku!” Pintah seorang Tuan Muda kepada Kepala Pelayan yang bekerja pada Keluarga Hong.

 

Di lain tempat…

 

“Bagaimana jika kau saja yang datang menemuinya besok?” Usul seorang yeoja kepada saudaranya. Setelah memikirkan berbagai cara untuk menghindar, akhirnya gagasan itu yang terbesit.

 

“Apa kau gila? Marga keluarga kita jelas berbeda, mereka pasti segera mengetahuinya. Orang tua kita akan sangat marah nanti.” Elak yeoja lainnya.

 

“Tapi kita sekarang bersaudara, tidak akan ada yang tahu, percayalah padaku. Papa dan Mama akan berangkat ke Jepang besok pagi, jadi tak akan ada yang marah pada kita.” Ini adalah pertama kalinya anak itu memiliki ide gila yang kelewat batas.

 

“Baiklah, aku setuju. Tapi katakan padaku, kenapa kau menolak perjodohan ini? Apa kau memiliki namjachingu?” Tak ada jawaban pasti dari saudarinya, hanya sebuah senyuman malu – malu yang harus disimpulkan sendiri oleh si penanya.

 

.

.

.

 

Sore itu Charisa terlihat anggun dengan dress yang ia kenakan. Hanya saja rambut pirangnya yang berdegradasi dengan warna pink membuatnya terkesan ‘Wow’. Kini ia siap pergi ke tempat pertemuan yang telah diatur oleh keluarganya.

 

Di sebuah restoran elite, namja itu nampak gusar menunggu seseorang yang akan di jodohkan dengannya. Berulang kali ia menatap Rolex di tangan kirinya. Ia tak terbiasa membuang waktu seperti ini. Namun hanya karena sebuah nama ia rela melakukannya.

 

Annyeonghaseyo.” Seorang yeoja memecah kekesalan dengan salam yang diucapkan kepada pemuda tersebut.

 

“Annyeonghaseyo, Hikaru-ssi?” Sahut namja itu tak kalah sopan sekaligus mempersilahkan tamunya untuk segera duduk.

 

Dwae, Na ireumeun Charisa Hikaru.” Ujar yeoja cantik itu memperkenalkan dirinya. Ia memang datang menggantikan saudaranya, tapi ia tidak berbohong soal identitasnya. Sekalipun nama aslinya adalah Charisa Kim, tapi Papa tirinya kini orang Jepang bermarga Hikaru. Jadi, nama belakangnyapun kini berganti menjadi Hikaru.

 

“Ah, aku kira rambutmu berwarna cokelat.” Gumam namja yang memperkenalkan dirinya sebagai Hong Jisoo itu lirih.

 

“Dulu rambutku memang berwarna cokelat, tapi aku merubahnya karena bosan. Lagipula, aku tidak ingin memiliki penampilan yang mirip dengan saudariku.” Celetuk Charisa apa adanya. Yeoja itu kemudian menceritakan hampir semua tentangnya, tentang saudarinya dan tentang keluarganya. Sedangkan Jisoo dengan senang hati menjadi pendengar yang baik.

 

Lalu mereka menghabiskan waktu begitu saja dengan saling bertukar pengalaman, hingga tanpa terasa malam mulai merangkak naik.

 

Dan pada pertemuan pertama itu ada kesan yang tertoreh pada masing – masing hati mereka. Sinyal – sinyal untuk melanjutkan ke pertemuan selanjutnyapun tergambar saat keduanya dengan sengaja bertukar nomor telepon.

 

.

.

.

 

“Ayana, bisa kamu membantu saya membawakan makala – makala ini?” Sebuah permintaan yang lebih terdengar seperti perintah diutarakan oleh seorang Dosen kepada Ayana selaku Asistennya, pada suatu siang.

 

Ye, Saem.” Jawab gadis itu dengan senang hati. Iapun menyusuri koridor kampus dengan setumpuk makala di kedua tangannya. Langkah kakinya menjadi lambat saat ada makala yang hampir terlepas dari tangan kirinya. Sekalipun kesulitan, tapi yeoja itu tak sedikitpun mengeluh didalam hatinya.

 

“Perlu bantuan?” Namja jangkung itu menghentikan langkahnya dan menawarkan bantuan terhadap Ayana. Bahkan ia telah siap mengambil alih beberapa makala dari tangan kanan Ayana.

 

“Gamsahabnida.” Ujar Ayana. “Uh?” Sebuah nada terkejut keluar dari bibir pinknya ketika menatap wajah namja yang kini berjalan disampingnya.

 

“Aku sering melihatmu keluar dari kelas Akuntansi, apa kau seorang Asisten Dosen?” Tanya mahasiswa itu seperti orang penasaran.

 

Dwae.” Jawab Ayana singkat.

 

“Perkenalkan, aku Joshua Hong. Kamu?”

 

“Aku Ayana. Ayana Hikaru.” Kali ini Ayana menjawabnya dengan rona merah diwajahnya. “Kita sudah sampai di kantor Dosen. Terima kasih atas bantuannya, Joshua-ssi.” Lanjut Ayana yang memgambil kembali tugasnya dari tangan namja yang sedang melamun itu.

 

‘Hikaru?’ Pekik Joshua masih teringat akan mahasiswi yang baru saja pergi dari pandangannya.

 

.

.

.

 

Kamar tidur yang luas itu terasa sepi saat penghuninya duduk di balkon memandangi langit malam ini. Bintang – bintang nampak saling berlomba menjadi yang paling terang di kegelapan malam. Namun keindahan lukisan Tuhan itu tak mampu mengalihkan pikiran yang sedang memenuhi kepala namja tersebut.

 

‘Hikaru’ sebuah nama yang terus menerus ia sebut sejak pulang dari kampus. Konsentrasinya terpecah belah saat menyadari hal lain yang menimpa dirinya. Perjodohannya, dua yeoja bernama Hikaru, serta sakitnya Kepala Pelayan akibat kecelakaan saat menjalankan tugas darinya, memperparah keresahannya.

 

Joshua menggaruk kepalanya yang tak gatal dengan kesal. Mungkin ia terlalu pusing memikirkan semua hal. Kemudian di pandangi kwitansi pembayaran rumah sakit yang sejak awal di genggamnya. “Who are you?” Gumam namja bertinggi badan 176 cm itu menatap sendu kertas yang lebih dari satu semester ia simpan dengan baik.

 

Lain Joshua, lain pula yang terjadi di kediaman keluarga Hikaru. Kedua putrinya sedang terlihat menyantap makan malam mereka sambil bercengkrama. Sekalipun bukan saudara kandung tapi mereka dekat dan saling menyayangi satu sama lain. Lantaran mereka sejak kecil telah dibesarkan bersama.

 

Obrolan ringan serta senda gurau yang tadinya menjadi topik yang seru, tiba – tiba berubah kala salah satu dari mereka menceritakan seorang namja bermarga Hong. Beberapa detik keduanya berhenti bicara sejenak, hanya larut dalam pikiran masing – masing.

 

Wae geurae Ayana?” Tanya Charisa memcoba mencari tahu sesuatu yang disembunyikan oleh saudarinya.

 

“Tidak ada.” Jawab Ayana sedatar mungkin. Ia berusaha menutupi kegundahan dihatinya.

 

“Ada apa dengan Tuan Muda Hong? Apa kau mengenalnya? Omo! Seolma?” – Charisa terdiam sejenak dan memikirkan sesuatu. “Haruskah aku mengaku padanya bahwa kaulah yang sebenarnya di jodohkan dengannya?” Lanjutnya kemudian.

 

Geumanhae Charisa! Yang dia tahu, Hikaru yang dijodohkan dengannya adalah dirimu. Jangan memperburuk keadaan, lagipula kalian sangat cocok satu sama lain. Lanjutkan saja rencana kita, aku akan meyakinkan Papa dan Mama.” Seru Ayana dengan nada yang tak biasa. Ada kesal dan kecewa yang menyelimuti nona muda itu.

 

.

.

.

 

Waktu terus bergulir, hubungan antara Charisa dan Joshua semakin hari semakin dekat. Sosok Charisa yang ceria dan berisik membuat namja itu nyaman bersamanya.

 

Disisi lain Ayana telah berhasil meyakinkan kedua orang tuanya untuk merestui Charisa dan Joshua. Tak ada cara lain yang bisa ia lakukan selain hal itu. Sekalipun patah hati, tapi ia berusaha bahagia untuk saudaranya. Lagipula semua ini juga akibat dari keegoisannya. Andai dia tidak meminta Charisa untuk menggantikannya, mungkin ceritanya akan berbeda. Menyesal? Sudah pasti, tapi waktu tak bisa diulang. Kini hanya pasrah yang bisa dilakukan Ayana. Ia harus rela melihat namja yang selama ini dikagumi bersama dengan saudarinya.

.

.

 

Suasana makan malam antara Keluarga Hikaru dan Keluarga Hong berubah menegang saat Charisa mengungkap kebenaran yang ia sembunyikan. Ia tahu betul tindakannya akan melukai martabat keluarganya, tapi dia tidak tahan bila harus terus berbohong kepada namja yang ia sukai. Terlebih ia tidak ingin melihat adiknya terluka.

 

Joesonghabnida, jeongmal… ” Ucapan Charisa tertahan oleh suatu pergerakan yang dilakukan namja di kursi seberang.

 

Geumanhae Charisa-ssi! Dalam hal ini seharusnya aku yang meminta maaf.” Ujar Joshua membuat semua orang yang mendengarnya terkejut. “Sebenarnya, aku menerima perjodohan ini hanya untuk suatu tujuan. Aku sangat maklum jika Ayana-ssi menolak dan meminta saudaranya untuk menggantikan bertemu denganku. Bagaimanapun perjodohan bukanlah suatu yang baik, karena sebagai manusia kita memiliki hak untuk memilih, terlebih memilih pasangan hidup. Dan jujur saja, akupun sejak lama memiliki yeoja pilihanku sendiri.” – Hening sesaat, tapi semua pasang mata masih memandang sosok yang sedang berdiri sambil membungkukkan sedikit badannya itu.

 

“Aku menyukai yeoja bernama Hikaru, yang menyelamatkanku 6 bulan yang lalu.” Tutup Joshua sembari mengeluarkan kwitansi Rumah Sakit dari dalam saku jasnya. Sontak itu membuat seseorang terkejut dan hanya bisa membelalakkan mata serta menutupi mulutnya yang terbuka dengan tangannya.

 

.

.

.

 

Sebuah mobil terparkir di tepi jalan samping sungai Han, tampak didalamnya muda – mudi tengah duduk dalam diam. Tak ada suara hingga beberapa menit yang lalu.

 

“Jadi bagaimana bisa kau jatuh sakit malam itu?” Tanya seorang yeoja membuka pembicaraan dan mencoba mencairkan suasana yang canggung.

 

“Hari itu adalah peringatan 1 Tahun kematian ibuku. Sejak pagi aku menunggu kedatangan Aboeji dirumah, tapi hingga petang tak ada kabar dari beliau. Akhirnya aku memutuskan untuk menemuinya di kantor, dan yang kudapatkan adalah kenyataan pahit. Beliau tak berada disana melainkan tengah berpesta dengan istri keduanya beserta anak mereka disebuah restoran mewah.” Jawab Joshua menahan sakit yang kembali menyeruak didalam hatinya saat mengingat kejadian yang pernah menimpah dirinya.

 

Mianata.” Ujar yeoja disampingnya sembari menepuk perlahan bahu Joshua sebagai tanda simpati.

 

Nan gwaenchana. Tapi… Bukankah kau sudah 5 Tahun berada di Amerika dan baru pulang belakangan ini. Lalu apa yang kau lakukan saat itu Charisa?”

 

“Aku pulang untuk bertemu dengan Sahabatku. Dan aku sengaja pulang ke rumah nenek dari Almarhum Papaku, jadi keluarga Hikaru tidak mengetahui hal itu.”

 

“Kenapa kau meninggalkan nama Hikaru?”

 

“Sekalipun saat itu aku tidak mengenalmu, tapi aku pernah melihatmu dari foto yang dikirim Ayana padaku. Gadis itu sudah menyukaimu sejak pertama kali dia melihatmu di kampus. Waktu itu yang ada dipikiranku hanya cara mempertemukanmu dengan Ayana. Tapi kenyataan berkata lain.”

 

“Jadi kamu juga sengaja merubah warna rambut agar aku mengira Ayanalah yang menyelamatkanku?”

 

Dwae.” Jawab Charisa lalu tertawa getir.

 

Baboya!” Sungut Joshua sambil mengusap puncak kepala Charisa dengan lembut.

 

“Bagaimana bisa kau menyukaiku?” Kali ini Charisa menatap Joshua dengan sejuta rasa penasaran.

 

“Karena kau yeoja yang menangisi keadaanku. Saat itu aku dalam keadaan sedikit sadar dan hampir dapat melihatmu. Tapi yang kuingat hanya tangis dan rambut cokelatmu yang basah karena hujan. Tanpa kau sadari, kau telah menarik perhatianku.” Ucapan namja itu sangat jujur diikuti tangannya yang menggenggam erat tangan lawan bicaranya sebagai tanda keseriusannya.

 

Sebuah senyuman mengembang di wajah Charisa. Kebahagiaan tak bisa lagi ia bendung, karena yeoja itupun juga jatuh cinta pada sosok Joshua sejak pertemuan di halte bus silam.

 

-FIN-

 

 

 

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

Advertisements

5 thoughts on “[Project FF] Adore u Joshua version

  1. iya aku bingung kenapa charisa yg di halte :” bittersweet gitu ya ini kak :” ada satu koreksi sih untuk kata ‘pun’ kalo artinya ‘juga’ penulisannya di pisah, kayak tadi aku nemu “Iapun” harusnya “Ia pun” gitu ^^
    Cuss ke yang lain wkwkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s