Freelance · Genre · Length · One Shoot · Rating · Romance · School Life · Teen

[Project FF] Adore U Jun Version


Author : @Yunietananda (IG, Twitter)

Title : Adore U (Jun Version)

Main Cast : Wen Junhui / Jun (Seventeen), Han Chae Rim (Fiction Cast).

Other Cast : Seo Myunghee (Fiction Cast).

Genre : Romance, School life.

Rating : Teen

Lenght : Oneshoot

Disclaimer : Jun Seventeen mutlak milik Keluarga, Pledis Ent, dan penggemarnya. Fiction cast and story is mine! Harap tidak mengCoPas tanpa ijin pemilik. Jika ditemukan kesamaan nama, karakter, watak, waktu dan tempat merupakan ketidak sengajaan.

Author Notes : Setelah mengalami berkali – kali perubahan ide cerita, akhirnya tercipta juga Fanfiction Adore U (Jun Version), rencananya aku akan membuat Adore U version member Seventeen lainnya bersama dengan author – author tetap disini. Maaf jika kisah kali ini sedikit absurd, mohon meninggalkan komentar, kritik dan saran untuk perbaikan serta peningkatan penulisan author. Terima kasih ^_^

Story :

 

ADORE U

(Jun’s Version)

 

Seoul, Musim Panas…

 

Siang ini seorang Guru terlihat kesal menatap ke arahku, bukan! Sebenarnya guru tersebut sedang melihat namja yang duduk disampingku. Bagaimana beliau tidak kesal saat mengetahui siswanya tertidur pulas di tengah pelajaran.

 

“Han Chae Rim, bangunkan dia!” Perintah wanita paruh baya tersebut kepadaku.

 

Nae.. Naega?” Seperti orang bodoh aku menanyakan hal konyol itu dan hanya anggukan singkat yang ku dapat dari guru Fisika tersebut. Aku merasa sangat gugup jika menyadari bahwa aku harus membangunkan teman sebangkuku ini. Dan parahnya semua pasang mata dikelas ini sekarang menatapku.

 

‘Hhuuuufffttt’ Aku menghela nafas perlahan untuk menenangkan jantungku yang berdegup kencang. Bahkan bulir – bulir peluh lebih dulu menetes sebelum tanganku menyentuh bahu namja itu.

 

“Ju.. Junhui-a.. Wen Junhui!” Panggilku perlahan serta berhati – hati. Sebenarnya aku tak kuasa membangunkannya, karena aku tahu sejak pagi tadi Jun memang terlihat sangat lelah.

 

“Hya! Chaerim-a! Kau sedang membangunkan seseorang atau justru menyanyikan lagu tidur untuknya?” Sungut Seo Myunghee yang duduk tepat di depanku. “Begini cara membangunkan orang. Perhatikan baik – baik!” Lanjut yeoja itu sembari menggulung buku catatannya, kemudian memukul kepala Jun cukup keras serta diikuti teriakan “Ireona!”. Aku cukup terperangah melihat tindakan siswi itu.

 

Cara Myunghee memang berhasil membuat namja kelahiran 10 Juni itu terbangun, tapi suara yang melengking tadi juga berhasil memekakkan telinga kami yang mendengarnya.

 

Ketika Jun sudah tersadar, tatapannya seolah berusaha mencari tahu pelaku pemukulan terhadapnya. Dan entah kenapa namja itu berhenti tepat kearahku.

 

“Bu… Bukan.. Bu.. Kan aku.” Celetukku mencoba meluruskan arti dari cara Jun memandangku. Mungkin saat ini wajahku sudah pucat pasi karena hal ini, bahkan aku hampir kehabisan nafas saat mata kami tak sengaja bertemu pandang satu sama lain. Kekonyolan tingkahku ini berasal dari dadaku yang terus berdebar saat berada didekat Jun.

 

.

.

.

 

“Chaerim-a, tidakkah kau merasa bahwa sikapmu tadi sangat kentara?” Celoteh Myunghee sebelum ia meneguk minuman kaleng yang berada di tangannya.

 

Naega? Wae?” Mungkin aku yang bodoh atau memang Myunghee yang terlalu bertele – tele, jujur saja aku tidak mengerti maksud dari perkataannya.

 

“Kau bilang ingin memendam perasaan terhadap Jun, bukan? Tapi dari caramu membangunkannya yang gerogi bahkan membuatmu kehilangan jati diri seperti tadi justru akan menunjukkan pada semua orang bahwa kau menyukai Wen Junhui.” Jelas yeoja yang berpostur lebih pendek dariku ini panjang lebar.

 

“Apakah tindakanku sejauh itu?”

 

Dwae. Kau terlihat berbeda, bukan lagi Han Chaerim Si Top Flayer yang super mengagumkan. Terlebih kau sangat terlihat bodoh jika berhadapan dengan Jun.”

 

Ya Tuhan, ku rasa ucapan sahabatku itu benar. Aku selalu kehilangan kendali jika menyangkut Jun. Namja yang hampir dua Tahun ini menjadi rekan sebangkuku, menghabiskan setengah harinya disebelahku. Wen Junhui, seseorang yang selalu berada di sisi kiriku kecuali jika dia memiliki jadwal syuting dipagi hari.

 

Sejak kelas 1 aku sudah mengagumi sosok Jun yang sering muncul di layar kaca. Tadinya aku hanyalah seorang pemuja rahasia, namun saat kenaikan kelas keberuntungan berpihak padaku. Namja itu resmi menjadi teman sekelas serta sebangkuku.

 

Naasnya dengan jarak sedekat itu justru membuatku salah tingkah, dan hal itu sangat menyiksa. Sekalipun Jun tak pernah mempermasalahkan tingkahku, tapi aku yang harus menjaga sikap agar tidak mengganggunya. Mungkin aku berlebihan, namun hanya itu yang bisa kulakukan untuknya.

 

Aku bukanlah tipe orang yang bisa dengan jujur mengutaran perasaannya seperti para siswi yang mengakui sebagai Fans dari Jun. Jangankan mengungkapkan perasaanku, bicara mengenai hal – hal umum sebagai teman sebangku dengan Jun saja aku tidak pernah. Andai kata ada kesempatan, mungkin aku akan jatuh pingsan sebelum menyelesaikan satu kalimat penuh.

 

Baru saja aku bergunjing di dalam hati mengenai Fans Jun, sekarang mereka sudah berada di kelasku, mengelilingi Jun yang duduk manis di kursinya. Sebenarnya aku muak melihat tingkah mereka, apalagi terlihat sebagian dari mereka menyingkirkan tas serta buku – buku dari bangkuku.

 

“Permisi, ini tempatku!” Spontan aku berseru kepada para Junior yang menguasai tempatku.

 

Mianhae sunbae, bolehkah kami meminjamnya sebentar? Waktu istirahat tinggal 10 menit, dan hanya ini kesempatan kami untuk bisa melihat wajah Jun Oppa.” Ujar seorang siswi dengan mimik memohon.

 

“Baiklah, aku yang akan pergi.” Sahutku sambil melangkah lunglai keluar dari kelas, menyusuri koridor panjang milik sekolah dan berlabuh pada sebuah bangku taman.

 

Ini memang keterlaluan, kelas serta bangku itu adalah milikku. Tapi kenapa aku yang harus keluar dan pergi dari sana? Bisa saja aku mengusir mereka, membentak mereka terlebih posisiku disini adalah senior mereka. Namun aku tidak mau melakukannya. Bukan bermaksud mencari muka di depan Jun, melainkan aku memang tidak ingin memiliki musuh.

 

Sama halnya dengan menyatakan perasaanku kepada Jun, bisa saja aku menulis surat, mengirimnya pesan, meneleponnya, asal tidak bicara langsung kepadanya karena aku pasti akan mati kutu terlebih dulu. Tapi aku tidak melakukan semua itu hanya karena tidak ingin di hujat oleh Fans Jun yang mayoritas yeoja.

 

Lagipula Jun seperti bintang dilangit, terlalu tinggi untuk bisa kugapai. Aku memang menyukainya, namun bagaimana dengan Jun? Aku tidak mau mempermalukan diri dua kali, oleh karena itu lebih baik aku diam dan memendamnya.

 

“Jadi selama ini kamu bersembunyi disini?” Tiba – tiba sebuah suara mengejutkanku. Itu bukan suara Myunghee, karena itu adalah suara seorang namja. Aku tahu betul pemilik suara tersebut, tapi aku tidak berani menoleh kearahnya. Bisa saja ini hanya halusinasiku, bahkan aku juga tidak berani membalas pertanyaannya.

 

“Maukah kamu berbagi tempat ini denganku? Suasana di kelas sangat berisik.” Ujar namja yang kini sudah duduk disampingku. Aku mencoba mengerjapkan mataku, berharap bahwa ini hanya mimpi.

 

Wae geurae?” Kini barulah aku percaya kalau kejadian ini nyata. Hal itu terbukti saat Jun menepuk bahuku.

 

“Hya!!!” Tiba – tiba aku berteriak, jangan tanya kenapa? Karena akupun tidak tahu penyebabnya. Seketika itu juga aku melihat Jun tersentak dan hanya menatapku heran. “Kenapa kamu disini? Ba.. bagai.. bagaimana dengan fansmu?” Dengan susah payah aku berusaha menyelesaikan ucapanku.

 

“Aku terlalu sering bersama mereka. Hampir setiap hari mereka datang ke kelas juga lokasi syuting, jadi tidak masalah jika sesekali aku meluangkan waktu untukmu.” Ujar Jun sembari tersenyum ke arahku. “Maaf, karena mereka kamu jadi kehilangangan tempatmu.” Lalu suasana menjadi hening, mulutkupun terkunci rapat dengan sendirinya.

 

“Bukankah hampir 2 Tahun kita bersama tanpa saling mengenal? Aku rasa ini saat yang tepat untuk kita?” Lanjut Jun, kali ini ekspresinya terlihat bahagia serta tergambar kelegaan diwajahnya.

 

Aku hanya bisa memutar bola mata seiring berputarnya otakku yang mencoba mengartikan perkataan Jun barusan. Sebelumnya aku tidak selambat ini untuk berfikir, tapi kali ini aku harus bekerja keras untuk mencari tahu maksud Jun.

 

“Hahahahahaha.” Tawa itu melantun begitu saja dari bibir Wen Junhui, baru pertama kali aku melihat gelak tawanya. Ya, selama ini sosok Jun terkesan dingin dan pendiam, sangat sulit untuk disentuh.

 

“Apa yang kamu tertawakan?” Tanyaku sedikit tersinggung. Entah kenapa aku merasa namja itu sengaja menertawakanku.

 

Mianh! Aku tidak tahan melihat ekspresi wajahmu. Yang selama ini aku lihat, kamu sangat keren dan serius saat berada di tim cheerleadingmu. Siapa yang menyangkah ternyata kamu sangat lambat.” Benar bukan, Jun sedang mengolok – olokku saat ini.

 

“Hya! Aku ini juara kelas, mana mungkin aku lamban? Hanya saja aku tidak mengerti ucapanmu tadi. Terlalu berbelit – belit.” Sungutku, dan untuk pertama kalinya aku bisa bersikap wajar dihadapan Jun.

 

“Singkatnya, aku menyukaimu Han Chae Rim.” Ujar Jun sembari memamerkan Wallpaper smartphonenya.

 

Mwo???” Mataku terbelalak mendengar yang satu itu, serta kaget menyadari bahwa wajahku menghiasi ponsel Jun. Berkali – kali aku menggelengkan kepalaku seperti orang aneh. ‘Bagaimana bisa dia memiliki fotoku?’ Pikirku dalam diam sejenak.

 

Aku mengira Jun akan tertawa lagi setelah melihatku, tapi justru sebaliknya. Jun justru menatapku dalam – dalam, membuat nafasku naik turun tak beraturan.

 

“Sejak kelas 1 aku sudah memperhatikanmu Chaerim-a, hanya saja aku selalu tidak punya kesempatan untuk mendekatimu. Aku menyukaimu, aku ini penggemar rahasiamu. Bagaimama kalau kita berpacaran? Ani! Maksudku bagaimana denganmu?”

 

Bolehkah aku pingsan sekarang? Tidak! Aku tidak boleh kehilangan moment ini, setidaknya aku harus menanggapi pengakuan barusan.

 

Na tto!” Dengan cepat aku memberikan jawaban dari pertanyaan Jun. “Ma.. Mak.. sud.. Maksudnya aku juga suka.. padamu Jun.” Yakinlah, wajahku pasti merah padam saat ini.

 

“Yes!!! Gomawo!” Seru Jun kemudian memelukku. Shock! Tapi perlahan dan pasti akupun membalas pelukannya yang hangat.

 

-FIN-

 

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

Advertisements

7 thoughts on “[Project FF] Adore U Jun Version

  1. Wohohoho lucu..overall bagus tapi endingnya kurang greget thor..terkesan buru-buru gitu..tapi bagus kok..keep writing authornim^^

    Like

  2. Halo kita ketemu lagi! Iya ya? Authorpun ngerasain hal yang sama. Authornya pengen cepet2 bikin Jun dan Chaerim pacaran sih.

    Well, makasi untuk reviewnya. Untuk kedepannya akan di tingkatkan lagi.

    Like

  3. yunietanandaaa :3 we meet again hehe. Anyway ini projectnya kan ya? Hosh! anyway ceritanya teenagers banget hehe, cuman mgkin krg panjang aja sih. Hehe mgkin lebih baik kalo agak panjangan deh :3 but anyway it’s a nice story.

    Like

    1. Nice to meet you sora! Iy ini projectnya.

      Iya kurang panjang emang, jadi terkesan buru – buru ya?

      Ok akan diingat masukannya ini. Semoga kedepannya lebih baik lgi.

      Makasi atas masukannya^^

      Like

  4. ih gemes banget di bagian chaerim keluar kelas dan ngerelain bangkunya, harusnya kalo disitu jun nahan tangannya chaerim pasti lebih greget deh ><
    endingnya terkesan agak buru2 gitu, kak yun hehe. Aku ngintip projectnya dulu ya, maaf cast yang aku ambil (seungkwan) belum di eksekusi, masih sibuk *gaya* dan buntu ide :'3
    wait for my story ya wkwk, dan oke aku ke adore u yang lain dulu~~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s